Amazon.com Widgets

April 3, 2008

Alergi Bisa Disembuhkan?

Masalah :

Anak saya berusia 10 tahun. Ia alergi terhadap logam. Jika diberi perhiasan logam bukan emas, di kulitnya akan timbul bintik-bintik merah dan terasa gatal. Kalau digaruk menimbulkan luka. Dok, apakah alergi bisa disembuhkan? Saya harus bawa anak ke dokter spesialis apa? Apakah alergi itu turunan, karena saya pun mengalami hal yang sama. Kulit sering berkeringat dan jika terkena perhiasan logam bukan emas akan terasa gatal. Terima kasih.

Ny. Dhina - Bandung

 

Jawaban :

Alergi merupakan hal yang sering dijumpai pada anak dan dapat mengenai berbagai organ tubuh. Bersin-bersin pada pagi hari, timbul kaligata pada saat dingin, mengi, atau asma, dll. Keluhan bintik-bintik merah yang terasa gatal di kulit yang bersentuhan dengan logam dalam jangka waktu tertentu, merupakan manifestasi dari alergi.

Alergi merupakan penyakit yang diturunkan. Kalau salah seorang dari orang tua mengalami alergi, kemungkinan anaknya mengalami alergi sekitar 10%, namun akan lebih besar persentasenya bila kedua orang tua memang memiliki alergi.

Kejadian alergi akan berbeda dari waktu ke waktu. Sebagai contoh, pada masa bayi, alergi mungkin dapat tampak seperti kemerahan di pipi, dan jika usia bayi bertambah akan menghilang, namun kemerahan akan tampak di lipatan-lipatan kulit. Demikian pula dengan anak Ibu, saat ini ia tampak tidak kuat bilamana bersentuhan dalam jangka waktu tertentu dengan logam bukan logam emas. Kulitnya akan kemerahan dan gatal. Untuk itu hindari pemakaian perhiasan imitasi, termasuk juga menghindari garukan terhadap daerah kulit yang gatal tersebut, karena dapat menimbulkan infeksi yang akan menimbulkan bekas kehitaman pada saat penyembuhan.

Penyembuhan alergi membutuhkan waktu, Bu. Cara yang termudah adalah menghindari penyebab alergi, yang untuk anak Ibu cukup mudah caranya karena sumbernya diketahui. Dapat juga memakai salep kulit yang mengandung kortikosteroid untuk mengurangi reaksi alergi yang timbul. Tentunya pemberian obat ini memerlukan pemeriksaan oleh dokter kulit terlebih dahulu, sehingga pemilihan obatnya benar dan dengan dosis serta lama pemakaian tertentu.

Prof. Dr. H. Azhali, M.S., Sp.A.(K)

 

 

Sumber : Pikiran Rakyat Online

Tags: , ,

Spread the word

del.icio.us Digg Furl Reddit Help

Permalink • Print • Comment

February 14, 2008

Bayi Tabung

Masalah :

Dokter, istri saya sudah kedua kalinya hamil di luar kandungan. Dua kali dioperasi, terakhir minggu lalu. Jadi dua saluran telurnya sudah hilang. Namun kata dokter kami masih bisa punya anak dengan cara bayi tabung, benarkah itu? Bagaimana caranya? Terima kasih.

Budi di Bandung

 

Jawaban :

Pak Budi yang terhormat,

Bayi tabung (IVF-Invitro Fertilization atau ART- Assisted Repruductive Technology - TRB- Teknik Reproduksi Berbantu) memang merupakan jalan keluar bagi pasangan yang istrinya memiliki gangguan pada saluran telur atau gangguan ovulasi. Keberhasilan bayi tabung yang tertinggi yakni apabila pasangan tersebut hanya mempunyai masalah saluran telur yang tersumbat, sedangkan telur dan spema baik.

Caranya, yakni dengan mengunjungi Klinik Fertilitas, misalnya ke Klinik Aster di RS Hasan Sadikin. Di sana pasangan suami istri (pasutri) akan dilayani oleh dokter spesialis Obgin konsultan fertilitas endokrinologi reproduksi (SpOG-KFER). Pasutri akan diminta datang terjadwual, pada saat haid, istri biasanya akan diberi obat untuk menstimulasi indung telur agar menghasilkan telur dalam jumlah yang cukup. Ibu juga akan mendapat obat-obat hormonal agar telur tidak terlalu cepat keluar dan untuk mempersiapkan rahim menerima buah kehamilan.

Ibu akan berkali-kali diperiksa darah untuk melihat keadaan hormonal dan dipatau perkembangan telurnya (folikel) dengan alat sonografi (USG transvaginal). Apabila telur sudah matang dokter akan mengambilnya melalui prosedur khusus. Kemudian telur tersebut dipersatukan dengan sperma suami di laboratorium. Untuk mempertinggi keberhasilan, saat ini sperma disuntikkan ke dalam sel telur. Beberapa hari kemudian sel telur yang sudah dibuahi tersebut akan menjadi embrio. Dua sampai empat embrio akan dimasukkan ke dalam rahim ibu, embrio sisanya dibekukan untuk dipakai kemudian hari bila proses bayi tabung yang sedang berlangsung tidak berhasil. Apabila berhasil, ibu akan hamil dengan kemungkinan hamil kembar. Lama program satu siklus sekitar 4 – 6 minggu.

Dr.dr. Sofie Rifayani Krisnadi, Sp.O.G.

 

 

Sumber : Pikiran Rakyat Online

Tags: , ,

Spread the word

del.icio.us Digg Furl Reddit Help

Permalink • Print • Comment

November 19, 2007

Mengatur Waktu Menyusui

Masalah :

Dokter, saya baru saja melahirkan anak pertama sebulan lalu. Sebentar lagi saya harus masuk kerja. Saya bingung mengatur ASI untuk bayi saya. ASI saya banyak, tapi saya tidak mungkin pulang dulu mengingat jarak yang jauh dari rumah ke kantor (pergi pagi dan pulang malam). Bagaimana ya Dok caranya agar ASI tak sia-sia dan anak saya mendapatkan jatah ASI yang cukup? Terima kasih Dok. 

