Amazon.com Widgets

April 3, 2008

Lupus Eritematosus, Apakah Itu?

Tanya:

Ibu dokter, saya Ibu Marina ingin berkonsultasi tentang penyakit lupus, sebenarnya sakit lupus itu apa bu karena saya pernah mendengar katanya penyakit ini sangat berbahaya dan dapat menyebabkan kematian.Apakah itu benar bu dokter?

Saya juga pernah membaca bahwa salah satu tanda sakit lupus itu ditandai dengan bercak merah di wajah merupakan salah satu tanda terkena lupus disamping itu pendertia lupus tidak boleh terkena sinar matahari. Bagaimana membedakan bercak merah yang tidak berbahaya. Apakah penyakit ini dapat diobati? Mohon penjelasan. Terimakasih

Ibu Marina Singkawang

 

Jawab:

Ibu Marina yang terhormat, penyakit lupus eritematosus (LE) merupakan penyakit autoimun yang ditandai dengan gambaran klinik yang karakteristik yang berhubungan dengan produksi autoantibody tertentu yang menyerang sistem konektif dan vaskular. Lupus berasal dari bahasa Yunani yang berarti srigala, karena pada penderita lupus sering terdapat gambaran bercak merah pada wajah terutama di area pipi dan hidung seperti belang warna pada wajah srigala. Secara LE epidemiologi lebih banyak terjadi pada kulit berwarna, onset usia sekitar 30-40 tahun, wanita lebih banyak terserang dibanding pria (8:1).

Lupus eritematosus terdiri atas spectrum ringan sampai berat. Spectrum ringan berupa lupus terlokalisir atau discoid lupus eritematosus (DLE) sedangkan yang berat bahkan mengancam jiwa berupa sistemik lupus eritematosus (SLE). Discoid lupus eritematosus (DLE) bersifat kronis dan tidak berbahaya. Gejala klinis berupa bercak eritem atrofik tanpa ulserasi sedangkan SLE bersifat akut, dan melibatkan multiorgan seperti kulit, otot, sendi, darah, dan ginjal.

Discoid Lupus Eritematosus (DLE)

Manifestasi klinis DLE berupa gangguan kulit terutama terjadi pada area yang terpapar sinar matahari. Distribusi dan presileksi DLE dapat terlokalisir maupun meluas, terutama terjadi pada wajah dan kepala, namun dapat juga muncul pada lengan ,tangan, kaki maupun badan.

Gejala klinis terdapat pada muka terutama hidung dan pipi atau telinga berupa pacth atau plak eritem, berbatas tegas dengan sumbatan keratin pada folikel rambut. Kelainan kulit tersebut pada pipi dan hidung dapat berkonfluen berbentuk kupu-kupu atau dikenal dengan gambaran butterfly rash eritem. Diskoid lupus eritematosus pada kepala menyebabkan alopesia scaring/kebotakan dan sumbatan keratin pada folikel rambut. Penyakit ini dapat meninggalkan sikatrik atrofi maupun hipertrofi.

Penegakkan diagnosis berdasarkan gejala klinis, laboratorium, dan baku emas dengan pemeriksaan histopatologis. Pada kasus DLE 5-10% dapat berkembang menjadi SLE.

Pengobatan penderita DLE selain dengan obat-obatan juga harus dilakukan edukasi pada penderita. Penderita harus menghindari trauma fisik, sinar matahari, stres emosional, dan lingkungan yang sangat dingin. Dengan demikian penderita harus memakai tabir surya baik tabir fisik berupa baju payung topi maupun tabir surya yang dioleskan pada badan.

Pengobatan dapat menggunakan kloroquin 100mg/hari selama 3-6 minggu obat maksimal diberikan selama 3 bulan untuk menghindari kerusakan mata. Kortikosteroid sistemik dapat diberikan pada DLE diseminata. Pengobatan topikal menggunakan steroid topikal poten maupun suntikan triamsinolon asetat.

Sistematik Lupus Eritematosus (SLE)

Gejala klinis sangat bervariasi karena menyerang multiorgan. Spektrum klinis bervariasi dari penyakit yang akut, fulminan dan sangat berat sampai penyakit yang ringan. Manifestasi klinis dapat dibagi menjadi empat kelompok besar sebagai berikut:

1. Gejala konstitusional berupa perasaan cepat lelah, penurunan berat badan dan demam merupakan gejala yang timbul selama berbulan-bulan sebelum ada gejala lain.

2. Kelainan kulit dan mukosa berupa bercak merah pada kulit yang terutama pada area yang terpapar sinar matahari yang bersifat akut sub akut maupun kronis. Kelainan kulit non spesifik berupa vaskulitis, maupun Ranaud’s fenomen. Kelainan mukosa ditandai dengan ulkus/luka pada mukosa mulut. palatum, buccal dan gusi.

3. Kelainan organ dalam yang menyerang ginjal, jantung dan paru serta hati berupa lupus nefritis yang menyebabkan proteinuria. Selain itu terjadi perikarditis, pleuritis dan maupun kolitis ulseratif dan hepatosplenomegali

4. Kelainan pada sendi, tulang. otot, kelenjar getah bening, dan sistem saraf berupa atralgia, limfadenopati, neuropati, gangguan otak.

