February 19, 2008
Buang Air Kecil, Menetes
Tanya:
Saya berumur 65 tahun, akhir-akhir ini merasa terganggu karena buang air kecil paling sedikit 4 kali setiap malam dan sering merasa tidak tuntas, seolah-olah setelah buang air kecil masih terasa ada sisa. Gejala lain adalah waktu kencing pada bagian akhir kencing menetes seolah-olah alirannya lemah. Saya bertanya ke anak saya dan dikatakan kemungkinan menderita pembesaran prostat. Pertanyaan saya, apakah memang demikian, apa itu prostat, mengapa dia membesar. Bagi saya yang penting bagaimana cara mengatasinya agar tidak terganggu tidur.
Joko S., Jakarta Timur
Jawab:
Terima kasih atas pertanyaan Pak Joko.
Dari keterangan yang Bapak sampaikan, gangguan tersebut memang mengarah ke pembesaran prostat. Prostat adalah kelenjar laki-laki yang kedudukannya mengelilingi leher kandung kemih dan uretra (saluran kencing dari kandung kemih ke luar).
Kelenjar ini terdiri atas sebuah lobus medialis (bagian tengah) dan dua buah lobus lateralis (bagian samping). Prostat ini sebagian terdiri dari massa kelenjar yang salurannya bermuara ke uretra tersebut, dan sebagian lagi berupa serabut-serabut otot yang melingkari uretra.
Bila pembesaran ini berjenis jinak disebut Benign Prostatic Hyperplasia (Hypertrophy) = BPH. Pembesaran prostat dapat juga mengarah kepada jenis kanker, maka diperiksa darah: PSA (Prostate specific antigen), yaitu sebagai penanda kanker prostat bila kadarnya tinggi. Kadang-kadang keluhan kanker prostat bisa sama dengan pembesaran prostat jinak, tetapi pembesaran prostat jinak pada umumnya tidak akan berubah menjadi kanker prostat.
Pertumbuhan kelenjar semasa hidup terjadi dalam dua periode. Periode pertama pada waktu pubertas di mana prostat akan dua kali lebih besar dari semula. Sedang periode kedua dimulai pada umur 25 tahun sampai usia lanjut. Tetapi pembesaran prostat jarang menimbulkan keluhan sebelum umur 40 tahun dan lebih setengah laki-laki berumur 60 tahun memberi keluhan gejala-gejala BPH, sedang pada umur 70-80 tahun bisa sampai 90% mempunyai keluhan BPH.
Prostat yang membesar akan mendorong saluran kencing (uretra) sehingga salurannya menjadi sempit dan aliran kencing menjadi lemah. Di samping itu kandung kemih akan menebal akibat kontraksi yang terus-menerus. Pada mulanya kandung kemih akan mengecil dan daya tampung menjadi berkurang sehingga terjadi sering kencing, bila terus-menerus memompa kencing dinding kandung kemih akan kelelahan dan tidak mampu lagi mengosongkan kandung kemih maka terjadi penumpukan urin (retensi).
Banyak hal yang bisa terjadi akibat sumbatan uretra atau penyempitan saluran karena pembesaran prostat. Keluhan-keluhan yang terjadi berupa ngompol atau kencing yang menetes. Selain itu sering kencing terutama pada malam hari atau sering merasa kencing tetapi kencing tidak bisa keluar atau hanya menetes.
Gangguan yang lebih serius dapat berupa kerusakan ginjal, kerusakan kandung kemih di mana terdapat lubang-lubang pada kandung kemih, juga infeksi saluran kemih. Dapat juga timbul batu karena aliran urin yang lemah mengakibatkan kemungkinan pengendapan mineral pada kandung kemih yan disertai infeksi. Untuk memastikan prostat Bapak, sebaiknya perlu ke Dokter Urologi untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Prosedur yang dilakukan:
Colok dubur, dengan pemeriksaan ini melalui dubur, prostat diraba dan kemungkinan dapat diketahui apakah kanker atau jinak. Prostat dinilai besarnya, permukaan, kekenyalan, adanya rasa sakit.
Pemeriksaan Trans-Rectal Ultrasonografi (TRUS) untuk mengetahui pembesaran prostat, volume dan berat prostat. Selain itu dapat ditentukan ada atau tidaknya kanker prostat, juga sebagai alat bantu untuk melakukan biopsi prostat pada lokasi yang dicurigai kanker.
Dengan rontgen IVP, diketahui sampai sejauh mana bayangan prostat di kandung kemih, juga untuk melihat sumbatan di saluran ureter atau melihat lubang-lubang di kandung kemih.
Pemeriksaan Cystoscopy yaitu dengan meneropong prostat untk melihat penyumbatan yang ada.
Uroflow study untuk mengukur kecepatan urin yang biasanya berkurang pada pembesaran prostat.
Pengobatan BPH. Pengobatan pada orang tua dengan BPH didasarkan juga pada keadaan umum penderita: umur, keluhan umumnya, riwayat penyakit, komplikasi-komplikasi akibat penyakit tertentu, toleransi terhadap obat-obat tertentu. Kadang-kadang keluhan BPH memerlukan pengobatan khusus, tetapi kalau pembesaran ringan mungkin tidak membutuhkan pengobatan. Penentuannya tergantung pada dokter yang melakukan evaluasi.
Untuk pemberian obat, dapat diberikan Alpha Adrenergic Blocker. Obat ini bekerja pada otot-otot prostat sehingga saluran kencing menjadi longgar.
Tindakan untuk mengatasi BPH. Operasi untuk mengambil jaringan prostat yang membesar antara lain:
Trans Urethral Resection o.t. Prostate (TURP). Pasien dianestesi, prostat diangkat melalui saluran kencing, dipasang kateter 1-2 hari.
Semoga Pak Djoko mendapat gambaran tentang pembesaran prostat dan penanggulangannya.
Dr. Bahriun Sipahutar, SpBU
Spesialis Bedah Urologi
RS Mediros
Sumber : Sinar Harapan
Tags: Dr. Bahriun Sipahutar SpBU, Pembesaran Prostat, Sinar Harapan







Leave a Comment
You must be logged in to post a comment.