Amazon.com Widgets

December 25, 2007

Tak Perlu Transfusi Trombosit untuk Demam Berdarah

Masalah :

Assalamualaikum wr wb

Dr Zubairi Yth,

Adik saya (25 tahun), laki-laki, pada 24 Januari lalu dirawat di rumah sakit karena panas tinggi selama empat hari. Menurut dokter, ia sakit demam berdarah. Yang membuat saya khawatir adalah jumlah trombositnya yang makin menurun. Pada hari pertama di rumah sakit, trombositnya 16.000 (per mm3), hari kedua 8.000. Dokter yang merawat meyakinkan kami, walaupun trombosit amat rendah, namun tidak perlu transfusi trombosit. Bahkan dokter menyatakan, juga tidak perlu antibiotik. Yang diperlukan adalah pemberian cairan infus yang tepat.

Menurut logika kami, jumlah trombosit yang normal adalah lebih dari 150.000. Fungsi trombosit adalah untuk pembekuan darah, jadi kalau trombosit 8.000, maka akan menyebabkan perdarahan. Karena itu, amat logis kalau diberi transfusi trombosit. Terus terang, keluarga besar kami khawatir sekali, apalagi membaca di media bahwa cukup banyak pasien demam berdarah yang telah meninggal akhir-akhir ini.
Penjelasan dokter sangat kami harapkan. Terima kasih.

Adenan, Bekasi

 

Jawaban :

Waalaikumussalam wr wb

Mas Adenan yang baik,

Memang benar, akhir-akhir ini terjadi peningkatan drastis jumlah pasien demam berdarah. Kita juga membaca di koran dan melihat di televisi, betapa Unit Transfusi Darah PMI kekurangan persediaan trombosit akibat permintaan yang meningkat, untuk ditransfusikan kepada pasien demam berdarah.

Ada dua masalah penting sebetulnya. Pertama, apakah benar ledakan demam berdarah kali ini tidak dapat dicegah? Kedua, apakah pasien demam berdarah memerlukan transfusi trombosit?

Sebetulnya, ledakan demam berdarah dapat dicegah, namun memerlukan upaya yang serius, yang luar biasa, baik dari pemerintah, masyarakat maupun kalangan swasta. Demam berdarah menular melalui nyamuk Aedes aegypti, yang dikenal senang bersarang dan meninggalkan telur di genangan air bersih. Jadi, kita harus membersihkan secara berkala genangan air di gentong, vas bunga, kolam, dan bak mandi, paling tidak seminggu sekali.

Kita juga dapat memberikan bubuk abate di tempat penampungan air tersebut. Singkirkan semua wadah yang dapat menampung genangan air hujan di halaman kita. Nyamuk ini biasa menggigit pada siang hari, sehingga kita bisa melindungi diri dengan memakai pakaian lengan panjang berwarna terang atau pakai lotion antinyamuk. Upaya penyemprotan dengan insektisida untuk membunuh nyamuk juga bisa dijalankan, dengan kesadaran bahwa penyemprotan tidak membunuh nyamuk dalam rumah dan tidak dapat membunuh telur dan jentik nyamuk.

Semua upaya perlu ditingkatkan terutama sewaktu musim hujan tiba, seperti sekarang ini. Sistem survailans perlu ditingkatkan, dan sebaiknya semua upaya pencegahan dan pengobatan demam berdarah disebarluaskan di televisi dan media massa yang lain. Komitmen politik dari pemerintah dan penyediaan sumber daya dan dana, perlu ditingkatkan untuk memperbaiki upaya pencegahan yang berkesinambungan dan juga sosialisasi serta dukungan upaya pengobatan yang benar.

Mengenai adik Anda, dokternya telah memberikan pengobatan yang tepat. Pengobatan demam berdarah, prinsipnya adalah memberikan cairan yang cukup, tanpa antibiotik dan tanpa transfusi trombosit. Dokter tidak boleh memberikan pengobatan berdasarkan logika saja, namun yang lebih penting berdasarkan pembuktian, berdasarkan EBM (Evidence Based Medicine). Penelitian membuktikan, pemberian transfusi darah tidak memperbaiki kondisi pasien demam berdarah, bahkan cenderung berisiko. Untuk diketahui, transfusi trombosit, ataupun transfusi darah merah atau komponen darah yang lain, memang aman, tetapi tidak 100 persen aman.

Bahkan di negara maju, seperti di Amerika, yang melakukan uji saring dengan beberapa tahap yang lebih canggih dari Indonesia, risiko transfusi darah tetap ada. Risiko reaksi hemolisis lambat terjadi satu di antara setiap 1.000 transfusi, reaksi yang menyebabkan kerusakan di paru-paru terjadai satu di antara 5.000 transfusi. Setiap 676 ribu kantung darah, didapatkan satu kantung darah yang mengandung virus HIV yang tidak terdeteksi, demikian pula untuk virus hepatitis C yang terdapat pada satu di antara 63 ribu kantung darah. Dan untuk hepatitis B, satu di antara 103 ribu kantung. Jadi, pemberian transfusi darah harus rasional.

Kekecualian memang ada, yaitu bila terjadi perdarahan yang banyak, masif, yang menyebabkan penurunan kadar hemoglobin, pemanjangan masa perdarahan, maka transfusi trombosit perlu diberikan.

Pemberian antibiotik juga tidak rasional, karena virus demam berdarah tidak bisa dibunuh dengan antibiotik. Aspirin untuk penurun panas, juga tidak boleh diberikan, karena dapat menyebabkan perdarahan. Bila panas amat tinggi, selain dikompres, dapat diberikan parasetamol.

Saya yakin dan mendoakan adik Anda lekas sembuh, atau sudah sembuh sewaktu tulisan ini dimuat, karena demam berdarah memang penyakit infeksi akut, yang hampir semua pasiennya sembuh dalam waktu 10 hari.

dr. Zubairi Djoerban

Sumber : Republika Online

Tags: , ,

Spread the word

del.icio.us Digg Furl Reddit Help

Permalink • Print • Comment

Trackback uri

http://jawabali.com/sehatbugar/demam-berdarah/tak-perlu-transfusi-trombosit-untuk-demam-berdarah-220/trackback

Related Entries

Leave a Comment

You must be logged in to post a comment.