Amazon.com Widgets

November 14, 2007

Penyakit Alzheimer

Masalah :

Assalamualaikum wr wb

Dokter Zubairi Yth,

Sejak enam bulan terakhir ini, saya amat mengkhawatirkan kesehatan ayah. Kesehatannya menurun drastis. Beliau menjadi pelupa berat, sering marah-marah tanpa sebab, komunikasi dan percakapannya kadang-kadang sulit dipahami. Beliau juga sukar tidur pada malam hari, sering kali jam empat pagi baru bisa tidur, berbeda sekali dengan kebiasaan tidur beliau setahun yang lalu. Amat tidak mudah bagi kami, anak-anaknya untuk merawat beliau. Hasil checkup kesehatan tahun yang lalu cukup baik. Kencing manis terkontrol baik, walaupun kolesterol agak tinggi, 230.

Tetangga saya menyatakan ayah sakit pikun, sudah uzur karena usianya sudah 69 tahun. Kami, anak-anaknya, sudah mengantarkan beliau berobat ke beberapa dokter. Ada yang menyatakan gejala ketuaan dini, atrofi otak, demensia, bahkan dokter saraf yang terakhir kami kunjungi menyatakan ada kemungkinan kena penyakit alzheimer.

Dokter, apakah penyakit alzheimer, kok saya baru mendengar, bagaimana memastikannya? Apakah ada obatnya?

Darmo, Jakarta

 

Jawaban :

Waalaikumussalam wr wb

Mas Darmo yang baik,

Dari gejala yang Saudara sampaikan, penyebab gejala yang ayahanda alami memang mungkin disebabkan penyakit alzheimer, walaupun dapat juga disebabkan oleh penyakit lain. Banyak keterbatasan konsultasi melalui surat, antara lain dokter tidak memeriksa pasien secara langsung, juga tidak tercantum data tekanan darah, kadar hemoglobin, kadar natrium, rincian hasil CT Scan atau MRI kepala dan sebagainya.

Untuk diketahui penyakit alzheimer adalah penyakit menahun, penyakit degeneratif, yang menyebabkan fungsi otak, menurun secara kompleks dan drastis.

Pasien alzheimer menjadi amat pelupa. Lupa menaruh barang dan lupa mengingat apa yang baru saja dikerjakan, bahkan kadang lupa mengingat nama istri, anak, bicara atau percakapan kadang tidak nyambung, kadang juga tidak bisa kencing dan buang air besar di toilet. Pasien tidak bisa lagi mengurus diri sendiri, dan tentu saja menjadi sukar bekerja.

Penyakit alzheimer berbeda dari penyakit pikun karena usia lanjut, yang merupakan proses menjadi tua yang wajar. Pasien alzheimer lumayan menderita dan memerlukan bantuan kita, bantuan keluarga, bantuan perawat, karena selain masalah pelupa, juga fungsi intelektual dan fungsi sosial terganggu.

Memang, informasi mengenai penyakit alzheimer masih sedikit, dan baru mulai banyak ditulis setelah Ronald Reagan, mantan Presiden Amerika Serikat, menyatakan dirinya sakit alzheimer pada tahun 1994.

Masalah penyakit ini cukup besar. Di seluruh dunia, diperkirakan ada sekitar 30 juta pengidap alzheimer, dan di Amerika saja paling sedikit ada lima juta orang dan mungkin sekali akan terus meningkat jumlahnya, karena populasi manula semakin bertambah.

Pada tingkat mikroskopik di otak dijumpai kelainan pada neurofibril dan juga ditemukan plak amiloid, kadang juga disertai atrofi, pengecilan korteks otak. Bagaimana mendiagnosisnya? Tidak mudah untuk mendiagnosis alzheimer. Ada beberapa rekomendasi dari Perhimpunan Neurologi Amerika, antara lain pemeriksaan kadar cobalamin dan pemeriksaan skrining fungsi kelenjar tiroid. Pemeriksaan yang lain diserahkan kepada klinisi, dokter yang menangani.

Seringkali dokter harus menyingkirkan berbagai kemungkinan penyakit-penyakit lain, termasuk penyakit hematologi, liver, kelenjar adrenal dan penyakit sifilis.

Pemeriksaan CT Scan dan MRI kepala, diperlukan untuk menilai berapa luas atrofi didapatkan pada otak atau korteks. Pemeriksaan EEG juga kadang diperlukan untuk menentukan ada tidaknya penyebab demensia yang lain. Ada juga pemeriksaan yang agak rumit seperti tes protein Tau atau genotip apolipoprotein.

Menurut Institut Nasional Neurologi Amerika yang hampir sama dengan kriteria Perhimpunan Psikiatri Amerika, yang penting adalah ditemukannya:

* Penurunan yang progresif beberapa area kognitif, termasuk daya ingat dan afasia.
* Usia pasien antara 40 - 90 tahun.
* Tidak ditemukan penyakit otak yang lain serta tidak ditemukan penyakit sistemik yang lain yang dapat menyebabkan gejala demensia. Diagnosis dipastikan dengan melihat hasil histopatologi dari biopsi atau autopsi.

Mas Darmo sudah benar, mengantar ayah berobat ke neurolog. Tanyakan kepada dokter mengenai kepastian penyakit Bapak. Sebaiknya konsultasi dilanjutkan dan jangan ganti-ganti dokter lagi.

Mengenai pengobatan, cukup banyak obat yang bisa diberikan untuk meringankan keluhan ayahanda, baik obat untuk diminum, namun juga pengobatan dan dukungan untuk mengatasi masalah perilaku dan gangguan kognitifnya.

Mengenai nama obat-obatnya, terlalu rumit untuk dibahas disini (obat ansiotilik, neroleptik, antikonvulsan gabapentin, obat penghambat cholinesterase, antagonis aspartat, dan lain-lain), serahkan saja kepada dokter untuk memilihkan yang terbaik, tergantung kondisi pasien.

Bila masih ada yang ingin ditanyakan, khususnya terkait dengan kesehatan ayahanda, ada baiknya minta waktu khusus kepada dokter saraf/neurolog yang mengobati sekarang ini untuk mendapatkan penjelasan, atau boleh juga langsung konsultasi dengan Departemen Neurologi atau Departemen Psikiatri FKUI RS Cipto Mangunkusumo, Jl Diponegoro 71, Jakarta Pusat.

Dr  Zubairi Djoerban

 

Sumber : Republika Online

Tags: , ,

Spread the word

del.icio.us Digg Furl Reddit Help

Permalink • Print • Comment

Trackback uri

http://jawabali.com/sehatbugar/alzheimer/penyakit-alzheimer-142/trackback

Related Entries

Leave a Comment

You must be logged in to post a comment.