Ada banyak pendapat bahwa penyakit ini disebabkan oleh interaksi antara faktor genetik dan imunologik, serta faktor hormonal. Penyakit ini dapat juga dinduksi oleh obat tertentu seperti procainamid, hidantoin, fenilbutazon, penisilin, streptomisin, tetrasiklin dan sulfonamid yang dikenal sebagai SLE like sindrom.

Diagnosis SLE ditetapkan berdasarkan kriteria ARA, bila terdapat 4 kriteria dari 11 kriteria maka diagnosis SLE dapat ditegakkan. Kriteria ARA adalah sebagai berikut:

Kriteria Ara

1. Malar rash Discoid rash

2. Photosensitivity

3. Oral ulcers

4. Arthritis

5. Serositis

6. Renal disorder

7. Neurologic disorder

8. Hematologic disorder

9. Immunologic disorder

10. Antinuclear antibody

Pengobatan

Seperti pada penderita DLE maka pada penderita SLE selain dengan obat-obatan juga harus dilakukan edukasi pada penderita. Penderita harus menghindari trauma fisik, sinar matahari, stres emosional, dan lingkungan yang sangat dingin. Dengan demikian penderita harus memakai tabir surya baik tabir fisik berupa baju payung topi maupun tabir surya yang dioleskan pada badan.

Bila penderita SLE yang sedang fase akut harus dirawat. Terapi menggunakan kortikosteroid sistemik terutama pada penderita yang kritis, seperti krisis lupus nefritis, pleuritis, perikarditis, atau banyak mengalami hemoragi.

Dosis kortikosteroid lebih banyak bergantung pada gejala klinis daripada hasil laboratorium, dapat diberikan prednison 1mg/kg berat badan atau 5 mg/minggu dan dicari dosis pemeliharaan yang diberikan selang sehari. Pada penderita kritis dimana SLE dalam kondisi mengancam jiwa penderita seperti pada nefritis dan gangguan kesadaran akibat serangan pada otak dapat diberikan kortikosteroid 1gr /hari selanjutnya bila kondisi telah membaik dapat dilakukan tapering/ penurunan dosis.

Obat-obat antibiotik, antiviral dan antifungal harus diberikan, bila terdapat komplikasi, misalnya infeksi sekunder, pneumonia bakterial, atau infeksi virus, dan mikosis sistemik. Pada penderita SLE dengan anemia hemolitik atau lupus nefropatia acapkali dosis tinggi kortikosreroid tidak efektif, maka harus diberi terapi sitostatik, misalnya azatioprin 50-150 mg per hari, dengan dosis maksimal 200 mg per hari.

Dapat pula diberikan siklofosfamid dengan dosis sama. Bila kurang jelas atau diantara para pembaca ada yang ingin bertanya tentang masalah kulit dan kelamin dapat menghubungi:hp 0818464018 atau pontianak post atau poli Kulit dan Kelamin RS Soedarso atau apotek Mitra jl Jend Urip.

Team Pengasuh

 

 

Sumber : Pontianak Post Online

Tags: , ,

Spread the word

del.icio.us Digg Furl Reddit Help

Permalink • Print • Comment

April 2, 2008

Mencurigai Suami

Tanya:

Pengasuh Yth. Sejak berita yang menyebutkan bahwa sudah ada penduduk Pontianak yang terinfeksi HIV perasaan saya selalu gelisah. Saya takut anggota keluarga saya tertular HIV. Bukan hanya itu saya sering bertengkar dengan suami karena saya sering bertanya kalau dia pulang malam. Saya takut suami saya kencan dengan perempuan lain sehingga dia tertular HIV.

Yang ingin saya ketahui: (1) Bagaimana caranya mengetahui seseorang sudah terinfeksi HIV? (2) Apakah penularan HIV bisa melalui makanan dan udara? (3) Saya juga ingin tahu penyebab penularan HIV secara keseluruhan.

Bukan hanya saya yang resah dengan adanya berita soal HIV di Pontianak, beberapa tetangga saya juga mengalami hal yang sama. Masalahnya, karena orang yang terinfeksi HIV tidak disebutkan nama dan alamat rumahnya. Karena itu: (4) Saya sangat mengharapkan penjelasan tentang ciri-ciri orang yang terinfeksi HIV. Saya juga ingin tahu: (5) HIV itu sejenis penyakit apa? (6) Apakah orang kelihatan bopeng  atau bagaimana? (7) Ataukah badannya kurus seperti orang TBC?

Wi, Pontianak

Jawab:

Kita tidak hanya gelisah kalau di daerah kita ada penduduk yang terdeteksi HIV-positif karena tidak ada satu pun tempat di muka bumi ini yang bebas HIV/AIDS. Ke mana pun kita pergi di dunia ini tetap ada kasus HIV/AIDS. (1) Kita tidak bisa mengetahui apakah seseorang sudah tertular HIV hanya dari kondisi fisiknya. Yang bisa kita lakukan adalah dengan menimbang-nimbang perilakunya. Kalau seseorang perilakunya berisiko tinggi maka dia pun berisiko tinggi pula tertular HIV.

Perilaku berisiko tinggi tertular HIV adalah (a) melakukan hubungan seks penetrasi yakni penis masuk ke vagina (heteroseks), seks oral dan seks anal di dalam atau di luar ikatan pernikahan yang sah serta homoseks tanpa kondom dengan pasangan yang berganti-ganti, (b) melakukan hubungan seks penetrasi yakni penis masuk ke vagina (heteroseks), seks oral dan seks anal di dalam atau di luar ikatan pernikahan yang sah serta homoseks tanpa kondom dengan seseorang yang suka berganti-ganti pasangan (seperti dengan pekerja seks perempuan atau waria), (c) menerima transfusi darah yang tidak diskrining HIV, dan (d) memakai jarum suntik, jarum tindik, jarum akupunktur, jarum tattoo dan alat-alat kesehatan secara bersama-sama dengan bergiliran.

