March 25, 2008
Kenali Tumor Kandungan Mioma Uteri
Pertanyaan:
Dokter Denny yth,
Kami mohon penjelasan tentang penyakit miom yang diderita istri saya. Ada benjolan di dalam perutnya yang dapat bergeser-geser hampir sebesar telur ayam. Itu diketahui semasa istri saya hamil pertama lima tahun lalu hingga melahirkan anaknya, lalu hamil dan melahirkan anak kedua 1,5 bulan lalu. Terus-terang hal ini sangat mengganjal pikiran istri saya. Saya mohon penjelasan apakah penyakit tersebut, dan kepada ahli penyakit apa kami harus berkonsultasi?
Terima kasih.
Kurnijanto I
Madiun
Jawab:
Sering kali kita mendengar istilah miom (mioma uteri). Itu adalah tumor jinak kandungan (uterus) yang terdiri atas otot polos dan jaringan ikat sering disebut sebagai mioma. Angka kejadiannya sebanyak 20-25 persen pada wanita berusia di atas 35 tahun.
Hormon estrogen mempengaruhi timbulnya mioma uteri. Pada jaringan mioma jumlah reseptor estrogen lebih tinggi dibandingkan jaringan otot kandungan (miometrium) sekitarnya. Karena ada hubungan antara mioma dengan hormon estrogen maka:
1. Miom membesar pada usia reproduksi dan mengecil pada pascamenopause.
2. Miom sangat responsif terhadap terapi obat GnRH analog.
Berdasarkan lokasinya mioma uteri dibagi dalam tiga jenis:
1. Pertumbuhan tetap di dalam dinding rahim.
2. Pertumbuhan ke arah rongga rahim.
3. Pertumbuhan ke arah permukaan dinding rahim dan rongga perut.
Kerap kali tumor jinak rahim yang ke arah rongga membesar dan bertumbuh keluar dari mulut rahim. Tumor yang ada dalam rahim dapat tumbuh lebih dari satu, teraba seperti kenyal, bentuknya bulat dan berbenjol-benjol sesuai ukuran tumor. Ukuran dan beratnya bervariasi, mulai dari beberapa gram, namun dapat juga mencapai 3 kg atau lebih.
Gejala klinik mioma.
Sebagian penyakit ini ditemukan secara kebetulan pada saat pemeriksaan panggul rutin. Gejala yang timbul bergantung pada lokasi dan besarnya tumor. Yang paling sering ditemukan adalah
* Perdarahan yang banyak, karena permukaan rongga rahim yang lebih luas dan adanya gangguan kontraksi rahim akibat massa tumor.
* Penekanan pada kandung kemih, ureter, rektum atau organ rongga panggul lainnya sehingga menimbulkan gejala sakit kalau kencing, dan susah buang air besar.
Sering kali penderita merasa nyeri akibat miom mengalami degenerasi atau kontraksi uterus berlebihan pada mioma yang tumbuh ke dalam rongga rahim. Pasangan suami istri sering kali sulit untuk punya anak (infertilitas) disebabkan gangguan pada tuba, gangguan implantasi pada endometrium, penyumbatan, dan sebagainya.
Pada kehamilan, miom dapat mengganggu sehingga membawa dampak berupa kelainan letak bayi dan plasenta, terhalangnya jalan lahir, kelemahan pada saat kontraksi rahim, perdarahan yang banyak setelah melahirkan, dan gangguan pelepasan plasenta, bahkan bisa menyebabkan keguguran.
Kehamilan juga bisa memiliki dampak memperparah miom itu sendiri. Saat hamil, mioma uteri cenderung membesar, dan sering juga terjadi perubahan dari tumor yang menyebabkan perdarahan dalam tumor sehingga menimbulkan nyeri. Selain itu, selama kehamilan, tangkai tumor bisa terputar.
Bagaimana cara pengobatan atau penanganannya? Bila tumor berukuran kecil dan tidak membesar, cukup dilakukan pemeriksaan rutin setiap 3-6 bulan sekali, pengecilan tumor sementara dengan obat-obatan GnRH analog, mioma memiliki lapisan kapsul yang tegas, dapat dipisahkan/dikupas dari massa tumornya.
Operasi pembedahan: dengan histerektomi (pengangkatan kandungan) jika tidak ada rencana hamil lagi, atau miomektomi (mengangkat miomnya saja) pada usia reproduksi/masih rencana hamil. Namun jika massa tumor terlalu besar atau luas, kadang tidak memungkinkan hanya dilakukan pengangkatan massa tumor, sehingga tetap dilakukan histerektomi.
Jika terjadi komplikasi dan timbul perdarahan, pasien perlu diberikan transfusi darah dan obat penghilang rasa nyeri. Tindakan operasi dilakukan jika tumor membesar dan bila timbul gejala penekanan dan nyeri dan perdarahan terus-menerus.
Menjawab pertanyaan Bapak tentang istri yang menderita mioma terasa bergerser-geser kemungkinan besar termasuk miom jenis subserosum yang bertangkai. Sebaiknya Bapak membawa ibu ke dokter spesialis kebidanan dan kandungan terdekat. Semoga Bapak mendapat jawaban yang memuaskan dan istri mendapat pengobatan yang baik.
Terima kasih.
dr Denny Dhanardono, MPH&TM, SpOG
Sumber : Republika Online
Tags: dr Denny Dhanardono MPH&TM SpOG, Republika Online, Tumor Kandungan







Leave a Comment
You must be logged in to post a comment.