Amazon.com Widgets

February 3, 2008

Banyak Obat pada Penyakit Ginjal Kronik

Tanya:

Dari jawaban Dokter pada ruang konsultasi yang lalu, saya telah mendapat gambaran yang cukup jelas tentang banyaknya pemeriksaan-pemeriksaan yang dilakukan pada pasien penyakit ginjal, sehingga saya tidak perlu lagi mengajukan pertanyaan tentang hal tersebut.

Saya mempunyai kakak laki-laki berumur 49 tahun yang menderita Penyakit Ginjal, kata Dokter karena penyakit diabetesnya. Bulan lalu pada waktu kontrol didapat kadar gula darahnya cukup baik, puasa 115, 2 jam sesudah makan 145. Data-data lain : Hb 9,3 , kadar kreatinin 2,6 , ureum 86, kolesterol 225. Tekanan darahnya sekitar 140-145/90-95, berat badannya adalah 65 kg sedangkan tinggi badan 162.

Kakak saya mendapat berbagai obat-obatan yang dianggapnya terlalu banyak. Obat-obat yang diminumnya a.l. Diamicron, Glucophage, Diovan, Triatec, Calcium Carbonate, Folic Acid, Ketosteril, Lipitor, Suntikan Eprex ditambah vitamin.
Pertanyaan saya: apakah memang perlu obat begitu banyak, mengapa tidak cukup hanya dua- empat macam? Mohon penjelasan Dokter atas pertanyaan saya.

Ny. Bambang, Kelapa Gading

Jawab:

Pertanyaan Ny Bambang baik sekali dan memang perlu ditanyakan.
Dari data-data tersebut, penyakit yang diderita kakak Sdr adalah: Penyakit Ginjal Kronik (PGK/ Chronic Kidney Disease) karena kemungkinan besar Nefropati Diabetik, suatu kelainan ginjal akibat penyakit Diabetes yang biasanya sudah berlangsung agak lama. Ditandai oleh kebocoran protein yang terdeteksi pada urinnya serta penurunan fungsi ginjal. Kebocoran protein perlu dihambat/ditekan seminimal mungkin untuk melindungi ginjal dari kerusakan-kerusakan yang lebih jauh. Selain itu juga terdapat hipertensi, peninggian kadar kolesterol/dislipidemia, dan anemia karena ginjal (Renal Anemia).

PGK ini akan dapat berlanjut/progresif sehingga fungsi ginjal makin menurun. Saat ini fungsi ginjal kakak Sdr berkisar 30 - 35 %. Penurunan yang sebenarnya sudah cukup jauh, sehingga penanganannya perlu intensif untuk mencoba menahan penurunan fungsi ginjal yang lebih jauh, bahkan dimungkinkan peningkatan kembali fungsi ginjal. Secara singkat pengobatan yang dilakukan: perlu dikendalikan diabetesnya dengan baik, hipertensi agar dapat ditekan menjadi sekitar 125-130/80, kadar kolesterolnya harus lebih rendah termasuk kolesterol LDL dan trigliseridanya, sedangkan kolesterol HDL harus tinggi.

Sebenarnya obat-obat yang diminumnya sudah cukup sesuai. Untuk memberikan penjelasan secara tepat, sebaiknya obat-obat tersebut dikelompokkan sebagai berikut:
Untuk penyakit diabetesnya: selain diet, olah raga, penurunan berat badan, diberikan Diamicron dan Glucophage. Sayangnya tidak ada data HbA1C, angka ini sebaiknya sama dengan atau kurang dari 6,5 %
Untuk tekanan darahnya, sekaligus memperbaiki ginjal: Diovan dan Triatec, melihat tekanan darah belum mencapai target, mungkin sebaiknya dosis dinaikkan, sayangnya Sdr tidak memberikan dosis yang sedang diminumnya, demikian juga data kebocoran proteinnya tidak ada. Biasanya diperlukan dosis yang cukup tinggi (extraordinary dose), agar kebocoran protein dapat ditekan lebih efektif, selain juga menurunkan tekanan darah. Bila dosisnya sudah cukup tinggi, alternatif lain adalah menambah obat lain misalnya golongan Calcium Antagonis

Untuk kolesterolnya diberikan Lipitor, bila kadar trigliserida-nya sangat tinggi diberikan obat yang lain atau kombinasi
Untuk anemianya diberikan suntikan Eprex, Folic Acid, mungkin juga vitamin yang diminumnya mengandung besi untuk membantu peningkatan kadar Hb-nya.

Calcium carbonate: diperlukan untuk menurunkan kadar fosfor darah yang mungkin sudah meninggi, yang dalam jangka panjang dapat mengganggu tulang belulang (Renal Osteo dystrophy)
Akhirnya Ketosteril: adalah tablet yang mengandung asam amino yang merupakan elemen-elemen pembentukan protein sehingga tubuh mendapat unsur-unsur protein yang bermutu tinggi, selain itu juga dapat membantu menahan progresivitas penyakit ginjal.
Demikian penjelasan kami, semoga dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan Sdr. Kami anjurkan agar Kakak Sdr melakukan kontrol yang teratur pada Dokternya agar pengobatan terhadap kumpulan penyakitnya tersebut dapat mencapai keberhasilan yang memuaskan.

Dr. Nico A. Lumenta, K.Nefro-Konsultan Ginjal-Hipertensi

RS Mediros

 

Sumber : Sinar Harapan

Tags: , ,

Spread the word

del.icio.us Digg Furl Reddit Help

Permalink • Print • Comment

Trackback uri

http://jawabali.com/sehatbugar/gagal-ginjal/banyak-obat-pada-penyakit-ginjal-kronik-313/trackback

Related Entries

Leave a Comment

You must be logged in to post a comment.