Amazon.com Widgets

December 6, 2007

Bagaimana Memperkirakan suatu Benjolan Kemungkinannya adalah Kanker ?

Tanya :

  • Dokter, saya wanita, 42 tahun, pada payudara kiri saya ada benjolan sebesar telur puyuh, sudah sekitar 5 bulan. Saat pertama kali saya ketahui 3 bulan yang lalu masih kecil dok, sekitar ukuran kacang tanah. Saya jadi khawatir, apakah benjolan di payudara saya ini kanker dok ? Bagaimana sih ciri-ciri atau tanda-tandanya kalau suatu benjolan mengarah pada penyakit kanker ? Tolong dijawab dok.Terimakasih. (Ny. Santi, Singkawang).
  • Dokter ,saya laki-laki umur 48 tahun, pada leher depan saya ada benjolan sebesar telur ayam, yang saya rasakan sudah 6 bulan . Awalnya kecil dok, seukuran telur puyuh, cepat membesarnya dalam 2 bulan terakhir ini. Makan,minum biasa, tidak ada gangguan. Yang ingin saya tanyakan apakah benjolan di leher saya ini tumor jinak atau ganas dok ? Bagaimanakah ciri-cirinya suatu benjolan itu ganas dan bagaimanakah memastikannya kalau itu adalah kanker ?
    Jawaban dokter sangat saya tunggu. Terimakasih. ( Bp.Budi, Mempawah).

Jawab :

Gejala utama penyakit kanker adalah berupa adanya benjolan tidak normal pada tubuh, baik pada tubuh bagian permukaan yang dapat dilihat atau diraba oleh penderita sendiri seperti payudara, kulit, kelenjar gondok, jaringan lunak dan lainnya , dan juga pada bagian tubuh bagian dalam yang tidak dapat diraba apalagi dilihat dari luar oleh penderitanya seperti pada usus, rahim, leher rahim, ginjal, paru ,otak dan lainnya. Namun diantara benjolan abnormal yang terjadi, ternyata yang benar-benar kanker hanya sekitar 10-20 persen saja, sedangkan sisanya adalah tumor jinak.

Bagaimanakah menentukan suatu benjolan abnormal pada tubuh itu adalah tumor jinak ataukah tumor ganas (kanker ) ?

Untuk sampai pada tahap memperkirakan kemungkinan benjolan tersebut adalah kanker, diperlukan beberapa tahap pemeriksaan, yang sebagian diantaranya dapat diketahui oleh penderita sendiri, sebagian oleh dokter dan terakhir melalui pemeriksaan penunjang untuk memastikannya.

Tahapan tersebut diantaranya adalah sebagai berikut :

1. Data epidemiologi dari penderita.

2. Riwayat perjalanan penyakit.

3. Ada-tidaknya faktor resiko.

4. Ada tidaknya gejala penyebaran dari tumor itu sendiri.

5. Pemeriksaan fisik oleh dokter

6. Pemeriksaan penunjang yang dilakukan.

Data epidemiologi berupa jenis kelamin, usia, tempat tinggal, jenis pekerjaan, erat kaitannya dengan kanker jenis tertentu.

Jenis kelamin , sebagai contoh kanker pada wanita tersering adalah kanker leher rahim, kanker payudara,kanker indung telur, kanker kulit , sedangkan pada laki-laki kanker nasofaring, kanker kulit, kanker usus ,kanker kelenjar gondok, kanker prostat, kanker paru.

Usia rentan terkena penyakit kanker adalah usia tua, namun bukan berarti anak-anak juga bisa terkena kanker. Pada kanker payudara usia tersering yang terkena adalah diatas 35 tahun . Pada kanker kelenjar gondok pada laki-laki diatas usia 40 tahun sedangkan pada wanita diatas 50 tahun.

Tempat tinggal, misalnya pada daerah kekurangan yodium sering ditemukan penyakit gondok endemik dan sebagian diantaranya ada yang menjadi kanker.

Jenis pekerjaan, orang yang sering terpapar sinar matahari rentan untuk terjadi kanker kulit, orang yang bekerja di radiasi rentan terkena kanker kelenjar gondok.

Pada orang yang biasa makan makanan yang diasapkan atau diawetkan, rentan terkena kanker nasofaring maupun kanker lambung.

Penyakit kanker umumnya berkembang relatif cepat. Kalau cepat sekali misalnya hitungan hari atau minggu benjolannya cepat membesar, biasanya bukan kanker tetapi suatu proses infeksi atau adanya kumpulan darah atau hematom.

Kalau pembesarannya lambat sekali, umumnya tumor jinak, bukan kanker.

Biasanya dihitung tumor doubling time, yaitu waktu perkiraan kasar dimana tumor memperbanyak dua kali dari volumenya semula. Bila berkisar 8-200 hari, dicurigai suatu kanker. Misalkan tumor saat pertama kali diketahui sampai terakhir dirasakan membesar 5 kali dalam waktu 6 bulan (180 hari), maka tumor doubling timenya sekitar 36 hari, maka benjolan itu dicurigai suatu kanker.

Faktor resiko bila ada, akan menambah kecurigaan suatu benjolan adalah kanker. Faktor resiko untuk tiap kanker ada yang sama, namun ada yang berbeda dan spesifik untuk kanker tertentu. (Akan diuraikan pada tulisan yang akan datang).

Sebagai contoh, pada kanker payudara, faktor resikonya adalah faktor keturunan dimana ada orang tua atau keluarganya yang terkena kanker . Faktor resiko yang bukan keturunan adalah usia diatas 35 tahun , dapat haid pertama pada usia lebih muda dibanding teman sebayanya, dapat mati haid atau menopause diatas 55 tahun, tidak atau belum menikah, bila menikah tidak punya anak, bila punya anak tidak menyusui, merokok, peminum alkohol.

