February 4, 2008
Risiko Kencing Manis: Amputasi Kaki
Tanya:
Ayah saya berumur 52 tahun, bulan lalu dirawat di rumah sakit dengan luka infeksi di jari kaki kanan, disertai kulit yang membiru hampir seluruh jari kaki kanan, disertai juga badan yang panas. Ayah menderita penyakit kencing manis sejak 7-8 tahun lalu, berobat kadang teratur, kadang tidak teratur. Nenek saya, yaitu ibu dari ayah saya, juga menderita kencing manis.
Ayah dirawat dokter bedah dan dokter penyakit dalam. Setelah infeksi dapat diatasi, begitu juga gula darahnya sudah normal, tampak luka belum bisa sembuh, warna kulit biru juga tidak hilang. Tim dokter kemudian menjelaskan bahwa kaki beliau harus dioperasi karena tidak dapat sembuh, ayah dan keluarga terkejut minta jangan dioperasi.
Pertanyaan saya, apakah memang harus dioperasi, kalau tidak dioperasi kemungkinan apa yang dapat terjadi? Apakah ada jalan lain tanpa operasi. Selain itu kalau memang harus dioperasi bagian mana yang harus dioperasi?
Ny. Deden, Bandung
Jawab:
Ibu Deden di Bandung, menurut hemat kami, ayah Anda saat ini menderita luka pada kaki yang berhubungan dengan penyakit kencing manis. Perlu Anda ketahui, perlukaan yang timbul pada penderita kencing manis sangat sulit penyembuhannya, apalagi bila berobat tidak teratur.
Jadi bila saat ini luka di jari kaki tersebut mulai membiru, hal ini menandakan bahwa aliran darah pada jari tersebut sudah berkurang, karena biasanya pada penderita kencing manis yang menahun, terjadi kerusakan pada pembuluh darah yang membawa darah bersih (nadi) pada jari tersebut. Jadi dokter yang merawat ayah Anda tersebut pasti sudah memeriksa kondisi jari ayah Anda tersebut, dan untuk mencegah terjadinya infeksi yang lebih lanjut, maka dianjurkan untuk operasi.
Biasanya pada jari tersebut ditemukan nanah yang ditandai dengan adanya badan ayah Anda yang panas. Sehingga dokter akan melakukan tindakan operasi untuk mengeluarkan nanah dan membuang jaringan yang sudah mati pada jari tersebut. Sebab bila tidak dilakukan tindakan tersebut, maka bisa saja terjadi infeksi yang akan meluas pada bagian kaki ayah Anda.
Masalah yang bisa lebih mengagetkan pasien adalah bila yang dimaksud dokter operasi kaki adalah melakukan Amputasi (memotong/membuang bagian kaki yang jaringannya sudah mati). Hal ini terpaksa dilakukan karena terdapat jaringan yang mati dan sudah tidak dapat ditolong lagi, jaringan tsb dapat membahayakan pasien karena serangan-serangan infeksi yang berulang dan sukar disembuhkan karena pembuluh darah yang sudah rusak. Jaringan yang mati tersebut bahkan dapat membuat apa yang disebut Sepsis, yaitu suatu keadaan kuman atau racunnya (toxin) masuk dalam peredaran darah ke seluruh tubuh, dan ini dapat berakibat fatal. Untuk amputasi, Dokter biasanya akan melakukan observasi dulu beberapa waktu untuk menentukan bagian jaringan yang masih dapat dipertahankan dan bagian jaringan yang harus dibuang. Melalui observasi itu akhirnya ditentukan garis batas amputasi.
Untuk itu, kami anjurkan sebaiknya Anda berkonsultasi lagi dengan dokter Anda dan meminta penjelasan yang lebih mendalam lagi tentang kondisi kaki ayah Anda.
Dr. Tommy Halauwet, SpB - Dokter Spesialis Bedah RS Mediros.
Sumber : Sinar Harapan
Tags: Dr. Tommy Halauwet SpB, Kencing Manis, Sinar Harapan







Leave a Comment
You must be logged in to post a comment.