Amazon.com Widgets

February 23, 2008

Kencing Berdarah

Tanya:

Saya seorang pria, umur 32 tahun. Tahun lalu, saya menjalani check-up rutin. Saya merasa sehat dan tidak ada keluhan, tetapi ternyata didapati hasil pemeriksaan urin ditemukan sedikit sel darah merah, berjumlah 6-8 buah. Saya dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap kelainan urin tersebut.

Kemudian saya berobat dan dilakukan beberapa pemeriksaan antara lain pemeriksaan lab, USG, rontgen ginjal, tapi tidak ditemukan suatu kelainan. Tetapi selama tiga bulan berturut-turut, urin saya diperiksa tiga kali dan tetap ditemukan sel darah merah antara 6 -10 sel di urin.
Pertanyaan saya, apakah penyebab adanya sel darah merah dalam urin saya tersebut? Apakah kemungkinan penyakitnya berbahaya?
Freddy S.
Jakarta Barat

Jawab:

Sdr Freddy S. yth,

pertama perlu diketahui kondisi Anda itu disebut sebagai Kencing Berdarah, dan istilah kedokterannya adalah Hematuria, artinya adanya darah (khususnya sel darah merah atau eritrosit) dalam urin. Darah dapat terlihat di urin secara kasat mata (hematuria makroskopik) yaitu urin terlihat merah kadangkala disertai gumpalan-gumpalan darah beku, karena cukup banyak darah terdapat dalam urin.
Hematuria dapat juga terjadi dengan penampakan urin yang terlihat normal seperti yang Anda alami, tetapi dalam urin terdapat darah yang hanya dapat dilihat dengan bantuan mikroskop.

Adanya darah di urin menandakan terdapat gangguan yang menyebabkan pendarahan di saluran kemih. Saluran kemih terdiri dari ginjal, ureter (saluran yang menghubungkan ginjal dan kandung kemih), kandung kemih, uretra (saluran yang menghubungkan kandung kemih dengan dunia luar) dan kelenjar prostat yang dilalui uretra.

Hematuria dapat terjadi pada seseorang tanpa disertai gejala yang disebut Asymtomatic hematuria. Ini ditemukan, misalnya, pada saat melakukan check up kesehatan atau pada pemeriksaan laboratorium untuk penyakit lain.

Bila seseorang mengalami satu kali hematuria, walaupun sesudah itu menghilang, perlu dilakukan pemeriksaan untuk menentukan penyebabnya. Ada bermacam gangguan yang dapat menyebabkan hematuria pada seseorang, sebagian bisa serius tetapi ada pula gangguan yang tidak penting, dan bahkan tidak membutuhkan pengobatan.

Beberapa penyebab serius adalah kanker (dapat terjadi pada ginjal, kandung kemih dan prostat); batu ginjal atau saluran kemih lainnya; penyakit pada saringan darah ginjal (glomerulonefritis); penyakit ginjal polikistik di mana terdapat banyak kista (gelembung berisi cairan); infeksi-infeksi pada ginjal, ureter, kandung kemih, uretra, prostat; penyumbatan ureter; benturan atau trauma pada ginjal dan akibat obat-obatan „pengencer ” darah.
Penyebab lain misalnya infeksi kandung kemih yang ringan, setelah berlari jarak jauh, olahraga berat saat kehamilan.

Pemeriksaan
Pemeriksaan penyakit ini dimulai dengan wawancara apakah darah terlihat, apakah bergumpal-gumpal, seberapa sering terjadinya, apakah ada nyeri pinggang hebat, apakah nyeri sewaktu kencing, apakah ada demam, apakah disertai bengkak pada kaki atau kelopak mata, dan sebagainya.

Selanjutnya dilakukan pemeriksaan fisik, dan kemudian pemeriksaan laboratorium, dimulai dari yang sederhana misalnya pemeriksaan protein urin, sedimen (endapan) urin di bawah mikroskop, maupun pemeriksaan darah untuk fungsi ginjal guna mendeteksi penyakit-penyakit lain. Selain itu dapat dilanjutkan dengan pemeriksaan USG atau pun pemeriksaan foto rontgen ginjal. Jika dicurigai terdapat benjolan (tumor) dapat dilanjutkan dengan pemeriksaan CT-scan dan biopsi ginjal untuk pemeriksaan mikroskop jaringan ginjal.

Sementara upaya pencegahan penyakit ini hampir sama dengan penyakit ginjal secara umum. Pada individu yang memiliki ginjal normal tapi berisiko -mempunyai penyakit turunan dalam keluarga- mesti melakukan hidup sehat sesuai petunjuk dokter.

Jika berisiko batu ginjal, upayakan minum banyak, hindari makanan yang mengandung bahan-bahan pembuat batu (kalsium, asam urat, pete, jengkol dsb), kurangi protein dan garam. Sementara yang berisiko ginjal polikistik harus periksa USG, laboratorium berkala, obati infeksi begitu ditemukan.

Sedangkan bagi individu yang tanpa risiko, pencegahan yang bisa dilakukan adalah hidup sehat dan memahami tanda-tanda sakit ginjal, seperti buang air kecil terganggu atau tidak normal, nyeri pinggang, bengkak mata dan kaki.

Bila ada infeksi di luar ginjal, maka perlu berobat atau kontrol ke dokter untuk menghindari fase kronik yang dapat menyerang ginjal
Sementara upaya pencegahan pada orang dengan ginjal yang terganggu ringan atau sedang adalah berobat teratur untuk penyakit dasar. Selain itu, hati-hati terhadap pemakaian obat rematik, antibiotika tertentu, dan obat tradisional yang tidak diketahui efek samping terhadap ginjal.

Bila ada infeksi di tubuh, segera berobat untuk diberantas misalnya penyakit tifus (demam tifoid) dan infeksi paru atau pneumonia. Hindari juga kekurangan cairan dan kontrol kesehatan atau penyakit secara periodik, biasanya juga pemeriksaan laboratorium secara periodik.
Pengobatan untuk penyakit ini diberikan sesuai dengan penyebab yang ditemukan, tidak ada satu jenis pengobatan yang berlaku untuk semua penyebab kencing berdarah. Sebaliknya ada juga penyakit yang tidak perlu diobati, misalnya bila kencing berdarah disebabkan infeksi ringan di kandung kemih yang dapat hilang sendiri tanpa pengobatan, cukup dengan minum banyak.

Sdr. Freddy, secara klinis kondisi Anda sudah dapat dikatakan sebagai persistent hematuria. Data yang Anda paparkan belum cukup untuk menentukan penyakitnya, masih perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk menentukan penyakit yang menyebabkannya.

Dr. Nico A. Lumenta, K.Nefro
Konsultan Ginjal-Hipertensi RS Mediros

Sumber : Sinar Harapan

Tags: , ,

Spread the word

del.icio.us Digg Furl Reddit Help

Permalink • Print • Comment

Trackback uri

http://jawabali.com/sehatbugar/gagal-ginjal/kencing-berdarah-355/trackback

Related Entries

Leave a Comment

You must be logged in to post a comment.