Benjolan berupa kanker mempunyai sifat menyebar ke jaringan atau organ sekitarnya maupun menyebar ke kelenjar getah bening tempat alirannya dan menyebar jauh melalui pembuluh darah ke paru, liver, tulang, otak dan lainnya.

Sebagai contoh pada kanker payudara kanan akan menyebar ke kelenjar getah bening di ketiak kanan atau di tulang selangka (clavicula) kanan, juga dapat menyebar ke paru, liver, tulang. Jadi kalau ada benjolan di payudara disertai ada benjolan di ketiak, harus dicurigai benjolan itu adalah kanker. Juga bila dalam pemeriksaan foto paru ditemukan adanya benjolan atau nodul di paru, maka kemungkinannya adalah kanker.

Dokter akan memeriksa dengan anamnesa berupa pertanyaan untuk mencari riwayat penyakit, kemudian melakukan pemeriksaan pada benjolan tersebut.

Pada benjolan yang dapat diraba dari luar, dapat dibedakan konsistensi atau tingkat kepadatan tumor, batas tepi tumor, pergerakan tumor, bentuk dan ukurannya.

Kanker umumnya konsistensinya relatif keras, dengan batas tepi yang tidak jelas, relatif terfiksir atau terikat pada jaringan sekitarnya sehingga agak sukar digerakkan seperti ada yang menahannya, bentuk biasanya tidak bulat sekali seperti baso misalnya, ukurannya bisa mulai dari kecil sampai besar sekali.

Bila data-data dari riwayat penyakit yang disampaikan penderita dari anamnesa yang dilakukan dokter kemudian ditambah data dari pemeriksaa fisik, maka diagnosis kemungkinan kanker sudah dapat diperkirakan. Untuk lebih memperkuat dugaan ke arah kanker, diperlukan pemeriksaan penunjang, baik berupa laboratorium, pemeriksaan roengent, sampai patologi anatomi.

Ultrasonografi atau USG sangat membantu untuk memperkirakan suatu benjolan adalah kanker , baik benjolan yang teraba maupun benjolan yang ada dalam tubuh yang sulit diraba . Pada kanker payudara, USG yang baik dapat menilai benjolan ukuran sampai 0,5 cm, dan dapat memperkirakan atau menduga apakah itu kanker atau bukan.

Foto roentgen paru dapat melihat ada tidaknya penyebaran tumor ke paru.

Untuk tumor yang ada di dalam rongga tubuh bagian dalam seperti rahim, leher rahim, usus, ginjal dan lainnya pemeriksaan CT scanning sangatlah membantu, baik untuk memastikan tumor itu berasal dari jaringan atau organ apa, dan juga melihat penyebaran kanker ke jaringan sekitarnya.

Biopsi aspirasi jarum halus atau FNAB yang kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan patologi anatomi lebih mendekati lagi ke arah diagnosis kanker.

Namun semua pemeriksaan diatas belum dapat memastikan seratus persen suatu benjolan adalah kanker, masih ada tingkat kesalahan, walaupun relatif kecil bila semuanya telah dilakukan.

Diagnosis pasti suatu kanker adalah dengan pemeriksaan patologi anatomi dibawah mikroskop dengan melihat jaringan tumor itu sendiri.

Untuk mendapatkan jaringan tumor, tentunya harus diambil dari benjolan itu sendiri.

Tindakan pengambilan jaringan tumor sebagian atau seluruhnya ini disebut tindakan biopsi.

Bila ukuran tumor tidak terlalu besar, maka semua benjolan diangkat dengan cara operasi yang dilakukan dalam pembiusan total, disebut biopsi eksisi. Bila tumor ukurannya besar, biasanya diambil sampel atau contoh yaitu dengan mengambil sebagian kecil saja dari benjolan yang ada, disebut biopsi insisi. Setelah dilakukan biopsi, jaringan tumor dikirim kepada seorang patolog, dan diperiksa , hasilnya berupa hasil pemeriksaan patologi anatomi (PA) . Hasil pemeriksaan PA ini biasanya membutuhkan waktu 4-7 hari. Hasil pemeriksaan PA inilah yang menjadi golden standart atau diagnosis pasti apakah suatu benjolan itu jinak atau ganas (kanker).

Tindakan biopsi itu sendiri dapat merupakan tindakan pengobatan. Bila hasil PA jinak maka dengan pengangkatan tumor berarti pengobatan sudah selesai. Namun bila hasilnya adalah kanker , harus dilanjutkan oleh operasi kedua.

Bila ada sarana pemeriksaan patologi anatomi berupa pemeriksaan potong beku atau Vries Coupe (VC) , penderita cukup sekali saja dioperasinya, dimana pada saat dibius, hasil pengangkatan benjolan sudah dapat dipastikan jinak atau ganasnya oleh patolog, kemudian jenis tindakan operasi ditentukan pada saat itu juga oleh dokter bedahnya.Sayangnya di Pontianak belum ada sarana pemeriksaan potong beku. Untuk Bp. Budi dan Ny. Santi, semoga dengan membaca tulisan ini, anda dapat memperkirakan ke arah mana benjolan yang diderita. Lebih baik segera ke dokter agar lebih dapat dipastikan apakah jinak atau ganas (kanker).

Dr.Yusuf Heriady SpB, SpBOnk

 

Sumber : Pontianak Post Online

Tags: , ,

Spread the word

del.icio.us Digg Furl Reddit Help

Permalink • Print • Comment

Trackback uri

http://jawabali.com/sehatbugar/kanker/bagaimana-memperkirakan-suatu-benjolan-kemungkinannya-adalah-kanker-186/trackback

Related Entries

Leave a Comment

You must be logged in to post a comment.