(2) Penularan HIV hanya melalui cairan darah, air mani (sperma tidak mengandung HIV) dan cairan vagina. HIV hanya bisa hidup di darah, air mani dan cairan vagina. Di luar cairan ini HIV akan mati. HIV juga tidak bisa melepaskan diri dari darah, air mani dan cairan vagina. Jadi, penularan HIV hanya bisa terjadi jika ada darah, air mani atau cairan vagina yang mengadung HIV masuk ke dalam tubuh melalui hubungan seks (di dalam atau di luar nikah) yang tidak memakai kondom, jarum suntik atau transfusi darah.

(3) Penularan HIV hanya terjadi seperti cara di atas (2).

(4) Tidak ada ciri-ciri atau gejala-gejala yang khas pada diri seseorang yang sudah tertular HIV sebelum mencapai masa AIDS (antara 5 – 10 tahun setelah tertular HIV). Tapi, ingat biar pun tidak ada ciri-ciri atau gejala pada diri seseorang yang sudah tertular HIV dia sudah bisa menularkan HIV kepada orang lain melalui hubungan seks yang tidak memakai kondom, transfusi darah, serta jarum suntik, jarum tindik, jarum tattoo dan alat-alat kesehatan.

(5) HIV adalah virus. Virus yang lain ada virus influenza, hepatitis B dan hepatitis C, dll. Sedangkan AIDS adalah kondisi kesehatan seseorang yang sudah tertular HIV yang ditandai dengan infeksi oportunistik, seperti diare, ruam, TB, dll. Jadi, AIDS bukan penyakit tapi cacat kekebalan tubuh dapatan yang terjadi karena daya tahan tubuh dirusak oleh HIV.

(6) Tidak ada gejala yang khas pada diri atau fisik seseorang yang HIV-positif. Gejala-gejala pada masa AIDS, seperti ruam, diare, kurus, dll. juga terjadi pada orang dengan penyakit lain.

(7) Tidak ada kaitan langsung antara seseorang yang HIV-positif dengan TBC. Tapi, orang-orang yang HIV-positif akan lebih mudah tertular TBC karena daya tahan tubuhnya rendah. Sebaliknya orang yang mengidap TBC juga lebih mudah tertular HIV melalui perilaku berisiko.

Team Pengasuh

 

 

Sumber : Pontianak Post Online

Tags: , ,

Spread the word

del.icio.us Digg Furl Reddit Help

Permalink • Print • Comment

April 1, 2008

Pergelangan Tangan Lemah Akibat Cidera

Tanya:

Dok, saya seorang ibu rumah tangga berusia 35 tahun. Beberapa bulan lalu saya mengalami kecelakaan dan terjadi benturan pada lengan atas saya sebelah kanan. Saat itu dirontgen tidak terdapat patah tulang lengan atas kanan, jadi hanya saya urutkan saja ke tukang urut.

Kemudian yang saya keluhkan adalah pergelangan tangan kanan saya tidak dapat diangkat keatas karena lemah, juga dirasakan sebal-sebal dan tampaknya otot-otot tangan kanan mengecil. Hal ini menyebabkan saya tidak dapat mengerjakan semua pekerjaan rumah tangga dengan baik seperti mencuci, memasak, menyapu dan sebagainya. Padahal daerah lengan atas saya yang cidera kemarin sudah tidak bengkak dan nyeri.

Apa yang harus saya perbuat Dok? Mohon keterangan dari Dokter. Atas perhatian dan kesempatan yang diberikan Dokter, saya mengucapkan banyak terima kasih.

Ny S, Pontianak

Jawab:

YTH. Ny S di Pontianak. Sebelumnya kami ucapkan terima kasih atas surat yang Ibu kirimkan. Tentang kondisi ibu saat ini, bisa kami jelaskan sebagai berikut. Cidera yang terjadi pada lengan atas sebelah kanan Ibu beberapa bulan lalu mengakibatkan gangguan pada saraf di lengan tersebut yang disebut Nervus Radialis.

Nervus Radialis ini berjalan sepanjang lengan, dari lengan atas sampai bawah ke daerah tangan. Saraf ini berada pada daerah superficial/ permukaan pada lengan atas, terutama bagian 1/3 tengah lengan atas tersebut.

Hal ini yang menyebabkan saraf tersebut sangat mudah mengalami cidera jika terjadi benturan pada lengan atas. Kondisi cideranya saraf ini dalam istilah kedokteran disebut sebagai Parese Nervus Radialis. Dalam kasus Ibu terjadi Parese Nervus Radialis Kanan.

Nervus Radialis ini mempersarafi otot lengan atas, otot lengan bawah, serta otot-otot tangan terutama daerah dorsal/ punggung tangan. Karena adanya gangguan pada saraf tersebut mengakibatkan terjadinya kelemahan pada otot-otot tersebut.

Hal ini bermanifestasi sebagai tidak dapatnya ibu mengangkat pergelangan tangan ke atas, juga dapat disertai mengecilnya otot-otot lengan dan tangan daerah dorsal, terdapat rasa sakit atau sebal didaerah tersebut.

