Amazon.com Widgets

December 18, 2007

Ibu Saya Menderita Sindrum Steven Johnson

Masalah :

Dokter yang terhormat,

Ibu saya, 58 tahun, empat minggu yang lalu tiba-tiba kejang-kejang. Kami kemudian membanya ke rumah sakit (RS) dan dirawat selama tiga hari. Setelah itu ibu dipulangkan dan mendapat obat antikejang, antibiotik, dan asam folat.

Tiga hari setelah di rumah, timbul lepuh pada bibir yang makin lama makin berat disertai seluruh tubuh melepuh, termasuk di vagina dan anus. Ibu saya kemudian dirawat di RS lagi, bahkan sempat masuk ICU selama tiga hari. Oleh dokter dikatakan ibu saya menderita sindrom steven johnson yang diakibatkan oleh obat yang diminumnya.

Pertanyaan saya, obat manakah yang menyebabkan sindrom tersebut? Jika memang dapat mengakibatkan sindrom steven johnson mengapa diberikan juga oleh dokter? Bagaimana pengobatan dan hasilnya?

Lina - Jakarta

 

Jawaban :

Sindrom steven johnson adalah nama dari sekumpulan gejala yang disebabkan sensitivitas berlebihan dari sistem kekebalan tubuh. Biasanya sindrom ini dicetuskan akibat minum obat tertentu, jadi bisa dikatakan sindrom ini merupakan reaksi obat yang tidak diharapkan yang manifestasinya sangat berat.

Sindrom ini ditandai dengan kelainan kulit yang parah, juga mengenai selaput lendir (yang melapisi permukaan lubang hidung, bagian dalam kelopak mata, mulut, saluran cerna, saluran kemih, dan vagina). Bentuk kelainannya seperti yang dialami ibu Anda, yaitu kemerahan di kulit yang kemudian tampak seperti lepuh.

Selain oleh obat, sindrom ini juga dapat dicetuskan oleh infeksi virus dan keganasan. Seperti reaksi imun lain, misalnya pada penyakit lupus dan alergi, tidak diketahui dengan persis bagaimana terjadinya dan siapa saja yang bisa menderitanya.

Hampir semua obat termasuk obat bebas dapat mencetuskan sindrom ini. Namun, bukan berarti orang yang memakan obat itu pasti akan mengalami reaksi yang tidak diharapkan, hanya sebagian kecil saja yang mengalaminya. Untuk orang yang diketahui alergi terhadap obat tertentu, maka harus menghindari obat tersebut.

Jika melihat obat yang diminum ibu Anda, mungkin obat penyebabnya adalah obat antibiotik dan mungkin juga obat antikejang. Beberapa obat yang sering dihubungkan dengan sindrom ini adalah antikejang, antibiotik (misalnya sulfa, penisilin, dan sefalosporin), serta obat-obat antiperadangan (misalnya obat-obat rematik).

Jadi, memang dokter sendiri ketika memberikan obat tidak bisa memperkirakan akan terjadi sindrom steven johnson. Apalagi jika tidak ada riwayat alergi obat. Orang yang pernah menunjukkan reaksi alergi terhadap obat pun, seperti kemerahan dan gatal-gatal di kulit setelah minum obat, belum tentu akan menunjukkan reaksi yang parah seperti sindrom steven johnson.

Sindrom ini jika tidak ditangani dengan baik memang dapat menyebabkan kematian. Kematian terjadi pada 3-15 persen kasus. Hal yang pertama dilakukan tentu menghentikan minum obat. Terapi yang diberikan adalah terapi suportif. Oleh karena terjadi lepuh di hampir seluruh permukaan kulit dan selaput lendir, maka harus dijaga agar pasien tidak kekurangan cairan. Untuk itu perlu diberikan infus agar asupan cairan tetap terjaga.

Agar tubuh dapat memperbaiki jaringan yang rusak, harus diberikan makanan yang tinggi kalori dan protein. Antibiotik diberikan untuk mencegah infeksi. Nyeri juga kerap dirasakan, maka diberikan pula obat antinyeri.

Oleh karena kelainannya dapat mengenai selaput lendir, maka dapat terjadi kelainan mata, sakit paru, asma, timbul jaringan ikat di saluran cerna dan lain lain. Jadi, selain dokter kulit maka pasien harus ditangani oleh tim yang terdiri dari dokter mata, dokter penyakit dalam, dan lain-lain, sesuai dengan bagian tubuh yang terkena.

Prof dr Zubairi Djoerban SpPD KHOM

Sumber : Republika Online

Tags: , ,

Spread the word

del.icio.us Digg Furl Reddit Help

Permalink • Print • Comment

Trackback uri

http://jawabali.com/sehatbugar/sindrum-steven-johnson/ibu-saya-menderita-sindrum-steven-johnson-209/trackback

Related Entries

Leave a Comment

You must be logged in to post a comment.