Amazon.com Widgets

January 31, 2008

Sakit Pinggang Bawah, Apa Saja Penyebabnya?

Tanya:

Ibu saya berumur 62 tahun, baru saja dirawat di rumah sakit karena sakit pinggang yang sangat mengganggu. Ibu memang adalah penderita batu ginjal, tetapi enam bulan lalu batu ginjal kanan sudah dapat dihancurkan. Namun saya ragu apakah sakit pinggangnya memang berasal dari ginjalnya atau dari sebab lain.
Di rumah sakit saya bicarakan dengan dokter yang merawat, kami sepakat melakukan pemeriksaan yang menyeluruh terkait dengan sakit pinggangnya termasuk masalah ginjalnya. Saat ini pemeriksaan-pemeriksaan sedang dilakukan antara lain Laboratorium, Foto Rontgen, MRI, dan sebagainya.
Pertanyaan saya: apa saja yang sebenarnya dapat menyebabkan sakit pinggang. Apa saja yang bisa disembuhkan. Terima kasih atas jawaban Dokter.

Ny. Lim M.I., Kelapa Gading

Jawab:

Pertama-tama semoga penyebab penyakit Ibu Anda dapat segera ditemukan sehingga dapat diobati secara baik dan cepat sembuh. Memang kadang-kadang mudah sekali menemukan penyebab sakit pinggang bawah, tetapi kadang juga tidak mudah. Sayangnya data yang Anda berikan tidak lengkap, misalnya bagaimana rasa nyerinya, kiri atau kanan, menjalar atau tidak, ada rasa kesemutan atau baal, ada kelainan air seni (kemerahan), dan sebagainya.

Sakit pinggang ini adalah gangguan yang sering didapat orang, umumnya hampir setiap orang pernah mengalami satu kali sakit pinggang dalam hidupnya. Di Amerika, sakit pinggang merupakan penyebab kedua mengapa orang berobat ke dokter. Penyebab nomor satu adalah influenza.

Tulang belakang. Alat tubuh yang paling sering dicurigai sebagai penyebab sakit belakang adalah tulang belakang, saraf dan otot-otot sekitarnya serta jaringan lunak lainnya. Bagian-bagian dari tulang belakang (columna vertebrae) adalah sebagai berikut:

1. Ruas tulang belakang: Tulang belakang terdiri dari 24 vertebrae (ruas tulang belakang) ditambah tulang sacrum dan tulang ekor (coccyx).
2. Bantalan tulang: terdapat bantalan yang disebut disk antara dua ruas tulang belakang, terdiri dari bahan tulang rawan fibrous dan elastis. Bantalan ini bersifat sebagai „shock absorbers” yang menjaga agar tulang belakang fleksibel dan melindungi ruas tulang belakang (sebagai bantalan).
3. Foramen: lubang di antara dua ruas yang merupakan tempat keluar saraf. 4. Facet: sendi di antara ruas-ruas tulang belakang, 5. Saraf: terdapat 31 pasang saraf yang keluar melalui celah ruang tulang belakang. 6. Ligamen: adalah jaringan ikat yang menghubungkan dan mengikat ruas-ruas tulang belakang. 7. Otot yang menahan tulang belakang pada tempatnya, ada sekitar 40 buah otot, serta jaringan tendon dan ligamen mulai dari bagian bawah kepala sampai dengan tulang ekor.

  • Lokasi

Lokasi sakit belakang yang paling sering adalah sakit pinggang, sebabnya adalah berat badan sebagian besar bertumpu pada tulang belakang lumbal yang terletak di pinggang itu. Selain itu, bila kita memutar tubuh maka pinggang yang paling berpotensi timbul „keseleo” (muscle strain). Kompresi (tekanan) atau peradangan pada saraf yang keluar dari celah ruas tulang belakang juga dapat menyebabkan sakit pinggang.

Penyebab sakit pinggang. Beberapa kondisi yang mendukung terjadinya sakit pinggang adalah tonus otot-otot pinggang tidak terjaga baik, kelebihan berat badan terutama di sekitar bagian perut/pinggang, gerakan mengangkat secara sembarangan, posisi duduk atau berdiri yang tidak baik sehingga memberikan beban ekstra pada pinggang.

