April 2, 2008
Sakit Karena Marah
Masalah :
Dokter Ryan yang selalu segar, saya akhir-akhir sering sakit-sakit. Jujur, saat ini saya masih sakit hati dan marah dengan suami saya. Suami saya setelah bertahun-tahun selingkuh, beberapa minggu yang lalu, tertangkap basah oleh saya dok. Saya temukan secarik surat di saku celananya dari seorang wanita, ternyata sekretarisnya dok. Dengan bukti surat ini, suami saya akhirnya mengaku kalau telah berselingkuh.
Sejak itu, saya tak berminat lagi berhubungan seks dengan suami. Sedangkan suami minta ampun pada saya. Dan tak akan melakukan kesalahan ini lagi. Dokter apakah sakit ini dampak dari rasa marah saya? Mohon keterangannya.
Ningtyas – Sawangan
Jawaban :
Saat kita marah tubuh kita akan bereaksi untuk fight atau flight. Kedua reaksi ini muncul karena: hormon adrenalin. Pada saat marah, darah kita banyak mengandung hormon adrenalin, yang mengakibatkan jantung kita berdenyut lebih cepat, seluruh otot di tubuh kita jadi tegang, hati melepaskan gula lebih banyak untuk bahan bakar otot, tekanan darah meninggi untuk menyediakan oksigen ke otot tubuh, keringat bercucuran, keseimbangan natrium dan kalium berubah. Inilah yang menyebabkan kita mudah terkena berbagai penyakit. Karena orang yang marah, kekebalan tubuhnya turun drastis.
Marah mengakibatkan perubahan dalam seluruh anggota tubuh: kelenjar, hati, pembuluh darah, perut, otak . Sebuah penelitian di AS menunjukkan orang yang bertemperamen keras lebih sering mengalami sakit jantung dini dibanding pria yang lebih kalem. Studi ini melibatkan lebih dari seribu responden ini, menyebutkan, orang yang selalu dalam situasi marah, mudah tersingguh, tertekan, akan mengalami peningkatan resiko gangguan jantung sampai tiga kali lipat. Orang dengan kondisi ini juga lebih mudah terkena serangan jantung di bawah usia 55 tahun. Tak hanya itu, marah akan meningkatkan risiko depresi dan kecemasan. Dan ini terkait dengan risiko stroke. Karena marah mengakibatkan penyempitan pembuluh darah.
Namun bila orang dengan kondisi ini sadar dan melakukan kontrol , risiko serangan jantung pada usia muda bisa diturunkan,” kata dr. Patricia Chang salah satu peneliti di studi itu, berasal dari Universitas Johns Hopkins di Baltimore, Maryland. Maka itu, bila ibu masih marah dan sakit-sakitan, segera cari pertolongan.
Tiap orang pasti pernah marah. Sering kali kita merasa serba salah, bila kita lampiaskan, kita takut terserang penyakit. Namun bila kita pendam penyakit lain yang lebih parah pun membayangi. Kenyataannya, banyak orang yang melampiaskan amarahnya dengan cara meledak-ledak. Namun ada juga hanya diam saja.
Mark Gorkin, konsultan pencegah stres dan kekerasan dari US Postal Service, layanan pos di Amerika Serikat, mengatakan, marah ada empat macam :
1. Spontan (marah yg dilakukan secara tiba-tiba),
2. Purposeful (marah yang disengaja),
3. Destruktif (marah yang ditumpahkan tanpa rasa bersalah)
Untuk ibu Ningtyas, segeralah ke psikiater. Cobalah ibu untuk rileks dan menerima kenyataan ini. Lagi pula, suami ibu sudah minta maaf. Tak ada salahnya anda mengikuti meditasi atau yoga agar keadaan jiwa dan tubuh seimbang dan dapat selaras kembali.
dr. Ryan Thamrin
Sumber : Wanita Indonesia
Tags: Dr. Ryan Thamrin, Pelampiasan Marah, wanita indonesia






