September 29, 2007
Apakah Vitiligo ?
Masalah :
Dokter Ryan yang selalu segar,
Dok,Saya ingin bertanya perihal penyakit kulit yang telah saya derita sekitar setahun yang lalu. Pada awalnya, timbul bercak-bercak putih di kulit saya. Saya telah mencoba ke dokter kulit, dan diberi obat salep untuk dioleskan ke kulit, cairan untuk dioles ketika berjemur di pagi hari dan juga pil untuk diminum di pagi hari. Namun, pengobatan yang saya jalani ini tidak membawa hasil yang cukup memuaskan, karena bercak-bercak putih ini terus bertambah banyak.
Pertanyaan saya, jika ini benar-benar vitiligo dimanakah sebaiknya saya berobat? Apa yang perlu saya konsumsi (karena dikatakan penyakit ini disebabkan oleh tidak adanya melanosit, apakah ada obat ataupun makanan yang dapat menumbuhkan melanosit? Bagaimana cara mengurangi bercak-bercak putih ini agar tidak bertambah banyak?). Terimakasih atas jawabannya.
Uci – Pondok Aren
Jawaban :
Sebelumnya saya akan menerangkan sedikit perihal apa itu Vitiligo. Penyakit ini ditandai dengan munculnya bercak putih berbatas tegas pada kulit. Bercak-bercak ini biasanya akan bertambah banyak atau bertambah besar. Waktu yang diperlukan untuk perkembangan penyakit ini sangat bervariasi, ada yang cepat, namun ada pula yang sampai bertahun-tahun bercaknya baru bertambah. Bercak ini dapat hilang dengan sendirinya, namun hal ini jarang terjadi.
Sayangnya sampai sekarang belum diketahui dengan pasti faktor apa yang mempengaruhi perkembangan penyakit ini. Banyak dugaan faktor psikis, bahan kimia, seperti fenol (zat yang terdapat dalam cat rambut) merupakan faktor predisposisi timbul/berkembangnya penyakit ini. Tiap penderita sebaiknya memperhatikan pada keadaan apa biasanya bercaknya makin bertambah, karena hal tersebut bervariasi pada masing-masing individu dan hal tersebut sebaiknya dihindari agar bercak yang lain tidak timbul.
Mekanisme timbulnya penyakit ini juga belum diketahui pasti. Salah satu mekanisme yang banyak diyakini adalah gangguan autoimun, dimana sistem kekebalan tubuh bereaksi melawan organ/jaringan tubuh sendiri dan tubuh membentuk antibodi yang merusak organ atau jaringan tersebut. Dalam hal vitiligo, organ yang dikenali sebagai "benda asing" adalah melanosit, yaitu sel yang berfungsi untuk membentuk melanin (pigmen/zat warna kulit, rambut, mata).
Ada banyak cara pengobatan kelainan ini, saya uraikan beberapa seperti di bawah ini:
a. Pengobatan dengan Steroid
Pengobatan ini biasanya efektif untuk vitiligo yang baru timbul dan hanya terdapat sedikit bercak. Cara kerja obat ini belum diketahui dengan pasti, namun beberapa pasien memperlihatkan hasil yang positif. Hasil pengobatan biasanya terlihat setelah 3 bulan, bila tidak pengobatan akan dihentikan karena efektivitasnya kurang dan dapat timbul efek samping yang lebih besar.
b. Psoralen dengan Bantuan Fototerapi.
Obat ini dapat diberikan dengan dioleskan (topikal) atau diminum sebelum kulit dipaparkan dengan sinar ultra violet A, baik yang bersumber dari sinar buatan maupun menggunakan sinar matahari. Psoralen meningkatkan sensitivitas kulit terhadap sinar ultra violet dan merangsang perpindahan melanosit dari sumber melanosit terutama pada folikel rambut pada kulit yang sehat dan selanjutnya membentuk pigmen baru. Terapi ini yang paling banyak digunakan, termasuk yang mba nurul ceritakan. Memang biasanya terapi ini memakan waktu 6 sampai dengan 18 bulan. Sayangnya, angka keberhasilannya kurang dari 50%.
c. Depigmentasi
Pengobatan ini dilakukan untuk memudarkan warna kulit yang tersisa agar sesuai dengan kelainan kulit. Pengobatan ini dilakukan bila kelainan lebih dari 50% kulit tubuh dan pengobatan untuk menimbulkan repigmentasi gagal.
Selain cara-cara pengobatan di atas, masih banyak pengobatan lain seperti dengan menggunakan sinar ultra violet yang berbeda, laser, bahkan dengan teknik bedah seperti mencangkokkan kulit yang sehat pada kulit yang mempunyai kelainan, mikropigmentasi, dan lain-lain. Namun dari semua cara pengobatan, belum ada yang memberikan hasil yang memuaskan pada semua penderita, sehingga sampai saat ini belum ada satu pun terapi yang dianggap terapi pilihan untuk vitiligo.
Dr. Ryan Thamrin
Sumber : Wanita Indonesia
Tags: Dr. Ryan Thamrin, Vitiligo, wanita indonesia







Leave a Comment
You must be logged in to post a comment.