Amazon.com Widgets

December 14, 2007

Endometriosis kah Saya?

Masalah :

Tadinya saya tidak terlalu bermasalah dengan haid saya. Kadang disertai kram ringan dan sakit perut. Belakangan yang saya rasakan berubah. Saya selalu mengalami pendarahan. Rasa sakinyat semakin menjadi-jadi sampai saya tidak bisa melakukan aktivitas. Saya juga menjadi sering mengalami pendarahan (setiap bulan) di luar hadi saya. Apakah ini kelainan yang disebabkan keturunan, karena ada saudara saya yang mengalami hal yang sama. Setelah saudara saya memeriksakan diri ke dokter dia dinyatakan menderita endometriosis, Mohon Penjelasannya, terima kasih Ibu Rifka.

Lie-

Jawaban :

Lie yang baik, seperti yang dirasakan teman-teman yang lain, saat haid memang bukan waktu yang menyenangkan karena kita harus ekstra hati-hati jangan sampai tembus. Rasa sakit yang kamu rasakan sekarang adalah sakit yang berlebihan saat menstruasi. Tidak jarang ada yang harus bolos sekolah atau kerja karena rasa sakitnya tidak tertahankan.

Seringkali endometriosis tidak mendapatkan perhatian serius dari penderitanya maupun oleh dokter yang memeriksa disebabkan sering kali rasa sakit pada menstruasi dianggap selayaknya dialami setiap bulan. Kalau rasa sakit sampai membuat kita tidak bisa beraktifitas bukanlah hal yang musti di abaikan.

Endometriosis, yaitu pertumbuhan kelenjar endometrium (lapisan dirahim yang nantinya dipersiapkan untuk menerima bayi) yang tumbuh di luar rahim. Lokasi tumbuhnya beragama di rongga perut, seperti di ovarium, tuba falopi, jaringan yang menunjang uterus, daerah antara vagina dan rectum juga di kandung kemih. Keadaan ini disertai gejala sakit yang berlebihan saat menstruasi dan keluarnya darah mens yang banyak yang disebut dengan menorrhagia. Keadaan ini biasanya memiliki kecenderungan untuk terjadi pada orang yang keluarganya juga menderita endometriosis. Keadaan ini bisa; mempengaruhi kesuburan, terjadinya keguguran, terjadinya kehamilan ektopik (kehamilan diluar uterus), mengakibatkan tidak mens (amenorrhoe), mengganggu pada proses pematangan sel telur. Endometriosis bukanlah suatu Infeksi Menular Seksul (IMS), sehingga tidak ada hubungannya dengan seseorang sudah pernah melakukan seksual atau tidak.

Perlu dipahami siklus menstruasi untuk memahami masalah endometriosis. Dalam setiap siklus menstruasi lapisan dinding rahim menebal dengan tumbuhnya pembuluh darah dan jaringan, untuk mempersiapkan dan menerima sel telur yang akan dilepaskan oleh indung telur yang terhubungkan dengan rahim oleh saluran yang disebut tuba falopii atau saluran telur. Apabila, telur yang sudah datang tersebut tidak dibuahi oleh sel sperma, maka lapisan dinding rahim tadi luruh pada akhir siklus. Lepasnya lapisan dinding rahim inilah yang disebut dengan peristiwa menstruasi. Keseluruhan proses ini diatur oleh hormon, dan biasanya memerlukan waktu 21 sampai 35 hari sampai kembali lagi ke awal proses.

Dalam kasus endometriosis, walaupun jaringan endometrium tumbuh di luar rahim dan menjadi "imigran gelap" di rongga perut seperti sudah disebutkan tadi struktur jaringan dan pembuluh darahnya juga sama dengan endometrium yang berada di dalam rahim. Si imigran gelap (yang selanjutaya akan kita sebut endometrial implant) ini juga akan merespon perubahan hormon dalam sirklus menstruasi. Menjelang masa menstruasi, jaringannya juga menebal seperti saudaranya yang berada di "tanah air". Namun, bila endometrium dapat luruh dan melepaskan dinding rahim dan keluar menjadi darah menstruasi, eridometrium implant ini tidak punya jalan keluar. Sehingga, mereka membesar pada setiap siklus, dan gejala endometriosis (yaitu rasa sakit hebat di daerah perut) cenderung makin lama makin parah.

