Amazon.com Widgets

January 9, 2008

Mengapa Kencing Mendadak Menjadi Sedikit?

Tanya:

Ayah saya berumur 66 tahun tinggal di Cimahi. Bulan Juli yang lalu dia dirawat di rumah sakit karena batu ginjal. Mulanya mengalami nyeri hebat di pinggang kanan. Dokter menyarankan foto ronsen ginjal, karena memang ayah 10 th yang lalu pernah kencing batu. Kemudian dilakukanlah pemeriksaan foto ginjal, namun keesokan harinya mendadak kencingnya menjadi sedikit dan timbul demam. Oleh Dokter dikatakan ayah mengalami kegagalan ginjal yang mendadak, kemudian dikonsul ke Dokter Spesialis Ginjal. Dalam penanganan selanjutnya, ayah setelah beberapa hari urinnya mulai meningkat lagi, kebetulan batunya juga keluar, besarnya seperti butir beras kecil. Sekarang keadaan ayah sudah baik. Mohon kiranya dijelaskan apa sebenarnya penyakit ginjal ayah, dan apa penyebabnya agar di kemudian hari dapat dihindari.

Ny. Prawira N.

Green Garden, Jakarta Barat

Jawab:

Terima kasih atas pertanyaannya. Walaupun data yang diberikan tidak cukup banyak, tetapi saya mencoba menggambarkan kemungkinan keadaan/penyakit Bapak sebagai berikut:
Gambaran penyakit. Bapak menderita batu ginjal kanan yang turun ke ureter (saluran penghubung ginjal dan kandung kencing) berhenti disitu sementara, dan kemudian setelah beberapa hari batu keluar (besarnya seperti butir beras kecil). Kemungkinan besar batu tersebut ketika berada di ureter kanan mengakibatkan sumbatan aliran urin, sehingga urin dari ginjal kanan tidak dapat mengalir ke kandung kencing, terhenti samasekali (lihat gambar contoh batu di Ureter).
Kemudian dilakukan foto ginjal, biasa disebut pemeriksaan foto BNO/IVP, pasien disuntikkan cairan / zat kontras. Ternyata zat kontras ini pada ginjal menimbulkan reaksi yang tidak diharapkan, yaitu zat kontras mengakibatkan kerusakan sel, menyebabkan gangguan pembuluh darah (vaskuler) maupun gangguan saluran tubulus, sehingga ginjal mendadak terganggu fungsinya. Ginjal yang sebelah kiri terganggu dan yang sebelah kanan memang sedang terganggu (tersumbat) dan bisa menjadi makin terganggu akibat zat kontras tadi. Hasil akhirnya adalah kedua ginjal mendadak fungsinya turun (ginjal kanan terbeban dua hal: sumbatan dan zat kontras) dan tidak dapat memproduksi urin secara normal, jumlah urin menjadi sedikit, disebut Oligouria (jumlah urin dibawah 500 cc/hari), kalau lebih berat urin menjadi sangat sedikit disebut Anuria. Keadaan ini disebut Gagal Ginjal Akut (GGA).

