Amazon.com Widgets

February 19, 2008

Malapetaka Gagal Ginjal Akut

Tanya:

Bapak saya berumur 59 th, tinggal di Sukabumi, beliau sejak 15 tahun lalu menderita penyakit batu ginjal. Pernah dioperasi sekitar tahun 90 untuk batu ginjal di sebelah kanan. Namun ketika dicek 4 – 5 tahun kemudian, dokter menyatakan timbul lagi beberapa buah batu di kedua ginjal, kira-kira sebesar kacang hijau dan jagung. Bapak diberikan obat-obat karena menolak untuk dilakukan tindakan penghancuran batu. Lima tahun terakhir ini ginjalnya suka kena infeksi, untungnya bila diobati segera sembuh. Pada pemeriksaan dokter bulan November tahun lalu, didapati fungsi ginjal sedikit menurun, kata dokter kadar kreatinin adalah 2,1 mg%.

Dua bulan lalu bapak merasa pinggangnya sakit dan kemudian beliau atas inisiatif sendiri minum obat jamu rematik selama tiga hari, sakit pinggangnya memang berkurang tetapi kemudian merasakan kencingnya berkurang drastis, hanya sedikit yang keluar, badan terasa agak hangat.

Beliau dibawa ke dokter dan dianjurkan segera dirawat karena dikatakan kemungkinan menderita Gagal Ginjal Akut. Di rumah sakit kadar kreatininnya ditemukan sebesar 9,2 mg%. Mulanya Dokter menyampaikan bahwa kemungkinan buruk dapat terjadi, kondisi Bapak dapat merosot drastis dan sebaiknya dilakukan cuci darah. Akhirnya cuci darah dilakukan hanya sekali saja dan untungnya setelah itu kondisi Bapak berangsur-angsur baik, kencing sudah lebih banyak dan akhirnya setelah tiga minggu perawatan diperbolehkan pulang tetapi harus kontrol teratur.

Pertanyaan saya: apa saja yang harus dipantang oleh Bapak? Apakah memang jamu tersebut menyebabkan Gangguan Ginjal Akut? Apa yang harus dilakukan Bapak untuk memberantas infeksinya yang suka kambuh itu? Bagaimana pemeliharaan ginjal Bapak selanjutnya? Terima kasih atas jawaban dokter.

Dadang T.,

Kampung Rambutan - Jakarta Timur

Jawab:

Yth. Sdr. Dadang. Dari penjelasan Saudara, Bapak Sdr. mengalami malapetaka Gagal Ginjal Akut, untungnya gangguan tsb dapat diatasi sehingga penyakitnya mereda. Sebenarnya gangguan yang dialami ayah Sdr adalah suatu ”Acute on Chronic Renal Failure”, suatu gangguan akut yang terjadi pada ginjal yang sebelumnya sudah ada penyakit kronis. Gangguan kronis tsb. adalah akibat batu dan infeksi.
Batu mungkin menyumbat ginjal sehingga terbentuk bendungan dan memudahkan (kondusif) untuk timbulnya infeksi. Batu dapat juga membuat goresan /luka pada bagian dalam ruangan ginjal atau salurannya, dan ini menyebabkan reaksi-reaksi jaringan ginjal sehingga juga memudahkan infeksi menyerang ginjal.

Infeksi yang terjadi pada ayah Sdr tampak sembuh dan kambuh berulang. Setiap terjadi infeksi kerusakan ginjal bertambah, kadang-kadang infeksi datang tanpa yang bersangkutan merasakan sesuatu gejala, sehingga infeksi berlangsung dalam waktu yang lebih lama sampai infeksi ditemukan.

Kelangsungan yang lebih lama ini tentu saja merugikan ginjal. Ini adalah keadaan yang kronis/menahun. Pada bulan November 2002 saya perkirakan fungsi ginjal (kedua ginjal) ayah Sdr sudah berada sekitar 30 – 35 %. Pada keadaan ini ginjal ayah Sdr sudah dalam kondisi yang lebih lemah dan lebih sensitif terhadap ganguan lain.

