Amazon.com Widgets

March 28, 2008

Gigi Berlubang, Bisakah Ditambal?

Tanya:

Gigi berlubang, digosok tidak hilang hitamnya bisakah ditambal karena masih gigi susu?

SDA, Pontianak

Jawab:

Penyakit gigi ini dapat menimbulkan rasa sakit, rendah diri, berkurang produktifitas bahkan mengganggu pertumbuhan. Karies gigi atau biasa disebut gigi kerowok adalah kerusakan pd struktur jaringan keras gigi (email, dentin) yang diakibatkan oleh asam yang dihasilkan oleh bakteri yang terdapat pada plak gigi.

Proses terjadinya karies gigi disebabkan oleh adanya interaksi antara gigi (tuan rumah), bakteri (penyebab), karbohidrat (lingkungan yg memfasilitasi), serta waktu. Proses terjadinya karies gigi diawali oleh terjadinya pelepasan kalsium pd email, sehingga menyebabkan terjadinya bercak putih (white spot) pada permukaan gigi yang ditumpuki oleh plak gigi.

Biasanya pada daerah cekungan-cekungan gigi, leher gigi di dekat gusi atau permukaan samping antara gigi. Pada kondisi ini masih bisa kembali pada keadaan semula (reversible) apabila plak gigi dibersihkan dan diolesi flour.

Apabila dibiarkan berlangsung terus akan berkembang menjadi suatu lubang pada email gigi, tapi penderita belum merasakan adanya rasa sakit, sehingga biasanya tidak disadari oleh penderita. Kondisi ini sudah tidak dapat kembali seperti semula sehingga harus ditambal agar karies tidak berkembang terus.

Mencegah karies gigi lebih baik/murah daripada mengobati. Dalam upaya pencegahan penyakit/karies gigi ada beberapa hal yang bisa dilakukan yaitu memperkuat gigi dengan pemberian suplemen, flour dan calsium misalnya pada susu atau minuman.

Untuk pemberian flour harus hati-hati jangan berlebihan justru dapat merusak struktur gigi, membersihkan gigi dari plak dan sisa-sisa makanan, mengontrol diet makanan.

Team Pengasuh

 

Sumber : Pontianak Post Online

Tags: , ,

Spread the word

del.icio.us Digg Furl Reddit Help

Permalink • Print • Comment

February 9, 2008

Kuman Gigi Berlubang Bisa Menular

Tanya:

Dokter, orang bilang dari gigi yang berlubang dan sudah infeksi, kumannya bisa lari kemana-mana ya lewat pembuluh darah misalnya ke ginjal, wah benar tidak Dok, ngeri jadinya, tolong jelaskan ya, terimakasih.

(DSW, Ketapang)

Jawab:

Anda luar biasa pengetahuannya ya, saya coba beri penjelasan tambahan bahwa lubang pada gigi bisa muncul karena makanan tinggi karbohidrat, gula, dan minuman bersoda. Terutama bila sehabis mengonsumsi makanan atau minuman tersebut tidak dilanjutkan dengan menggosok gigi.

Selain itu, cara menyikat gigi yang salah juga bisa membuat gigi berlubang. Menyikat gigi secara mekanik, tidak dengan tindakan yang tepat memang bisa membuat gusi menyusut. Dengan begitu gigi yang berdekatan dengan gusi bisa berlubang.

Kalau lubangnya dangkal, masih memungkinkan dilakukan penambalan sebagai langkah perawatan. Namun, jika lubangnya sudah menembus pulva atau saraf, gigi sudah tidak bisa ditambal lagi. Biasanya kondisi itu membuat penderita mengeluh sakit.

Dalam kondisi serupa itu, saluran sarafnya harus dibersihkan. Sarafnya pun harus dimatikan. Kalau tidak, saluran akan menjadi kotor. Saraf yang sudah mati pun akan membusuk. Hal ini tentu saja akan membuat isi saluran dipenuhi kotoran dan kuman.

Jika mahkota giginya saja yang ditambal, tanpa memperhatikan saluran maupun sarafnya, rasa sakit tidak akan hilang. Dari luar gigi terlihat bagus tapi sebetulnya masih sakit karena sarafnya sudah busuk. Busuknya pun sudah menyebar ke seluruh saluran akar.

Kalau hal ini didiamkan, bisa kronis dan timbul focus of infection. Itu sebabnya diperlukan pemotretan gigi untuk melihat kelainan yang terjadi. Focus of infection merupakan suatu infeksi kronis di suatu tempat yang sudah ada dalam waktu cukup lama dan menyebabkan penyakit di tempat lain.

Ini dikarenakan di tempat yang kronis tersebut selalu ada racun (toksin), sisa-sisa kotoran dan kuman. Dari fokus atau tempat tersebut, racun atau infeksi bisa menyebarkan penyakit ke tempat lain di tubuh seperti ginjal, jantung, mata, kulit, dan lainnya. Kalau ke jantung, biasanya yang terkena adalah klepnya.

Mulanya hanya lubang kecil, tapi lama-lama bisa bocor. Hal itu disebut endocartitis atau peradangan jantung bagian dalam. Tapi, hal ini memakan waktu tahunan. Jika jantung masih dalam proses dibuat sakit oleh infeksi fokus di gigi dan infeksi tersebut dihilangkan atau diobati, maka timbulnya penyakit di jantung bisa ikut terhenti.

