Amazon.com Widgets

February 18, 2008

Perlunya Pengawasan Tekanan Darah pada Hipertensi

Tanya:

Dalam penjelasan dokter tentang hipertensi dan diabetes yang lalu
disebutkan tentang microalbuminuria. Saya berumur 55 tahun, menderita
diabetes sejak 9 tahun lalu dan akhir-akhir ini tekanan darah turun naik.
Ketika diperiksa dokter, tekanan darah saya kadang 150/100, kadang 125/85.
Pada pemeriksaan lab Juli lalu, hasil menunjukkan sebagai berikut: gula
darah selama puasa 115 dan sesudah makan 170, HbA1c 7,9. Sedangkan
mikroalbuminuria cukup tinggi, yakni 75 ug/mgCr. Sementara hasil urin
lainnya normal.

Pertanyaan saya, dari hasil laboratorium ini apa yang penting
diperhatikan? Karena tekanan darah saya turun naik, saya belum meminum
obat yang diberikan. Bagaimana sebaiknya pengobatannya? Terima kasih atas
jawaban dokter.

Juhari, Bandung

Jawab:

Bapak Juhari yth.

Sesuai dengan penjelasan saya yang lalu, maka diperlukan penanganan
terintegrasi. Pertama, pengobatan nonobat yaitu diet, olah raga, dan
memelihara berat badan harus dilakukan berkelanjutan. Kedua, untuk
diabetes target HbA1c adalah 6,5 persen atau kurang. Data-data lab yang
diberikan semuanya penting diperhatikan. Selain itu juga kreatinin dan
ureum, kadar lemak darah. Bila pengobatan nonobat telah dilakukan, maka
kemungkinan obat diabetes yang sedang diminum perlu ditingkatkan, mungkin
juga dikombinasikan.

Ketiga, tentang albuminuri memang sudah berada di atas normal. Namun
sebaiknya diperiksakan beberapa kali untuk mendapat gambaran lebih akurat.

Bila mikroalbuminuri tetap di atas normal, maka gangguan telah terjadi
pada ginjal akibat diabetes yang disebut sebagai Incipient Diabetic
Nephropathy. Sebaiknya hal ini segera ditangani dengan intensif, termasuk
penanganan tekanan darahnya.

Keempat, tekanan darah harus diperiksa beberapa kali berturut-turut dalam
dua minggu untuk menentukan sudah ada atau tidaknya hipertensi. Kalau
tekanan darah tetap berada di atas 120/80 tetapi di bawah 140/90, maka
keadaan ini disebut prehipertensi. Keadaan prehipertensi ini dengan
kondisi Anda, harus diobati, agar gangguan ginjalnya tidak bertambah.

Biasanya dokter akan memberikan obat golongan ACE Inhibitor atau ARB.
Sementara untuk monitoring tekanan darah lebih praktis dilakukan dengan
cara mengukur sendiri. Pengukuran secara teratur akan menghasilkan data
yang lebih baik dan lebih bermanfaat bagi dokter untuk mengendalikan atau
mengatasi hipertensi dan komplikasinya.

Pengukuran tekanan darah di ruang praktik, kadang-kadang menghasilkan
tekanan yang tinggi, sedangkan di rumah normal. Ini disebut white collar
hypertension atau office hypertension, yaitu tekanan darah hanya tinggi
ketika diukur di ruang praktik.

Pengukuran sendiri ini penting juga untuk kepentingan menentukan obat dan
dosisnya dalam perjalanan waktu ke depan. Alat yang dapat dipakai untuk
pengukuran sendiri adalah Monitor aneroid (seperti tampak pada gambar)
atau jenis lain Monitor digital.

Monitor digital harganya lebih mahal, tetapi dapat digunakan walaupun
lebih sensitif. Misalnya angka dapat berubah dengan pergerakan badan atau
denyut jantung yang tidak teratur (aritmia). Monitor digital jari
tangan/pergelangan umumnya akurasinya tidak tinggi. Karena itu, pilih
monitor dengan ukuran pembalut angin (cuff) yang sesuai dengan ukuran
lengan. Alat monitor sebaiknya setahun sekali dicek akurasinya.
Saat mengukur tekanan darah, posisi duduk rileks selama 5 menit, pompa
cuff sampai 30-40 mmHg di atas tekanan sistolik. Udara dalam cuff dilepas
perlahan dengan kecepatan penurunan tekanan 2-3 mmHg per detik. Kemudian
dengar munculnya bunyi pertama sambil memperhatikan angka dan ini disebut
tekanan sistolik. Lalu teruskan pengempisan cuff sampai bunyi denyut
hilang, ini adalah tekanan diastolik. Dengan alat digital, tekanan ini
akan otomatis muncul di layar. Bila ingin mengulang pengukuran, tunggu 2-3
menit.

Untuk Anda, ditinjau dari keseluruhan penyakitnya, tekanan darah berkisar
120/80 atau kurang. Demikian penjelasan saya, semoga bermanfaat.

Dr. Nico A. Lumenta, K.Nefro

Konsultan Ginjal-Hipertensi

RS Mediros

Sumber : Sinar Harapan

Tags: , ,

Spread the word

del.icio.us Digg Furl Reddit Help

Permalink • Print • Comment

Trackback uri

http://jawabali.com/sehatbugar/hipertensi/perlunya-pengawasan-tekanan-darah-pada-hipertensi-338/trackback

Related Entries

Leave a Comment

You must be logged in to post a comment.