Amazon.com Widgets

December 5, 2007

Kanker Kulit, Kanker Tahi Lalat, Apa Ciri-Cirinya dan Bagaimana Pengobatannya ?

Tanya :

  • Dokter,saya laki-laki 36 tahun, pada kulit pipi kiri saya didekat lipatan antara mata dan hidung ada borok yang tidak sembuh-sembuh dan berwarna kehitaman, awalnya borok itu kecil makin lama makin membesar. Sudah diobati dengan salep kulit tidak juga sembuh, bahkan makin membesar dan terakhir kelopak mata saya juga mulai terkena borok tersebut. Borok tersebut bila tergosok tangan suka berdarah. Apakah penyakit saya ini kanker dok ? Bagaimana cara penyembuhannya ? Terimakasih atas jawaban dokter. ( Syamsudin, Ngabang)
  • Dokter, saya wanita, umur 24 tahun, saya punya tahi lalat di dekat hidung, yang terasa gatal. Apakah itu kanker dok ? Saya takut kalau ternyata memang kanker, saya harus bagaimana dok ? Terimakasih, jawaban dokter saya tunggu. (Ita,Pontianak).
  • Dok, saya laki-laki 36 tahun. Pada telapak kaki kanan saya ada luka berupa borok berwarna kemerahan yang tidak sembuh-sembuh walaupun sudah minum obat-obatan. Empat bulan sebelum ada borok tersebut telapak kaki saya terluka tertusuk kayu . Saat ini di lipat paha kanan saya juga terasa ada benjolan sebesar buah langsat. Apakah penyakit saya ini tumor dok ? Dapatkah diobati ? Terimakasih atas jawaban dokter. ( Usman, Mempawah ).


Jawab :

Kelainan pada kulit terutama yang disebabkan kanker kulit memang agak sulit dikenali, oleh karena itu hampir 60 persen penderita datang untuk berobat kanker kulit sudah berada dalam stadium lanjut dengan disertai kerusakan-kerusakan setempat yang sulit diobati atau dengan anak sebar.

Hal ini bisa terjadi karena penderita tidak mengetahui bahwa dia sedang menderita kanker kulit karena tidak mengetahui tanda-tandanya dan baru pada stadium lanjut berupaya mencari pengobatan. Dapat pula terjadi karena petugas kesehatan yang pertama menanganinya tidak mengenal tanda-tanda kanker kulit.

Secara umum kanker kulit dibagi menjadi dua kelompok yaitu,

Pertama adalah kanker kulit yang berasal dari sel melanosit yaitu sel yang memberikan warna pada tubuh yang berada dibawah maupun di dalam kulit atau epidermis. Kanker jenis ini disebut melanoma maligna, sering tumbuh dari melanosit yang berada pada daerah pertemuan kulit dan jaringan bawah kulit yang disebut daerah epidermodermal junction dan kadang-kadang berhubungan dengan keberadaan suatu nevus pigmentosus atau tahi lalat .

Kedua adalah kanker kulit yang bukan berasal dari sel melanosit, namun berasal dari sel-sel dilapisan kulit yang disebut epitel gepeng berlapis. Pada jenis ini ada dua jenis tipe kanker kulitnya yaitu yang disebut karsinoma sel basal dan karsinoma epidermoid atau karsinoma sel skuamosa.

Terjadinya kanker kulit dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti pajanan sinar ultraviolet dari sinar matahari, zat-zat kimia tertentu ,adanya rangsangan atau radang menahun seperti adanya luka yang lama yang tidak diobati dengan baik, luka kulit bekas luka bakar, dan adanya kelainan kulit yang disebut lesi atau bercak kulit prakanker, juga adanya faktor genetik.