Ny. Tini di Bekasi

 

Jawaban :

Ibu Tini yang terhormat,

Syukur Ibu berniat tetap memberikan ASI meskipun Ibu bekerja.

Memang benar Ibu bekerja akan lebih repot mengatur dan merencanakan pemberian ASI, namun apabila kita mengingat manfaatnya, ASI tidak mungkin digantikan oleh susu binatang apa pun termasuk susu formula yang berasal dari susu sapi.

Agar dapat tetap menyusui, ibu bekerja harus merencanakan penyusuan lebih baik. Untuk Ibu yang merencanakannya sejak hamil, pastikan Ibu menyusui dini saat melahirkan dan rawat gabung. Kedua hal ini menjamin pengeluaran ASI yang baik dan penyusuan yang baik. Kemudian berikan penyusuan eksklusif (ASI saja, tanpa cairan lain). Setelah minggu pertama menyusui, mulailah belajar menyimpan ASI dengan cara memerah ASI setelah penyusuan. Segera setelah bayi disusui, ASI diperah (dapat dengan tangan, pompa susu khusus yang mempunyai gelas sendiri untuk menampung ASI, atau pompa listrik yang mulai banyak dijual di maternity shop.

Untuk Ibu yang saat ini masih menyusui eksklusif dan akan bekerja kembali, mulailah dari sekarang memompa ASI setiap selesai menyusui, tampung dalam gelas bermulut lebar, tutupi dengan baik dan simpanlah dalam lemari es. Sebaiknya ASI perahan jangan disatukan, simpan sesuai urutan pemerahan. Cantumkan tanggal sehingga pemberiannya pada bayi dapat diatur (yang lebih lama disimpan lebih dahulu dipakai).

Dari penelitian terakhir di negara maju, ASI dalam lemari es (refrigerator, bukan dalam freezer) dapat disimpan 2-5 X 24 jam, sedangkan dalam freezer dapat disimpan berbulan-bulan ( 3-6 bulan).

Apabila Ibu mulai bekerja, sebelum bekerja susui dulu bayi Ibu. Selama ditinggalkan bekerja bayi akan mendapat susu perah yang sudah Ibu siapkan di lemari es sebelumnya. ASI yang baru dikeluarkan dari lemari es dapat tahan 4-8 jam di udara luar (suhu kamar). Sebelum diberikan, jangan dipanaskan. ASI dalam gelas cukup dihangatkan dengan mencelupkan gelasnya ke dalam wadah berisi air hangat. Kemudian ASI simpanan diberikan dengan sendok, jangan dengan dot, karena akan menyebabkan bayi bingung puting.

Di tempat bekerja, carilah tempat yang cukup nyaman untuk memerah ASI sesering mungkin (idealnya 2-3 jam sekali),. Cukup beberapa menit yang diperlukan untuk memerah ASI apabila ibu telah mahir melakukannya. Jangan sampai payudara mengeras karena ASI terlalu penuh. Apabila payudara mengeras dan ASI keluar menetes, produksi ASI akan segera berkurang karena sel-sel kelenjar yang memproduksi ASI terlalu diregang dan dapat rusak. ASI yang diperah di kantor dapat disimpan dalam lemari es untuk esok hari atau dikirimkan ke rumah.

Saat Ibu pulang, Ibu dapat segera menyusui dan malam hari sambil berbaring (tertidur) Ibu masih tetap dapat menyusui. Setelah bayi minimal 4 bulan (sebetulnya ASI eksklusif dapat dilakukan sampai 6 bulan, tergantung tumbuh kembang bayi Ibu), bayi dapat diperkenalkan pada makanan pendamping. Ini akan mempermudah Ibu menyusui, karena selain ASI sudah ada makanan selingan. Demikian pula bulan-bulan selanjutnya, makanan pendamping ASI akan lebih sering dan lebih banyak jenisnya sehingga Ibu dapat tetap menyusui sampai 2 tahun.

Dengan kemauan dan usaha yang baik serta dukungan seluruh keluarga, termasuk dukungan lingkungan kerja, Ibu bekerja tetap dapat menyusui ekslusif dan penyusuan 2 tahun seperti yang dianjurkan . Hal ini berarti kualitas generasi yang akan datang akan jauh lebih baik daripada generasi susu sapi.

  Dr. dr. Sofie Rifayani Krisnadi, Sp.O.G.

 

Sumber : Pikiran Rakyat Online

Tags: , ,

Spread the word

del.icio.us Digg Furl Reddit Help

Permalink • Print • Comment

November 2, 2007

Berat Berlebih Ketika Hamil

Masalah :

Dokter, saya berusia 32 tahun, sedang mengandung anak kedua, usia kandungan baru menjelang 2 bulan. Saya agak khawatir dengan pertambahan bobot saya kelak terlalu banyak sehingga sulit untuk menjadi langsing.

Waktu melahirkan anak pertama saja bobot saya naik hingga 15 kilogram dan setelah melahirkan sulit sekali turun. Saya hanya berhasil menurunkan sekitar 7 kilogram.

Bayi pertama saya lahir 3 kg 1 ons. Apakah kehamilan kedua ini berat badan saya akan sama naiknya? Saya takut nanti tubuh saya bertambah bundar.

Bagaimana mencegah kenaikan bobot yang terlalu besar, namun bayi tetap dalam bobot yang normal?

Terima kasih atas perhatian Dokter.

Ny. Martina di Bandung

 

Jawaban :

Ibu Martina yang terhormat.

Kenaikan berat badan selama kehamilan sering merupakan masalah, karena dapat memengaruhi hasil persalinan. Kenaikan berat badan yang ideal pada ibu hamil berbeda pada tiap individu, antara lain karena berat badan asal (lebih tepatnya tergantung indeks masa tubuh/BMI-Body Mass Index).

Cara menghitung indeks masa tubuh adalah berat badan (dalam kilogram) dibagi oleh kuadrat tinggi badan (dalam meter). Misalnya, ibu berberat badan asal sebelum hamil 68 kilogram, sedangkan tinggi badan ibu adalah 165 centimeter (1,65 meter). BMI ibu adalah 68 : (1,65) 2 = 24,98.