Jika proses makin berlanjut dapat mengakibatkan kontraktur/ kaku pada jari-jari tangan dan pergelangan tangan, sehingga fungsi tangan akhirnya akan terganggu sama sekali.

Pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan adalah dengan Elektromyografi (EMG), untuk mengetahui kondisi saraf dan derajat kerusakkan saraf tepi tersebut.

Program Rehabilitasi Medik yang dapat diberikan adalah sebagai berikut:

Terapi Fisik:

Infra red dan Elektrostimulasi.

Parafin bath.

Exercise untuk stretching dan strengthening.

Okupasi terapi:

Latihan fine motor seperti menggenggam, meremas, dll.

Latihan peningkatan sensibilitas.

Mengajarkan cara-cara efektif untuk dalam bekerja.

Ortotik prostetik:

Pemasangan cock-up splint untuk menghindari terjadinya kontraktur pada pergelangan tangan.

Advis:

Hindari tidur dengan mengangkat lengan keatas dan beralaskan lengan atas sebagai sandaran kepala dalam jangka waktu lama.

Demikian yang dapat kami sampaikan mengenai Parese Nervus Radialis yang berakibat terjadinya kelemahan pada pergelangan tangan karena cidera pada lengan atas, beserta program rehabilitasi medik yang dapat dilakukan Semoga dapat bermanfaat bagi pembaca semua. Untuk konsultasi lebih lanjut dapat menghubungi kami.

Team Pengasuh

 

Sumber : Pontianak Post Online

Tags: , ,

Spread the word

del.icio.us Digg Furl Reddit Help

Permalink • Print • Comment

March 28, 2008

Lemah Lengan Kanan Setelah Lahir Sungsang

Tanya:

Dokter, saya mempunyai bayi yang berusia 1 bulan. Bayi saya setelah dilahirkan ternyata terdapat kelemahan pada lengan kanannya. Dimana tampak lemah dan tidak kuat untuk diangkat keatas, berbeda dengan lengan sebelah kirinya yang dapat bergerak aktif terutama saat dia sedang menangis.

Perlu dokter ketahui, saya hamil cukup bulan, ditolong bidan, waktu dilahirkan bayi letak sungsang serta terdapat lilitan tali pusat pada leher bayi tersebut sehingga saat lahir memerlukan waktu yang cukup lama disertai tindakan berupa tarikan untuk membantu persalinan.

Kondisi bayi setelah dilahirkan baik, menangis kuat dan tidak tampak kebiru-biruan. Mohon penjelasan Dokter untuk kasus bayi saya ini. Atas bantuan dan penjelasan Dokter, saya ucapkan banyak terima kasih.

Ny. Bk di Mempawah

Jawab:

YTH Ny. Bk di Mempawah. Sebelumnya terima kasih atas pertanyaan yang telah ibu sampaikan. Kami akan mencoba menjelaskan secara ringkas untuk kasus bayi ibu tersebut.

Penyebab terjadinya kelemahan pada anggota gerak atas/ lengan kanan bayi ibu tersebut kemungkinan akibat adanya cedera pleksus brakialis kanan. Dimana pleksus brakialis ini yang mempersarafi otot-otot lengan atas tersebut. Pleksus brakialis ini sering cedera akibat proses persalinan yang lama dan beresiko seperti bayi letak sungsang dan terdapatnya lilitan tali pusat pada leher bayi sehingga menyebabkan terhambatnya proses persalinan secara normal dan diperlukan tindakan manipulatif untuk membantu mengeluarkan kepala bayi tersebut. Jika tindakan manipulatif ini tidak dilakukan secara hati-hati dan bukan oleh tenaga ahlinya sering akan menyebabkan cedera pada pleksus brakialis ini.

Selain trauma persalinan, penyebab lain yang dapat mencederai pleksus brakialis adalah: adanya tumor leher, toxic infeksi, kesalahan saat posisi tidur, dll.

Gejala Klinis:

Dibedakan atas 3 tipe:

1. Upper plexus type (Erbs palsy):

Gejalanya berupa kelemahan/ kelumpuhan dan mengecilnya otot-otot lengan atas. Juga dapat disertai hilangnya rasa sensibilitas otot-otot daerah tersebut.

2. Lower plexus type (Klumpke palsy):

Gejalanya berupa kelemahan/ kelumpuhan dan mengecilnya otot-otot lengan bawah, terutama otot-otot punggung dan jari-jari tangan. Rasa sensibilitasnya menghilang. Sering juga disertai bengkak dari kulit, kebiruan dari jari-jari dan perubahan tropic dari kuku.

3. Total plexus palsy:

Gejalanya merupakan gabungan dari Erbs palsy dan Klumpke palsy seperti diatas.

Penatalaksanaan:

1. Terapi obat-obatan: anti inflamasi dan neurotropik vitamin.

2. Rehabilitasi Medik:

a. Terapi Fisik:

- Posisioning: posisi lengan abduksi dan elevasi.

- Superficial heating, faradisasi, ROM exercise dan stretching.

b. Terapi Okupasi:

- Latihan Aktifitas Kegiatan Sehari-hari.

- Latihan fungsional.

- Terapi Supportif.

c. Ortotik Prostetik:

- Cock-up splint.

- Night splint.