Kanker Kulit Karsinoma Sel Basal

Kanker kulit jenis ini walaupun termasuk ganas namun jarang sekali mengadakan anak sebar atau metastasis ke tempat jauh. Keganasan pada kanker ini adalah keganasan lokal dalam arti kanker ini akan meluas disekitar tempat awal tumbuhnya dengan mengadakan penyusupan atau infiltrasi ke jaringan di bawah kulit, otot bahkan tulang. Tidak jarang tulangpun dapat berlubang dimakan kanker ini. Walaupun ganas, kanker ini jarang menyebabkan kematian.

Karsinoma sel basal, terutama menyerang orangtua diatas 40 tahun.

Lokasi di tubuh yang sering terkena adalah daerah tubuh yang sering terpapar matahari yaitu daerah muka, dahi, sudut bibir. Pada daerah muka yang tersering terkena adalah pipi dan dahi, hidung, lipatan hidung, mata dan sekitarnya dan bibir.

Kanker ini biasanya dimulai dengan adanya bercak kecil pada kulit berwarna pucat , mula-mula rata, kemudian membesar dan terjadi cekungan ditengahnya dan pinggir bercak tersebut menyerupai bintil-bintil seperti mutiara. Bercak mudah berdarah dengan trauma kecil sekalipun, kemudian terjadi erosi dan menjadi borok dibagian tengahnya, borok atau luka menyerupai gigitan tikus di bagian tepi lukanya.Tidak terasa sakit ataupun gatal.

Prosesnya biasanya lambat dan bisa tahunan, sehingga sering datang berobat sudah stadium lanjut misalnya bola mata sudah terkena, tulang pipi sudah bolong. Akibatnya mata harus diangkat , atau tulang harus dibuang dengan operasi yang lebih sulit.

Kanker Kulit Karsinoma Epidermoid

Nama lainnya adalah karsinoma sel skuamosa. Bisa terjadi dimana saja di seluruh bagian tubuh mulai dari kepala hingga kaki, menyerang pada kulit atau selaput lendir dengan epitel skuamosa. Sering terjadi pada kulit yang ada lesi pra kanker, pada kulit yang ada luka lama atau borok yang tidak diobati dengan baik, pada luka akibat luka bakar, iritasi kronis.

Umur tersering yang terkena antara 40-60 tahun dengan lokasi kanker di anggota bagian tubuh terutama kaki, alat kelamin bagian luar, bibir, hidung, pipi.

Tipe yang paling sering adalah tipe luka yang menyerupai kembang kol.

Timbulnya cepat jika dibandingkan dengan karsinoma sel basal, dan bermetastasis atau menyebar ke kelenjar getah bening regional. Mempunyai keganasan yang tidak begitu tinggi sehingga terapi sedini-dininya memberikan hasil pengobatan yang baik.

Tumor ini menonjol diatas permukaan kulit, tidak rata, berbenjol-benjol seperti kembang kol, berwarna merah atau pucat, membasah atau berdarah dan berbau.

Kanker yang terletak di bibir, anus, vulva, penis dan tungkai bawah lebih cepat mengadakan metastasis , misalnya kanker di telapak kaki akan menyebar ke kelenjar getah bening di lipat paha.

Kanker Kulit Melanoma Maligna

Diantara kanker kulit, melanoma maligna merupakan kanker kulit yang paling ganas. Terdapat beberapa tipe melanoma maligna, namun yang paling sering di Indonesia adalah tipe nodular atau yang berbentuk benjolan. Biasanya dimulai dengan adanya trauma. Paling sering timbul mula-mula di telapak kaki. Dimulai dengan adanya benjolan atau nodus kecil diatas permukaan kulit, warna hitam pekat, yang makin lama makin besar dan kadang-kadang menunjukkan proses menjadi borok atau ulcerasi. Penyebaran kanker ini ke kelenjar getah bening dan juga metastasis jauh atau menyebar ke tempat jauh seperti ke paru-paru, otak, liver.

Tahi lalat atau nevus dapat juga berubah menjadi ganas ,menjadi melanoma maligna. Namun jenis tahi lalat manakah yang beresiko untuk menjadi ganas ?