Dari perhitungan tersebut, BMI digolongkan ke dalam 3 kelompok, yakni berat badan kurang dari normal (BMI < 18,5 = underweight); Berat badan normal (BMI antara 18,5-24,9); Berat badan berlebih (BMI antara 25 - 29,9 = overweight) dan Obesitas (BMI > 30).

Apabila BMI ibu normal (BMI 18,5 - 24,9), selama hamil diharapkan kenaikan BB ideal antara 11 - 13 kg. Apabila berat badan ibu kurang (BMI<18,5) berat badan boleh naik antara 13 - 20 kg. Sedangkan apabila BMI asal Ibu berlebih (25-29,9) kenaikan 7 sampai 11 kilogram selama hamil sudah cukup. Apalagi pada Ibu yang asalnya obese (BMI >30), ibu tidak boleh bertambah berat badannya lebih dari 7 kilogram.

Umumnya berat badan ibu hamil hanya naik sedikit pada tiga bulan pertama (1 - 2 kg saja, bahkan ada yang turun dulu berat badannya). Kenaikan berat badan ibu hamil umumnya terjadi mulai bulan ke-4 dan meningkat cepat pada akhir kehamilan.

Kecenderungan kenaikan berat badan yang berlebihan sudah terlihat apabila dari awal kehamilan, nafsu makan ibu meningkat. Oleh karena itu, jagalah jangan makan berlebihan.

Apabila BB awal Ibu sudah obese, makan seperti sebelum hamil pun sudah cukup untuk pertumbuhan janin yang normal. Jangan makan untuk dua orang. Makanan hari-hari sebelum hamil ditambah dengan protein hewan (sepotong ikan atau daging ditambahkan pada setiap makan 3 kali makan sehari, atau segelas susu tiap hari sudah mencukupi kalori yang dibutuhkan oleh ibu hamil yang awalnya mempunyai berat badan normal.

Kecenderungan ibu hamil melonjak kenaikan berat badannya, karena nafsu makannya meningkat dan setiap saat makan camilan. Cobalah mengatur asupan makanan sehari dengan 3 kali makan, satu gelas susu, satu porsi buah-buahan dan 2 kali snack ringan yang terbagi menjadi 2 jam sekali. Makan tanpa jadwal dan pola makanan yang tidak baik sering menyebabkan berat badan (BB) berlebihan.

Akibat BB berlebihan, bukan saja menurunkannya yang sulit, tetapi juga mempunyai risiko untuk mendapat penyulit saat bersalin. Persalinan buatan (vakum, forseps atau operasi caesar) meningkat kejadiannya pada ibu yang kenaikan BB-nya berlebihan. Bayi besar lebih sering terjadi pada ibu yang obesitas. Sebaliknya bayi kecil pun (< 2.500 gram saat lahir) juga mungkin meningkat kejadiannya. Demikian pula kejadian hipertensi dalam kehamilan yang dapat mencelakakan ibu dan janin.

Karena tiap individu berbeda, konsultasikan masalah BB Ibu dengan dokter kandungan Ibu, dan mintalah saran makanan sehari-hari yang baik agar kenaikan berta badan Ibu tidak berlebihan.

Team Pengasuh

 

 

Sumber : Pikiran Rakyat

Tags: , ,

Spread the word

del.icio.us Digg Furl Reddit Help

Permalink • Print • Comment

October 18, 2007

Persepsi Salah pada Penanganan Patah Tulang

Masalah :

Dokter yth.

Assalamualaikum wr. wbr.

DOK, anak saya laki-laki umur 4 tahun, dua minggu yang lalu jatuh dari kursi dan tangan kirinya membentur lantai. Akibat menahan tubuhnya, sikut kirinya bengkak dan ia mengeluh nyeri. Kemudian ia dibawa ke tukang urut, dan dikatakan ada tulang yang bergeser. Anak saya diurut kemudian tangannya digantung dengan kain. Sampai dua minggu anak saya masih mengeluh nyeri dan bengkaknya masih ada.

Pertanyaan saya:

1. Apakah benar anak saya menderita patah tulang? Berat atau tidak?

2. Kenapa sikutnya masih bengkak dan nyeri, padahal sudah diurut?

3. Bagaimana pengobatan patah tulang pada anak-anak, apakah harus dioperasi?

4. Apakah benar kalau patah tulang terjadi pada anak-anak bisa pulih lagi?

5. Apa yang harus saya lakukan untuk mengobati anak saya selanjutnya?

6. Bagaimana pertolongan pertama pada patah tulang?

Demikian pertanyaan saya, terima kasih.

Wassalamualaikum wr. wb.

Mamah M. Kavin Ziyanulhaq di Cianjur

Jawaban :

Yth. Ibu M.Kavin, waalaikumsalam wr.wb.

MENURUT saya, putra Ibu kemungkinan besar mengalami patah pada tulang lengan atas kiri (fraktur supracondylar humerus), karena patah tulang seperti ini secara statistik sering terjadi pada anak dengan posisi jatuh seperti itu.

Kenapa masih bengkak dan nyeri? Saya kira nyeri masih ada karena penanganannya tidak benar, sehingga proses penyembuhan tidak berjalan dengan sempurna. Benar bahwa patah tulang pada anak-anak (masa pertumbuhan) dapat kembali sembuh dengan fungsi yang sempurna dan umumnya tidak memerlukan tindakan operasi. Untuk dapat sembuh dengan fungsi yang sempurna harus ditangani dengan benar dan tepat. Untuk itu seperti pepatah dalam agama, mintalah pertolongan pada ahlinya.

Memang masyarakat umumnya menyangka jika patah tulang cukup diurut, dan berobat ke rumah sakit atau dokter harus operasi atau dipotong. Itu semua anggapan yang keliru. Yang benar, setiap patah tulang harus ditolong ahlinya supaya sembuh sempurna. Prasyarat utama pada suatu patah tulang adalah tidak boleh ada pergerakan yang membahayakan organ sekitarnya (urutan, pijitan, tarikan) dan penyembuhan akan terjadi jika posisi patahan baik dan difiksasi dengan benar (adekuat). Pengobatan oleh dokter atau di rumah sakit bertujuan untuk penyembuhan tulang dengan fungsi yang optimal dan tidak harus dengan operasi, bisa tanpa tindakan operasi.