Demikian yang dapat kami sampaikan secara ringkas tentang kelemahan anggota gerak atas/ lengan akibat cedera Pleksus Brakialis beserta program Rehabilitasi Medik yang dapat diberikan. Prinsip terapi adalah jika semakin dini diterapi maka akan didapatkan hasil yang semakin baik, serta dapat dicegah terjadinya komplikasi yang tidak diinginkan. Semoga dapat bermanfaat bagi pembaca sekalian. Untuk konsultasi lebih lanjut dapat menghubungi kami.

Team Pengasuh

Sumber : Pontianak Post Online

Tags: , ,

Spread the word

del.icio.us Digg Furl Reddit Help

Permalink • Print • Comment

Gigi Berlubang, Bisakah Ditambal?

Tanya:

Gigi berlubang, digosok tidak hilang hitamnya bisakah ditambal karena masih gigi susu?

SDA, Pontianak

Jawab:

Penyakit gigi ini dapat menimbulkan rasa sakit, rendah diri, berkurang produktifitas bahkan mengganggu pertumbuhan. Karies gigi atau biasa disebut gigi kerowok adalah kerusakan pd struktur jaringan keras gigi (email, dentin) yang diakibatkan oleh asam yang dihasilkan oleh bakteri yang terdapat pada plak gigi.

Proses terjadinya karies gigi disebabkan oleh adanya interaksi antara gigi (tuan rumah), bakteri (penyebab), karbohidrat (lingkungan yg memfasilitasi), serta waktu. Proses terjadinya karies gigi diawali oleh terjadinya pelepasan kalsium pd email, sehingga menyebabkan terjadinya bercak putih (white spot) pada permukaan gigi yang ditumpuki oleh plak gigi.

Biasanya pada daerah cekungan-cekungan gigi, leher gigi di dekat gusi atau permukaan samping antara gigi. Pada kondisi ini masih bisa kembali pada keadaan semula (reversible) apabila plak gigi dibersihkan dan diolesi flour.

Apabila dibiarkan berlangsung terus akan berkembang menjadi suatu lubang pada email gigi, tapi penderita belum merasakan adanya rasa sakit, sehingga biasanya tidak disadari oleh penderita. Kondisi ini sudah tidak dapat kembali seperti semula sehingga harus ditambal agar karies tidak berkembang terus.

Mencegah karies gigi lebih baik/murah daripada mengobati. Dalam upaya pencegahan penyakit/karies gigi ada beberapa hal yang bisa dilakukan yaitu memperkuat gigi dengan pemberian suplemen, flour dan calsium misalnya pada susu atau minuman.

Untuk pemberian flour harus hati-hati jangan berlebihan justru dapat merusak struktur gigi, membersihkan gigi dari plak dan sisa-sisa makanan, mengontrol diet makanan.

Team Pengasuh

 

Sumber : Pontianak Post Online

Tags: , ,

Spread the word

del.icio.us Digg Furl Reddit Help

Permalink • Print • Comment

Mata Sering Pegal

Masalah :

Saya seorang gadis usia 28 tahun, pekerjaan sebagai pegawai di sebuah perusahaan swasta. Keluhan mata saya sering merasa pegal, berair, merah dan gatal. Keadaan ini kadang–kadang membuat saya merasa terganggu. Mohon informasi lebih lanjut tentang keadaan mata saya. Terima kasih

Liliana, Pontianak

Jawaban:

Liliana Yth, keluhan seperti ini seringkali ditemukan pada orang–orang yang bekerja di dalam kantor dengan pemakaian AC yang lama. Saya curiga keluhan yang Liliana rasakan adalah keadaan yang disebut sebagai DRY EYE (mata kering). Saat ini mata kering seringkali dijumpai, bahkan anak–anakpun banyak juga yang menderita seperti ini.

Kemungkinan hal ini bisa dihubungkan dengan keadaan lingkungan eksternal (iklim, polusi) kita yang tidak bersih dan sehat lagi. Lingkungan yang tidak baik akan membuat lapisan airmata (tear film) menjadi tidak stabil, sehingga tear film tidak dapat melapisi permukaan bola mata dengan baik.

Tear film berfungsi untuk membuat permukaan mata menjadi licin, sehingga fungsinya sebagai media refraksi akan baik, mempertahankan lingkungan lembab bagi epitel kornea dan konjungtiva, melumasi permukaan kornea, sebagai antibakterisidal, menyalurkan oksigen dan karbondioksida, menyingkirkan dan mengencerkan benda asing dan toksin.

Biasanya dry eye disebabkan oleh: adanya gangguan produksi salah satu komponen air mata dan adanya kelainan di permukaan konjungtiva dan kornea. Dry eye juga dapat disebakan oleh penyakit-penyakit lain dan obat-obatan tertentu.

Keluhan lain yang sering dirasakan adalah sensasi benda asing (rasa mengganjal), rasa panas, bangun tidur terasa lengket, serta sekret yang kental. AC dapat membuat penguapan tear film berlangsung lebih cepat.Terapi awal yang diberikan biasanya berupa air mata pengganti.

Team Pengasuh

 

Sumber : Pontianak Post Online

Tags: , ,

Spread the word

del.icio.us Digg Furl Reddit Help

Permalink • Print • Comment

February 25, 2008

Biduran Yang Tak Sembuh

Tanya:

Ibu dokter yang terhormat, saya wanita 40 tahun ingin berkonsultasi mengenai keluhan saya yang hilang timbul. Sudah enam bulan ini saya mengalami kulit bentol-bentol, bengkak-bengkak merah dan sangat gatal dan panas yang mungkin biasa dikenal dengan biduran, penyakit ini kadang hilang sendiri, namun sering juga menetap.

