December 12, 2007
Sulit Tidur
Masalah :
Dokter Ryan yang ganteng, saya wanita berusia 35, masih sendiri. Beberapa bulan terakhir ini saya sering diganggu sulit tidur, ketika baru saja tertidur, saya megap-megap, sulit bernafas. Gejala apakah ini? Apakah penyakit ini berbahaya? Apakah saya harus ke dokter?
Astuti – Bogor
Jawaban :
Kondisi yang Anda alami saat ini, yakni berhenti bernapas sejenak dalam keadaan tidur, ada beberapa bentuk. Ada yang lama dan ada yang sebentar, ada pula yang teratur tetapi ada juga yang berubah-ubah. Kondisi ini biasanya disebut dengan OSA (Obstructive Sleep Apnoe).
Penelitian yang dilakukan rumah sakit umum di Singapura memperlihatkan, 15 persen orang Singapura yang berusia 30 sampai 60 tahun mempunyai kesulitan tidur karena suatu sebab tunggal yakni sleep apnoe. Sleep apnoe diartikan sebagai suatu jangka waktu dimana seseorang berhenti bernafas ketika sedang tidur.
Orang-orang dengan sleep apnoe biasanya tidak mendapatkan oksigen yang cukup ketika tidur. Dapat mengakibatkan kerusakan otak, tekanan darah tinggi, stroke, serangan jantung, dan diabetes melitus. Lebih parah lagi adalah bila Anda kerap kali terbangun di malam hari, megap-megap saat mengambil napas, atau merasa sesak. Bila seperti itu kejadiannya, mungkin saja Anda menderita obstructive sleep apnoe (OSA). OSA timbul ketika saluran pernapasan di dalam hidung dan atau mulut tersumbat. Akibatnya, udara tidak dapat mengalir masuk atau keluar dari hidung dan mulut.
Adapun ciri-ciri orang terkena OSA :
1. Saat tidur terdapat keadaan seperti berikut ;
· Mengorok
· Jeda bernafas
· Sesak/megap-megap
· Banyak berkeringat
· Pening di malam hari
· Tidur tidak nyenyak
· Insomnia (sulit tidur)
· Tetap lelah ketika bangun
· Terbangun dengan sakit dada, nafas pendek.
2. Di siang hari ;
· Sakit kepala di pagi hari
· Mengantuk di siang hari
· Mempunyai masalah daya ingat dan konsentrasi
· Depresi dan mudah tersinggung
Adapun beberapa hal yang sering ditemukan pada orang dengan sleep apnoe:
1. Kegemukan, leher yang pendek dan gemuk
2. Penyempitan rongga hidung
3. Wajah lebar, rahang sempit
4. Langit-langit mulut panjang dan lunak, lidah besar
5. Tekanan darah tinggi
6. Mempunyai riwayat masalah jantung, stroke
7. Diabetes melitus.
Untuk itulah dianjurkan beberapa saran bagi para penderita dalam penanganan masalah OSA yakni :
1. Mengurangi berat badan
2. Berolahraga
3. Menjauhi alkohol
4. Pola tidur teratur
5. Pembedahan (bedah hidung, palatoplasti, pengecilan lidah, memajukan rahang).
Sebaiknya, Anda memeriksakan terlebih dahulu kondisi Anda ke dokter ahli seperti dokter spesialis syaraf sehingga Anda dapat memperoleh penjelasan yang lebih akurat dalam mengatasi keluhan Anda saat ini. Terima kasih, semoga bermanfaat.
Dr. Ryan Thamrin
Sumber : Wanita Indonesia
Tags: Dr. Ryan Thamrin, Insomnia, wanita indonesia






