January 13, 2008
”Pencurian” Kaki pada Diabetes
Tanya:
Saya berumur 58 tahun, sudah lama (+ 16 tahun ) punya penyakit diabetes. Saya teratur minum obat dan kontrol sekali-sekali pada dokter. Tahun lalu, pada pemeriksaan laboratorium, urin saya mengandung protein yaitu positif 1. Saya dikonsulkan ke dokter spesialis ginjal dan saya bersyukur fungsi ginjal saya masih cukup baik, tetapi memang kebocoran protein di ginjal sudah ada. Dokter menyatakan saya sudah terkena penyakit nefropati diabetik, yaitu penyakit ginjal karena diabetes.
Bulan lalu teman saya, yang juga berpenyakit diabetes, harus dioperasi kakinya, yaitu kaki kanannya dipotong kira-kira di atas pergelangan kaki. Ketika saya besuk teman saya, dia kelihatan stres, namun masih bisa bergurau, ’wah, kaki saya dicuri diabetes’
Berhubung saya berpenyakit diabetes, saya mohon penjelasan, apakah diabetes saya juga bisa ’mencuri’ kaki saya, apalagi sudah kena penyakit diabetes ginjal, jangan-jangan kaki saya juga bisa kena. Apa yang harus saya lakukan agar dapat terhindar dari gangguan kaki diabetes tersebut ? Terima kasih atas jawaban Dokter.
Taufik S, Palembang
Jawab:
Sdr. Taufik, pertanyaan Saudara cukup penting untuk dijawab pada Rubrik ini agar mereka yang punya penyakit diabetes mellitus dapat menjaga perihal kaki diabetes ini.
Gangguan Pembuluh Darah. Penyakit diabetes membuat gangguan/komplikasi melalui kerusakan pada pembuluh darah di seluruh tubuh, disebut angiopati diabetik. Penyakit ini berjalan kronis dan terbagi dua: gangguan pada pembuluh darah besar (makrovaskular) disebut makroangiopati, dan pada pembuluh darah halus (mikrovaskular) disebut mikroangiopati. Bila yang terkena pembuluh darah di otak: timbul stroke, bila pada mata: terjadi kebutaan, pada jantung: penyakit jantung koroner yang dapat berakibat serangan jantung/infark jantung, pada ginjal: menjadi penyakit ginjal kronik sampai gagal ginjal tahap akhir sehingga harus cuci darah atau transplantasi. Bila pada kaki: timbul luka yang sukar sembuh sampai menjadi busuk (gangren). Selain itu bila saraf yang terkena: timbul neuropati diabetik, sehingga ada bagian yang tidak berasa apa-apa/mati rasa, sekalipun tertusuk jarum /paku atau terkena benda panas.
Kaki Diabetes. Kelainan tungkai bawah karena diabetes disebabkan adanya gangguan pembuluh darah, gangguan saraf, dan adanya infeksi. Pada gangguan pembuluh darah, kaki bisa terasa sakit, jika diraba terasa dingin, jika ada luka sukar sembuh karena aliran darah ke bagian tersebut sudah berkurang. Pemeriksaan nadi pada kaki sukar diraba, kulit tampak pucat atau kebiru-biruan, kemudian pada akhirnya dapat menjadi gangren/jaringan busuk, kemudian terinfeksi dan kuman tumbuh subur, hal ini akan membahayakan pasien karena infeksi bisa menjalar ke seluruh tubuh (sepsis). Bila terjadi gangguan saraf, disebut neuropati diabetik dapat timbul gangguan rasa (sensorik): baal, kurang berasa sampai mati rasa. Selain itu gangguan motorik, timbul kelemahan otot, otot mengecil, kram otot, mudah lelah. Kaki yang tidak berasa akan berbahaya karena bila menginjak benda tajam tidak akan dirasa padahal telah timbul luka, ditambah dengan mudahnya terjadi infeksi. Kalau sudah gangren, kaki harus dipotong di atas bagian yang membusuk tersebut.
Pencegahan. Stop merokok. Periksa ke dokter untuk ditentukan sudah ada gangguan saraf, gangguan pembuluh darah, dsb. Bila sudah ada gangguan rasa, sebaiknya selalu memakai sepatu atau sandal, juga di dalam rumah, pakai kaos kaki yang cukup tebal, jangan pakai sepatu/sandal yang sempit. Inspeksi kaki setiap hari, apakah ada kemerahan, melepuh, terkikis/abarasi/laserasi, gunakan cermin untuk melihat bagian bawah kaki. Gunting kuku yang benar, jangan membuat luka dan jangan sampai kuku tumbuh ke dalam daging. Bersihkan kaki setiap hari. Setiap 4-6 jam lepaskan sepatu, gerakkan pergelangan kaki dan jari-jari kaki untuk melancarkan sirkulasi darah.
Yang tidak boleh dilakukan: jangan merendam kaki, jangan menggunakan botol panas/peralatan listrik untuk memanaskan kaki. Jangan menggunakan silet untuk mengurangi kapalan, jangan merokok. Jangan pakai sepatu atau kaos kaki sempit. Jangan menggunakan obat-obat tanpa anjuran dokter untuk menghilangkan mata ikan. Jangan gunakan sikat tajam atau pisau untuk kaki. Jangan membiarkan luka di kaki sekecil apa pun.
Demikian penjelasan kami, semoga dapat membantu kesehatan kaki Saudara.
Dr. Nico A. Lumenta, K.Nefro-Konsultan Ginjal-Hipertensi RS Mediros
Sumber : Sinar Harapan
Tags: Dr. Nico A. Lumenta K.Nefro, Kaki Diabetes, Sinar Harapan







Leave a Comment
You must be logged in to post a comment.