Ibu dokter yang membuat saya sangat tersiksa bila bengkak mengenai kelopak mata dan bibir selain terasa gatal dan panas hal tersebut juga membuat saya tidak percaya diri, kebetulan pekerjaan saya selalu berhadapan dengan customer sehingga kondisi ini sangat mengganggu pekerjaan saya.

Beberapa kali saya telah berobat ke berbagai dokter namun tidak menyembuhkan secara total, karena saat minum obat saya bisa sembuh sebentar namun kemudian kambuh lagi. Saya juga telah pantang makan makanan laut, telur, maupun daging ayam namun tetap juga tidak berhasil.

Bu dokter penyakit ini disebabkan karena apa dan bagaimana cara mengobatinya? Terimakasih

(Ibu Rearnita, Pontianak)

Jawab:

Ibu Rearnita yang sedang dilanda gatal, berdasarkan keluhan ibu memang ibu menderita biduran atau dalam istilah medisnya dikenal sebagai urtikaria. Urtikaria adalah bentuk reaksi vaskuler pada kulit yang ditandai oleh edema dan eritema berbatas tegas (urtika) disertai rasa gatal yang bervariasi seperti, tersengat, rasa terbakar, seperti tertusuk-tusuk. Bila proses meluas sampai ke dermis bagian dalam dan lapisan submukosa dikenal dengan angioedema seperti yang ibu derita ketika mengenai kelopak mata dan bibir. Urtikaria dapat timbul tiba-tiba, dengan waktu serangan jarang melebihi 24 sampai 48 jam, dan dapat berulang dalam jangka waktu tidak terbatas.

Urtikaria dan angioedema sering terjadi dan dapat mengenai semua umur, ras, jenis kelamin, pekerjaan, lokasi geografi dan musim. Hampir 15-20% dari seluruh populasi pernah menderita urtikaria semasa hidupnya. Angka insiden tertinggi ditemukan pada usia dewasa muda.

Berdasarkan keluhan ibu yang telah menderita urtikaria selama 6 bulan kondisi ini merupakan urtikaria kronik. Urtikaria dikatakan akut (UA) bila berlangsung kurang dari 6 minggu dan penyebabnya sering kali diketahui, sedangkan urtikaria kronik (UK) berlangsung lebih dari 6 minggu.

Urtikaria merupakan suatu bentuk reaksi alergi yang menyebabkan terjadinya vasodilatasi kutan dengan ekstravasasi cairan yang menyebabkan kulit membengkak dan gatal.

Alergi adalah suatu reaksi hipersensitifitas yang dimediasi oleh sistem imun, sebagai respon tubuh terhadap bahan-bahan alergen yang ada di lingkungan.sekitar kita.

Pada kasus ibu Rearnita dikatakan bahwa pada saat ibu minum obat alergi dari dokter bidurannya sembuh, namun pada saat obat habis akan kambuh lagi. Obat alergi merupakan obat anti histamine yang hanya berfungsi menangkap histamine yang dihasilkan dari proses alergi tersebut, bukan menghilangkan penyebabnya. Penyebab urtikaria tidak diketahui dengan pasti, namun beberapa teori mengatakan bahwa urtikaria dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti alergi makanan, alergen hirup, kontaktan, stress psikis, cuaca dan trauma fisik.

Ibu Rearnita meskipun ibu sudah menghindari makanan tertentu seperti ikan laui, telur, ayam namun urtikaria tetap timbul, karena ibu belum tentu alergi bahan tersebut. Untuk mengetahui penyebab alergi sebaiknya dilakukan tes alergi.

Tes alergi berupa alergen yang dibuat secara khusus untuk diujikan yaitu allergen hirup seperti: debu, serbuk bunga, serbuk padi, dll dan berbagai jenis bahan makanan seperti ikan laut, gandum, telur susu, dll.

Berdasarkan hasil tes tersebut dapat dilacak penyebab alergi. Apabila dari bahan-bahan yang diujikan bereaksi maka sebaiknya bahan tersebut dihindari baik untuk dihirup maupun dimakan supaya urtikaria tidak muncul lagi.

Demikianlah bila kurang jelas atau diantara para pembaca ada yang ingin bertanya tentang masalah kulit dan kelamin dapat menghubungi:Hp 0818464018 atau Pontianak Post atau poli Kulit dan Kelamin RS Soedarso/RS Antonius atau apotek Mitra jl Jend Urip.

Team Pengasuh

 

Sumber : Pontianak Post Online

Tags: , ,

Spread the word

del.icio.us Digg Furl Reddit Help

Permalink • Print • Comment

Perokok Rentan Menderita Kanker Paru

Tanya :

Dok, saya perokok berat, sehari bisa sampai 3 bungkus. Saya pernah membaca bahwa orang perokok bisa terkena kanker paru. Apa saja gejalanya dok karena saya mulai sering batuk-batuk beberapa bulan ini. Terima kasih

Tn. E

Jawab:

Kanker paru adalah penyakit yang saat ini angka kejadiaannya terus meningkat baik di negara maju maupun di negara berkembang. Di Indonesia kanker paru menduduki peringkat ke-3 atau ke-4 dantara tumor ganas yang paling sering ditemukan di beberapa rumah sakit.