Intensitas rasa sakit yang disebabkan oleh endometriosis ini sangat tergantung pada letak dan banyaknya endometrial implant yang ada pada kita. Walaupun demikian, endometrial implant yang sangat kecil pun dapat menyebabkan kita kesakitan luar biasa apabila terletak di dekat saraf..

Sampai saat ini para dokter belum mengetahui alasan yang pasti mengapa endometrium sampai dapat tumbuh di luar rahim. Sejauh ini hanya diketahui bahwa endometriosis banyak ditemui di kalangan perempuan yang keluarganya menderita endometriosis juga. Ada beberapa teori yang menjelaskan mengapa endometrial implant dapat sampai keluar rahim.

Salah satu teori mengatakan 'bahwa darah menstruasi masuk kembali ke tuba falopi dengan membawa jaringan dan lapisan dinding rahim, sehingga jaringan tersebut menetap dan tumbuh di luar rahim. Teori lain mengatakan bahwa sel-sel jaringan endometrium keluar dari rahim melalui pembuluh darah atau kelenjar getah bening, kemudian mulai tumbuh di lokasi baru., Namun, ada pula teori yang mengatakan bahwa beberapa perempuan memang terlahir dengan sel-sel yang "salah letak", dan dapat tumbuh menjadi endometrial implant kelak. Berbagai penelitian masih terus dilakukan untuk memahami endometriosis ini dengan baik sehingga dapat menentukan cara yang tepat untuk mengobatinya.

Tanda paling umum adalah rasa sakit yang parah pada perut bagian bawah, bisa terasa sekali-kali maupun terus-menerus, atau bisa juga terkait dengan masa menstruasi. Rasa sakit ini seringkali tidak tertahankan sehingga menyebabkan penderita tidak bisa melakukan kegiatan seperti biasa, sehingga dia harus bolos pelajaran olahraga, atau bahkan bolos sekolah atau kuliah dan kegiatan lainnya. Rasa sakit ini sering kali menjadi lebih parah selama berolahraga, selama berhubungan seks, atau.sesudah pemeriksaan panggul.

Gejala lainnya bisa berupa menstruasi yang sangat berat, sakit pinggang bagian bawah, sulit buang air besar, diare, atau merasa sakit bahkan mengeluarkan darah ketika buang air kecil. Endometrial implant ini juga bahkan dapat menekan organ tubuh yang membawa kotoran keluar dari tubuh, seperti kandung kemih, usus, dan rectum.

Walaupun demikian, bila kita mengalami gejala-gejala di atas, tidak serta- merta berarti bahwa kita mengalami endometriosis. Gejala ini juga mungkin disebabkan oleh hal-hal lain, misalnya infeksi. Oleh karena itu, kita harus segera ke dokter dan mencentakan apa yang kita alami dengan lengkap dan jelas. Kalau sebelurrmya kita belum pernahke dokter ahli kebidanan dan kandungan (DSOG), inilah saat yang tepat untuk pergi.

Walaupun kram ringan beberapa hari sebelum dan selama menstruasi merupakan hal yang normal, rasa sakit hebat dan berkepanjangan harus diwaspadai, apalagi kalau sampai bikin kita tidak melakukan kegiatan apapun.

Oke Lie, semoga penjelasan ini dapat membantu kamu, jika kurang jelas atau persoalannya lainnya silahkan hubungai kami atau bisa datang lansung ke pusat pelayanan kami. Trims

Pusat Informasi, Pelayanan konseling dan Balai Pengobatan (Klinik) Kesehatan Reproduksi, Centra Remaja Khatulistiwa PKBI Daerah KalBar

dr.Rifka

Sumber : Pontianak Post Online

Tags: , ,

Spread the word

del.icio.us Digg Furl Reddit Help

Permalink • Print • Comment

Trackback uri

http://jawabali.com/sehatbugar/endometriosis/endometriosis-kah-saya-208/trackback

Related Entries

Leave a Comment

You must be logged in to post a comment.