Amazon.com Widgets

January 12, 2008

Bagaimana Sebenarnya Cangkok Ginjal?

Tanya:

Ayah saya umur 65 th, sejak awal tahun ini berobat untuk penyakit ginjal. Beliau pernah operasi batu, dan juga akhirnya ginjal kirinya diangkat beberapa tahun yang lalu. Dalam perjalanan 6 bulan ini fungsi ginjalnya terus menurun sehingga akhirnya bulan lalu menjalani cuci darah. Dokter telah menjelaskan bahwa sebaiknya ditargetkan untuk kemungkinan cangkok ginjal. Kami sekeluarga masih buta tentang cangkok ginjal ini. Mohon dapat dijelaskan beberapa hal sebagai berikut: Apakah cangkok ginjal sudah ada/ umum di Indonesia? Ginjalnya dapat diperoleh dari mana? Apa persiapan untuk cangkok ginjal tersebut? Apakah ginjal yang lama dibuang? Apa masih harus minum obat setelah cangkok ginjal? Apa bahaya cangkok ginjal?
Demikian pertanyaan kami, terima kasih atas penjelasan Dokter.

Bachtiar T, Depok

Jawab:

Sdr. Bachtiar yth, cangkok ginjal atau transplantasi ginjal adalah merupakan prosedur rutin di beberapa rumah sakit di Indonesia. Rumah-rumah sakit yang telah rutin menjalankannya (sesuai dengan ’kurva belajar’ / learning curve) akan makin terampil dan handal dalam melakukan prosedur transplantasi ginjal.

Persiapan. Persiapan yang perlu dilakukan adalah melakukan inventarisasi data/ pemeriksaan pada pasien atau disebut resipien antara lain: golongan darahnya, tipe jaringannya, antibodi-antibodi yang ada, penyakit-penyakit potensial misalnya TBC, Hepatitis, virus CMV (Cytomegalo virus), pemeriksaan fungsi-fungsi organ lain misalnya jantung, hati, dsb, juga keadaan pembuluh darah tempat menempelnya ginjal dan berbagai hal tentang kondisi kesehatannya. Biasanya pasien telah menjalani hemodialisis sehingga keadaan fisiknya menjadi optimal menghadapi operasi dan pengobatan-pengobatan lain.

Donor. Berikutnya adalah pemeriksaan terhadap donor ginjal. Di Indonesia dan di banyak negara, ginjal seperti juga darah dilarang untuk diperjual belikan, sehingga rumah-rumah sakit yang melakukan transplantasi ginjal akan meneliti donor apakah ada kemungkinan yang bersangkutan ’menjual’ ginjalnya kepada resipien. Tentu yang paling baik adalah donor berasal dari/punya hubungan famili dengan resipien. Donor akan diperiksa kesehatannya secara umum dan khusus, baik fisik dan mental. Mulai dari golongan darahnya, golongan darah yang sama tentu yang terbaik. Tetapi kondisi lain dapat juga: resipien golongan O dapat menerima dari donor O, resipien A dapat menerima dari donor O dan A, resipien B dapat menerima dari donor O dan B, resipien AB dapat menerima dari semua: O, A, B, AB. Selanjutnya diperiksa tipe jaringan untuk menentukan: tipe antigen HLA (human leucocyte antigen), ada yang Class I dan Class II. Kecocokan 100 % antara resipien dan donor sulit dicapai kecuali pada pasangan kembar, jadi dicari adanya kecocokan yang setinggi mungkin, minimal harus cocok 25%. Selain itu dibantu oleh pemeriksaan cross match: yaitu serum resipien dicampur dengan limfosit donor. Tes ini merupakan langkah pengamanan penting karena bila ada reaksi dapat dipastikan terjadi reaksi penolakan yang hiperakut. Donor tentunya harus kedua ginjalnya sehat dan secara anatomis cukup baik. Diperiksa juga terhadap potensi penyakit Diabetes, Hipertensi, Hepatitis, Tbc, infeksi CMV.

Donor dapat berasal dari orang hidup. Di Indonesia masih menggunakan cara ini, biasanya dari keluarga (living related donor). Dapat juga berasal dari orang meninggal (cadaver donor), tentunya meninggal dengan mati batang otak yang jantungnya masih berdenyut sehingga ginjal masih menerima suplai darah.

Ginjal sebaiknya berasal dari donor yang berumur paling tidak 21 th sehingga dia dapat memutuskan sendiri persetujuannya (Informed Consent), dan sebaiknya tidak lebih dari 60 th karena donor usia lanjut cenderung mempunyai pembuluh darah yang kaku (atherosclerosis) sehingga susah dan cukup berbahaya untuk dijahit / disambung.

Apakah aman ginjal diambil? Ini pertanyaan yang sering diajukan. Orang yang telah diangkat satu ginjal, maka ginjal yang masih ada akan mengambil alih fungsi ginjal yang diangkat sehingga donor tsb dapat hidup normal sekalipun dia adalah seorang pilot, atau tentara, atau pekerja tambang.

Operasi transplantasi. Bila donor memenuhi syarat, akan diambil satu buah ginjal termasuk 3 saluran: pembuluh darah Arteri dan Vena ginjal, serta Ureter. Ginjal dari donor akan diletakkan di dalam panggul sebelah kandung kencing, biasanya sebelah kanan. Pembuluh darah ginjal disambung ke Arteri Iliaca Interna dan Vena Iliaca Communis, Ureter akan ditanam dalam dinding dan bermuara di dalam kandung kemih (lihat gambar). Ginjal lama tidak dibuang kecuali memang mengganggu kesehatan pasien, misalnya hipertensi yang tinggi dan susah dikontrol. Operasi transplantasi ginjal berlangsung antara 1,5 – 2.5 jam.

Obat. Obat utama yang diberikan adalah obat-obat yang menjegah penolakan jaringan / organ disebut obat imunosupresif, yang paling sering dipakai adalah Cyclosporin A atau Tacrolimus, dikombinasi dengan Azathioprine atau Mycophenolate, dan Prednisolon. Obat-obat ini umumnya makin lama akan berkurang dosisnya, dan atau jumlahnya, tergantung dari kondisi kecocokan jaringan dan kondisi perjalanan kesehatannya.

Bahaya cangkok ginjal. Dengan persiapan yang baik biasanya bahayanya minim: a.l. penolakan akut (acute rejection), terjadi arus darah tidak lancar (klot), kebocoran urin, infeksi luka operasi. Komplikasi yang timbul kemudian adalah penolakan kronis (chronic rejection), infeksi, penyempitan arteri, penyakit ginjal asli kambuh.
Demikian penjelasan kami, semoga bermanfaat.

Dr. Nico A. Lumenta, K.Nefro - Konsultan Ginjal-Hipertensi RS Mediros

 

Sumber : Sinar Harapan

Tags: , ,

Spread the word

del.icio.us Digg Furl Reddit Help

Permalink • Print • Comment

Trackback uri

http://jawabali.com/sehatbugar/gagal-ginjal/bagaimana-sebenarnya-cangkok-ginjal-254/trackback

Related Entries

Leave a Comment

You must be logged in to post a comment.