January 18, 2008
Bruxism, Bisakah Merusak Gigi ?
Tanya:
Saya memiliki kebiasaan tidur yang dapat merusak gigi dalam istilahnya kikisan. Saya pengen menghentikannya tapi saya kalau tidur tentu saja tidak sadar. Bagaimana cara saya untuk mengatasi kebiasan ini? trus bagaimana bentuk perawatannya?
(T, Sintang)
Jawab:
Timbulnya kebiasaan 'kikisan' itu atau dalam istilah kedokteran gigi nya 'bruxism' penyebabnya macam-macam, ada karena stress (jadi bruxism hanya timbul saat stress/tegang) kemudian karena susunan gigi yang tidak baik, dll.
Sebaiknya anda mencari penyebabnya dulu ke dokter gigi anda. Nah, cara mengatasinya agar tidak merusak gigi, harus dihilangkan penyebabnya, salah satunya hindari stress!
Kemudian ada alat pelindung gigi agar gigi tidak rusak akibat 'kikisan' tersebut, yaitu dengan menggunakan Night Guard Appliance (nama ini bisa berbeda-beda sebutannya), ini dipakai selama anda tidur, alat ini menutupi gigi anda, sehingga gigi-gigi atas dan bawah tidak berbenturan saat 'kikisan berlangsung'.
Saran saya sebaiknya anda segera menghubungi dokter gigi anda, cari tau penyebabnya dan dapat mencoba memakai alat yang saya jelaskan diatas.
Tanya:
Gigi saya tidak bisa berwarna putih cemerlang. Menurut saya agak rapuh, bagian tepinya "tererosi", tidak sampai goyang. Saya punya gigi berlubang pada geraham bawah sebelah kiri, sudah ditambal.
Akhir-akhir ini agak terasa linu kalau makan terlalu manis/dingin. Geraham kanan bawah saya tidak ada, dicabut waktu umum 12 tahun. Geraham belakangnya sedang tumbuh, sehingga tidak nyaman untuk mengunyah.
Selama ini saya makan menggunakan gigi kiri. Saya pernah disarankan untuk mengunyah kanan-kiri, tapi yg kanan tidak nyaman karena bolong/ompong. Otot-otot dirahang jadi tidak seimbang.
Saya pernah cabut gigi taring atas sebelah kanan karena "gingsulnya" terlalu ke atas. Sekarang gigi saya lumayan rapi tapi miring, karena gigi taringnya cuma satu.
Saya sekarang memakai kacamata minus dan silinder (ki-ka -1/2, syl 1/2). Saya menggosok gigi minimal 3x sehari. Tiga hari sekali saya memeriksa gigi saya dan mendapati kotoran lalu saya bersihkan dengan tusuk gigi terutama pada bagian yg sulit terjangkau sikat gigi (sekitar geraham bagian dalam) dan geraham kanan atas).
Mengapa gigi saya tidak putih? Mengapa gigi saya rapuh? Apakah ada hubungannya cabut gigi atas dg mata minus? Bagaimana dengan kebiasaan saya membersihkan kotoran pada gigi? Apa saran dokter untuk saya?
Oya, sikat gigi seperti apa sih yg bagus? Saya menggunakan sikat bergagang lurus untuk anak-anak, karena yang untuk orang dewasa kepalanya terlalu besar. Bagaimana yang benar?
(KJ IN, Jongkong)
Jawab:
Warna gigi sangat relatif, tergantung dari 'sononya' (masa pertumbuhan dan pembentukan gigi), tapi selama tidak putihnya bukan karena kotoran dan karang gigi, saya rasa tidak apa-apa lho. Tapi kalau tidak putih karena adanya kotoran atau karang gigi sebaiknya gigi dibersihkan.
Kalau gigi rapuh itu dipengaruhi oleh keadaan saat pembentukan dan pertumbuhan gigi. Untuk menjaganya biar tidak cepat rusak, dijaga saja kebersihannya, segera dirawat bila diketahui ada lubang walaupun masih kecil lubangnya sehingga kerusakan tidak tambah luas.
Jadi rajin kontrol gigi ke dokter gigi minimal tiap 6 bulan sekali. Tambahkan kumur-kumur flour bila perlu, namun untuk hal ini Anda harus dikonsultasikan dulu jumlahnya (dosisnya) pada dokter gigi anda.
Mengenai kebiasaan membersihkan gigi dengan tusuk gigi tidak apa-apa, tapi tusuk giginya harus bersih dan tidak tajam ujungnya, sebaiknya ujungnya tumpul membulat.
Tapi saran saya sebaiknya Anda gunakan benang gigi untuk membersihkan gigi selain sikat gigi. Sikat gigi yang bagus yang sesuai dengan keadaan rongga mulut kita. Pilihlah sikat gigi yang pas besarnya sehingga dapat menjangkau seluruh gigi, juga pilih bulu sikat yang lembut.
Pilihan Anda untuk memakai sikat gigi anak-anak itu sudah bagus, karena sikat gigi tersebut bisa menjangkau gigi-gigi belakang untuk orang yang rongga mulutnya sempit.
Tanya:
Gigi depan atas saya 3 buah sudah tanggal (memakai gigi palsu) yang tidak permanen, kalau sikat gigi saya copot dulu. Mungkin karena kurang bersih, banyak sisa-sisa makanan nempel di sela-sela gigi di sebelah kiri dan kanan gigi yang ompong.
Akibatnya ada lubang di kanan dan kiri di bagian atas. Sekarang sakit dan mungkin sudah agak besar. Gimana ya, biar gigi palsu saya tidak mengakibatkan kerusakan gigi di sebelahnya karena gigi disebelahnya pasti terus berlubang dan sakit. Makanan sering masuk.
Bagaimana sebaiknya saya dalam merawat gigi sehari-harinya dan apakah gigi saya di sebelah kiri dan kanan itu harus dicabut juga?
(MMN, Pontianak)
Jawab:
Memang sulit menjaga kebersihan gigi palsu, apalagi ada rongga antara gigi palsu dengan gigi asli sehingga mudah terselip makanan. Cara mengatasinya hanya dengan rajin membersihkan gigi palsu tersebut, dibuka setelah habis makan kemudian disikat, juga jangan lupa menyikat gigi asli terutama gigi-gigi tetangga dari gigi palsu itu.
Juga rajin membersihkan karang gigi ke dokter gigi, apalagi keadaan gigi anda yang mudah terselip makanan sehingga mudah terbentuk karang gigi juga.
Saat tidur gigi palsu sebaiknya dilepas yang kemudian dibersihkan. Untuk gigi sebelahnya (tetangganya) yang lubang, segera aja ditambal, semakin cepat semakin baik sehingga tidak perlu dicabut.
Drg Multi J Bhatarendro MPPM
Sumber : Pontianak Post Online
Tags: Bruxism, Drg Multi J Bhatarendro MPPM, Pontianak Post Online







Leave a Comment
You must be logged in to post a comment.