Kenapa manipulasi pada daerah yang patah berbahaya? Karena pada patah tulang akan terjadi pecahnya pembuluh darah sekitarnya dan terjadi perdarahan, terlihat dengan adanya bengkak. Kemudian juga ada cedera jaringan lunak yang juga bisa menyebabkan bengkak. Tindakan awal adalah mengistirahatkan (immobilisasi) daerah yang patah supaya tidak banyak bergerak. Setiap manipulasi pada daerah yang patah memungkinkan terjadi gerakan patahan tulang yang akan menyebabkan luka baru, karena ujung patahan yang menusuk atau menggores jaringan di sekitarnya. Ini dapat menimbulkan penyulit (komplikasi) yang berbahaya misalnya saraf terjepit atau urat darah besar putus.

Pada urutan atau pijitan tidak hanya tulang yang bergerak, juga ada trauma pada jaringan lunak yang sudah cedera karena pijitan/tekanan secara langsung.

Jika setelah dua minggu masih bengkak dan nyeri, itu dimungkinkan karena selama itu lengan putra ibu hanya digantung sehingga masih ada gerakan-gerakan yang menyebabkan luka dan cedera baru pada daerah patahan. Hal ini menyebabkan proses penyembuhan tidak berjalan, sehingga memungkinkan komplikasi cacat atau tidak sembuh.

Biasanya mengoreksi penanganan yang salah memerlukan tindakan lebih sulit. Jika proses penyembuhan berjalan baik dalam waktu seminggu nyeri sudah sangat berkurang dan bengkak menyusut. Rasa nyeri ini hilang karena proses penyembuhan terjadi dan sudah tidak ada pergerakan tulang lagi karena sudah ada tulang lunak yang memegang patahan tulang. Bengkaknya pun menyusut karena sudah ada proses penyerapan oleh tubuh.

Untuk selanjutnya, saya sarankan secepatnya diperiksa oleh ahli bedah orthopaedi (SpBO/SpOT), supaya dapat ditentukan apakah posisi patah tulang putra Ibu baik (acceptable), perlu diperbaiki lagi, dan dikelola dengan cara yang benar sehingga bisa kembali normal.

Penanganan awal patah tulang, yaitu dengan memasang bidai/spalk atau apapun benda yang keras dan lurus pada tulang yang patah. Panjang bidai ini harus dapat memegang dua sendi sehingga gerakan akan dapat dicegah . Kemudian penderita dibawa ke rumah sakit.

Dr.H.Dadang Rukanta M.Kes., Sp.O.T., Bagian Bedah RS Al Islam Bandung, daeng_rs@yahoo.com.

Sumber : Pikiran Rakyat Online

Tags: , ,

Spread the word

del.icio.us Digg Furl Reddit Help

Permalink • Print • Comment

Lupus Boleh Hamil?

Masalah :

Dokter Sofie yth.

SAUDARA perempuan saya menderita penyakit lupus. Dia sudah sering keluar masuk rumah sakit karena penyakitnya beberapa kali kambuh. Dalam waktu dekat ini, dia akan melangsungkan pernikahan dengan lelaki pilihan hatinya.

Namun, saya khawatir dengan keadaannya, apakah kalau sudah menikah nanti ia dapat hamil dan melahirkan? Apakah jika dia hamil kelak anaknya juga bisa menderita penyakit yang sama?

Terima kasih atas perhatian dan jawaban Dokter.

Ny. A di Cianjur

Ibu A yth.

LUPUS (kependekan dari SLE, Systemic Lupus Erythematosus) adalah penyakit menahun yang lebih sering menyerang wanita daripada laki-laki. Gejala lupus sering seperti gejala flu, oleh karena itu sering luput keberadaannya. Gejala yang umum adalah demam, lesu, sakit kepala, dan nyeri sendi. Gejala yang khas adalah adanya bercak berbentuk kupu-kupu pada hidung, pipi, atau bagian badan lainnya. Sampai saat ini penyebabnya belum diketahui pasti. Karena penyakit ini menahun, dapat menyebabkan peradangan, nyeri, dan kerusakan organ-organ tubuh seperti ginjal, jantung, paru-paru, dan organ dalam lainnya.

Dahulu penderita lupus tidak dianjurkan untuk hamil dan bahkan penderita lupus yang hamil dianjurkan untuk aborsi. Saat ini ilmu pengetahuan sudah jauh berkembang dan banyak bukti bahwa ibu dengan lupus (meskipun cukup sulit) dapat hamil dalam pengawasan dokter.

Kesuburan ibu dengan lupus pada umumnya dapat normal. Pada penderita yang ringan dan sedang umumnya dapat hamil beberapa tahun setelah menikah. Pada lupus yang berat, kesuburan menurun karena obat-obat yang dipakai untuk mengatasi gejala lupus dapat mengurangi kesuburan bahkan menghentikan haid. Saat ini banyak bukti yang menunjukkan pasien lupus dapat hamil dengan aman. Tidak benar bahwa penyakitnya akan menjadi lebih berat bila ibu hamil. Ibu dengan lupus dianjurkan hamil pada keadaan "sehat", yakni saat lupusnya lama tidak kambuh.

Dalam kehamilan sering terjadi kelainan kulit sehingga kambuhnya lupus dapat tidak diketahui, namun pada umumnya tetap dapat diobati dengan obat yang terseleksi. Lebih baik apabila ibu dengan lupus tidak mendapat obat-obatan selama hamil, namun belum ada laporan bahwa obat-obat untuk lupus (kecuali cyclophosphamide atau golongan kortikosteroid selain prednison) menyebabkan cacat janin meskipun jumlah kasus belum banyak.