Penyebab Gagal Ginjal Akut.
GGA yang terjadi bisa disebabkan oleh gangguan yang terjadi ”sesudah ginjal” disebut GGA Postrenal, dalam hal ini adalah adanya batu di ureter kanan yang menyumbat sehingga mengganggu ginjal kanan. Hal lain misalnya, sumbatan oleh tumor yang bertumbuh dan menekan ureter atau menyumbat ureter.
Sedangkan bila penyebab atau gangguan berada di dalam ginjal disebut GGA Renal, Terjadinya reaksi di dalam ginjal karena paparan obat kontras foto ginjal terhadap jaringan ginjal,misalnya. Contoh lain bila diberikan obat yang toksik (racun) terhadap ginjal, misalnya antibiotika tertentu (Amninoglikosida), obat kanker tertentu (Cisplatin, Siklofosfamide dsb), obat-obat ”Rematik” yaitu golongan NSAID (Nonsteroidal antiinflammatory drug).
Penyebab lain yaitu gangguan ”sebelum ginjal” misalnya pasien muntaber sehingga terjadi dehidrasi (kekurangan cairan tubuh) mengakibatkan volume darah turun dan aliran darah ke ginjal juga menurun menyebabkan GGA, hal ini disebut GGA Prerenal, jumlahnya sekitar 35% dari keseluruhan GGA.
Kontrol. Sesudah berobat jalan sebaiknya Bapak disarankan kontrol dulu secara teratur pada Dr Spesialis Ginjal sampai keadaan betul aman, selain itu Bapak sebagai penderita ”Urinary Stone Former” perlu diperiksa beberapa hal untuk mengetahui faktor-faktor pembentuk batu ginjalnya, yang kadang-kadang juga membutuhkan pengobatan yang agak lama untuk mencegah kambuhnya batu ginjal
Demikian penjelasan kami, semoga bermanfaat.

Dr. Nico A. Lumenta, K.Nefro
Konsultan Ginjal-Hipertensi
RS. Mediros

Sumber : Sinar Harapan

Tags: , ,

Spread the word

del.icio.us Digg Furl Reddit Help

Permalink • Print • Comment

November 24, 2007

Badan Membengkak, Ginjal tak Berfungsi

Masalah :

Herbalist M. Anofi pengasuh rubrik konsultasi pengobatan alamiah (Herbal) pada mingguan Batam Pos yang saya hormati,

Pada kesempatan ini saya ingin mengonsultasikan mengenai permasalahan penyakit yang dihadapi oleh anak lelaki saya. Saat ini usianya memasuki 28 tahun. Begini pak, tiga bulan yang lalu tiba-tiba tanpa sebab yang jelas anak saya mengalami kejang-kejang kemudian pingsan. Sekujur tubuhnya membengkak seprti orang beri-beri, suhu tubuhnya tinggi. Dalam perawatan rumah sakit, bengkak yang berupa cairan tersebut sudah mulai normal kembali.

Tapi kondisi lainya belum membaik. Sekarang ini sering mengeluhkan mual-mual, dan muntah, badan dan kepalanya terasa berat. Dari hasil pemeriksaan medis waktu itu di ketahui bahwa anak saya tersebut mengalami gangguan pada fungsi ginjalnya yang bisa mengancam nyawanya, salah satu ginjalnya tidak berfungsi lagi, sedangkan yang satunya lagi fungsinya tinggal sekitar 30-40 persen lagi.

Demi kelangsungan hidup untuk selanjutnya dilakukan tindakan pencucian darah, yang tentunya pula untuk seterusnya kami harus mengeluarkan uang banyak. Untuk itu kami minta penjelasan mengenai sakit yang dialami putra saya, apakah ada hubungan dengan makanan dan minuman dan lain sebagainya. Dan ramuan herbal apa yang bisa mengobatinya. Kami sangat berharap Bapak mau memberikan bantuan.
Atas segala perhatian Bapak saya ucapkan ribuan terima kasih.

Dina Angryaini

Batam

 

Jawaban :

Dengan hormat,

Ginjal atau sering disebut buah pinggang mempunyai peran dalam upaya mempertahankan system keseimbangan tubuh (Homeotasis) yang berfungsi menyeleksi senyawa hasil metabolisme tubuh yang dilakukan dengan cara menyaring cairan tubuh yang melewati ginjal. Penyaringan ini dilakukan oleh bagian ginjal yang disebut dengan nefron. Kemudian hasil dari metabolisme yang masih berfungsi dan berguna ini dialirkan kembali kedalam sirkulasi tubuh melalui aliran darah.

Sedangkan sisa metabolisme yang tidak diperlukan dibuang melalui tubuh bersama air kencing. Pada ginjal didalam tubuh diperkirakan terdapat satu juta unit nefron yang terdiri dari jaringan darah yang mengumpal dalam suatu gumpalan yang disebut dengan glomerulus yang dibungkus oleh satu lapisan sel/simpai bowman. Setiap sel dihubungi oleh saluran yang bermuara pada saluran kencing.

