October 8, 2007
Obat / Terapi untuk Varises
Varises di Rahim, Benarkah?
Masalah :
Assalaamu'alaikum,
Alhamdullilah, Januari kemarin saya melahirkan bayi perempuan, berat badan 3,5 dan panjag 50 cm dengan normal dan bayi saya sehat. Masalahnya, pasca melahirkan kira-kira 5 jam dari melahirkan saya mengalami pendarahan lalu saya dilarikan ke rumah sakit. Kemudian oleh tim medis saya divonis ada varises di rahim yang meyebabkan terjadinya pendarahan.
Mungkin gak dok, pendarahan terjadi karena setelah melahirkan (beberapa jam setelah melahirkan) saya ke kamar kecil teus jatuh, dan bukan karena ada varises pada rahim?
Kata dokter yang menangani saya, seharusnya saya tidak melahirkan secara normal tapi melewati operasi cesar dan jika saya ingin menambah anak lagi maka saya harus cesar. Benar tidak, dok? Mengingat biaya operasi sangat mahal, masih adakah kemungkinan saya melahirkan dengan normal?Dan kira-kira apa ya dok, penyebab adanya varises pada rahim/vagina? Dan cara menanggulanginya? Tolong, ya dok, jawabannya. Terima kasih.
DS
Jawaban :
Assalaamu’alaikum wr. wb.
Bunda Nabila di Lampung, perdarahan setelah melahirkan dapat terjadi karena terlepasnya sebagian plasenta dari rahim dan sebagian lagi belum; karena perlukaan pada jalan lahir atau karena atonia uteri. Untuk mengetahui penyebab perdarahan yang ibu alami beberapa jam setelah melahirkan itu perlu pemerikaan secara langsung, kondisi rahim, leher rahim, liang kemaluan dan alat kandungan bagian luar. Perlukaan pada jalan lahir dapat menyebabkan robekan pada varises yang terdapat di rahim.
Varises sering ditemukan pada triwulan terakhir kehamilan, di alat kandungan bagian luar, daerah belakang lutut, kaki dan betis. Varises juga dapat terjadi di liang kemaluan (vagina) dan leher rahim (serviks). Pada kehamilan berikut kadang varises yang ditemukan pada kehamilan terdahulu, timbul kembali pada triwulan pertama. Kadang-kadang timbulnya varises merupakan gejala pertama kehamilan muda.
Penyebab sesungguhnya dari pelebaran pembuluh balik belum diketahui. Kehamilan merupakan faktor predisposisi pertama terjadinya varises, karena tekanan langsung pada pembuluh balik menyebabkan alirannya terganggu. Tekanan pembuluh balik akan meninggi, volume darah akan bertambah sehingga pembuluh balik akan melebar. Pada suatu waktu tekanan dalam pembuluh balik akan melebihi kekuatan elastisitas dinding pembuluh dan terbentuk varises.
Varises di vagina dan serviks beresiko terjadinya robekan pada saat persalinan, dalam hal ini tindakan pembedahan perlu dipikirkan. Biaya persalinan dengan pembedahan memang cukup tinggi, namun resiko perdarahan penting dipikirkan karena juga dapat membahayakan ibu. Untuk antisipasi masalah biaya mungkin ibu bisa mulai membuka tabungan persalinan.
Wassalaamu'alaikum,
dr. Hilmia Nawawi
Sumber : EraMuslim
Obat / Terapi untuk Varises
Masalah :
Assalaamu'alaikum.
Sudah hampir 1 tahun kaki saya mempunyai varises. Kegiatan apakah yang dapat menyebabkan varises. Obat atau terapi apakah yang dapat saya lakukan untuk mengobati varises tersebut. Terima kasih.
Wassalaamu'alaikum.
Mamrin
mamrin at eramuslim.com
Jawaban :
Assalaamu’alaikum wr. wb.
Varises adalah penyakit yang dikenal sejak manusia hidup dalam posisi berdiri. Pernah diutarakan bahwa terdapat varises pada mumi Mesir dari tahun 1580 sebelum Masehi.
Varises adalah pelebaran pembuluh darah balik (vena) yang berkelok-kelok dan katup yang terdapat dalam vena tidak berfungsi lagi. Bila hanya melebar saja, tidak disebut varises tetapi venektasi.
Penyebab sesungguhnya dari pelebaran suatu vena belum diketahui. Di antara faktor resiko terhadap varises, kehamilan merupakan faktor pertama, karena tekanan dalam perut yang meninggi atau tekanan langsung pada vena dalam panggul akan menyebabkan aliran vena dari tungkai akan terganggu. Tekanan vena akan meninggi, volume darah akan bertambah, sehingga vena akan melebar. Sebagian besarakan mengecil lagi setelah melahirkan. Pada kehamilan yang berulang-ulang, satu waktu tekanan dalam vena dapat melebihi kekuatan elastisitas dindingnya dan terbentuk varises.
Selain itu vaktor keturunan juga memegang peranan, biasanyaberupa dinding vena yang tipis atau tidak terbentuknya katup. Faktor lain adalah berat badan yang berlebihan dan faktor peradangan. Usia lanjut dan pekerjaan tertentu yang kurang gerakan seperti pekerjaan administrasi atau guru juga merupakan faktor yang mempermudah terjadinya varises.
Perawatan varises dimaksudkan untuk menghilangkan akibat dari katup yang tidak berfungsi. Para ahli berpendapat setiap kasus varises harus dirawat dengan pendekatan yang berbeda, mengingat banyaknya bentuk manifestasi kelainan aliran vena yang disebabkan oleh tidak berfungsinya katup di dalamnya.
Ada 3 cara yang dapat diterapkan sendiri-sendiri ataupun bersamaan, yaitu:
1. Tanpa pembedahan
2. Dengan pembedahan
3. Dengan suntikan sklerotik
Perawatan tanpa pembedahan memakai balutan elastik dari ujung kaki sampai paha dengan maksud memberikan penekanan yang merata untuk membantu aliran darah vena. Hasilnya kan tambah baik bila banyak berjalan. Terutama pada varises waktu hamil, cara ini paling baik. Pemakaian kaos kaki elastik akan memberikan penekanan yang merata dan mudah diganti.
Pembedahan pada varises terdiri dari pengikatan dan pemotongan vena yang mengalami varises. Mobilisasi dan berjalan tanpa menekuk lutut dimulai sehari setelah operasi. Pada varises dengan koreng, tindakan pembedahan lebih baik dari tanpa pembedahan.
Penyuntikan bahan sklerotik dianjurkan bila tidak mau operasi atau bila varisesnya sedikit.Bahan suntikan yan dipakai akan membuat vena yang bersangkutan teroblitrasi. Suntikan pada varisesdilakukan tidak lebih dari enam tempat pada sekali perawatan. Yang perlu diingat adalah tidak pada semua varises dapat dilakukan penyuntikan obat sklerotik.
Wassalaam,
dr. Hilmia Nawawi
Sumber : EraMuslim








Leave a Comment
You must be logged in to post a comment.