Amazon.com Widgets

December 14, 2007

Bedah Pintas Jantung Koroner

Pertanyaan :

Yth. Dr. Yanto di Jerman,

Saya adalah seorang manager eksekutif di sebuah perusahaan swasta. Umur saya saat ini 42 tahun. Sejak satu tahun yang lalu, sering timbul rasa nyeri dan tertekan di daerah dada saya terutama jika sedang sibuk dan kelelahan. Bulan lalu saya divonis oleh dokter spesialis jantung sebagai seorang penderita penyakit jantung koroner dan disarankan untuk segera menjalani operasi jantung.

Terus terang saja saya agak takut dan cemas. Mohon dokter jelaskan apa yang akan terjadi dengan saya selama operasi. Menurut dokter bagaimanakah tingkat keberhasilan operasi ini dan apakah saya bisa kembali bekerja normal sesudahnya. Atas kebaikan dokter saya ucapkan banyak terima kasih.

(Andang, Sambas).

Jawaban :

Yth. Bapak Andang di Sambas,

Senang sekali menerima surat pertanyaan anda karena mengingatkan saya kembali akan kenangan-kenangan indah selama mengabdikan diri sebagai dokter di kota Sambas sekitar 10 tahun yang lalu. Rasa takut dan cemas yang sedang anda alami dapat saya mengerti. Penyakit jantung koroner memang telah menjadi salah satu penyakit jantung yang sangat umum dewasa ini. Tampaknya penyakit ini juga akan makin banyak ditemukan di antara orang berusia muda yang sedang berada di puncak kariernya seperti anda.

Penyakit ini timbul karena tertimbunnya lemak (kolesterol) di dinding pembuluh darah jantung sehingga menghambat aliran darah ke otot jantung. Penyakit ini sering berakibatkan serangan jantung. Tanda peringatannya berupa rasa tidak nyaman di tengah dada yang berlangsung selama beberapa menit secara berulang. Rasa tidak nyaman ini bisa juga berupa rasa tertekan atau sesak dada. Ada kalanya rasa tidak nyaman juga bisa muncul di lengan, punggung, leher, rahang dan ulu hati sehingga dapat mengaburkan diagnosa penyakit ini.

Disamping itu juga bisa disertai dengan sesak nafas, keringat dingin, muntah dan pusing. Pengobatan penyakit jantung koroner meliputi perubahan gaya hidup, modifikasi jenis makanan, penurunan berat badan dan kadar kolesterol, pengaturan kadar gula darah dan tekanan darah. Berhenti merokok mutlak dibutuhkan. Sebagian penderita dapat diatasi secara adekuat dengan obat-obatan. Namun pada sebagian penderita lainnya, diperlukan tindakan invasif berupa peniupan dengan sebuah balon pada pembuluh darah jantung yang menyempit ataupun dengan bedah pintas jantung koroner.

Tujuan bedah pintas jantung koroner adalah membuat pembuluh darah baru melintasi pembuluh darah jantung yang tersumbat (bypass), sehinga dapat menyalurkan darah ke otot jantung. Pada umumnya dokter spesialis bedah jantung membuat paling sedikit satu pembuluh darah pintas. Materi pembuluh darah pintas dapat berupa pembuluh darah 'arteri mamaria interna' yang terletak di belakang dinding dada, pembuluh darah vena dari kaki atau pembuluh darah arteri dari lengan. Operasi kebanyakan dilakukan lewat irisan di garis tengah dada. Selama operasi umumnya fungsi jantung dan paru dihentikan dan diganti sementara oleh sebuah mesin jantung-paru.

Pada penderita tertentu, operasi juga bisa dilakukan dalam keadaan jantung yang berdenyut jika dokter spesialis bedah jantung menilai bahwa operasi tersebut dapat belangsung tanpa bantuan mesin jantung-paru. Sebelum menjalani pembedahan, umumnya dokter spesialis jantung (Cardiologist) akan berdiskusi dulu dengan dokter spesialis bedah jantung (Cardiac Surgeon) untuk menentukan tindakan yang paling sesuai. Lokasi, tingkat keparahan dan jumlah penyumbatan pembuluh darah menentukan pilihan terapi. Dalam kasus yang tidak gawat, penderita umumnya masuk ke bangsal bagian bedah jantung setelah menjalani pemeriksaan kateterisasi oleh dokter spesialis jantung. Di bangsal bagian bedah jantung masih diperlukan pemeriksaan rutin lainnya seperti pemeriksaan lengkap laboratorium, rekam irama jantung, keadaan pembuluh darah di leher, röntgen dada dsb.

