February 4, 2008
Gigi Berlubang Mengenai Saraf
Tanya:
Saya menderita sakit gigi sejak kira-kira satu bulan lalu, sekarang ini sedang kontrol ke dokter gigi seminggu 1–2 kali. Mula-mula gigi saya terasa nyeri ringan, namun karena tdak terlalu mengganggu saya membiarkannya, saya coba meminum obat panadol. Beberapa hari kemudian karena nyeri gigi saya meningkat dan mengganggu, tidak dapat dipakai untuk mengunyah, maka saya memeriksakan ke dokter gigi, gigi yang terasa nyeri adalah gigi atas kanan (saya lupa gigi nomor berapa, mungkin nomor 4 atau nomor 5).
Ternyata setelah diperiksa dokter gigi, beliau menjelaskan gigi saya berlubang dan dikatakannya sudah hampir mengenai saraf. Selanjutnya dokter gigi menjelaskan sudah ada infeksinya sehingga saya diberi pengobatan dulu dengan antibiotik. Pada kontrol berikutnya, setelah infeksi dapat diatasi, dokter gigi menerangkan bahwa beliau akan mencoba mempertahankan pulpanya, namun kalau tidak berhasil, akan dilakukan tindakan untuk mematikan sarafnya.
Pertanyaan saya, apa dan bagaimana mematikan saraf? Apa tidak ada jalan lain? Bagaimana menghindari hal tersebut di atas?
Basuki D., Bekasi
Jawab:
Bapak Basuki Yth., dari keterangan riwayat gigi Anda, yaitu yang mula-mula terasa nyeri kemudian didukung oleh pernyataan dokter gigi yang menyatakan bahwa lubang giginya sudah hampir mengenai saraf, maka diagnosis gigi Anda adalah Hiperemi pulpa. Pulpa gigi adalah jaringan ikat yang kaya pembuluh darah dan saraf, terdapat dalam rongga pulpa (bagian dalam) gigi (lihat gambar). Pada kasus seperti ini, setelah gigi dibersihkan dengan baik, dokter gigi akan memberikan obat yang diletakkan pada lubang gigi yang fungsinya adalah untuk merangsang terbentuknya lapisan dentin sekunder. Salah satu obat yang dapat merangsang terbentuknya dentin sekunder adalah bahan yang mengandung Kalsium hidroksid. Dentin adalah bahan utama gigi yang mengelilingi pulpa gigi dan ditutupi oleh enamel di bagian mahkota dan semen (cementum) pada akar gigi.
Terbentuknya dentin sekunder ini berlangsung secara perlahan, untuk itu Anda dianjurkan tetap melakukan kontrol ke dokter gigi 1 - 2 kali seminggu. Hal ini dimaksudkan untuk melihat perkembangannya dalam arti apakah gigi masih terasa nyeri atau tidak. Bila pemberian obat ini sudah dapat mengatasi rasa nyeri dan tidak ada keluhan gigi, gigi sudah dapat ditambal permanen. Namun bila sampai beberapa kali kunjungan ke dokter gigi, masih tetap terasa nyeri pada gigi, maka ada kalanya dokter gigi menyarankan untuk mematikan sarafnya, kemudian dilakukan perawatan saluran akar. Hal ini dilakukan untuk menghentikan rangsangan pada gigi yang menyebabkan rasa sakit.
Bagaimana caranya mematikan saraf? Proses ini dilakukan dengan memberikan obat pada lubang gigi dengan bahan yang mengandung Arsen, yang akan mematikan jaringan pulpa. Proses perawatan gigi ini memerlukan waktu yang lama /panjang, pasien perlu beberapa kali kunjungan sebelum akhirnya gigi dapat ditambal permanen.
Untuk menghindari supaya Anda tidak menderita sakit gigi dan tidak dilakukannya perawatan gigi yang panjang, dianjurkan untuk memeriksakan gigi secara periodik ke dokter gigi, idealnya 6 bulan sekali. Memang ada pasien yang datang ke doketr gigi hanya bilamana ada keluhan sakit gigi. Kontrol secara rutin misalnya 6 bulan sekali, dimaksudkan agar bila terdapat gigi yang berlubang dapat segera diatasi, sebelum lubangnya makin dalam dan makin mendekati pulpa sehingga menimbulkan rasa sakit dan keluhan yang mengganggu, bahkan tidak bisa tertolong sehingga harus menjalani proses mematikan saraf.
Demikian penjelasan kami, semoga bermanfaat bagi Bapak.
Drg. Irene Lelyana - Dokter Gigi RS Mediros
Sumber : Sinar Harapan
Tags: Drg. Irene Lelyana, Gigi Berlubang, Sinar Harapan







Leave a Comment
You must be logged in to post a comment.