Risiko terhadap bayi: sekira 25% kehamilan pada ibu lupus akan berakhir dengan keguguran (pada ibu normal tanpa lupus keguguran sekira 8 - 10%), 25 - 50% dapat hamil cukup bulan, dan sekira 25 - 50% melahirkan pada usia kurang bulan. Sekira 3% bayi yang dilahirkan dapat mengalami neonatal lupus berupa kelainan pada kulit dan kelainan irama jantung. Tidak didapatkan peningkatan angka kejadian cacat fisik lainnya atau cacat mental pada bayi yang dilahirkan oleh ibu dengan SLE. Demikian juga perkembangan bayi dengan nenonatal lupus pada umumnya normal.

Risiko pada ibu meningkat dalam hal terjadinya preeklamsi/eklamsi (kenaikan tekanan darah yang terjadi dalam kehamilan, dapat disertai kejang), turunnya trombosit dan terdapatnya protein dalam air kemih.

Oleh karena itu, selama kehamilan harus terjalin hubungan baik antara ibu, spesialis kandungan, dan spesialis penyakit dalam untuk penanganan bersama. Kunjungan pada dokter harus lebih sering agar gejala yang timbul segera diketahui dan segera diantisipasi. Risiko persalinan dengan operasi caesar meningkat.

Hubungi dokter spesialis terdekat untuk konseling pranikah.

Dr. dr. Sofie Rifayani Krisnadi, Sp.O.G.

 

Sumber : Pikiran Rakyat Online

Tags: , ,

Spread the word

del.icio.us Digg Furl Reddit Help

Permalink • Print • Comment

Kesehatan Anak

Bercak Putih di Pipi

Masalah :

Dokter Yth.

ANAK saya berumur 11 tahun. Sekarang ini di pipinya ada bercak putih yang dalam bahasa Sunda disebut balas bogo. Saya khawatir keadaan ini akan berlanjut hingga ia dewasa. Sebenarnya bercak putih itu akibat apa Dok? Apakah benar karena anak terlalu banyak terpapar sinar matahari? Bagaimana cara mengobatinya? Selain itu anak saya juga di beberapa bagian tangannya ada bintik-bintik kecil berwarna putih dan terasa gatal, kenapa ya Dok?

Ny. Dwi di Bandung

Jawaban :

BERCAK putih di kulit pada anak sering dikeluhkan oleh para ibu. Ada beberapa penyakit yang menunjukkan tanda tersebut, antara lain pityriasis alba, tinea versicolor, dan vitiligo.

Pityriasis alba (PA) sering terjadi pada anak usia sekolah (6-16 tahun) yang mempunyai riwayat alergi. Pada umumnya tampak di muka sebagai bercak putih berbentuk oval-bulat, berukuran 1-4 cm, tidak menonjol, terdiri dari 4-20 bercak, dan kadang-kadang gatal. PA yang luas sampai ke dada dan ekstremitas biasa terjadi pada orang dewasa.

Tinea versicolor atau lebih dikenal dengan panu. Merupakan penyakit kulit yang ringan dan sering dijumpai terutama di daerah tropis. Berupa bercak putih dengan permukaan agak bersisik di dada dan punggung, namun jarang di muka. Panu akan terasa gatal. Penyebabnya adalah jamur Malassezia furfur. Umumnya yang terkena berusia 10-24 tahun. Untuk memastikannya, diperlukan pemeriksaan di ruangan khusus dengan sinar wood atau melalui kerokan kulit. Dapat disembuhkan dengan obat antijamur, baik yang berupa obat yang dioleskan ke kulit atau obat yang diminumkan. Bercak putih tersebut akan memudar dalam 1-2 bulan setelah pengobatan.

Vitiligo merupakan penyakit akibat hilangnya pigmen pada kulit. Sekira 30% timbul pada kelompok keluarga. Umumnya timbul pada usia 10-30 tahun dan di sekitar muka, kulit kepala, serta leher. Penyakit ini akan berjalan dengan cepat, tampak makin melebar dan menyebar di satu daerah kulit atau di banyak tempat. Penyakit ini memerlukan pengobatan secara khusus dan rutin, baik dengan obat-obatan serta penyinaran khusus.

Membaca keluhan Ibu, tampaknya anak Ibu kemungkinan menderita PA. Kelainan kulit ini sering dikeluhkan oleh para ibu, sedangkan anaknya tidak merasakan adanya suatu kelainan. Jadi semata-mata bersifat kosmetik. Tampaknya Ibu tidak perlu terlalu khawatir, karena PA merupakan penyakit ringan, akan sembuh sendiri (rata-rata dalam 1 tahun), dan tidak bersifat menular. Yang penting, anak Ibu dapat menjaga kesehatan kulit. Dianjurkan pula untuk memakai krim tabir surya, agar kulit yang sehat tidak bertambah gelap, sehingga akan memperjelas PA.

Sedangkan bintik-bintik kecil yang terasa gatal di tangan, kemungkinan merupakan suatu dermatitis kontak. Peradangan di kulit akibat terkena bahan-bahan yang membuat alergi. Dengan demikian keluhan dapat timbul berulang-ulang selama masih kontak dengan bahan yang membuatnya alergi. Untuk memastikannya diperlukan beberapa tes. Bila tidak terlalu mengganggu, dapat diberikan obat oles.

Mudah-mudahan Ibu mendapat penjelasan yang cukup. Bila keluhannya meluas, sebaiknya Ibu membawa anaknya untuk konsultasi ke dokter kulit.

Prof. Dr. dr. H. Azhali, M.S., Sp. A.K.

Sumber : Pikiran Rakyat Online


Sudah Besar Ngompol

Masalah :

ANAK sepupu saya, laki-laki umurnya 12 tahun. Namun yang mengherankan, dia masih suka ngompol. Orang tuanya sudah melakukan berbagai macam cara, dari mengurangi minum saat menjelang tidur, hingga si anak tidak boleh terlalu aktif, atau menghangatkan bagian bawah perut dengan minyak kayu putih.

Bukankah seharusnya anak usia tersebut sudah tidak ngompol? Apakah yang harus dilakukan orang tuanya? Terima kasih atas perhatian Dokter. 

