January 13, 2008
Penyakit Saat Banjir: Kencing Berdarah
Tanya:
Saya tinggal di daerah Kampung Melayu yang langganan kebanjiran. Penduduk termasuk saya dan keluarga semuanya mengungsi, karena makanan tidak teratur termasuk juga nilai gizinya maka setelah beberapa hari saya memperhatikan mulai ada yang sakit mencret dan ada yang demam.
Setelah banjir reda kami semua mulai kembali ke rumah masing-masing. Keadaan rumah berlumpur sangat kotor sehingga kadang kami merasa seakan-akan badan sudah tidak sehat, atau mungkin ketahanan badan kita menurun, sehingga mudah terkena penyakit.
Saya kebetulan membaca di koran bahwa ada kemungkinan penduduk yang rumahnya kebanjiran bisa terkena penyakit infeksi leptospirosis. Saya merasa cukup penting untuk mengetahui persoalan penyakit ini, apalagi saya sama sekali tidak tahu tentang penyakit ini, dan tentu saja saya merasa khawatir kalau-kalau keluarga saya dapat terkena penyakit ini, katanya ada yang bisa kencingnya berdarah.
Dapatkah kiranya Dokter menjelaskan penyakit ini, gejalanya, penyebabnya dan bagaimana mencegahnya. Terima kasih atas jawaban Dokter.
Siswanto T, Kampung Melayu
Jawab:
Bapak Siswanto, pada saat banjir kita memang harus waspada dengan penyakit Leptospirosis.
Leptospirosis dari Tikus. Leptospirosis adalah penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh kuman/mikroorganisme yang disebut Leptospira. Leptospira bisa terdapat pada binatang seperti tikus, anjing, babi dan lainnya. Ada banyak tipe dari Leptospira, tiga serotipe yang paling sering adalah 1). Leptospira Icterohaemorrhagiae dari tikus, 2). Leptospira Canicola dari anjing dan 3). Leptospira Pomona dari sapi atau babi. Akan tetapi yang dapat menyebabkan penyakit dengan gejala yang berat bahkan dapat berakhir fatal dengan kematian adalah Leptospira Icterohaemorrhagiae yang terdapat pada tikus.
Bagaimana manusia dapat terkena penyakit ini? Kita dapat terinfeksi jika kontak dengan air, tanah, lumpur dan sebagainya yang telah tercemar air kencing binatang yang terinfeksi Leptospira. Kuman tsb dapat menyebabkan terjadinya infeksi Leptospirosis bila pada seseorang ada bagian kulit atau selaput lendirnya yang luka atau lecet/erosi, melalui luka ini kuman tsb akan masuk ke tubuh manusia.
Air tergenang (termasuk banjir) atau yang mengalir mempunyai peran penting dalam penularan penyakit ini. Penduduk yang membersihkan rumah yang kotor, pekerja-pekerja di selokan, petani di sawah, pekerja tambang, dokter hewan, penjagal di rumah potong dan sebagainya merupakan orang-orang yang berisiko tinggi untuk dapat terinfeksi penyakit ini.
Nama lain. Nama lain penyakit ini a.l. adalah: Weil disease, Icterohemorrhagic fever, Swineherd’s disease, Rice-field fever, Cane-cutter fever, Swamp fever, Mud fever, Hemorrhagic jaundice, Stuttgart disease, Canicola fever.
Gejala. Masa inkubasi penyakit ini antara 2-20 hari, yaitu ketika mulai kuman masuk (=terinfeksi) sampai dengan timbulnya gejala. Gejala dari penyakit ini pada awalnya seperti gejala flu saja, kemudian bisa timbul panas tinggi 39-40o C, menggigil, sakit kepala, nyeri perut, muntah, serta nyeri otot terutama di daerah betis, juga dijumpai mual, muntah dan mencret. Gejala yang lebih berat adalah Ikterus (kuning), mata merah, perdarahan (bisa terlihat di bawah kulit) atau kencing yang berdarah, selain itu darah menurun atau anemia dan puncaknya adalah penurunan kesadaran. Gejala yang berat ini bisa timbul bila pasien terlambat ditangani.
Diagnosis ditegakkan lebih sering melalui pemeriksaan serologi: menemukan antibodi. Leptospira pada 50% kasus dapat diisolasi/dipisahkan darah pasien. Kuman bisa didapat melalui kultur air seni pasien, dapat dilakukan pada minggu kedua sampai dengan 30 hari.
Pengobatan. Penyakit ini dapat diobati dengan obat golongan Penisillin, Tetrasiklin, Eritromisin maupun Ciprofloxacin. Obat pilihan pertama adalah Penisillin.
Menjaga kebersihan diri dan lingkungan merupakan hal penting dalam pencegahan penyakit Leptospirosis. Penyediaan air minum harus terjaga baik dan sebaiknya diklorinasi. Tikus-tikus yang berkeliaran seharusnya diberantas. Penduduk, pekerja-pekerja yang mempunyai risiko tinggi untuk tertular Leptospirosis seperti tersebut di atas sebaiknya memakai pelindung khusus seperti sepatu boot, sarung tangan karet, atau pakaian khusus agar kuman tidak sampai menyentuh kulit kita.
Demikian penjelasan kami, semoga bermanfaat.
Dr.Hadimardin - Resident Medical Officer RS Mediros
Sumber : Sinar Harapan
Tags: Dr.Hadimardin, Kencing Berdarah, Sinar Harapan







Leave a Comment
You must be logged in to post a comment.