Amazon.com Widgets

December 2, 2007

Perokok Berat dengan Kanker Paru

Masalah :

Bpk. M. Anofi yang saya hormati,

Herbalis yang baik, saya mempunyai penyakit yang parah. Saya saat ini menderita penyakit ”kanker paru” yang diketahui setelah beberapa kali melakukan pemeriksaan medis dan dengan rontgen thoraks. Pemeriksaan ini dilakukan setelah saya sering mengeluhkan sakit batuk yang tak kunjung sembuh, dada terasa sakit dan berat seperti ditekan, dan berat badan yang turun banyak.

Dulunya saya termasuk perokok berat, satu hari bisa 2 bungkus rokok kretek yang saya hisap. Tapi semenjak satu tahun ini kebiasaan merokok sudah saya hentikan, namun batuk yang saya alami tak kunjung membaik, dan baru ini (+ 1 bulan) saya diketahui mengindap kanker paru yang sudah stadium II B. Sebenarnya saya sudah pasrah, tapi mudah-mudahan Bapak bisa membantu.

Saya mohon penjelasan, saran mengenai sakit ini dari Bapak, apa sebaiknya yang saya lakukan, tumbuhan herbal apa yang bisa mengobati penyakit saya ini. Demikianlah keluhan ini saya sampaikan, dengan harapan yang begitu besar semoga Bapak mau membalas surat saya ini. Terima kasih.

Budi Wirya - 55 tahun

Jawaban :  

Bapak Budi yang saya hormati,

Batuk yang tak kunjung sembuh sangat perlu sekali untuk diwaspadai, terutama bila batuk tersebut di alami oleh seorang perokok. Karena seorang yang telah lama merokok menganggap batuk yang terjadi adalah hal yang biasa. Tubuh yang kurus juga dianggap suatu yang wajar sebab akibab dari banyak merokok. Padahal sering tanpa diketahui, keadaan yang dialami ini diakibatkan oleh keganasan dari suatu penyakit pada paru-paru.

Biasanya penderita baru sadar untuk memeriksakan diri ke dokter apabila reaksi batuk makin bertambah dan  timbul gejala lain, seperti suhu badan yang tinggi, berkeringat di waktu malam, rasa berat di dada, disertai dengan rasa berat untuk bernapas. Kanker paru dalam arti luas adalah semua penyakit keganasan di paru, baik berasal dari paru atau akibat penyebaran dari luar.

Kanker paru tersebut merupakan tumor ganas primer yang berasal dari dinding saluran napas yang dinamakan ”karsinoma bronchus”. Penyakit ini paling sering dijumpai pada kaum pria, dan timbulnya kanker ini umumnya diatas usia 40 tahun, seringnya pada umur 60-70 tahun. Faktor resiko utama munculnya penyakit ini sangat dipengaruhi oleh faktor lingkungan terutama asap rokok.

Dari hasil penelitian di Indonesia maupun di dunia, terbukti sekitar 80 persen kanker paru disebabkan oleh kebiasaan merokok yang terus meningkat. Padahal dari hasil penelitian terkini dari para ahli ditemukan pada setiap batang rokok yang di hisap terdapat 4.000 racun yang mematikan. Zat kimia tersebut yang bersifat karsinogen antara lain vinyl chlorida yang digunakan sebagai bahan pembuat pipa PVC dan kadmium (bahan accu), benzopyrene (sebagai pengawet).

Benzopyrene merupakan salah satu jenis hidrokarbon polisiklik yang menyebabkan gen P53 (tumor suppressor gene) yang memproduksi protein penghambat pembelahan sel dan tumor bermutasi, yang semula berfungsi melindungi dari sel kanker di paru menjadi gen penyebab kanker.

Zat-zat yang berbahaya ini dapat mengendap sepanjang lapisan dalam paru yang dari tahun ke tahun semakin tebal saja lapisannya. Lapisan dari zat berbahaya  ini menyebabkan seseorang sesak napas dan terjadinya kanker paru seperti yang bapak alami. Apabila pada paru seseorang telah terjangkit oleh sel kanker, yang sering berkembang tanpa memberikan gejala sakit yang berarti, padahal tanpa disadari kanker yang diderita sudah meluas kedaerah atau organ lain dari daerah asalnya tersebut yang bisa berakhir pada kematian.

Dan sering herbalist temukan penderita kanker paru ini datang setelah keadaannya parah sehingga menyulitkan proses pengobatan. Saran saya untuk Bapak adalah sebagai berikut : jauhkan/hindari diri dari asap rokok dan merokok karena belum ada kata terlambat selagi kita selalu untuk berusaha dan berdoa kepada Yang Maha Kuasa dan Maha Penyembuh tentunya.

Usahakan berada pada ruangan yang berudara sehat, tidak lembab dan bersih, bebas polusi. Beristirahatlah yang cukup. Makanlah makanan yang bergizi, bervitamin dan bernutrisi tinggi seperti tempe, tahu, susu kedelai, perbanyak makan buah dan sayur-sayuran setiap hari khususnya wortel, brokoli dan sayuran hijau lainnya. Ubahlah cara hidup yang kebarat-baratan menjadi cara hidup tradisional (back to nature), disiplin dalam pengobatan serta masalah psikologis yang harus lebih kuat, serta jangan lupa untuk selalu berkonsultasi dengan dokter.

Beberapa obat-obatan tradisional yang mampu menjadi zat pengecut, obat pencahar, anti peradangan serta anti parasiticid yang banyak mengandung senyawa flavonoid adalah sebagai berikut :

- 10 lembar Daun Salam (Eugenia polyantha)               
- 30 gram Daun Legundi (Vitex paniculata)                  
- 20 gram Sambiloto (Andrographis paniculata)         
- 30 gram Jamur Ling-zhi (Ganoderma lucidum)        
- 1 buah Lobak Cina (Raphanus candatus)                 
- 10 gram Sarang Burung Layang-layang                     

Semua bahan dicuci bersih dengan air mengalir, kemudian direbus.

M Anofi

 

Sumber : Batam Pos

Tags: , ,

Spread the word

del.icio.us Digg Furl Reddit Help

Permalink • Print • Comment

Trackback uri

http://jawabali.com/sehatbugar/kanker/perokok-berat-dengan-kanker-paru-181/trackback

Related Entries

Leave a Comment

You must be logged in to post a comment.