Tahi lalat atau nevus yang beresiko untuk terjadinya keganasan adalah :

Nevus congenital atau tahi lalat yang dibawa sejak lahir dengan besar nevus lebih dari 5 persen permukaan tubuh , adanya riwayat keluarga yang pernah terkena melanoma maligna, tahi lalat berjumlah lebih dari lima dengan diameter lebih dari 5 mm , tahi lalat yang banyak dengan diameter lebih dari 2 mm , tahi lalat yang pada masa kanak-kanak sering terpapar sinar matahari.

Tahi lalat walaupun hanya satu dan kecil kadang dapat juga berubah menjadi ganas, dan dapat terjadi pada tahi lalat di bagian tubuh mana saja, walaupun yang sering adalah terutama di telapak kaki, kepala / wajah , leher, pinggang.

Yang harus diwaspadai apabila suatu tahi lalat curiga menjadi ganas adalah bila pada tahi lalat tersebut ditemukan tanda "ABCD" melanoma maligna, yaitu :

A : Asymetri , artinya bentuknya tidak simetris, tidak bulat.

B : Border irregularity, artinya tahi lalat bagian pinggirnya tidak beraturan.

C : Color Variation , artinya warna tahi lalat tidak satu warna. Biasanya yang normal warnanya hitam, pada kasus ini diantara warna hitam ada kecoklatan atau warna hitamnya tidak homogen.

D : Diameter , atau ukuran tahi lalat lebih besar dari 6 mm.

Selain itu pada tahi lalat, yang mulai sering terasa gatal, mudah berdarah,ada borok atau luka yang sukar sembuh, harus juga lebih curiga.

Pengobatan Kanker Kulit.

Hingga saat ini pengobatan kanker kulit adalah dengan cara operasi dengan batas-batas sayatan yang sudah ditentukan sesuai dengan jenis kanker kulitnya.

Pengobatan dengan khemoterapi, hormonal terapi, imunoterapi belum menunjukkan hasil yang memuaskan. Radioterapi juga tidak memberikan hasil yang baik, kecuali pada kanker kulit karsinoma basal sel ukuran kecil dan jenis tertentu yang kadang diberikan setelah operasi bila letak kankernya di daerah organ vital seperti dekat mata, agar mata masih dapat dipertahankan.

Bila kanker kulit sudah stadium lanjut dan merusak ke organ sekitar dimana dia tumbuh , maka operasinya adalah pengangkatan kanker beserta akar-akarnya dan organ yang sudah terserang, misalnya bila kanker pada telapak kaki sudah begitu besar maka bukan hanya kankernya saja yang diangkat, tetapi bagian atas kaki diatas kanker juga harus diamputasi. Seringkali kanker di daerah kepala dan leher terutama wajah memerlukan rekonstruksi setelah operasi karena defek yang ditimbulkan kanker begitu luas. Bila bola mata atau hidung sudah dimakan kanker, maka mata atau hidung tersebut juga harus dibuang.

Bila sudah menyebar ke kelenjar getah bening, maka kelenjar getah beningnya harus dibersihkan.

Untuk Bp Syamsudin,Nn. Ita dan Bpk. Usman , segeralah berobat ke dokter, supaya ditentukan terlebih dahulu penyakit bapak tersebut apakah benar kanker kulit atau bukan. Bila kanker termasuk pada kelompok mana penyaki tersebut dan pengobatannya adalah seperti apa yang saya terangkan diatas.

Team Dokter

Sumber : Pontianak Post Online

Tags: , ,

Spread the word

del.icio.us Digg Furl Reddit Help

Permalink • Print • Comment

Trackback uri

http://jawabali.com/sehatbugar/kanker/kanker-kulit-kanker-tahi-lalat-apa-ciri-cirinya-dan-bagaimana-pengobatannya-189/trackback

Related Entries

Leave a Comment

You must be logged in to post a comment.