Beberapa penyebab sakit pinggang:

  • Keseleo otot (muscle strain)/ otot yang tertarik. Otot yang tertarik/teregang termasuk tendon dan ligamen atau sendi yang meradang dapat menyebabkan sakit pinggang
  • Spasme otot. Otot yang berkontraksi (spasm) merupakan akibat adanya kerusakan. Spasme ini sebenarnya dimaksudkan untuk mengistirahatkan bagian yang sakit sehingga mencegah kerusakan lebih lanjut
  • Osteoartritis. Adalah proses penuaan sendi biasanya pada usia di atas 60 tahun. Terjadi kerusakan tulang rawan yang melapisi permukaan dalam sendi ruas tulang belakang.
  • Sciatica. Nyeri karena terjepitnya saraf atau meradang, dirasakan di bagian pinggang, dapat menjalar ke bokong/bagian belakang tungkai
  • Osteoporosis. Sekitar satu dari tiga wanita usia lebih dari 50 tahun merasakan sakit pinggang karena ada ruas tulang belakang yang keropos (osteoporosis) dengan fraktur-fraktur kecil di ruas tulang belakang, atau rapuh tergencet (compression fracture).
  • Hernia bantalan. Suatu sobekan atau tekanan pada bantalan dapat menyebabkan bantalan menggembung atau pecah sehingga menekan saraf.
  • Fibromyalgia. Sakit pinggang karena kekakuan otot dan tendon.
  • Ginjal. Sakit pinggang juga dapat disebabkan gangguan dari organ dalam misalnya ginjal, antara lain pada penyakit infeksi baik akut maupun kronis, batu ginjal, bendungan pada ginjal dan sebagainya. Melalui pemeriksaan urin rutin di laboratorium biasanya diperoleh informasi penting tentang gangguan ginjal.

Selain itu luka pada usus 12 jari yang terletak di bagian belakang, tidak jarang dirasakan sebagai nyeri yang menembus ke tulang belakang. Sakit pinggang dapat juga berasal dari organ dalam panggul (pelvis) misalnya: infeksi kandung kemih, endometriosis (jaringan endometrium dari kandungan /uterus yang berada diluar uterus), kanker ovarium (indung telur), kista ovarium, testis yang terputar dan sebagainya.

  • Risiko

Seseorang berada pada risiko sakit pinggang bila: Bekerja pada konstruksi, atau pekerjaan yang memerlukan mengangkat barang berat, banyak membungkuk atau berputar atau vibrasi seluruh tubuh seperti pada pemakaian alat tumbuk /pemadat batu.
Atau Punya postur tubuh yang jelek, Sedang hamil, Umur lebih dari 30 tahun,
Perokok tanpa berolah raga atau kelebihan berat badan, Punya sakit sendi atau osteoporosis, Punya ambang batas nyeri yang rendah, Sering merasa stress dan atau depresi.

  • Pemeriksaan

Sesudah dokter memeriksa fisik, dan menentukan arah penyebab sakit pinggang maka pemeriksaan-pemeriksaan penunjang yang dianjurkan antara lain:
Pemeriksaan Rontgen tulang belakang, pemeriksaan EMG (Electro Myography), bila saraf terlibat, untuk memeriksa konduksi saraf, menemukan iritasi pada saraf.
Pemeriksaan lebih lanjut misalnya MRI (Magnetic Resonance Imaging) atau CT Scan (Computed Tomography) untuk memeriksa keadaan bantalan, keadaan saraf, otot, ligamen, tulang rawan, tendon, dan sebagainya.
Lain-lain: pemeriksaan densitas tulang untuk osteoporosis, bone scan untuk tumor-tumor.

  • Perlu Diwaspadai

Kebanyakan sakit pinggang karena gangguan tulang belakang, otot tidak membahayakan, sekitar 80 – 90 % akan membaik, bisa sampai kurang lebih 6 minggu. Kalau strain otot atau ligamen agak hebat, dapat memakan waktu sampai 12 minggu.
Sakit pinggang yang serius perlu diperiksa lebih dalam pada kondisi-kondisi:
*) Gangguan kontrol kandung kencing atau usus besar
*) Rasa baal di selangkangan atau sekitar anus
*) Rasa lemah atau baal di tungkai
*) Sakit pinggang yang mengganggu saat sedang tidur
*) Demam
*) Berat badan cepat turun
*) Sakit pinggang mendadak tetapi tidak ada perbaikan dalam 1 – 2 minggu
*) Riwayat penyakit kanker
*) Sakit pinggang yang tidak mereda

  • Pencegahan

Sakit pinggang pada dasarnya dapat dihindari bila kita dapat menjaga kondisi fisik dengan baik. Sebaiknya melakukan latihan-latihan aerobik yang teratur, tetapi yang tidak membebani pinggang, antara lain olahraga jalan, berenang, bersepeda, maupun senam-senam yang memperkuat dan memelihara fleksibilitas otot-otot belakang dan perut.

