Amazon.com Widgets

February 22, 2008

Mencegah Komplikasi Penyakit Kencing Manis

Tanya:

Sudah dua tahun ini saya menderita sakit kencing manis. Saya berumur 52 tahun, berat badan 61 kg dan tinggi badan 164 cm. Saya pernah minum obat Glucopac tetapi tidak teratur karena saya merasa tidak ada keluhan. Saya juga merasa bosan karena harus sering kontrol pemeriksaan gula darah.

Pertanyaan saya:
1. Apakah penyakit kencing manis bisa disembuhkan?
2. Apa saja yang harus saya lakukan supaya gula darah normal?
3. Saya pernah mendengar penyakit ini bisa menimbulkan penyakit lain, bagaimana caranya mencegah hal ini? Apa saja penyakit lain yang dapat timbul itu?

Tukiman, Gresik

Jawab:

Pertama-tama perlu dipahami bahwa penyakit kencing manis atau diabetes mellitus adalah penyakit menahun (kronik). Pada penyakit diabetes, tidak digunakan istilah sembuh, tetapi dikatakan gula darah terkontrol, yaitu dapat dikendalikan dalam batas-batas normal. Untuk itu, bukan hanya dokter yang berperan, tapi juga pasien, ahli gizi dan keluarga pasien.

Penyakit Diabetes Tergantung Insulin (IDDM) disebabkan kerusakan sel beta pulau Langerhans pada kelenjar pankreas akibat proses auto imun, akibatnya produksi insulin sangat menurun. Beda dengan penyakit Diabetes Tidak Tergantung Insulin (NIDDM) yang disebabkan kegagalan relatif sel beta dan resistensi insulin. Pada resistensi insulin terjadi penurunan kemampuan insulin untuk berfungsi normal, sehingga pemakaian glukosa oleh sel berkurang. Hal ini dibarengi dengan ketidakmampuan sel beta menambah produksi insulin, sehingga terjadi kekurangan insulin secara relatif.

Penyakit diabetes yang ketiga disebabkan defek genetik, pankreatitis, tumor pankreas, karena obat, dan sebagainya. Sedangkan penyakit diabetes yang keempat adalah Diabetes Mellitus Gestasional.

Gejala yang muncul menyertai penyakit ini adalah polifagia (makan banyak), poliuria (kencing banyak) dan polidipsia (minum banyak). Gejala ini dapat disertai berat badan menurun dan gejala lain seperti gatal, kesemutan, mata kabur, mudah lelah, luka yang tidak sembuh, dan sering timbul infeksi kulit atau bisul.

Bagaimana menjaga gula darah normal terus-menerus? Ini adalah pertanyaan yang baik, karena pada dasarnya sasaran pengobatan penyakit diabetes yang utama adalah senantiasa menjaga gula darah normal. Dengan gula darah normal terus, kemungkinan timbulnya penyakit lain atau lebih tepat disebut komplikasi menjadi berkurang. Hal lain yang perlu dijaga normal adalah lemak darah serta tekanan darah.
Untuk menjaga gula darah normal, upaya yang bisa dilakukan adalah:
1. Perencanaan makan. Kalori yang terukur, dihitung dari berat badan ideal (tinggi badan – 100) – 10 %. Untuk Anda, perhitungan ini menjadi : (164 – 100) – 10 % = 64 - 6,4 = 57 kg. Jadi, kalori yang dibutuhkan adalah 57 X 30 – 35 kkal = 1700 – 2000 kkal. Komposisi makanan perlu seimbang, yakni karbohidrat (60 % - 75 %), protein (10% – 15 %), dan lemak (20 - 25 %). Untuk perencanaan makan lebih baik dikonsultasikan kepada ahli gizi.
2. angkah kedua adalah olahraga, misalnya jalan kaki, jogging, bersepeda, senam, atau bisa juga renang maupun lain-lain. Olahraga perlu dilakukan bertahap, teratur, dengan intensitas yang cukup, dan bila perlu dikombinasikan. Frekuensi sebaiknya dilakukan antara 4 – 6 kali seminggu.

3. Bila dengan dua langkah tersebut, gula darah belum juga mencapai sasaran, maka ditambahkan obat diabetes atau sering disebut Obat Hipoglikemik Oral (OHO). Obat-obat ini dapat dipilih oleh dokter tempat Anda berobat.

Berapa target gula darah yang baik? Sebaiknya gula darah puasa antara 80 – 109 mg / dl dan gula darah sesudah makan (PP) adalah antara 110 – 159 mg / dl (darah vena). Di samping itu, pemeriksaan HbA1C dijaga agar berada dibawah 6,5 %. Tentu saja gula darah normal atau tidak, hanya dapat diketahui dengan pemeriksaan darah di laboratorium atau bisa diperiksa sendiri bila kita mempunyai alatnya. Selain itu, pemeriksaan harus dilakukan secara periodik dan teratur.

Sementara komplikasi yang timbul terbagi antara komplikasi akut dan kronik. Komplikasi akut antara lain kesadaran menurun (koma) karena gula darah sangat rendah atau karena gula darah sangat tinggi, dan keasaman darah meningkat karena zat keton.
Sedangkan komplikasi kronik dapat berupa kerusakan pembuluh darah besar, pembuluh darah di otak yang bisa menimbulkan stroke, pembuluh darah jantung dan pembuluh darah tepi. Juga kerusakan pembuluh darah kecil seperti pada mata yang bisa menimbulkan kebutaan, dan ginjal yang bisa menyebabkan penurunan fungsi ginjal atau disebut gagal ginjal kronik.

Komplikasi kronik juga bisa berupa gangguan saraf, mudah terkena infeksi dan kerusakan kaki yang bisa menyebabkan kaki diamputasi.
Untuk membuat penyakit diabetes tidak menjadi parah, pasien perlu melakukan perubahan gaya hidup berupa diet, olahraga, dan minum obat seumur hidup. Perubahan gaya hidup memang bukan proses mudah karena itu untuk menjalankan perlu niat dan tekad kuat untuk mewujudkankannya, selain juga dukungan dari keluarga. Dengan cara ini, sebenarnya kita telah mengambil keputusan yang sangat berharga, yaitu menghindari komplikasi penyakit diabetes yang cukup berbahaya itu.

Dr. Erawati
Resident Medical Officer, RS Mediros

 

Sumber : Sinar Harapan

Tags: , ,

Spread the word

del.icio.us Digg Furl Reddit Help

Permalink • Print • Comment

Trackback uri

http://jawabali.com/sehatbugar/diabetes/mencegah-komplikasi-penyakit-kencing-manis-351/trackback

Related Entries

Leave a Comment

You must be logged in to post a comment.