Aji di Bandung

Jawaban :

BAPAK benar sekali, memang anak usia 12 tahun diharapkan tidak mengompol lagi. Namun ditemukan 20% anak usia sekolah masih mengompol dan 2,4% di antaranya ngompol setiap malam. Kejadian ngompol pada usia 5 tahun sekira 20%, usia 10 tahun 10%, dan usia 15 tahun 3%.

Sebaiknya dipastikan terlebih dahulu bahwa anak sepupu Bapak berada dalam keadaan sehat. Tidak ada kelainan baik fisik maupun air kemihnya.

Bila tidak ada kelainan, usahakan paling banyak mengonsumsi cairan (minuman, makanan, dan buah-buahan) sekira 1,5 liter per hari. Jangka waktu untuk minum diusahakan teratur dan diperjarang pada malam hari. Anak diupayakan agar mampu berkemih sekurang-kurangnya 5-6 kali per hari dan tidak lupa untuk berkemih sebelum tidur. Pada saat tidur, tetap menggunakan lampu yang terang. Diharapkan perbaikan terjadi setelah 4-8 minggu. Bila ternyata anak sepupu Bapak masih ngompol, alangkah baiknya untuk diinvestigasi lebih lanjut, sehingga dapat diberikan cara penanggulangannya yang tepat. Mungkin diperlukan pemakaian suatu bed alarm dan obat-obatan. Semoga lekas sembuh.

Prof. Dr. dr. H. Azhali, M.S., Sp. A.K.

Sumber : Pikiran Rakyat Online

Tags: , ,

Spread the word

del.icio.us Digg Furl Reddit Help

Permalink • Print • Comment

September 30, 2007

Akibat Puasa Jadi Banyak Keputihan?

Akibat Puasa Jadi Banyak Keputihan? 

Msalah :

Assalamualaikum wr. wb.

Dok, saya berusia 25 tahun, belum bersuami. Saya sedang menjalani puasa Ramadan. Akan tetapi, kenapa ya rasanya keputihan saya lebih banyak ketimbang biasanya? Mungkinkah keputihan itu berhubungan dengan puasa? Atau, mungkin itu hanya perasaan saya?
Dok, sebenarnya keputihan itu berbahaya tidak jika keluar setiap hari? Penyebab keputihan itu apa ya Dok?
Mohon penjelasannya. Terima kasih.

Adinda di Bandung 

 

Jawaban :

Ananda Adinda,

Istilah keputihan dipakai untuk menggambarkan cairan yang bukan darah yang keluar dari vagina (alat kelamin wanita). Dalam keadaan normal, cairan pada vagina selalu ada sebagai hasil sekresi kelenjar-kelenjar pada alat reproduksi wanita (vagina, mulut/leher rahim /serviks dan rahim/uterus). Cairan yang normal berwarna bening seperti air liur, terutama pada saat subur atau putih kental seperti lem terutama pada saat dekat haid dan pada umumnya tidak berbau. Cairan ini bertujuan untuk membersihkan dan pelumas vagina.

Keputihan yang normal juga dapat bertambah jumlahnya (lebih basah pada saat subur/ovulasi; saat hamil, rangsangan seksual atau stamina tubuh yang sedang menurun).

Mungkin keputihan yang Nanda rasakan bertambah adalah akibat stamina Nanda yang menurun saat berpuasa.

Keputihan yang tidak normal (patologis) terutama terjadi karena infeksi. Tampilan cairan vagina akan berubah, baik jumlahnya, warnanya, baunya, bahkan dapat mengiritasi sehingga terasa gatal. Penyebab infeksi dapat ber-macam-macam, bisa virus, bakteri, parasit, atau jamur. Yang paling sering menyebabkan keputihan adalah jamur kandida (kandidiasis/kandidosis), sekitar 75% wanita dalam masa hidupnya pernah mengalami penyakit ini. Gejala kandidiasis/kandidosis terutama adanya rasa gatal, keputihan yang kenyal seperti keju cair atau seperti tepung yang diberi air, warnanya dapat putih kekuningan, kuning atau kehijauan karena infeksi campuran.

Jenis lain yang juga sering diderita wanita adalah Bacterial Vaginosis (Vaginosis Bakterialis/VB). Penyebabnya adalah perubahan ekosistem dalam vagina yang menyebabkan keasaman vagina berkurang (menjadi lebih basa), sehingga terjadi pertumbuhan berlipat ganda mikroorganisme yang hidup di vagina. Cairan vagina akan bertambah, warnanya putih keabuan, encer, dan berbau amis; apalagi setelah berhubungan intim, baunya akan bertambah menyengat.

Kedua jenis keputihan akibat infeksi di atas (jamur dan VB) umumnya bukan penyakit menular seksual (STD/Sexual Transmitted Diseases), meskipun ada juga yang berpendapat bahwa VB merupakan STD, VB sering ditemukan pada virgin (wanita yang belum pernah melakukan hubungan seksual).

Keputihan yang digolongkan dalam penyakit menular seksual (penyakit kelamin) adalah Trikomoniasis (penyebabnya suatu parasit, Trichomonas vaginalis) atau Gonorre (penyebabnya Neisseria gonorrhoea). Keputihan jenis ini lebih jarang ditemukan.

Keputihan juga dapat merupakan tanda keganasan alat reproduksi wanita (kanker mulut/leher rahim atau kanker badan rahim).

Apabila seorang wanita merasakan perubahan yang nyata dari keputihan yang biasa dialami sehari-hari, baik dalam jumlahnya, warnanya maupun baunya, segeralah memeriksakan diri pada dokter yang berkompeten, dan mintalah dokter tersebut memeriksa/melihat tampilan cairan vaginanya.

Dr. dr. Sofie Rifayani Krisnadi, Sp.O.G.

Sumber : Pikiran Rakyat Online

 

 


 

Anak-anak ”Kok” Keputihan 

Masalah :

Dokter yang terhormat, anak saya (12) sudah mendapat haid 5 bulan lalu. Namun, sekarang di celana dalamnya saya suka melihat ada bekas keputihan. Kenapa ya Dok? Bagaimana mengatasinya? Terima kasih.

