February 15, 2008
Jantung Berdebar, Vertigo dan Pegal
Masalah :
Dokter Ryan yang baik, akhir-akhir ini jantung saya sering berdebar, terserang vertigo dan pegal-pegal di seluruh badan. Saya akui, saya ini tipe penggila kerja dok. Apalagi baru 6 bulan ini saya memegang jabatan penting di sebuah perusahaan minyak asing. Saya perhatikan penyakit ini timbul setelah saya memegang jabatan itu. Saya berusaha bekerja semaksimal mungkin, segiat mungkin. Karena saya ingin berhasil memegang jabatan baru ini dok. Kondisi ini membuat saya cepat lelah dan stres dok. Tapi, saya pantang menyerah, dalam kondisi sakit saya tetap bekerja.
Dina – Pondok Cabe
Jawaban :
Tidak jarang di saat kita tengah sibuk dengan rutinitas sehari-hari, kita lupa akan kebutuhan tubuh untuk: mengendurkan otot-otot, dengan cara rileks sejenak agar terhindar dari kebosanan dan kejenuhan akibat rutinitas sehari-hari. Hal ini biasanya sering dialami oleh pekerja diperkotaan namun tidak jarang juga dialami oleh orang-orang yang workhoholic.Meski mereka sangat gila dengan pekerjaan sehingga lupa akan waktu buat diri sendiri.
Jantung berdebar-debar, kepala pusing tujuh keliling, badan pegal-pegal, konsentrasi menurun bahkan sampai muncul kejenuhan adalah tanda-tanda seseorang masuk ke dalam kategori stress, sehingga tubuh butuh rileks untuk mengembalikan stamina ke bentuk semula sehingga aktifitas dapat maksimal kembali.
Jangan khawatir, rasanya semua orang pernah mengalami hal ini. Dan yang anda butuhkan adalah sesuatu yang dapat meredakan stress anda, secepatnya. Sebelum anda protes karena merasa tak punya waktu, ada baiknya anda menyimak 5 tips berikut ini. Tak perlu mencari guru untuk mengajari. Tak ada buku petunjuk atau alat bantu yang diperlukan. Yang anda butuhkan hanya komitmen untuk meluangkan waktu sekitar 20 sampai 30 menit saja. Selamat mencoba untuk mbak Kartika dan pembaca Wanita Indonesia..
1. Meditasi sederhana (20 menit). Tak ada mantra yang perlu dihafalkan. Anda hanya perlu membawa diri Anda ke sebuah tempat yang tenang dan mencoba sebisa mungkin untuk tidak bergerak. Ambil napas dalam dan mulai bernapas perlahan-lahan namun tetap dalam irama napas biasa (jangan dibuat-buat). Hitung napas Anda sampai 10 kali, lalu ulangi dan ulangi lagi. Perhatian yang terfokus akan meredam kerja pikiran dan merilekskan tubuh Anda.
2. Mendaki (30 menit). Tenang, sebelum Anda mengatakan tak mungkin mendaki gunung dalam waktu 30 menit, saya akan menjelaskan bahwa yang dimaksud memang bukan mendaki gunung. Anda hanya perlu mencari jalan yang menanjak di sekitar rumah Anda. Beruntung kalau memang ada bukit kecil yang bisa didaki. Tak perlu pakaian olahraga khusus, hanya sepatu yang nyaman dan sebuah tanjakan. Mulai dengan jalan biasa, kemudian percepat langkah Anda sembari terus mendaki menuju puncaknya. Setelah 10 menit frekuensi nadi anda akan mulai meningkat. Ayunkan tangan dan gerakkan seluruh tubuh. Putar balik setelah 15 menit. Fokuskan diri untuk mengeluarkan semua stress yang ada dalam pikiran dengan setiap napas yang Anda buang.
3. Berdansa (20 sampai 30 menit). Jika Anda menghabiskan sebagian besar waktu bekerja di depan komputer, Anda perlu sesuatu yang membuat tubuh anda bergerak sebagai pereda stress. Tak punya waktu untuk pergi ke pusat kebugaran? Solusinya simpel. Nyalakan saja musik favorit, kunci kamar dan mulai berdansa segera setelah tiba di rumah. Siapa peduli bila gerakan Anda salah? Anggap saja Anda sedang berada di lantai dansa dan diajak berdansa oleh pujaan hati. Awali setiap langkah dengan anggun dan berdansalah dengan penuh keyakinan. Lepaskan semua stress yang membebani Anda dengan setiap langkah yang anda ayunkan.
4. Jadilah seperti idola anda (20 sampai 30 menit). Apa olahraga favorit Anda? Basket, tennis atau sepakbola? Siapa idola Anda? Anda dapat mengerjakan olahraga favorit Anda itu dan bayangkan diri Anda sehebat sang idola. Tak perlu tempat khusus. Di halaman rumah pun jadi. Penelitian membuktikan bahwa olahraga dapat meningkatken emosi positif, sehingga ampuh sebagai pereda stress. Dan membayangkan idola Anda bisa membuat anda lebih bersemangat. Coba saja.
5. Mengerjakan hal yang kontras (30 menit). Yang ini memang belum ada bukti ilmiahnya, tapi patut dicoba. Stress itu pada dasarnya adalah kumpulan masalah, beban yang berlebihan, tumpukan berbagai tugas dalam satu waktu. Dan ketika Anda merasa kewalahan menghadapinya, yang sebaiknya anda lakukan adalah menyingkir sejenak dari sumber stress anda dan melakukan sesuatu yang benar-benar berbeda. Temukan aktivitas pereda stress yang tidak menekankan pada hal-hal yang biasa Anda lakukan (terutama yang membuat anda stress!). Hal ini akan menyeimbangkan kembali hidup Anda.
Selamat mencoba!
dr. Ryan Thamrin
Sumber : Wanita Indonesia
Tags: Dr. Ryan Thamrin, Vertigo, wanita indonesia







Leave a Comment
You must be logged in to post a comment.