December 13, 2007
Jarum Suntik Gantian Dengan Pacar, Tertular HIV?
Masalah :
Ibu Rifka, tolong bantu saya. Saya memang sering menggunakan narkoba baik itu ineks dan shabu-shabu dan pernah juga menggunakan putau. Saat menggunakan putau saya selalu memiliki jarum untuk diri sendiri. Namun beberapa bulan yang lalu saya menggunakan putau dengan menggunakan jarum suntik yang bergantian dengan cowok saya. Akhir-akhir saya sering baca di koran bahwa penularan HIV sangat cepat terhadap orang yang bergantian dengan jarum suntik. Dimanakah bisa mendapatkan test HIV secara mudah?
Sari, Pontianak
Jawaban :
Terima kasih sari atas kiriman suratnya yang dipercayakan kepada kami. Saya bisa memahami kegelisahan yang kamu alami sekarang. Kita akan bahas permasalahan kamu satu-persatu
HIV dan AIDS merupakan dua hal yang berbeda, namun masih berkaitan. HIV singkatan dari Human Immuno Deficiency Virus, yaitu virus yang dapat menyerang kekebalan tubuh manusia. AIDS singkatan dari Acquired Immuno Deficiency Syndrom, yaitu kumpulan dari berbagai penyakit karena melemahnya kekebalan tubuh yang diakibatkan infeksi HIV.
HIV/AIDS dapat menular karena adanya pertukaran cairan darah, cairan sperma dan cairan vagina. Perilaku yang berisiko terhadap penularannya yaitu transfusi darah yang mengandung HIV, penggunaan jarum suntik bekas yang tidak steril, dan hubungan seks yang dilakukan secara berganti-ganti pasangan dan tidak menggunakan pengaman (kondom). Setiap orang yang melakukan perilaku berisiko tersebut, mempunyai risiko untuk tertular HIV/AIDS, karena ciri-ciri orang terinfeksi HIV dan permulaan AIDS tidak dapat dilihat dengan kasat mata. Satu-satunya cara yang dapat dilakukan saat ini adalah dengan melakukan tes darah.
Secara garis besar, tahapan AIDS dibagi menjadi tiga, yaitu:
tahap pertama terjadi infeksi HIV. Fase ini dapat berjalan 5-10 tahun, tergantung dari kekebalan tubuh seseorang. Jika tidak diberikan obat yang dapat mempertahankan kekebalan tubuh dan menjaga kondisi kesehatan dengan baik, maka akan masuk pada fase kedua, di mana sistem kekebalan tubuh semakin rusak sehingga mudah terserang penyakit. Jika kondisi ini tidak segera membaik akan berlanjut pada tahap AIDS. Pada tahap ketiga ini, muncul penyakit-penyakit spesifik misalnya radang paru-paru, kanker kelenjar atau kanker kulit karena infeksi oportunis karena daya tahan tubuh menurun.
Tes HIV dapat dilakukan dengan mudah di beberapa laboratorium. Tetapi, jika sebelumnya Saudari Maya menginginkan informasi yang jelas, perlu mempersiapkan mental dan informasi rujukan jika hasilnya positif, PKBI mempunyai konselor khusus untuk mempersiapkan tes HIV dan menjamin kerahasiaannya.
Saran kami, untuk menghilangkan kebiasaan tersebut Saudari harus mempunyai kemauan yang kuat dengan mempertimbangkan risikonya. Sedangkan untuk menghilangkan efek racun yang terlanjur berada dalam tubuh, Saudari Sari dapat meminta bantuan dokter atau ahli terapi narkoba.
Jika Saudari ingin segera mengetahui tertular atau tidaknya, dapat menghubungi konselor khusus HIV/AIDS PKBI. Mengetahui penyakit sejak dini, berarti akan memperoleh pengobatan secara cepat. Dengan demikian, Sari akan mendapatkan kualitas hidup yang lebih baik. Salam.
dr. Rifka
Sumber : Pontianak Post Online
Tags: Dr. Rifka, HIV, Pontianak Post Online







Leave a Comment
You must be logged in to post a comment.