Ny. Indah di Bandung

Jawaban :

Ibu Indah Yth.,

Putri Ibu sudah bukan anak-anak lagi, melainkan sudah menjadi remaja yang sifat cairan vaginanya sudah seperti orang dewasa karena sudah haid. Meskipun belum menikah, perubahan cairan vagina pada remaja belum tentu selalu normal. Dapat saja cairan yang berlebih itu disebabkan oleh infeksi (lihat penjelasan untuk pertanyaan sebelum ini). Bahkan, anak kecil pun dapat keputihan. Keputihan pada anak kecil sering disebabkan oleh cacing keremi (Enterobius vermicularis) yang menjalar dari anus ke vagina atau ada benda asing (kotoran) di vagina.
Bila tanda-tanda keputihannya seperti yang digambarkan pada keadaan infeksi, segeralah bawa putri Ibu untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Dr. dr. Sofie Rifayani Krisnadi, Sp.O.G.

Sumber : Pikiran Rakyat Online

Tags: , ,

Spread the word

del.icio.us Digg Furl Reddit Help

Permalink • Print • Comment

September 27, 2007

Imunisasi

Imunisasi Tambahan

 

Masalah :

Ass.Wr.Wb.

Dokter Azhali yang terhormat.

SEJAK dulu, di SD sering diadakan imunisasi. Masalahnya sebelum masuk sekolah dasar anak telah diimunisasi, seperti halnya imunisasi campak yang menjadi salah satu program pemerintah.

Apakah pemberian imunisasi seperti itu tidak akan berakibat negatif terhadap anak yang memang sebelumnya sudah diberi imunisasi lengkap sejak bayi hingga waktu yang ditentukan? Apakah imunisasi tambahan itu akan efektif? Terima kasih atas penjelasan dokter.

Ny. Dina - Bandung

 

Jawaban :

Ibu Dina yang terhormat.

Campak merupakan penyakit sangat menular yang disebabkan oleh virus dengan karakteristik adanya demam, pilek, mata merah, batuk, dan timbul ruam kulit. Komplikasi yang timbul akibat campak seperti infeksi telinga, infeksi paru, diare yang bisa menjadi kronik sehingga anak menjadi kurang gizi, serta radang otak. Suatu hal yang harus dihindari pada anak kita.

Dalam pelayanan kesehatan anak, diprioritaskan agar anak tetap sehat melalui pencegahan terhadap tiap penyakit. Imunisasi merupakan salah satu upaya preventif yang mampu menekan angka kesakitan anak. Berbagai penyakit menular kejadiannya sangat menurun dengan imunisasi yang teratur dan cakupan pemberiannya luas. Jadi, imunisasi terhadap seorang anak tidak hanya melindungi anak tersebut, tetapi juga berdampak terhadap anak yang lain dengan menurunkan penyebaran penyakit infeksi. Untuk itu, saya sangat menghargai kesadaran dan kesediaan Ibu untuk terus memberikan imunisasi ulangan terhadap anaknya sebagai upaya mencegah penyakit infeksi yang berat.

Setiap anak yang dilakukan imunisasi, tidak memberikan jaminan ia akan kebal 100% terhadap penyakit tersebut. Ada beberapa anak kekebalannya belum timbul pada saat pertama kali dilakukan imunisasi campak, sehingga memiliki potensi untuk menjadi sakit dan menularkannya kepada anak lain yang daya tahan tubuhnya terhadap campak tidak optimal. Mudah-mudahan penjelasan saya cukup jelas dan saya harap Ibu dapat menularkan keyakinan Ibu kepada orang tua murid lain agar memberikan kesempatan pada anak untuk dilakukan imunisasi campak ulangan.

 

Prof. Dr. dr. H. Azhali, M.S., Sp. A.K.

Sumber : Pikiran Rakyat Online

 

 


Setelah Hepatitis Boleh Diimunisasi?

 


Masalah :

Dokter, anak saya 10 tahun, pernah menderita hepatitis A dan dirawat kurang lebih 3 minggu di RS. Sekarang ia sudah sehat seperti sedia kala.

Dok, apakah mereka yang sudah menderita hepatitis boleh diimunisasi hepatitis?

Terima kasih atas perhatian dokter.

Ny. Indah - Cianjur

 

Jawaban :

Mudah-mudahan anak Ibu selalu dalam keadaan sehat setelah mendapat perawatan di RS.

Hepatitis A adalah penyakit infeksi akut akibat virus hepatitis A (HAV) yang menyerang hati dengan klinis lemah, lesu, nafsu makan menurun, mual, muntah, tampak kuning, serta urin tampak berwarna seperti teh.

Pada umumnya penyakit ini akan sembuh dengan sempurna, tidak meninggalkan sisa. Penularannya melalui rute fekal-oral atau dengan kata lain berasal dari higiene pribadi dan lingkungan yang kurang.

Imunisasi hepatitis A sampai saat ini harganya relatif mahal sehingga belum masuk dalam program pemerintah untuk imunisasi. Adapun pemberiannya adalah anak berusia 1 tahun ke atas, dengan 2 kali pemberian selang 6 bulan. Oleh karena itu, saat ini di negara berkembang, upaya pencegahan infeksi akibat HAV lebih ditekankan pada usaha perbaikan lingkungan permukiman, tersedianya fasilitas air bersih, serta kebersihan lingkungan dan pribadi.

Sampai saat ini daya tahan tubuh setelah terinfeksi HAV dianggap cukup memberikan kekebalan dalam jangka panjang dengan kadar antibodi di atas 10-20 mIU. Namun pemeriksaannya tidak mudah. Dengan demikian, saya lebih menekankan kepada anjuran yang berlaku secara umum bagi pasien yang terinfeksi. Anjuran itu, "Setiap orang yang telah terinfeksi penyakit, belum tentu tubuhnya dapat menghasilkan kekebalan sempurna sepanjang hayat, sehingga tidak dilarang untuk diberi imunisasi kembali, sebagai upaya meningkatkan kekebalan terhadap penyakit infeksi tersebut."

