February 20, 2008
Mengatasi Congekan (Radang Kronis Telinga Tengah) -1
Tanya:
Dokter yang terhormat, saya seorang pemuda berusia 20 tahun, masih kuliah di salah satu perguruan tinggi swasta di Lampung. Keluhan saya, sejak sekitar enam bulan lalu –setelah usai berenang di laut- telinga kiri saya sering mengeluarkan cairan kental seperti ingus dan kadang-kadang sedikit berbau.
Awalnya, saya kurang memperhatikan, tetapi akhir-akhir ini saya merasa terganggu terutama bila sedang mengikuti kuliah. Selain malu bila ada teman yang melihat, pendengaran telinga kiri saya pun terganggu sehingga saya perlu duduk di depan agar dapat mendengarkan materi kuliah lebih jelas. Bila saya sedang sakit batuk-pilek, cairan telinga tersebut makin banyak keluarnya.
Saya sudah berobat ke Puskesmas dan tampaknya sembuh. Tetapi sejak dua bulan terakhir rasanya obat yang diberikan sudah tidak mempan lagi. Saya mohon nasihat dokter sejelas-jelasnya untuk kesembuhan penyakit saya ini karena saya bercita-cita mengikuti seleksi pendidikan militer setelah selesai kuliah.
Mansur, Bandar Lampung
Jawab:
Saudara Mansur yang terhormat, telinga adalah salah satu pancaindera penting yang dimiliki manusia. Namun terkadang tanpa disadari telinga dan pendengaran kita terancam oleh berbagai hal berbahaya yang dapat mengakibatkan gangguan pada telinga dan organ pendengaran. Gangguan ini dapat berupa kuman patogen penyebab infeksi saluran napas atas dan telinga, bising yang bersifat terus-menerus, hilang timbul ataupun ledakan singkat dan keras yang dapat menyebabkan trauma acustic.
Hal lain adalah yang dapat menyebabkan cedera fisik langsung pada telinga dan organ pendengaran seperti cedera kepala pada kecelakaan lalu lintas, cedera telinga akibat olah raga beladiri, cedera telinga akibat penyelaman yang dalam atau penerbangan.
Gangguan telinga dan pendengaran yang sangat mungkin Anda derita saat ini adalah suatu radang kronis telinga.
Barangkali Anda pernah dengar orang menyebut congekan, meleran atau kopoken. Istilah keren penyakit tersebut adalah Radang Kronis Supuratif Telinga Tengah (RKSTT).
RKSTT adalah suatu peradangan atau infeksi telinga tengah yang ditandai dengan terdapatnya lubang pada gendang telinga disertai keluarnya cairan kental seperti lendir atau nanah yang terus-menerus atau hilang timbul dan telah berlangsung lebih dari dua bulan.
Bila terjadi superinfeksi maka cairan telinga yang meleleh keluar akan berbau busuk dan berwarna putih kekuningan ataupun kehijauan sesuai dengan kuman yang menginfeksi. Selain gambaran klinis tersebut, gejala lain yang juga sering dikeluhkan oleh penderita adalah gangguan pendengaran atau istilahnya kurang dengar, tentunya pada telinga yang sakit.
Infeksi Saluran Napas
Seseorang dapat menderita radang telinga biasanya berawal dari infeksi saluran napas atas berupa batuk pilek (flu) yang tidak diobati dengan baik hingga mengakibatkan infeksi tersebut menyebar ke telinga tengah melalui saluran yang menghubungkan antara telinga tengah dan rongga hidung dan meyebabkan radang telinga tengah akut. RKSTT biasanya didahului oleh radang telinga tengah akut stadium lanjut disertai gangguan gendang telinga yang tidak sembuh secara spontan lebih dari dua bulan.
Radang telinga tidak dapat sembuh secara spontan karena adanya penurunan daya tahan tubuh seseorang, virulensi kuman yang tinggi, struktur tuba Eustachius yang tidak ideal, kondisi kesehatan yang buruk, pengobatan infeksi yang tidak memadai (misalnya pemberian antibiotik terlambat, dosis antibiotik yang diberikan tidak cukup untuk membunuh kuman atau kuman telah resisten terhadap antibiotik yang diberikan). Keadaan ini menyebabkan pembentukaan jaringan patologis di mukosa telinga tengah makin meluas dengan akibat penyembuhan infeksi secara spontan akan makin terhambat dan sulit terlaksana.
Secara klinis, terdapat dua jenis RKSTT yaitu RKSTT tipe mukosa atau tipe jinak di mana peradangan hanya terbatas pada selaput mukosa telinga tengah dan jarang menimbulkan komplikasi yang berbahaya. Jenis lain adalah RKSTT tipe tulang atau tipe ganas. Gambaran klinis jenis ini ditandai dengan ditemukankannya polip yang berasal dari rongga telinga tengah serta kadang-kadang terdapat bisul di belakang telinga pada permukaan tulang mastoid. Sebagian besar komplikasi yang berbahaya dan fatal timbul akibat RKSTT tipe ganas.
Perlu Anda ketahui, orang yang bertempat tinggal di daerah dengan tingkat polusi udara tinggi (misalnya oleh asap rokok, asap pembakaran sampah rumah tangga, asap kendaraan bermotor dan asap pabrik) akan mempunyai kemungkinan terkena radang saluran napas atas dengan komplikasi radang telinga tengah cukup tinggi. Kondisi ini diperparah jika faktor predisposisinya cukup besar, seperti pengobatan infeksi saluran napas atas yang tidak memadai, virulensi kuman yang tinggi, penurunan daya tahan tubuh, sering menderita infeksi amandel, dan sebagainya.
Saudara Mansur, berhubung keterbatasan ruang konsultasi ini, maka jawaban kami tentang komplikasi RKSTT, berikut upaya pengobatan dan pencegahannya akan kami lanjutkan dua pekan ke depan pada rubrik yang sama. Semoga jawaban pertama ini cukup membantu Anda.
Dr. Hari Purnama, SpTHT
Dokter Spesialis THT
RS Mediros
Sumber : Sinar Harapan
Tags: Dr. Hari Purnama SpTHT, Radang Telinga, Sinar Harapan







Leave a Comment
You must be logged in to post a comment.