December 22, 2007
Memilih Paket General Check-Up
Masalah :
Assalamu'alaikum wr wb
Yth dokter Zubairi,
Saya adalah seorang karyawan (pegawai negeri) yang tahun depan akan masuk usia pensiun (60 tahun). Sehubungan dengan usia saya yang semakin tua, saya ingin sekali melakukan check-up kesehatan secara menyeluruh. Saya sekarang tidak merokok, tetapi dulu (sekitar usia 25-an sampai 40 tahun) saya merokok, kira-kira setengah bungkus sehari (10 batang sehari).
Setelah saya melihat beberapa brosur mengenai general check-up, saya malah jadi bingung karena banyak sekali paket yang ditawarkan. Semakin lengkap tentu saja biayanya semakin mahal. Seorang sepupu saya yang pernah menjalani cek kesehatan secara lengkap, hasilnya ada yang tidak normal, namun toh tidak dilakukan tindakan apapun untuk kelainan itu. Berhubung keuangan saya terbatas, saya ingin memilih paket yang benar-benar saya perlukan sehingga uang yang saya keluarkan benar-benar optimal. Saya mohon saran dari dr Zubairi, terima kasih.
Ali, Jakarta
Jawaban :
Waalaikumussalam wr wb
Saya sangat mendukung niat Bapak untuk melakukan check-up, karena dengan mengetahui penyakit kita secara dini maka tindakan penanggulangannya akan lebih optimal.
Setiap rumah sakit terkadang mempunyai standar yang berbeda-beda mengenai tes apa saja yang harus dilakukan untuk memastikan suatu penyakit. Perlu diketahui pula bahwa tidak semua kelainan yang ditemukan pada general check-up harus diobati.
Mungkin kelainan tersebut hanya perlu diobservasi saja dan diperlukan pemeriksaan ulangan yang waktunya lebih cepat dari biasanya. Misalnya, jika seharusnya diulang dua tahun sekali, menjadi enam bulan atau setahun sekali. Patokan untuk menentukan tes apa saja yang kita perlukan tergantung dari jenis penyakit apa yang banyak terjadi di usia kita saat itu, jenis kelamin, dan faktor-faktor risiko yang dimiliki. Penyakit yang sering terjadi pada usia di atas 60 tahun dan dapat berakibat fatal adalah penyakit jantung, stroke, dan kanker. Sebelum dilakukan pemeriksaan laboratorium atau pencitraan (rontgen, scan, dan lain-lain) biasanya ada pemeriksaan oleh seorang dokter yang akan membuat daftar faktor risiko apa saja yang Bapak miliki.
Selain itu akan dilakukan pemeriksaan fisik secara lengkap, termasuk berat badan, tinggi badan, dan tekanan darah. Faktor risiko untuk penyakit jantung dan stroke adalah merokok, adanya riwayat sakit jantung dan stroke di anggota keluarga yang lain, stres, kurang olah raga, tekanan darah tinggi, gemuk, kolesterol tinggi, kencing manis (dari pemeriksaan laboratorium).
Tes skrining lain untuk penyakit jantung koroner adalah EKG (elektrokardiografi) yang dilakukan saat istirahat dan jika dianggap perlu yang dilakukan saat melakukan aktivitas (treadmill test). Jika hasilnya semua normal, maka pemeriksaan tekanan darah perlu diulang setiap setahun sekali, gula darah setiap tiga tahun sekali, dan lipid (kolesterol, trigliserida) setiap lima tahun.
Pemeriksaan oleh dokter setahun sekali yang berkaitan dengan kanker diperlukan untuk mengetahui kanker tiroid, testis, getah bening, rongga mulut, dan kulit. Tes lain untuk kanker pada pria di atas usia 60 tahun yang sangat dianjurkan adalah untuk kanker prostat dan usus besar.
Untuk kanker prostat, Bapak dapat melakukan tes kadar PSA (prostate specific antigen) dan pemeriksaan kelenjar prostat dengan rectal toucher (colok dubur) oleh dokter. Jika normal, pemeriksan ini perlu diulang setahun sekali. Untuk kanker usus besar, dianjurkan pemeriksaan tes darah samar pada tinja setahun sekali, sigmoidoskopi (peneropongan bagian bawah usus besar) lima tahun sekali, kolonoskopi (peneropongan usus besar) 10 tahun sekali, dan rontgen usus 5-10 tahun sekali.
Jadi, untuk pemeriksaan pertama kali ini mungkin memang yang diperiksa agak banyak, namun untuk berikutnya pemeriksaan ulangan yang dilakukan dapat dilakukan secara terpilih sesuai dengan hasil pemeriksaan pertama.
dr. Zubairi Djoerban
Sumber : Republika Online
Tags: Dr Zubairi Djoerban, Paket General Check Up, Republika Online







Leave a Comment
You must be logged in to post a comment.