September 25, 2007
Menambah Berat Badan
Berat Badan Sulit Naik
Asalamu'alaikum Wr, Wb.
Saya seorang karyawan dan Ibu dari balita berumur 1, 5 thn. Usia saya 28 thn. Sebelum saya menikah dan punya anak, berat badan saya paling mudah naik.
Tapi setelah memiliki anak, berat badan saya cenderung tidak pernah naik, walaupun saya sudah makan banyak dan ngemil setiap 3 jam sekali. Memang saat ini saya masih memberi ASI pada anak saya. Sebelum menikah berat badan saya berkisar 48 - 50 kg, namun sekarang 45 kg.
Yang saya mau tanyakan:
1. Apakah pengaruh alat KB (Spiral) yang membuat saya tidak bisa gemuk?
2. Vitamin atau suplemen apa yang aman untuk saya konsumsi, mengingat saya masih memberi ASI kepada anak saya.
3. Atau dokter bisa menjelaskan apa yang sedang terjadi dengan bobot tubuh saya ini? Apakah bobot tubuh saya normal atau tidak mengingat tinggi badan saya kurang lebih 160 cm.
Terima kasiih saya ucapkan, semoga jawaban dari dokter bisa memberi saya masukan.
Wassalaamu'alaikum wr, wb.
Devy
Jawaban
Assalamu'alaikum Wr. Wb
Salam sehat ummi. Semoga kita selalu diberikan ni'mat sehat dari Allah SWT.
Seperti yang pernah dijelaskan sebelumnya. Menaikkan berat badan memang gampang-gampang susah. Biasanya orang-orang tidak menginginkan banyak lemak yang ter-deposit, melainkan karbohidrat atau protein.
Oleh karena itu, sebaiknya porsi makan kita lebih banyak pada sebelum dan sesudah aktivitas, baik itu aktivitas bekerja maupun berolahraga. Boleh juga dibantu dengan suplemen yang tinggi kalori dan tinggi protein yang banyak beredar di pasaran, insya Allah aman untuk Ibu menyusui juga.
Berat badan ummi, sebenarnya tidak begitu kurus (ma'af), idealnya minimal 47, 26 kg. Dengan banyak makan, sebenarnya kurang baik. Karena yang terdeposit adalah lemak. Sesuai anjuran Rosul, makan bila lapar sahaja. Yang terpenting protein ibu cukup.
Tidak ada pengaruh dari alat KB (spiral) yang ummi pakai. Beberapa penyakit yang menurunkan BB, memang ada. Tapi itu berjalan kronis (tahunan). Itupun bila Ummi ada keluhan tidak nafsu makan juga.
Perihal genetik atau keturunan. Itu sangat berpengaruh. Karena hampir semua penyakit memiliki faktor genetik yang diturunkan. Silahkan bergabung bersama kami di Eramoslem_healthylife@yahoogroups.com.
dr. Teguh Agus Santoso
Sumber : EraMuslim
Cara Menambah Berat Badan
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Nama saya Aisyah, usia saya22 tahuadantinggi saya 150 cm. Saya punya kesulitan untuk menambah berat badan agar ideal, bagaimana ya caranya? Apakah ada hubungannya faktor gen? Karena ibu saya pun sejak menikah hingga sekarang tidak gemuk. Terima kasih, ditunggu jawabanya.
Wassalamu 'alaikum wr. wb.
Iis Aisyah
iez at eramuslim.com
Jawaban
Wa’alaikum salam Wr. Wb
Semoga Allah melimpahkan ni’mat sehatnya bagi kita semua.
Untuk pertanyaan Mba Iis sudah pernah dijawab sebelumnya. Saya mohon ma’af untuk mengulas kembali pertanyaan yang berkaitan dengan Berat Badan.
Dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) akan diketahui apakah berat badan seseorang dinyatakan normal, kurus atau gemuk. Dengan catatan penggunaan IMT hanya untuk orang dewasa berumur > 18 tahun dan tidak dapat diterapkan pada bayi, anak, remaja, ibu hamil, dan olahragawan.
Untuk mengetahui nilai IMT ini, dapat dihitung dengan rumus berikut:
Berat Badan (Kg)
IMT = ______________________________
Tinggi Badan (m) X Tinggi Badan (m)
Batas ambang IMT untuk masyarakat Indonesia adalah sebagai berikut
Kriteria IMT
Kurus Kekurangan berat badan tingkat berat Kekurangan berat badan tingkat ringan < 17, 0 17, 0 – 18, 4
Normal 18, 5 – 25, 0
Gemuk Kelebihan berat badan tingkat ringan Kelebihan berat badan tingkat berat 25, 1 – 27, 0 > 27, 0
Jika seseorang termasuk kategori:
1. IMT < 17, 0: keadaan orang tersebut disebut kurus dengan kekurangan berat badan tingkat berat atau Kurang Energi Kronis (KEK) berat.
2. IMT 17, 0 – 18, 4: keadaan orang tersebut disebut kurus dengan kekurangan berat badan tingkat ringan atau KEK ringan.
Contoh cara menghitung IMT:
Mba Iis dengan tinggi badan 150 cm, berapa berat badan yang ideal?
——————– = 18, 5 (1, 5 X 1, 5) m
Jadi hasilnya adalah 41, 6. Itu berat badan minimal untuk tinggi 1, 5 meter.
Menaikkan berat badan, gampang-gampang susah. Biasanya kita tidak menginginkan banyak lemak yang ter-deposit, melainkan karbohidrat atau protein.
Oleh karena itu, sebaiknya porsi makan kita lebih banyak pada sebelum dan sesudah aktivitas, baik itu bekerja ataupun berolahraga. Boleh juga dibantu dengan Suplemen yang tinggi kalori dan tinggi protein yang banyak beredar di pasaran.
Mengenai genetik atau keturunan. Itu sangat berpengaruh. Karena hampir semua penyakit memiliki faktor genetik yang diturunkan.
Wallahu A’lam bish Shawab
dr. Teguh Agus Santoso
Sumber : EraMuslim
Tags: dr. teguh agus santoso, eramuslim, IMT







Leave a Comment
You must be logged in to post a comment.