Amazon.com Widgets

January 14, 2008

Perdarahan Kantong Kecil di Usus: Divertikel

Tanya:

Dokter Yth. Baru-baru ini ayah saya, umur 61 tahun, dirawat di rumah sakit karena BAB (buang air besar) berdarah hebat. Darah segar keluar dan jumlahnya tidak sedikit. Ayah langsung dibawa ke rumah sakit, diperiksa dan diobati selain itu ayah harus berpuasa, namun kami bersyukur darah yang keluar dalam dua hari sudah berkurang.
Setelah pemeriksaan tuntas, termasuk usus ayah diteropong dari dubur, dokter menjelaskan hasil akhirnya adalah ayah menderita gangguan usus besar berupa kantong-kantong kecil, kalau tidak salah kata Dokter namanya Divertikel yang terdapat hampir di sepanjang usus besar. Darah berasal dari salah satu Divertikel yang pembuluh darah pada dindingnya bocor dan pecah. Tetapi dengan pengobatan intensif perdarahan dapat dihentikan, akhirnya ayah saya dapat pulang setelah dirawat sekitar tiga minggu.
Pertanyaan saya: apa sebab ayah bisa mendapat Divertikel pada usus besarnya? Bagaimana menghindari kejadian perdarahan di kemudian hari, obat dan diet apa saja yang harus diberikan?

Virgo A, Sunter – Jakarta Utara

Jawab:

Sdr. Virgo yth, tentunya kejadian sakit yang dialami ayah Sdr bisa membuat keluarga panik karena adanya perdarahan. Saya akan menjelaskan terlebih dahulu mengenai Divertikel.

Divertikel. Divertikel terdapat di usus besar (colon), suatu saluran yang menyimpan sementara dan kemudian membuang sampah: tinja. Divertikel adalah kantong yang terjadi karena penonjolan kearah luar mukosa (lapisan dalam) usus besar melalui lapisan otot (lihat gambar).

Penyebab. Bagaimana divertikel terbentuk? Pasien dengan divertikel mempunyai kebiasaan makan makanan yang tidak/kurang berserat, akibatnya tinja yang terbentuk keras dan volumenya kecil, sehingga usus besar harus berkontraksi lebih keras untuk menggiring tinja keluar, maka sering timbul tekanan tinggi dalam usus besar biasanya di bagian bawah. Tekanan yang besar ini dapat menekan celah lemah pada dinding usus. Paling sering divertikel ditemukan di bagian sigmoid (usus besar bagian akhir). Kelainan ini lebih sering ditemukan pada waktu orang meningkat pada usia lebih dari 50 tahun. Pasien dengan divertikel biasanya cukup banyak disebut Divertikulosis. Bila divertikel ini meradang disebut divertikulitis. Penonjolan ini besarnya berkisar antara beberapa milimeter sampai dua cm. Leher divertikel dan pintunya biasanya sempit. Kadang-kadang di dalamnya terbentuk fecolith (= tinja yang mengeras).

Divertikel biasanya disertai sembelit yang disebabkan oleh terutama makanan kurang berserat. Makanan ini menyebabkan kepadatan feses/tinja meningkat menjadi lebih keras, keadaan ini mengakibatkan sembelit diikuti peningkatan tekanan di dalam usus besar yang pada akhirnya menyebabkan terbentuknya divertikel usus besar.

Keluhan dan tandanya dapat berupa keluhan mulai dari yang ringan seperti mual, nyeri pada perut kiri bawah, sembelit dan diare oleh karena gangguan pengerasan usus sampai keluhan berat seperti pecahnya usus, abses dan perdarahan.
Pecahnya usus ditandai dengan perut yang menjadi tegang dan terasa nyeri. Abses ditandai dengan adanya massa di perut kiri bawah yang sangat nyeri disertai keluhan sembelit, demam dan keadaan umum penderita buruk.

Perdarahan baru nyata setelah keluar perdarahan saat penderita BAB, dan mungkin terjadi anemia/kurang darah. Pada penderita dewasa/usia lanjut, dapat terjadi perdarahan yang hebat sehingga menyebabkan syok/tekanan darah menurun drastis dan tidak jarang memerlukan transfusi darah.

Diagnosis. Lebih banyak penderita divertikulosis yang tanpa gejala. Pemeriksaan untuk menemukan penyakit ini adalah pemeriksaan rontgen foto: colon in loop atau Barium enema, dimasukkan bahan kontras dari dubur ke usus besar lalu difoto. Selain itu pemeriksaan yang lebih langsung adalah colonoscopy: peneropongan usus besar dengan alat teropong yang dimasukkan dari dubur. Untuk perdarahan dapat dilakukan pemeriksaan dengan bahan radioaktif atau pemeriksaan foto angiografi dengan bahan kontras, sehingga letak perdarahan dapat ditemukan.

Pencegahan. Untuk menghindari terjadinya divertikel usus besar maupun keadaan yang berulang: disarankan untuk mengonsumsi makanan tinggi serat seperti buah-buahan, sayur-sayuran, agar-agar supaya tinja/feses yang terbentuk di dalam usus besar lebih lunak dan volumenya besar sehingga lebih mudah ”digiring” keluar oleh usus besar pada saat BAB, tanpa perlu tekanan yang besar. Selain itu BAB sebaiknya dilakukan secara rutin setiap hari sekali. Ada juga anjuran untuk menghindari makanan yang berbiji apalagi keras, dikhawatirkan biji masuk kedalam divertikel dan menimbulkan masalah. Bila terjadi perdarahan walaupun hanya sedikit, segera bawa ayah Anda ke rumah sakit karena bisa saja perdarahan tsb berkembang menjadi lebih hebat.
Demikian penjelasan kami semoga bermanfaat.

Dr. Simon Hutagaol SpB-Spesialis Bedah RS Mediros

 
Sumber : Sinar Harapan

Tags: , ,

Spread the word

del.icio.us Digg Furl Reddit Help

Permalink • Print • Comment