Sakit pinggang. Sakit pinggang yang diderita ayah Sdr dapat disebabkan oleh infeksi yang sedang kambuh atau batu yang menyumbat. Malapetaka datang ketika ayah Sdr minum jamu rematik untuk mengobati sakit pinggangnya. Jamu rematik merupakan obat yang bersifat nefrotoksik yaitu obat yang berpotensi merusak ginjal. Pada keadaan ginjal yang lemah, ginjal mudah terpengaruh negatif oleh obat ini. Biasanya obat ini membuat reaksi negatif dalam jaringan ginjal, disebut sebagai ”Interstitial Nephritis”. Terjadi reaksi peradangan semacam reaksi alergi. Dengan gangguan yang mungkin ringan tetapi karena ginjal sangat sensitif, maka pengaruh pada ginjal ayah Sdr tsb, akibatnya cukup berat, ginjal ayah Sdr mengalami Gagal Ginjal Akut (Acute Renal Failure).

Gagal Ginjal Akut. Gagal Ginjal Akut dapat terjadi karena penyebab ”sebelum” ginjal (”pre-renal”) misalnya keadaan kekurangan cairan mendadak (dehidrasi) seperti pada pasien muntaber yang berat, atau kehilangan darah yang banyak. Selain itu bisa terjadi juga karena keadaan ”sesudah” ginjal (”post-renal”) misalnya sumbatan pada kandung kemih karena batu, kanker, prostat dsb. Selain itu misalnya batu yang menyumbat ureter pada pasien dengan hanya satu ginjal.

Gangguan yang lain adalah pada ginjal itu sendiri. Pada ayah Sdr kelihatannya yang utama adalah penyebab di ginjal, yaitu karena reaksi jaringan ginjal akibat jamu rematik. Selain itu penyebab tsb, proses kerusakan ini dibantu oleh batu yang mungkin menyumbat dan infeksi yang sedang kambuh. Untungnya kondisi ini dengan pengobatan yang dilakukan menunjukkan perbaikan yang cukup baik.

Mengenai pantangan yang harus dijalani: hindari obat-obat yang bersifat nefrotoksik atau obat-obat yang ”memusuhi” ginjal seperti obat-obat rematik, termasuk jamu rematik, antibiotika-antibiotika tertentu, beberapa obat-obat antisakit lainnya. Selain itu infeksi di ginjal agar segera diberantas, memang keadaan akan sukar bila infeksi ini tidak dirasakan oleh pasien.

Beberapa hal yang mungkin membantu: perhatikan perangai kencing, bisa berubah sekalipun hanya ringan, misalnya kencing agak terasa atau agak perih. Atau sebentar-sebentar mau kencing (anyang-anyangan) atau kencing sedikit keruh. Bila terjadi seperti ini segera periksakan urin lengkap ke laboratorium. Selanjutnya bila terlihat frekuensi kambuhnya infeksi cukup sering sebaiknya diberikan obat untuk menjaga kambuhnya infeksi (maintenance treatment), misalnya diberikan obat tertentu satu kapsul atau tablet tiap malam selama beberapa bulan tergantung perkembangan infeksinya.

Selain itu hindari bahaya-bahaya yang bisa terjadi: penyakit mencret yang hebat, infeksi yang berat misalnya penyakit demam tifoid, atau infeksi paru yang akut dsb. Kondisi ini mudah mengancam/mengganggu ginjal sehingga dapat timbul penurunan fungsi ginjal yang akut.
Petunjuk terakhir: karena batu membantu timbulnya infeksi, sebaiknya batu ginjal tsb dihancurkan, bila memungkinkan dengan cara gelombang kejut (ESWL).
Demikian jawaban kami, semoga dapat membantu Sdr.

Dr. Nico A. Lumenta, K.Nefro
Konsultan Ginjal-Hipertensi
RS Mediros

 

Sumber : Sinar Harapan

Tags: , ,

Spread the word

del.icio.us Digg Furl Reddit Help

Permalink • Print • Comment

Trackback uri

http://jawabali.com/sehatbugar/gagal-ginjal/malapetaka-gagal-ginjal-akut-341/trackback

Related Entries

Leave a Comment

You must be logged in to post a comment.