December 21, 2007
Si Kecil Sering Mimisan
Masalah :
Assalamualaikum wr wb
Dr Zubairi yth,
Saya seorang ibu rumah tangga dengan dua anak. Masalahnya, anak pertama saya yang berusia delapan tahun sering mimisan. Sejauh pengamatan saya, mimisannya tidak tergantung waktunya, bisa siang atau malam, juga tidak tergantung kondisinya, apakah dia sedang sehat atau sakit. Saya sudah berkonsultasi dengan dokter.
Menurutnya, mimisan memang sering terjadi pada anak-anak karena pembuluh darahnya di hidung mudah pecah. Dokter hanya menganjurkan agar anak saya makan buah-buahan yang banyak mengandung vitamin C atau makan suplemen vitamin C. Beberapa hari yang lalu, anak saya mimisan lagi cukup banyak sehingga saya cemas sekali. Apakah mimisan dapat menjadi tanda penyakit yang lebih serius. Ke mana saya harus berkonsultasi lebih lanjut?
Yanti, Jakarta
Jawaban :
Waalaikumussalam wr wb
Ibu Yanti yang baik,
Mimisan disebabkan karena adanya perdarahan pada bagian dalam hidung atau daerah antara rongga hidung bagian belakang dan mulut (nasofaring). Mimisan biasanya dibagi menurut asal perdarahannya, bagian depan atau belakang. Sebagian besar mimisan disebabkan oleh perdarahan di bagian depan rongga hidung. Jika darah keluar lewat mulut, tidak berarti perdarahan ada di bagian belakang hidung karena darah dapat saja mengalir ke belakang. Perdarahan pada bagian depan rongga hidung dapat dicetuskan oleh cuaca, terlalu panas atau terlalu dingin. Infeksi hidung dan alergi juga sering menyebabkan kita menggosok, mengorek, atau meniup ingus terlalu keras, sehingga pembuluh darahnya pecah.
Mimisan juga dapat terjadi pada orang dengan hipertensi karena tekanan darah yang terlalu tinggi dapat merusak pembuluh darah. Tumor di daerah hidung atau nasofaring, baik ganas maupun jinak, juga dapat menyebabkan mimisan. Selain karena pecahnya pembuluh darah, mimisan dapat terjadi karena penyakit kelainan darah. Perdarahan dapat terjadi akibat gangguan faktor pembekuan darah, seperti hemofili, atau jika jumlah trombosit terlalu rendah. Beberapa obat juga dapat menyebabkan gangguan pembekuan darah. Jumlah trombosit yang rendah dapat terjadi pada penyakit Idiopathic Thrombocytopenic Purpura (ITP), leukemia, atau demam berdarah. Namun, biasanya terdapat juga gejala-gejala lain, misalnya demam pada demam berdarah, lebam-lebam kebiruan pada kulit atau gusi mudah berdarah pada ITP atau leukemia.
Pada sebagian anak memang ada kumpulan pembuluh darahnya yang rentan mengalami perdarahan, yaitu pleksus Kiesselbach yang terletak pada sekat hidung belakang yang berbatasan dengan tulang keras hidung. Umumnya perdarahan dapat berhenti dengan sendirinya selama beberapa waktu. Jika mimisan terus terjadi, maka perlu pertolongan dokter. Biasanya mimisan yang sulit berhenti sendiri ini terjadi pada perdarahan di bagian belakang hidung dan terjadi pada orang tua, hipertensi berat, atau trauma tulang hidung yang keras.
Biasanya, mimisan yang terjadi pada anak adalah akibat perdarahan pada pleksus Kiesselbach dan dapat berhenti sendiri. Yang paling penting, anak dan orang tua jangan sampai panik karena melihat darah. Sebab, jika panik, perdarahan akan bertambah banyak. Jika darah yang keluar banyak sampai mengotori wajah atau bagian tubuh lainnya, ajari anak untuk membasuhnya dengan air. Hal ini berguna untuk mengurangi kepanikan. Jepit hidung dengan ibu jari dan telunjuk/jari manis, sebelumnya dapat pula diselipkan kapas yang digulung seperti rokok di lubang hidung yang berdarah. Tekan, sambil terus menjepit, ke arah tulang keras hidung. Tahan posisi ini selama sekitar lima menit.
Biasanya darah sudah berhenti mengalir. Selama menjepit hidung, anak duduk dengan badan condong ke depan agar jika darah mengalir ke mulut tidak tertelan. Dapat pula digunakan es yang ditempelkan pada cuping lubang hidung yang berdarah di perbatasan dengan tulang yang keras, lalu ditekan ke arah bibir atas. Untuk mengetahui dengan jelas asal perdarahan, maka Ibu dapat membawa anak Ibu ke dokter THT untuk memeriksa rongga hidung dengan lebih teliti. Jika dianggap perlu maka dapat dilakukan kauterisasi pada pembuluh darah yang menyebabkan mimisan. Jika diduga ada kelainan pembekuan darah, maka akan dirujuk ke dokter ahli penyakit dalam konsultan hematologi.
dr. Zubairi Djoerban
Sumber : Republika Online
Tags: Dr Zubairi Djoerban, Mimisan pada Anak, Republika Online







Leave a Comment
You must be logged in to post a comment.