Amazon.com Widgets

November 19, 2007

Samakah Flu Burung dan Flu Manusia

Masalah :

Dr.Zubairi Yth.,

Saya dan banyak teman menjadi bingung kalau membaca isu mengenai flu burung. Di satu pihak orang Indonesia yang meninggal akibat flu burung kurang dari 50 orang, namun heboh di media bukan main dan masyarakat cukup panik. Sebaliknya, masalah tbc, HIV, kanker, hepatitis B, hepatitis C yang jumlah pasiennya di Indonesia ratusan ribu sampai jutaan, kelihatannya masyarakat dan pemerintah tenang tenang saja, padalah kematian akibat ke 5 penyakit tersebut jauh lebih banyak.

Pertanyaan saya, pertama apakah flu burung sama dengan influenza manusia, kedua apakah ada persamaan dan perbedaan antara flu burung dan flu manusia? Ketiga seberapa besar kemungkinan wabah influenza pada manusia terjadi lagi? Berapa banyakkah korban manusia pada wabah yang lalu?

Ivan, Jakarta

 

Jawaban :

Sdr Ivan Yth,

Pertama, memang flu burung tidak sama dengan influenza manusia. Avian influenza terdiri dari beberapa kelompok virus influenza yang menyerang unggas. Kadang virus ini dapat menginfeksi spesies lain. Pandemi influenza manusia (wabah mendunia) terjadi, bila muncul subtipe baru, yang sebelumnya tidak ditemukan di manusia.

Virus flu burung strain jenis H5N1 merupakan virus yang potensial beradaptasi menjadi tipe baru yang mungkin menjadi pandemi pada manusia. Virus baru ini –yang mungkin terbentuk di masa mendatang– bukan lagi virus flu burung, tetapi termasuk gol. virus influenza manusia dan ditularkan melalui batuk bersin. Saat ini tidak ada virus influenza baru yang dapat membuat wabah pandemi pada manusia.

Virus flu burung strain jenis H5N1 telah diawasi peneliti selama lebih dari 7 tahun. Pertama kali H5N1 menginfeksi 18 orang manusia di Hong Kong pada tahun 1997, menyebabkan kematian pada 6 orang penderitanya. Sejak tahun 2003, virus H5N1 ini telah menyebabkan wabah yang luar biasa besar pada unggas. Pada bulan Desember 2003, diketahui adanya infeksi pada manusia yang terpapar unggas yang sakit. Sejak itu, lebih dari 100 kasus pada manusia telah positif dengan konfirmasi laboratorium. Masalahnya, mengapa kasus flu burung menjadi begitu ditakuti karena persentase kematiannya tinggi, lebih dari separuh penderita kemudian meninggal.

Pandemi influenza pada manusia terjadi berulang, walaupun pandemi influenza jarang terjadi. Ada 3 pandemi yang telah terjadi pada abad yang lalu, yaitu pada tahun 1918 "Spanish influenza" dengan 40-50 juta orang meninggal, kemudian pada tahun 1957 "Asian influenza" in 1957, 2 juta orang meninggal dan yang ketiga pada tahun 1968 "Hong Kong influenza", 1 juta orang meninggal.

Belajar dari pengalaman tersebut, kita memang perlu waspada dan menyiapkan diri, namun masyarakat sama sekali tidak perlu panik. Pandemi influenza belum ada sekarang ini, dan masih ada kemungkinan tidak terjadi dalam 10-20 tahun mendatang. Namun pemerintah, WHO dan instansi serta masyarakat terkait (dokter, dokter hewan, peternak) tentu harus menyiapkan diri.

Kita memerlukan obat yang ampuh untuk influenza. Upaya yang paling penting adalah upaya pencegahan. Penting sekali untuk menemukan vaksin untuk melindungi manusia dari kemungkinan penularan flu burung. Selain itu, perlu dilakukan langkah-langkah yang taktis agar kasus flu burung pada unggas dapat terlokalisir, jadi tidak sempat menyebar ke spesies lain sehingga virus dapat memperbaharui dirinya. Untuk itu, pemerintah tampaknya perlu menyiapkan perangkat peraturan yang lebih jelas dan tegas tentang orang dan lokasi yang diperbolehkan memelihara unggas serta menerapkannya dengan tegas. Masyarakat juga harus membantu dengan secara sadar tidak memelihara unggas di lingkungan perumahan.

Dr. Zubairi Djoerban

 

Sumber : Republika Online

Tags: , ,

Spread the word

del.icio.us Digg Furl Reddit Help

Permalink • Print • Comment

Related Entries

Leave a Comment

You must be logged in to post a comment.