Insiden kanker paru berhubungan erat dengan pria yang perokok, polusi udara, cacat paru, dan pria berumur lebih dari 40 tahun walaupun ada juga yang ditemukan di bawah 40 tahun. Gejala dan tanda dari kanker paru tergantung dari lokasi tumor, ukuran tumor primer dan penyebaran ke organ yang dikenai.

Gejala-gejala yang umum ditemui: batuk, merupakan manifestasi yang sering ditemukan dan merupakan gejala awal kanker paru. Batuk bisa tanpa dahak ataupun batuk darah karena robeknya pembuluh darah di paru. Rasa panas atau tidak enak di dada juga merupakan keluhan yang sering dirasakan oleh penderita kanker paru.

Sesak napas biasa berhubungan dengan sumbatan saluran napas oleh tumor atau penekanan bisa oleh tumor bisa juga karena akumulasi cairan. Nyeri dada bisa juga dikeluhkan oleh penderita kanker paru. Selain itu kadang ada gejala lain di luar paru seperti gangguan menelan, suara serak, bengkak di muka, leher dan lengan, cegukan.

Umumnya penderita kanker paru juga mengalami penurunan berat badan karena nafsu makan yang berkurang walaupun gejala-gejala ini juga bisa ditemui pada penyakit lain. Untuk mendiagnosis kanker paru diperlukan pemeriksaan fisis paru dan pemeriksaan penunjang seperti foto roentgen paru, bronkoskopi (teropong saluran napas), sampai CT scan paru disertai pemeriksaan sitologi atau histopatologi untuk mengetahui jenis kanker.

Penatalaksanaan untuk kanker paru tergantung dari stadium dan jenis kanker. Bila stadium I-II masih bisa dilakukan pembedahan tapi bila stadium sudah III, dilakukan kemoterapi dan atau radioterapi.

Bagaimana dengan angka kesembuhan? Sampai saat ini angka kesembuhan untuk kanker paru masih sangat rendah, yaitu sekitar 20 persen dari semua kanker paru yang masih bisa dioperasi. Angka tahan hidup 5 tahun untuk kanker paru adalah 10-15 persen tergantung pada stadium penyakit, keadaan umum pasien, usia, tipe/jenis kanker, rerata pertumbuhan tumor dan jenis terapi.

Pada kasus anda, sebaiknya dilakukan pemeriksaan foto roentgen untuk melihat lebih jelas apakah ada kelainan di paru anda. Selain itu anda harus berhenti merokok karena risiko untuk terjadi kanker paru lebih tinggi pada perokok baik aktif maupun pasif. Semoga bermanfaat.

Team Pengasuh

 

 

Sumber : Pontianak Post Online

Tags: , ,

Spread the word

del.icio.us Digg Furl Reddit Help

Permalink • Print • Comment

Lutut Nyeri Akibat Osteoartritis

Tanya:

Dokter, saya seorang ibu rumah tangga berusia 60 tahun. Saat ini saya mempunyai masalah dengan lutut saya. Kedua lutut saya terasa nyeri dan suka berbunyi, terutama kalau banyak berjalan. Kedua lutut saya juga tampak melengkung keluar. Saya juga tidak dapat menekuk lutut saya, sehingga terasa sangat sulit dan menderita sekali jika hendak bersujud atau naik turun tangga.

Lutut saya telah diroentgen, dikatakan dokter bahwa kedua lutut saya terjadi perkapuran dan celah sendi lutut menyempit. Karena sakit yang saya derita itu membuat saya menemui banyak hambatan dalam melakukan pekerjaan sehari-hari. Mohon petunjuk dan nasehat dokter untuk penyakit saya ini. Perlu juga dokter ketahui bahwa saya mempunyai berat badan yang berlebih alias gemuk. Terima kasih atas penjelasan dokter.

Ny. B, Pontianak

Jawab:

Yth. Ibu B di Pontianak. Sebelumnya kami mengucapkan terima kasih untuk surat ibu. Dilihat dari segi usia ibu, hasil roentgen lutut dan riwayat penyakit yang telah ibu sampaikan, kemungkinan besar ibu menderita penyakit Osteoartritis Lutut (OA Lutut), tapi untuk memastikannya sebaiknya ibu memeriksakan diri ke dokter terdekat.

OA Lutut paling sering ditemukan pada penderita berusia lanjut karena merupakan suatu penyakit degenerasi. Sejalan dengan bertambahnya usia seseorang maka struktur dan jaringan tubuh juga akan semakin berkurang fungsi, elastisitas dan daya tahan dari jaringan tersebut. Yang pada akhirnya jaringan tersebut akan menjadi aus dan rusak, demikian juga yang terjadi pada sendi lutut ini.

OA Lutut sering terjadi karena lutut merupakan sendi yang paling banyak dipakai saat kita bergerak. Faktor yang yang turut berpengaruh adalah kegemukkan, karena dengan semakin gemuk seseorang maka beban tumpuan pada kedua lutut juga semakin besar. Disamping itu juga faktor nutrisi, pola makan dan pola hidup juga sangat berpengaruh terhadap terjadinya kasus OA Lutut.

Gejala-gejala:

Keluhan yang sering menyertai adalah:

- Nyeri lutut.

- Kaku sendi.

- Bengkak sendi.

- Sendi berbunyi saat digerakkan.

- Sendi terasa goyah atau tidak stabil.

- Bentuk lutut yang melengkung keluar. Hal ini lebih banyak terjadi bagi mereka yang gemuk.

