February 4, 2008
Nyeri Tulang pada Penyakit Ginjal Kronik
Tanya:
Ayah saya berumur 54 tahun, sejak th 90-an menderita penyakit ginjal namun beliau berobat tidak teratur. Kemudian akhirnya pada th 1998 fungsi ginjal sudah sangat rendah, disebut oleh Dokter: Gagal Ginjal Terminal, sehingga terpaksa menjalani pengobatan hemodialisis. Saat ini ayah menjalani hemodialisis dua kali seminggu dengan jadwal Rabu dan Sabtu, tapi kadang-kadang beliau mengundurkan jadwal menjadi lima hari sekali atau bahkan seminggu sekali. Obat-obat yang diminumnya a.l. Folic Acid, Calcium Carbonat, dan beberapa vitamin, selain itu juga suntikan Eprex 2 kali seminggu, kadang-kadang diperpanjang seminggu sekali atau sebulan dua kali bila kadar darahnya (Hb) sudah cukup baik.
Akhir-akhir ini kurang lebih sejak tiga bulan lalu, ayah merasa nyeri di pangkal paha kanan. Beliau telah berobat ke dokter, dari berbagai pemeriksaan laboratorium, rontgen, maka dokter menyimpulkan ayah terkena kelainan tulang karena penyakit ginjal kronik.
Pertanyaan saya, apakah penyakit ini cukup serius, apa sebenarnya penyebab penyakit ini dan bagaimana pengobatannya?
Joko A,
Cawang, Jakarta Timur
Jawab:
Dari keterangan Anda, maka diperkirakan penyakit tulang yang diderita ayah Anda disebut Renal Osteodystrophy. Penyakit ini terjadi pada pasien-pasien Gagal Ginjal Terminal yang dapat terus berkiprah karena menjalani pengobatan pengganti ginjal misalnya hemodialisis atau CAPD (Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis), sehingga proses-proses patologis yang mengganggu tulang dapat berlangsung. Jenis penyakit tulang tersebut antara lain Osteomalacia, Osteitis Fibrosa Cystica. Penyakit tulang ini terjadi pada sebagian pasien yang menjalani dialisis kira-kira sebesar 10 %. Selain terjadi gangguan tulang, dapat juga terjadi gangguan di luar tulang (extra-skeletal). Penyakit tulang ini memang dapat memberikan rasa nyeri, dapat juga menyebabkan patah tulang (fraktur).
Bagaimana dapat timbul penyakit tulang ini pada pasien penyakit ginjal? Sebenarnya mekanismenya cukup rumit dan panjang, terdapat berbagai rangkaian proses rumit yang menyebabkan penyakit ini. Saya mencoba menyederhanakan penjelasannya agar mudah dimengerti. Pada pasien Gagal Ginjal Terminal, fungsi ginjal sangat rendah sehingga tidak mampu membuang ”sampah” dari tubuh, termasuk suatu bahan yang disebut Fosfor. Akibatnya kadar fosfor meningkat dalam darah, disebut hiperfosfatemia. Akibat hiperfosfatemia maka bahan lain yaitu Kalsium kadarnya harus diturunkan, yaitu dengan membuang keluar dari darah ke dalam jaringan bukan tulang (metastatic / ectopic calcification), misalnya ke jaringan lunak sekitar sendi, ke dinding pembuluh darah, ke organ jantung, paru, ginjal, juga ke kulit dan jaringan di bawah kulit, bisa juga ke mata.
Karena kalsium darah rendah, maka ada proses ikutan lain yang terjadi, yaitu peningkatan kerja Kelenjar Paratiroid sehingga produksi hormon paratiroid meningkat, hormon ini berperan pada perkembangan tulang. Peningkatan hormon paratiroid ini sebenarnya dimaksudkan untuk meningkatkan kadar kalsium dalam darah. Setelah kadar kalsium dalam darah meningkat, terjadi lagi hal yang tadi dijelaskan, yaitu kalsium dibuang keluar dari darah. Hal ini berlangsung terus-menerus sehingga lama-kelamaan massa tulang berubah sehingga timbullah penyakit pada tulang. Kelainan ikutan yang lain adalah terganggunya produksi metabolit vit. D.
Jadi gangguan pada pasien bisa berupa gangguan pada tulang: Renal Osteodystrophy, tetapi juga bisa di luar tulang: pengapuran pada paru, pengapuran pada dinding pembuluh darah sehingga organ dapat terganggu misalnya jantung = gagal jantung, infark, pada otak = stroke dsb. Dapat juga terjadi pengapuran pada mata. Keadaan lain yang cukup mengganggu adalah timbulnya gatal (pruritus).
Pengobatan yang diberikan pada dasarnya adalah sebagai berikut:
- Hemodialisis harus dilakukan teratur dan adekuat, jangan mengulur jadwal
- Monitor kadar kalsium, fosfor dan hormon paratiroid. Kadar kalsium bisa rendah, bisa tinggi, tetapi yang lebih berbahaya adalah kadar fosfor yan tinggi. Perkalian nilai kadar kalsium dan nilai fosfor, disebut sebagai Calcium Phosphor product (CPP) agar dijaga normal yaitu di bawah 50, makin tinggi CPP ini akan semakin tinggi potensi kelainan-kelainan terutama ekstra skeletal.
- Perhatikan diet rendah fosfor: 800 – 1000 mg per hari, bahan yang tinggi fosfor a.l. Produk susu, kacang-kacangan, coklat, hati, ikan berlemak, coke.
- Diberikan obat-obat sesuai dengan kondisi faktual: obat pengikat fosfor a.l. kalsium karbonat, juga diberikan vit D sterol: kalsitriol
- Kadang-kadang diperlukan operasi kelenjar paratiroid.
- Penyakit dapat menjadi serius bila proses-proses tsb di atas berkembang/berjalan terus. Sebaiknya pengelolaannya ditangani Dokter Spesialis Ginjal / Nefrolog.
Dr. Nico A. Lumenta, K.Nefro - Konsultan Ginjal-Hipertensi
RS Mediros
Sumber : Sinar Harapan
Tags: Dr. Nico A. Lumenta K.Nefro, Penyakit Ginjal, Sinar Harapan







Leave a Comment
You must be logged in to post a comment.