November 25, 2007
Keputihan Setelah Menikah
Masalah :
Dokter,
Kami baru saja menikah, dan berhubungan setiap 2 hari sekali
Sebelum menikah, saya tidak pernah mengalami keputihan terus menerus seperti ini. Bening dan banyak (tapi tidak berbau )sampai saya harus menggunakan pembalut agar pakaian dalam tidak lembab.
Kadang kencing pun jadi sakit, rasanya seperti ada yang luka di bagian bibir luar Vagina. Tapi saat saya check dengan menggunakan kaca, tidak menemukan apa apa di sekitar bibir luar vagina.
Terkadang keputihan lain jg terjadi seperti gumpalan-gumpalan tepung putih kecil-kecil dalam jumlahyangtidak terlalu banyak setelah kami berhubungan.
Suami saya tidak merasa terganggu, tapi saya merasa tidak nyaman dengan kondisi ini.
Untuk mengantisipasinya sementara, saya minum rebusan air sirih dan jg mencucidgn sabun ber PH rendah serta rajin mengganti pakaian dalam.
Apa yang harus saya lakukan berikutnya? Ke dokter kendungan atau ke dokter kelamin? Test laboratorium apayanghrs saya lakukan?
Perlu dokter ketahui, kami berencana secepatnya untuk memiliki anak, apakan keputihan ini mengganggu proses kehamilan?
Kami tunggu jawabnya.
Terima kasih
Antie
Jawaban :
Salam Sehat Mba Antie.
Barokillah atas pernikahannya. Wa jama'a bayna kumaa fii khair
Semoga Allah Memberikan pengalaman yang terbaik agar kita bisa mempelajarinya.
Seperti yang pernah kami paparkan sebelumnya bahwa setiap wanita akan mengalami keputihan. Karena itu menandakan kelenjar di dalam vagina yang aktif. Kelenjar tersebut lebih banyak dipengaruhi oleh emosi. Namun sedikit tidaknya cairan yang keluar tergantung individu dan periode-periode tertentu.
PERIODE KEADAAN KEPUTIHAN
Setelah haid sampai kurang lebih 2 minggu setelahnya keluar sedikit terlebih dahulu, lalu makin lama makin banyak 2 minggu sebelum haid yang akan datang (masa subur) Paling banyak keluar, namun makin lama makin sedikit menjelang hari haid keluar cukup banyak.
Keputihan di atas tidak memerlukan pengobatan, warnanya lebih bening dan agak encer. Yang terpenting tidak gatal dan tidak berbau menyengat. Namun apabila ragu-ragu, alangkah baiknya bila setiap wanita melakukan pap smear. Suatu pemeriksaan yang murah dan mudah tapi dilakukan setelah menikah lho.
Yang terpenting lagi Mba Antie tidak mengalami dispareuni (nyeri saat berhubungan), itu sudah menandakan tidak ada gangguan pada organ reproduksi, insya Allah.
Untuk tes penunjang diagnosis. Dipersilahkan untuk memeriksakan kencingnya, bila ada kemungkinan Infeksi Saluran Kemih (ISK). Untuk pap smear boleh dilakukan juga, sekedar scanning untuk ada tidaknya Kanker Leher Rahim. Namun pada kasus Mba Antie ini, insya Allah tidak ada kearah keganasan.
Sementara tidak perlu sampai ke dokter kebidanan dahulu, cobalah istirahat. Bila pekerjaan di rumah atau di kantor cukup berat, alangkah baiknya dikurangi.
Dan jangan lupa tetap memberikan informasi ini kepada suami, agar Mba Antie merasa mendapat sokongan untuk kembali seperti sedia kala. Wallhu a'lam bishshawab.
dr. Teguh Agus Santoso
Sumber : EraMuslim
Tags: dr. teguh agus santoso, eramuslim, keputihan








Leave a Comment
You must be logged in to post a comment.