Imunisasi ulangan atau imunisasi setelah terinfeksi penyakit tidak merugikan pasien. Bila ada efek samping yang terjadi, keadaan tersebut akan sama dengan efek yang terjadi saat imunisasi awal. Sebagai contoh imunisasi campak, pada saat imunisasi ulangan dapat terjadi kemerahan dan bengkak pada tempat penyuntikan atau panas badan pada hari ke-4 sampai 7 setelah imunisasi. Demikian jawaban saya, semoga cukup jelas.

 

Prof. Dr. dr. H. Azhali, M.S., Sp. A.K.

Sumber : Pikiran Rakyat Online

Tags: , ,

Spread the word

del.icio.us Digg Furl Reddit Help

Permalink • Print • Comment

Kesehatan Bayi

Pipi Bayi Berbintik-bintik Merah

Masalah :

Ass. Wr. Wb.

Dokter Azhali yang terhormat.

Dokter, bayi saya baru berumur 3 bulan, secara umum dia sehat dan tubuhnya tumbuh sesuai dengan usianya.

Namun, akhir-akhir ini ada yang membuat saya khawatir. Di sekitar mulut dan pipi bayi saya, ada bintik-bintik kemerahan. Beberapa di antara bintik-bintik itu terlihat seperti ada "isinya".

Tampaknya dia merasa gatal karena tangannya seperti ingin menggaruk pipinya yang tembem.

Dok, kenapa ya anak saya itu? Selama ini saya hanya memberi bedak tabur bayi. Saya pikir itu bisa mengurangi rasa gatalnya. Akan tetapi, bintik-bintik itu kini masih tampak.

Bagaimana solusinya? Berbahayakah penyakit ini?
Terima kasih atas perhatian Dokter.

Ny. Mira-Bandung

 

Jawaban :

Ass. Wr. Wb.

Ibu Mira yang terhormat.

Tampaknya bayi Ibu mengalami dermatitis atopik (DA) yang diketahui muncul (50%) pada masa bayi di bagian wajah, kepala, telinga, leher, dan pipi.

Bila anak makin bertambah usia, biasanya bintik-bintik itu dapat ditemukan pada lipatan lengan dan tungkai. Tentu saja bayi akan merasa gatal dan biasanya bertambah gatal pada malam hari. Rasa gatal itu juga muncul bila ada rangsangan dari garukan, rangsangan keringat, udara kering, bahan iritan (sabun, detergen), atau bila terinfeksi oleh bakteri.

Timbulnya DA dapat dipicu oleh alergi makanan atau alergi terhadap inhalan (bahan yang terhirup oleh hidung). Perlu diketahui bahwa DA terjadi pada bayi yang ibunya memiliki riwayat alergi pula, seperti asma.

Beberapa cara dapat mengurangi rasa gatal akibat DA, namun diharapkan Ibu menghindari pemberian bedak (talk) karena mungkin dapat mengiritasi kulit bayi.

Kejadian DA juga dapat dikurangi dengan menambah kelembapan pada kulit bayi. Hal ini bisa dilakukan melalui penggunaan krim bayi, memberinya sabun tanpa detergen, memberikan pakaian yang menyerap keringat dan halus, serta menjaga ventilasi yang baik.

Beberapa penelitian menunjukkan adanya hubungan DA dengan alergi makanan, seperti telur, susu sapi, serta kacang, khusus mengenai hal ini alangkah baiknya Ibu menghubungi dokter spesialis anak untuk mendapatkan keterangan lebih lanjut. Saya juga sangat menganjurkan pemakaian ASI untuk bayi Ibu.

Untuk pengobatan selanjutnya adalah pemberian salep kulit yang mengandung bahan glukokortikoid. Akan tetapi, untuk pemakaian salep ini, saya mohon agar Ibu datang ke dokter yang biasa menangani bayi Ibu. Dengan demikian, kesehatan bayi Ibu terpantau dengan baik. 

 

Prof.Dr. H. Azhali, M.S., Sp.A(K)

Sumber : Pikiran Rakyat Online


Bayi Hanya Minum ASI

Masalah :

Prof. Azhali yang terhormat.

SAYA memiliki anak berumur 4 bulan. Hingga kini anak saya itu minum ASI dan belum diberi makanan tambahan. Bayi saya juga bahkan tidak minum susu formula.

Saya ingin menanyakan berapa lama sebaiknya bayi diberi ASI eksklusif?

Saya sering berpikir apakah bayi saya itu tidak kekurangan makanan jika hanya minum susu? Selama ini sih, jika diperhatikan berat badannya terus naik kok, dan pipinya pun terlihat segar.

Ada satu lagi masalah saya, kenapa bayi saya itu ngiler terus, Dok?

Terima kasih atas perhatian Dokter.

Ny. Puji di Bandung

 

Jawaban :

Ibu Puji yang terhormat.

AIR susu ibu atau ASI eksklusif merupakan pemberian ASI saja sampai bayi berumur 4 sampai dengan 6 bulan. Pemberian ASI selama 4 bulan atau 6 bulan tergantung keadaan ibu dan bayinya. Bila ASI banyak dan bayi tumbuh serta berkembang dengan baik, pemberian ASI saja boleh sampai enam bulan. Akan tetapi, kalau setelah 4 bulan produksi ASI berkurang atau tumbuh kembang bayi kurang baik, bayi perlu diberi makanan tambahan.

Sementara, bayi yang ngiler berarti produksi kelenjar air liurnya berlebihan. Kondisi ini bisa terjadi sementara maupun berkelanjutan, tergantung faktor penyebabnya. Bisa jadi, ngiler adalah sesuatu yang normal. Namun bisa juga bayi terkena infeksi tertentu, misalnya infeksi yang disebabkan oleh jamur, virus, maupun bakteri. Jika memang infeksi biasanya mulut bayi terlihat merah atau ada bercak-bercak putih dan berbau.

Jika keadaan tersebut berlanjut, sebaiknya Ibu membawa bayi Ibu ke dokter untuk diperiksa lebih lanjut.

 

Prof.Dr. H. Azhali, M.S., Sp.A(K)

Sumber : Pikiran Rakyat Online

Tags: , ,

Spread the word

del.icio.us Digg Furl Reddit Help

Permalink • Print • Comment