Namun, bila pada jantung sudah timbul penyakit yang berdiri sendiri, pengobatan infeksi sudah tidak bisa menghentikan proses penyakit tersebut. Terimakasih.

dr.Multi J Bhatarendro

 

Sumber : Pontianak Post Online

Tags: , ,

Spread the word

del.icio.us Digg Furl Reddit Help

Permalink • Print • Comment

February 4, 2008

Gigi Berlubang Mengenai Saraf

Tanya:

Saya menderita sakit gigi sejak kira-kira satu bulan lalu, sekarang ini sedang kontrol ke dokter gigi seminggu 1–2 kali. Mula-mula gigi saya terasa nyeri ringan, namun karena tdak terlalu mengganggu saya membiarkannya, saya coba meminum obat panadol. Beberapa hari kemudian karena nyeri gigi saya meningkat dan mengganggu, tidak dapat dipakai untuk mengunyah, maka saya memeriksakan ke dokter gigi, gigi yang terasa nyeri adalah gigi atas kanan (saya lupa gigi nomor berapa, mungkin nomor 4 atau nomor 5).

Ternyata setelah diperiksa dokter gigi, beliau menjelaskan gigi saya berlubang dan dikatakannya sudah hampir mengenai saraf. Selanjutnya dokter gigi menjelaskan sudah ada infeksinya sehingga saya diberi pengobatan dulu dengan antibiotik. Pada kontrol berikutnya, setelah infeksi dapat diatasi, dokter gigi menerangkan bahwa beliau akan mencoba mempertahankan pulpanya, namun kalau tidak berhasil, akan dilakukan tindakan untuk mematikan sarafnya.

Pertanyaan saya, apa dan bagaimana mematikan saraf? Apa tidak ada jalan lain? Bagaimana menghindari hal tersebut di atas?

Basuki D., Bekasi

Jawab:

Bapak Basuki Yth., dari keterangan riwayat gigi Anda, yaitu yang mula-mula terasa nyeri kemudian didukung oleh pernyataan dokter gigi yang menyatakan bahwa lubang giginya sudah hampir mengenai saraf, maka diagnosis gigi Anda adalah Hiperemi pulpa. Pulpa gigi adalah jaringan ikat yang kaya pembuluh darah dan saraf, terdapat dalam rongga pulpa (bagian dalam) gigi (lihat gambar). Pada kasus seperti ini, setelah gigi dibersihkan dengan baik, dokter gigi akan memberikan obat yang diletakkan pada lubang gigi yang fungsinya adalah untuk merangsang terbentuknya lapisan dentin sekunder. Salah satu obat yang dapat merangsang terbentuknya dentin sekunder adalah bahan yang mengandung Kalsium hidroksid. Dentin adalah bahan utama gigi yang mengelilingi pulpa gigi dan ditutupi oleh enamel di bagian mahkota dan semen (cementum) pada akar gigi.

Terbentuknya dentin sekunder ini berlangsung secara perlahan, untuk itu Anda dianjurkan tetap melakukan kontrol ke dokter gigi 1 - 2 kali seminggu. Hal ini dimaksudkan untuk melihat perkembangannya dalam arti apakah gigi masih terasa nyeri atau tidak. Bila pemberian obat ini sudah dapat mengatasi rasa nyeri dan tidak ada keluhan gigi, gigi sudah dapat ditambal permanen. Namun bila sampai beberapa kali kunjungan ke dokter gigi, masih tetap terasa nyeri pada gigi, maka ada kalanya dokter gigi menyarankan untuk mematikan sarafnya, kemudian dilakukan perawatan saluran akar. Hal ini dilakukan untuk menghentikan rangsangan pada gigi yang menyebabkan rasa sakit.
Bagaimana caranya mematikan saraf? Proses ini dilakukan dengan memberikan obat pada lubang gigi dengan bahan yang mengandung Arsen, yang akan mematikan jaringan pulpa. Proses perawatan gigi ini memerlukan waktu yang lama /panjang, pasien perlu beberapa kali kunjungan sebelum akhirnya gigi dapat ditambal permanen.

Untuk menghindari supaya Anda tidak menderita sakit gigi dan tidak dilakukannya perawatan gigi yang panjang, dianjurkan untuk memeriksakan gigi secara periodik ke dokter gigi, idealnya 6 bulan sekali. Memang ada pasien yang datang ke doketr gigi hanya bilamana ada keluhan sakit gigi. Kontrol secara rutin misalnya 6 bulan sekali, dimaksudkan agar bila terdapat gigi yang berlubang dapat segera diatasi, sebelum lubangnya makin dalam dan makin mendekati pulpa sehingga menimbulkan rasa sakit dan keluhan yang mengganggu, bahkan tidak bisa tertolong sehingga harus menjalani proses mematikan saraf.
Demikian penjelasan kami, semoga bermanfaat bagi Bapak.

Drg. Irene Lelyana - Dokter Gigi RS Mediros

 

Sumber : Sinar Harapan

Tags: , ,

Spread the word

del.icio.us Digg Furl Reddit Help

Permalink • Print • Comment