- Jika kasusnya berlanjut menahun dapat terjadi pengecilan daripada otot-otot tungkai bawah sehingga timbul kelemahan tungkai bawah.

Penatalaksanaan:

1. Obat-obatan: obat yang diminum, dioleskan ataupun disuntikkan langsung ke lutut.

2. Rehabilitasi Medik:

Tujuan terapi Rehabilitasi Medik adalah:

- Mengurangi/ menghilangkan rasa sakit.

- Memperbaiki fungsi lutut.

- Mengembangkan strategi menghadapi nyeri.

- Mencegah terulangnya kembali rasa nyeri dengan mengubah gaya hidup.

- Mencegah agar penyakit tidak bertambah parah.

Program Rehabilitasi Medik:

1. Terapi fisik: terapi panas, terapi dingin, elektroterapi, exercise seperti latihan aerobic endurance, latihan relaksasi, dll.

2. Okupasi terapi: memberikan petunjuk dan latihan-latihan yang disesuaikan dengan kondisi sakit pasien, sehingga dapat tetap melakukan aktifitas kegiatan sehari-hari.

3. Ortotik prostetik: memberikan dynamic-splint sebagai alat protektif lutut juga sebagai alat Bantu jalan.

4. Edukasi:

- Mengubah gaya hidup yang menyebabkan kerusakkan lebih parah pada sendi lutut, seperti: hindari sering naik turun tangga, jongkok, melompat, dsb.

- Hindari kegemukkan dengan dengan diet yang sehat dan berimbang.

- Istirahat cukup dan olahraga teratur. Olahraga yang disarankan bersepeda atau berenang.

- Biasakan melakukan pekerjaan rumah tangga seperti mencuci atau memasak dengan duduk.

- Pergunakan selalu kloset duduk, hindari kloset jongkok.

- Hindari berjalan atau berdiri dalam jangka waktu yang lama.

Demikian yang dapat kami sampaikan tentang nyeri lutut akibat Osteoartritis Lutut (OA Lutut) dan program Rehabilitasi Medik yang dapat dilakukan. Semoga dapat bermanfaat bagi pembaca sekali. Untuk konsultasi lebih lanjut dapat menghubungi kami.

Team Pengasuh

 

Sumber : Pontianak Post Online

Tags: , ,

Spread the word

del.icio.us Digg Furl Reddit Help

Permalink • Print • Comment

February 24, 2008

Hipertensi Cabut Gigi, Bolehkah?

Tanya:

Dok, saya mau cabut gigi tetapi saya mempunyai penyakit darah tinggi jadi bagaimana?

SSA, Pontianak

Jawab:

Dalam tindakan cabut gigi biasanya menggunakan anestesi yg umumnya mengandung adrenalin yg sifatnya menyempitkan pembuluh darah (vasokonstriktor). Bisa dibayangkan kan kalau saat tensinya tinggi (aliran darahnya tinggi) lalu tiba-tiba kita anestesi atau kita buat sempit pembuluh darah, bisa-bisa pembuluh darahnya pecah.

Nah bila itu terjadi bisa menyebabkan perdarahan dan di otak bisa menyebabkan stroke. Dan itu bisa berbahaya atas keselamatan jiwa seseorang. Kapan orang yang mempunyai hipertensi bisa dicabut? Karena sepanjang hidupnya selalu hipertensi.

Seyogianya berkonsultasi dahulu dengan dokter spesialis penyakit dalam atau penyakit jantung, juga dikontrol dahulu tensinya sehingga normal setelah itu bisa dilakukan tindakan pencabutan, disisi lain hypertensi tidak ada sangkut pautnya dengan gigi yang akan dicabut.

Anda jangan membayangkan, karena darah begitu tinggi, maka kalau gigi dicabut darah akan ‘muncrat-muncrat’ kemana-mana. Pandangan ini adalah pandangan dan cerita-cerita burung yg salah tentang hipertensi itu sendiri. Justru anda harus mencabut gigi yg rusak tersebut ‘segera’.

Mengapa? Gigi yang tidak mendapat perhatian pemeliharaan adalah penyebab timbulnya penyakit hypertensi/darah tinggi, penyakit jantung, stroke. Oleh karena apa? Oleh karena bakteri yang bersarang di dalam gigi yang rusak dan tidak terpelihara, akan masuk ke dalam jalan darah, dan meneruskan bakteri yang mulanya lemah menjadi kuat ke arah bagian-bagian penting didalam tubuh kita.

Salah satunya jantung. Kalau sudah demikian, maka apa yang terjadi selanjutnya dapat kita terka, anda akan mendapat sakit jantung/heart attack, brain attack, stroke, dan hypertensi.

Pergilah kedokter gigi untuk menyelesaikannya. sebab dokter akan memberikan suntikkan kebal pada gusi anda, agar anda tidak merasakan sakit pada waktu dicabut. Setelah itu anda akan diberi tampon berisi cairan kebal, untuk menjaga kesterilan luka bekas dicabut.

Seterusnya anda bisa mengobati rasa sakit pada gusi dengan minum obat paracetamol dan sejenisnya. Oleh karena itu, kontrollah secara teratur gigi anda ke dokter gigi, dan jagalah hygienis mulut.Selebihnya anda akan terhindar dari penyakit. Terimakasih.

Team Pengasuh

 

Sumber : Pontianak Post Online

Tags: , ,

Spread the word

del.icio.us Digg Furl Reddit Help

Permalink • Print • Comment