January 6, 2008
Menikmati Afterplay
Masalah :
Dr. Ryan yang baik,
Saya ingin sekali pada saat setelah berhubungan intim (afterplay), kepala saya berada di bahu suami dan menikmati rasa lelah. Namun yang ada suami buru-buru ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah itu, ia membangunkan saya yang telah jatuh tertidur, untuk segera membersihkan diri. Itulah kebiasaan yang terjadi pada keluarga kami. Padahal saya ingin menikmati afterplay bersama-sama di tempat tidur, hingga jatuh tertidur. Dok apakah, apa yang suami saya lakukan itu wajar? Apakah keinginan saya ini tak wajar?
Finia – Sukabumi
Jawaban :
Hubungan Seks pada dasarnya dapat dibagi menjadi tiga tahap: foreplay (pemanasan), intercourse (hubungan seks), dan afterplay (pelemasan). Sebagai bagian dari hubungan seks, foreplay dilakukan dalam hitungan menit sampai jam, tergantung imajinasi dan kreativitas tiap pelakunya atau pasangan.
Memang tidak sedikit dan di dukung oleh beberapa literature bahwa kebanyakan dari mereka tertidur satu jam setelah melakukan hubungan seks. Kesimpulan lainnya, lelaki dan perempuan menginginkan hal yang sama dalam afterplay, dan kebanyakan mereka tidak mendapatkannya. Durasi afterplay juga tergantung dari kepuasan hubungan pasangan.
Dua alasan utama kenapa afterplay tidak dilakukan adalah kelelahan dan ketidakpedulian. Kelelahan diakibatkan orgasme yang berdampak pada saraf parasimpatik yang berkontraksi. Akibatnya pasangan yang bersangkutan melakukan relaksasi. Sedangkan alasan Ketidakpedulian diakibatkan kebiasaan pasangan yang bersangkutan. Dalam hal ini biasanya lelaki cenderung tidak melakukan afterplay daripada perempuan. Perempuan diibaratkan air, pelan untuk mendidih dan lama untuk menjadi dingin. Sebaliknya lelaki sering diibaratkan api, cepat panas, cepat padam pula.
Penjelasan secara medis mengatakan perempuan secara psikologis membutuhkan waktu relaksasi lebih lama setelah berhubungan seks daripada lelaki. Napas dan detak jantung lelaki lebih cepat mencapai kondisi normal, tidakberhubungan dengan hilangnya daya ereksi setelah klimaks. Untuk mencapai kondisi seimbang, antara lelaki dan perempuan, foreplay harus dilakukan.
Cara melakukan Afterplay sangat tergantung kebiasaan setiap pasangan. Kebanyakan melakukan kegiatan yang bersifat relaksasi. Saling menyisir rambut, pijatan bagian punggung, atau berpelukan adalah cara yang paling wajar dilakukan. Atau Anda dapat melakukannya dengan berbaring berdampingan, saling memandang, saling membelai, mencium, merasakan tentang apa saja.
Apapun yang akan Anda lakukan, afterplay selayaknya dilakukan demi kesenangan. Karena pada dasarnya afterplay adalah permainan. Bukankah seks seharusnya menyenangkan, bukan pertunjukan. Bahkan ada istilah yang menyebutkan kalau hubungan seks sebagai "saat tertawa".
Hal yang paling penting dalam melakukan afterplay, kegiatan ini harus mengutamakan kebersamaan. Kegiatan seperti mandi bersama, berbagi minuman, mendengarkan musik, melakukan percakapan mesra, atau menceritakan kejadian lucu dapat mempererat hubungan suami istri.
Berikut ini beberapa hal yang bisa Anda lakukan dan sebaiknya Anda hindari saat melakukan afterplay : Jangan menganggap waktu setelah hubngan seks sebagai istirahat total atau tidur. Jangan membicarakan tentang kekurangan pasangan saat berhubungan seks, membahas pekerjaan, keuangan atau masalah anak-anak.
Gunakan waktu istimewa ini untuk mengekspresikan perasaan sayang, cita-cita atau gairah yang mungkin belum terungkap. Lakukan gerakan mengusap, memijat, mencium atau apa pun yang mejadi pilihan Anda, paling tidak lima menit.
Mengenai keinginan Anda akan afterplay sangatlah wajar. Tidak ada seorangpun yang tidak menginginkan pasangannya benar-benar menghargai kebersamaan baik di awal, di saat maupun di akhir suatu hubungan intim. Dalam hal ini, Anda bisa lebih terbuka kepada pasangan, bicarakan bersama di saat-saat yang tepat dimana Anda berdua memang sedang menginginkan keromantisan. Semoga ini nermanfaat buat Anda.
Dr. Ryan Thamrin
Sumber : Wanita Indonesia
Tags: Dr. Ryan Thamrin, Menikmati Afterplay, wanita indonesia