Operasi baru dilakukan jika semua pemeriksaan telah dipenuhi dan menunjukkan tidak adanya kelainan. Umumnya operasi ini memerlukan pembiusan total dan berlangsung selama 3-5 jam, tergantung dari tingkat kesulitan kasus. Dibawah pembiusan total di kamar operasi, sebuah selang plastik akan dimasukkan ke dalam saluran pernafasan lewat mulut. Selain untuk membantu pernafasan selama dan sesudah operasi, selang ini juga berguna untuk membersihkan cairan lendir dari paru. Setelah operasi selesai penderita akan tinggal di bangsal perawatan intensif selama 1-2 hari. Disini umumnya dibutuhkan beberapa jam untuk bernafas dengan bantuan mesin. Selang plastik yang dimasukkan lewat mulut tersebut baru dicabut 2-4 jam setelah operasi jika si penderita telah sadar dan mampu bernafas sendiri secara spontan. Obat-obatan untuk menghilangkan rasa sakit dan cairan infus juga diberikan. Satu atau beberapa selang drainase dari rongga dada dibutuhkan untuk mencegah tertimbunnya cairan darah di dalam rongga dada setelah operasi. Pada penderita tertentu juga diperlukan transfusi darah.

Dalam kurun waktu 24 jam setelah operasi kebanyakan pasien telah mampu bangun dari tempat tidur dan mampu berjalan 1-2 hari sesudahnya. Penderita umumnya pulih kembali kekuatannya sehingga dapat keluar dari rumah sakit dalam kurun waktu 5-7 hari setelah operasi. Di negara-negara maju operasi pintas jantung koroner telah menjadi tindakan bedah yang rutin dengan tingkat kegagalan hanya berkisar antara 1-2%. Komplikasi yang tersering adalah gangguan irama jantung yang umumnya dapat diatasi dengan obat-obatan. Komplikasi lainnya yang jarang terjadi berupa stroke dan infeksi tulang dada. Pemulihan umumnya berjalan cepat. Kebanyakan penderita mampu menyupir setelah 3 minggu.

Aktifitas seks dapat kembali normal setelah 3-4 minggu. Aktifitas fisik agak terhambat karena harus menunggu proses pemulihan/ kesembuhan tulang dada yang umumnya memakan waktu 12 minggu. Oleh karena itu aktifitas anggota tubuh bagian atas yang memerlukan kekuatan tulang dada harus dihindarkan dalam kurun waktu ini. Kembali kerja selain tergantung pada kecepatan pemulihan juga kebutuhan fisik dan emosional. Penderita yang memiliki pekerjaan ringan dapat kembali kerja dalam 4-6 minggu setelah operasi.

Namun jika memerlukan aktifitas fisik yang berat dianjurkan baru kembali kerja setelah 12 minggu. Konsultasi kepada dokter spesialis jantung untuk menentukan saat boleh kembali kerja sangat dianjurkan. Meskipun tidak mendasar, program rehabilitasi jantung yang formal akan membantu memantau kemajuan dan memberi dampak terhadap kecepatan pemulihan aktifitas penuh. Disamping itu penderita juga akan mendapatkan nasehat dan dorongan untuk mengubah gaya hidup, menurunkan berat badan, mengatur diet dan tingkat latihan aktifitas yang perlu dicapai.

Bedah pintas jantung koroner akan meningkatkan penyediaan darah ke jantung, menghilangkan rasa sakit dan dapat memperpanjang hidup. Namun sejalan dengan waktu, dasar penyebab penyakit pembuluh darah jantung ataupun pembuluh darah pintas koroner akan terus berlanjut. Oleh karena itu sangatlah penting untuk mengkontrol faktor resiko yang menyebabkan penyakit ini, seperti menurunkan berat badan dan kadar kolesterol, berhenti merokok, pengaturan kadar gula darah dan tekanan darah.

Penderita disarankan minum obat Aspirin secara teratur. Kemungkinan juga diperlukan obat untuk mengkontrol irama jantung dan menurunkan kadar kolesterol. Pemeriksaan berkala ke dokter paling tidak sekali setahun sangat dianjurkan untuk memantau perkembangan penyakit ini. Setelah menjalani bedah pintas jantung koroner kebanyakan penderita mampu menikmati kesehatan yang prima selama bertahun-tahun dengan hilangnya rasa sakit dan mampu kembali bekerja secara penuh.

Bila masih kurang jelas atau di antara para pembaca ada yang ingin bertanya tentang masalah bedah jantung dan hal lain yang berkaitan dengan penyakit jantung dapat menghubungi Redaksi Pontianak Post atau alamat seperti dibawah ini:

Dr. Yanto Sandy Tjang, MBA, MSc, FICS. - Dokter Spesialis Bedah Jantung - Wielandstrasse 11

32545 Bad Oeynhausen Germany. E-Mail: ystjang@hotmail.com

Sumber : Pontianak Post Online

Tags: , ,

Spread the word

del.icio.us Digg Furl Reddit Help

Permalink • Print • Comment