November 1, 2007
Anak Akrab dengan Orang yang Menderita Asma, Apakah Bisa Tertular?
Masalah :
Assalamu'alaikum wr. wb.
Saya memiliki putri yang berusia 15 bulan, sejak bayi sering bergaul akrab dengan orang yang menderita asma. Saya khawatir anak saya tertular, tapi saya tak kuasa mencegahnya karena orang itu masih keluarga dekat saya. Beberapa kali anak saya sakit flu atau demam, disertai bunyi nafas seperti asma. Saya takut anak saya tertular, tapi waktu ke klinik katanya tidak apa-apa. Pertanyan saya:
1. Apakah benar asma bisa menular dari orang lain?
2. Bagaimana cara pencegahannya menurut dokter dalam kasus saya?
3. Apakah ciri-ciri sakit asma yang lebih spesifik?
Demikian pertanyaan saya, terima kasih atas jawabannya.
Wassalamu'alaikum wr. wb.
Syahidin
syah_alkhalil at eramuslim.com
Jawaban :
Assalaamu’alaikum wr. wb.
Bapak Syahidin, Asma adalah penyakit yang ditandai oleh peningkatan kepekaan saluran nafas yang berlebihan (hipereaktivitas bronkus) terhadap berbagai rangsangan sehingga menimbulkan penyempitan saluran nafas yang menyeluruh dan bersifat reversibel secara spontan atau karena pengobatan.
Rangsangan yang menimbulkan hipereaktivitas bronkus dapat dari dalam diri penderita yang kemungkinan bersifat genetik dan terdapat seumur hidup, dapat pula dari luar seperti infeksi, alergen, mekanis, panas dan bahan kimia seperti sulfur dioksida, aldehid, ozon dan asap rokok
Penyakit asma tidak menular dari seorang penderita kepada orang lain di sekitarnya, namun dapat diturunkan dari orang tua kepada anaknya, biasanya yang mempunyai riwayat alergi dalam keluarga seperti asma, rinitis alergi atau penyakit kulit alergi. Jadi tidak perlu khawatir bila anak bapak dekat dengan keluarga yang menderita asma, karena penyakit asmanya tidak menular ke anak bapak.
Penyakit ini bisa terdapat pada semua umur dan mempunyai manifestasi yang sangat bervariasi antara seseorang dengan orang lainnya. Ada penderita yang mempunyai gejala minimal sekali yaitu hanya batuk-batuk dan jarak serangan satu dengan berikutnya sangat panjang, ada penderita lainnya yang mempunyai serangan yang berat dan serangan dapat berlangsung setiap hari sehingga perlu perawatan khusus. Namun semua penderita asma di luar serangan dapat memberikan gambaran fungsi paru yang normal.
Anak seusia anak bapak memang masih sangat rentan dengan berbagai penyakit infeksi terutama infeksi saluran nafas, karena sistem imunnya belum sempurna. Sakit flu atau demam, disertai bunyi nafas seperti asma yang sering dialami anak bapak belum tentu juga asma. Beberapa keadaan yang dapat dipakai sebagai petunjuk untuk mencurigai adanya asma ialah: gejala batuk dan mengi yang memburuk pada malam hari, perburukan karena merokok atau asap rokok, antara waktu serangan terdapat masa tanpa gejala, sesak nafas disertai mengi setelah aktivitas, timbul gejala setelah terpapar alergen seperti debu rumah, tepung sari, kutu binatang, obat-obatan dan makanan atau didapatkan faktor pencetus serangan berupa infeksi, menghisap zat yang dapat mengiritasi saluran nafas seperti asap rokok, debu, udara dingin, gas iritan dan faktor emosi.
Secara garis besar penatalakasanaan asma adalah upaya pengobatan dan upaya pencegahan. Upaya pengobatan dilakukan saat terjadi serangan sedangkan upaya pencgahan bertujuan agar serangan yang berikut menjadi berkurang atau bahkan hilang sama sekali.
Wassalaam,
dr. Hilmia Nawawi
Sumber : EraMuslim
Tags: asma, dr. hilmia nawawi, eramuslim







Leave a Comment
You must be logged in to post a comment.