November 20, 2007
Infeksi Saluran Kencing
Masalah :
Dokter Rifka,
Saya sekarang was-was sekali. Air seni saya bau anyir, kemudian jika buang air kecil saya sama sekali tidak bisa menahannya, kemudian terasa seperti kembung dan penuh diperut saya. Kejadian ini kerap terjadi setelah saya berhubungan dengan suami. Maklum saya baru satu tahun menikah, mau tanya ke orang lain malu. Apakah karena hubungan atau lainnya. Saya kerap memperhatikan sanitasi bagian intim saya dengan baik, pakai produk untuk mengurangi keputihan. Kemudian saya mengkonsumsi antibiotik, tapi rasa kembung dan perih tidak hilang. Atau hilangnya lama. Apakah yang terjadi dengan saya dok?
(Melati-Pontianak)
Jawaban :
Dear Melati, Terima kasih atas suratnya kamu sudah mau terbuka dengan kamu atas masalahmu. Semoga jawaban saya dapat membantu kamu.
Dari cerita kamu sepertinya kamu menderita Infeksi Saluran Kencing. Tapi untuk pastinya kamu harus periksa ke dokter dan permeriksaan urine di laboratorium. Dengan pemeriksaan sederhana dapat dibendakan apakah sakit kencing hanya disebabkan oleh iritasi atau karena terinfeksi kuman yang disebut Infeksi Saluran Kemih (ISK). Bila infeksi terjadi sel darah putih (leukosit) diair seni bertambah banyak dan urine menjadi karuh. Janganlah membeli antibiotik sendiri, karena tidak semua antibiotik dapat dipakai untuk pengobatan sakit kencing. Biarlah dokter kamu yang menentukannya. Karena dengan minum antibiotik yang sembarangan, bukannya menyembuhkan dan membunuh kuman tapi membuat kuman menjadi resisten (Kebal).
Ada 5 hal yang dapat kamu lakukan untuk melindungi diri dari berkembangnnya Infeksi Saluran Kencing, antara lain:
1. Hubungan Seksual yang berlebihan.
Para ahli menyebutkan bahwa aktifitas seksual dan hubungan seksual adalah penyebab utama infeksi, karena lebih banyak aktifitas tersebut berlangsung di sekitar daerah genital. Lebih banyak timbulnya E.Coli dan bakteri lain yang hidup dalam tumbuh yang dapat menjalar ke uretha. Meskipun dokter tidak menganjurkan berhenti dari aktiftas seksual keseluruhan, tapi wanita yang sering ganti-ganti pasangan adalah yang sering terkena infeksi.
2. Minum banyak air putih.
Air adalah obat yang paling mujarab untuk semua jenis penyakit, termasuk ketika kamu memiliki infeksi saluran kencing. Semakin serng buang air kencing membantu menurunkan infeksi dan bahkan menghilangkannya.
3. Buang air kecil.
Buang air kecil baik sebelum dan sesudah berhubungan seksual dapat membilas setiap bakteri yang mungkin masuk ke dalam uretha dan akan dikeluarkan dari sistem sebelum mereka memiliki kesempatan berakar dan berkembang. Saya sarankan sebaiknya kamu buang air kecil setap kali dibanding menahannya.
4. Membesihkan diri.
Terbiasa dengan kesehatan pribadi yang baik dapat memperkecial resiko infeksi. Kamu harus membersihkan kulit di sekitar anus, vagina dan daerah sekitarnya setiap hari, juga sesudah berhubungan. Sabun deodorant disinyalir meningkatkan terjadinya infeksi. Ketikan kami membersihkan , lakukan gerakan dari depan ke belakang untuk menghindari berkembang bakteri dari bagian belakang ke uretha.
5. Vitamin C
Secara umum vitamin C membuat urin lebih asam dan dapat menutup tumbuhnya bakteri.
dr. Rifka
Sumber : Pontianak Post Online
Tags: Dr. Rifka, Infeksi, Pontianak Post Online







Leave a Comment
You must be logged in to post a comment.