Darah yang menuju ginjal akan masuk mencapai gromerulus yang kemudian mengalami proses penyaringan yang dialirkan kembali melalui pipa-pipa kecil yang berdampingan secara rapat dengan pembuluh darah kapiler. Gagal ginjal merupakan penyakit yang mendadak yang biasanya bersifat tetap (permanent) pada organ-organ yang ada didalam ginjal. Keadaan ini disebut glomerulonefritis kronis atau gagal ginjal kronis.

Selain itu ada juga disebut gagal ginjal akut (Glomerulonefritis akut) yang terjadi hamper semua glomerulus pada kedua ginjal rusak berat. Pada keadaan ini proses ultrafiltrasi (Penyaringan) menjadi sangat berkurang bahkan berhenti sama sekali yang mengakibatkan proses air kencing berkurang bahkan berhenti sama sekali. Penurunan kemampuan filtrasi didalam organ ginjal berdampak serius pada penurunan kemampuan pengeluaran cairan tubuh melalui ginjal yang mengakibatkan meningkatnya jumlah total cairan didalam tubuh dan penumpukan racun (toksis) dalam tubuh terutama dalam darah.

Terganggunya fungsi ginjal ini mengharuskan penderita melakukan tindakan cuci darah diluar tubuh. Tentu saja pencucian darah ini memerlukan biaya yang sangat besar bahkan proses pencucian darah ini harus berlanjut secara kontinu sepanjang hidup penderita, yang tentunya mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Terganggunya fungsi ginjal ini memang ada hubungannya dengan masalah pola makan dan minum seseorang, terutama makanan dan minuman yang tidak hygenis, mengandung banyak bakteri dan kuman.
Pola makan dengan kebarat-baratan yang banyak mengandung zat kimia, berkolesterol tinggi, minuman yang berkabonete tinggi  yang mengandung gas, alkohol, serta juga kebiasaan seseorang yang biasa mengonsumsi antibiotic dan obat-obatan kimia senyawa sintesis dalam jangka lama juga bisa mengakibatkan terganggunya fungsi ginjal didalam tubuh.

Secara tradisional terutama menurut disiplin ilmu keherbalismean, penyakit terganggunya fungsi ginjal serta akibat lain yang ditimbulkanya, tentu bisa diobati dengan cara mempergunakan ramuan herbal dengan cara bertahap dan kontinyu serta memakai varian herbal yang harus disesuaikan dengan kodisi tubuh pasien guna didapati kesembuhan secara alami dan mengembalikan kesehatan pada kondisi yang berimbang.

Ada beberapa tumbuhan obat yang mempunyai khasiat sebagai anti inflamasi, detoksikasi detok sikasi, anti sebtik,depurative diuretic dan menghancurkan sumbatan dalam darah  yang bermanfaat untuk memperbaiki dan mengembalikan fungsi ginjal yang sakit adalah sebagai berikut:
Daun Wortel  (Daucus carota)                 = 50 gram
Kulit dan Akar Murbai (Morus alba)         = 20 gram
Akar Encok (Plumbago zeylanica)           = 10 gram
Daun Sukun (Artocarpus comunis syn)  =  5 lembar
Akar Ilalang (Inperata cylindica)               = 10 gram segar

Semua bahan dicuci bersih, kemudian direbus dengan air sebanyak 1,5 liter hingga menjadi + 1 liter. Saring ramuan obat terlebih dahulu dan minum 2 kali sehari sebanyak 200 ml sekali minum. Untuk pemeriksaan dan pengobatan selanjutnya silahkan kunjungi Herbalist. Demikian jawaban saya.

Herbalist M. Anofi

 

Sumber : Batam Pos

 

Tags: , ,

Spread the word

del.icio.us Digg Furl Reddit Help

Permalink • Print • Comment