January 2, 2008
Ketika Vagina Terluka
Masalah :
Dokter Ryan,
Dok, saya telah memiliki 2 orang putri. Usia mereka 4 tahun dan 6 tahun. Usia saya dan suami 35 tahun. Hubungan seks kami sangat mesra. Namun ada ganjalan besar saat saya mengalami luka. Begini dok ceritanya, saya, anak-anak dan suami, bersepeda di pagi hari. Karena melamun saat menganyuh sepeda dengan kencang, saya tak melihat di depan ada rintangan, sehingga terjatuh, dan vagina saya robek. Kemudian vagina saya dijahit.
Yang membuat saya gelisah, selama beberapa hari ini saya tak mau berhubungan seks dengan suami. Karena takut merusak jahitan. Bahkan saya jadi malas berdekat-dekatan dengan suami. Bagaimana dok mengatasi masalah ini?
Sulastri - Jogjakarta
Jawaban :
Wanita yang mengalami robekan pada vagina bagian dalam, dengan jahitan atau kerusakan perineum (daerah di antara vulva dan anus, yang terdiri dari kulit dan otot), juga wanita setelah melahirkan, kadang memang merasa cemas berhubungan badan dengan suaminya.
Luka di vagina, membuat banyak wanita kehilangan gairah untuk hubungan badan. Takut lukanya akan bertambah parah jika berhubungan. Juga membayangkan rasa sakit jika disentuh “barang asing”.
Maka itu wanita yang mengalami luka di vagini ini cenderung membutuhkan waktu yang lebih lama untuk merasa nyaman kembali saat bersenggama. Setelah merasa yakin telah sembuh, barulah mereka merasa aman dan kembali bergairah seperti semula.
Kondisi luka itu, mempengaruhi lamanya penyembuhan. Persalinan normal tentu lebih cepat sembuh dibanding dengan cara operasi caesar.
Seorang dokter kebidanan biasanya mengatakan kepada para pasiennya bahwa mereka tidak boleh melakukan senggama selama enam minggu setelah melahirkan (pasca persalinan). Maksudnya adalah menghindari penetrasi (memasukkan penis, jari, atau benda lain ke dalam liang senggama).
Beberapa dokter yang lain mungkin menyebutkan waktu empat minggu atau ketika lochia (cairan yang dikeluarkan dari liang senggama setelah melahirkan) sudah berhenti. Jadi bagi Ibu Sulastri, Anda bisa konsultasi ke dokter yang menolong Anda, berapa lama luka di vagina ibu sembuh.
Namun ibu tak perlu sedih, masih ada cara lain untuk membahagikan suami sekaligus diri sendiri. Anda bisa melakukan seks secara manual atau rangsangan oral terhadap klitoris sebenarnya tidak menjadi masalah, seandainya tidak terdapat robekan pada daerah tersebut.
Informasi lainnya, bagi ibu yang baru melahirkan, alasan utama menghindari senggama pasca persalinan adalah untuk memberi peluang bagi jaringan genital wanita untuk sembuh, terutama jika mengalami episiotomi atau robekan. Mencegah timbulnya infeksi merupakan alasan selanjutnya. Namun, usaha untuk menghindari risiko ini sebenarnya tidak memerlukan waktu pantang senggama hingga enam minggu. Alasan dari 'peraturan enam minggu' adalah lebih untuk memudahkan para dokter kebidanan ketimbang kebutuhan medis para ibu yang baru melahirkan.
Pemeriksaan ulang pasca persalinan biasanya dilakukan setelah enam minggu, dan enam minggu adalah waktu dimana rahim telah kembali pada ukuran sebelum hamil. Pengecilan rahim adalah perubahan fisik utama pasca persalinan yang terakhir. Namun, seorang wanita sebenarnya tidak perlu menunggu hingga rahimnya kembali ke ukuran semula, sebelum ia mulai melakukan senggama.
Beberapa minggu dan bulan pasca persalinan, hasrat seorang perempuan untuk bersenggama mungkin berkurang atau bahkan tidak ada sama sekali. Mereka mungkin mendapati bahwa penyembuhan luka yang mereka alami belum cukup baik, sehingga sulit untuk mendapatkan kenikmatan dari senggama.Disini sebenarnya dibutuhkan pengertian dan dukungan dari pasangan (suami ) sehingga tidak menambah beban secara psikologis bagi pasangannya yang baru melahirkan.
Jika seorang perempuan mengalami rasa nyeri atau takut terhadap rasa nyeri, mungkin ia bisa mencoba bersenggama dengan posisi diatas, sehingga dapat mengendalikan pasangannya untuk menjauhi daerah-daerah yang nyeri. Dia juga perlu menggunakan banyak pelumas untuk mengurangi rasa nyeri akibat keringnya vagina.
Seorang perempuan yang baru melahirkan mungkin membutuhkan waktu untuk kembali melakukan senggama seperti biasa. Hal ini dikarenakan oleh sejumlah faktor, yaitu: gangguan tidur dan kelelahan yang timbul seiring dengan perubahan dirinya menjadi seorang ibu, turunnya kadar hormon dan perasaan tidak nyaman yang umum terjadi setelah melahirkan, depresi pasca persalinan, dan perasaan kurang menarik karena perubahan fisik yang menyertai kehamilan. Jika semua (atau sebagian besar) dari hal-hal tersebut mulai menghilang, kehidupan seksualnya mungkin akan berangsur membaik.
dr. Ryan Thamrin
Sumber : Wanita Indonesia
Tags: Dr. Ryan Thamrin, Vagina Terluka, wanita indonesia







Leave a Comment
You must be logged in to post a comment.