Amazon.com Widgets

December 10, 2007

Mengidap Hiperthyroid, Hamil Muda

Masalah :

Dokter Budi Santoso, saya mau bertanya tentang hubungan penyakit yang saya derita dengan kehamilan saya. Saya menikah Agustus tahun lalu. Saat ini saya mengandung satu setengah bulan.

Sejak usia 22 tahun (saat ini usia saya 26 tahun), saya divonis menderita kelebihan hormon tiroid (hiperthyroid) karena saat itu saya sering berdebar-debar dan kadang-kadang diare. Kemudian dokter memberi obat PTU yang harus saya konsumsi terus-menerus hingga saat ini. Pemeriksaan T4 dan TSHs dalam batas normal. Hanya, setelah hamil, saya jadi waswas berkaitan dengan penyakit dan obat yang saya konsumsi.

Apakah PTU aman untuk janin saya, dokter? Apakah tidak menimbulkan kecacatan? Bagaimana rencana persalinan bayi saya? Mohon segera dijawab ya, Dok?

Alfa NJ, Surabaya

 

Jawaban :

Ibu Alfa, selayaknya Ibu Alfa dan keluarga mengucapkan puji syukur ke hadirat Tuhan yang Mahakuasa. Sebab, penyakit hiperthyroid yang Ibu derita bisa segera diketahui dan telah mendapat pengobatan yang benar. Apalagi Ibu Alfa patuh mengonsumsi obat-obatan, terbukti hasil evaluasi rutin dari kadar T4 dan TSHs dalam batas normal (dalam keadaan hiperthyroid T4 tinggi dan TSHs-nya rendah). Dengan pengobatan yang baik itu pula, kesuburan Ibu Alfa tetap terjaga. Sebab, jika kadar hormon tiroid tidak terkontrol (T4 tinggi), proses ovulasi akan terganggu. Itu menyebabkan kondisi tidak subur dan susah hamil.

Dalam keadaan normal, kehamilan pun akan meningkatkan aktivitas kelenjar tiroid sehingga kebutuhan iodium (bahan dasar hormon tiroid) meningkat. Sebab, hormon tiroid diperlukan untuk pertumbuhan janin. Keadaan sebaliknya pada wanita hamil yang menderita hipothyroid, yaitu hormon tiroid rendah (T3 maupun T4-nya rendah) dan tidak mendapatkan penanganan yang baik selama kehamilannya, pertumbuhan janin akan terganggu. Dengan begitu, anak yang lahir nanti mengalami gangguan pertumbuhan, yaitu kerdil (cebol). Pengobatan pada kasus-kasus hiperthyroid dengan kehamilan, obat-obatan antithyroid ditujukan untuk mencapai T4 sedikit di atas normal, jangan sampai berlebihan hingga keadaan hipothyroid.

Kehamilan dengan hiperthyroid meningkatkan risiko komplikasi. Seperti, Pre-eclampsia, gagal jantung pada janin, pertumbuhan janin terhambat, dan kematian janin di dalam kandungan. Jika penanganannya baik dan benar, risiko komplikasi bisa ditekan, bahkan tidak terjadi sama sekali
PTU (propyltiourasil) salah satu pilihan untuk pengobatan hiperthyroid, selain golongan methimazole. PTU mencegah perubahan dari T4-T3. T3 merupakan bentuk aktif dari hormon tiroid.

Penggunaan PTU lebih disarankan untuk wanita hamil dan menyusui dibandingkan dengan golongan methimazole. Penggunaan PTU selama kehamilan perlu disesuaikan dosisnya. Karena itu, disarankan selama kehamilan, evaluasi terhadap T4, T3, dan TSHs dilakukan lebih sering, sekitar 2 minggu sekali. Penggunaan PTU cukup aman dan tidak menimbulkan cacat bawaan.

Jika tidak ada indikasi kebidanan untuk melakukan operasi caesar, sebaiknya persalinan dilakukan secara normal (pervaginam).
Demikian Ibu Alfa, semoga bermanfaat, jangan takut. Silakan Ibu kontrol secara rutin ke dokter spesialis kandungan dan dokter penyakit dalam terdekat agar kehamilannya dapat berjalan lancar dan selamat. Salam.

Dr Budi Santoso SpOg

Sumber : Cendrawasih Pos dotcom

Tags: , ,

Spread the word

del.icio.us Digg Furl Reddit Help

Permalink • Print • Comment

Trackback uri

http://jawabali.com/sehatbugar/kehamilan/mengidap-hiperthyroid-hamil-muda-191/trackback

Related Entries

Leave a Comment

You must be logged in to post a comment.