Dr. Nico A. Lumenta, K.Nefro
Konsultan Ginjal-Hipertensi
RS Mediros

 

Sumber : Sinar Harapan

Tags: , ,

Spread the word

del.icio.us Digg Furl Reddit Help

Permalink • Print • Comment

Bagaimana Memilih Rumah Sakit Tempat Berobat?

Tanya:

Saya bekerja di bagian HRD (Human Resource Development) atau lebih populer Bagian Personalia di suatu perusahaan dengan jumlah karyawan sekitar 500 orang. Direktur perusahaan saya menugaskan bagian HRD mengadakan kontrak dengan perusahaan asuransi kesehatan untuk karyawan perusahaan kami. Setelah dapat menentukan perusahaan asuransi, proses berikutnya kami diminta memilih rumah sakit yang nantinya merupakan rumah sakit langganan.

Bagian HRD mengajukan kriteria pemilihan rumah sakit sebagai berikut:

  • Pelayanan rumah sakit yang bermutu tinggi
  • Harga yang pantas, hal ini tentunya akan diseleksi oleh pihak asuransi
  • Lokasi yang strategis dan lebih dekat ke pemukiman karyawan.

Mengenai kriteria 2 dan 3 tentunya tidak sukar untuk diproses. Namun mengenai kriteria yang pertama mohon kiranya dapat diberikan petunjuk bagi kami.

Johan H, Bintaro, Jakarta Selatan


Jawab:

Terima kasih atas pertanyaan Saudara. Sebelum saya menjawab pertanyaan Saudara, saya ingin menambahkan beberapa kriteria yang perlu diperhatikan untuk memilih rumah sakit (RS):
Jenis pelayanan: Sebaiknya RS telah memiliki jenis pelayanan minimal ”Lima Besar”: Penyakit Dalam, Anak, Bedah, Kebidanan-Penyakit Kandungan, Saraf, dan ditambah Mata, THT, Kulit dan Gigi.
Pelayanan Subspesialisasi: Selanjutnya bila diperlukan perhatikan adanya pelayanan-pelayanan subspesialistik: misalnya di bidang Penyakit Dalam ada subspesialisasi Jantung, Ginjal-Hipertensi, Paru dsb., di bidang Bedah misalnya Bedah Urologi, Tulang dsb., begitu juga di bidang-bidang lain: Anak, Kebidanan-Penyakit Kandungan, dst.

  • Aman dan Mutu

Sekarang mengenai pelayanan RS yang bermutu. Mutu pelayanan RS adalah sesuatu topik yang senantiasa merupakan isu yang hampir selalu hangat dibahas pada berbagai seminar. Pada dekade yang lalu bila dibahas mutu pelayanan RS, maka terdapat komponen safety/ aman di dalamnya. Namun kecenderungan internasional saat ini adalah pelayanan yang aman lebih mengemuka atau lebih ditonjolkan dan berdampingan dengan mutu. Jadi pelayanan rumah sakit harus Aman dan Bermutu.
Dari suatu penelitian di Eropa tahun 1996-1999 telah diinventarisasi adanya empat metode yang menilai atau mengukur mutu pelayanan rumah sakit, yaitu: 1. Akreditasi Rumah Sakit, 2. ISO, 3. EFQM, dan 4. Visitatie.

1. Akreditasi Rumah Sakit: Federasi Akreditasi Internasional untuk RS /Kesehatan yang berada di bawah organisasi dunia ISQua (International Society for Quality and Healthcare) telah mengambil kesimpulan yang pasti bahwa Akreditasi RS adalah metode yang paling baik untuk menilai mutu pelayanan RS. Pada metode ini RS dinilai secara lengkap unsur-unsur Struktur (input), Proses dan Outcome (hasil), apakah telah memenuhi standar.
2. ISO adalah metode yang menjadi populer melalui dunia manufakturing. Metode ini cukup baik namun kelemahannya dibanding akreditasi rumah sakit adalah bahwa pada ISO hanya unsur proses yang dinilai dan distandarkan. Kelemahan lainnya adalah tarif yang cukup mahal bagi kebanyakan rumah sakit.
3. EFQM (European Foundation for Quality Management), semacam Malcolm Baldrige Award di Amerika. Metode ini menstandarkan organization excellence.
4. Visitatie adalah metode di Belanda yang mula-mula digunakan pada program pendidikan dokter spesialis, kemudian dikembangkan juga untuk rumah sakit.

  • Akreditasi RS di Indonesia

Di Indonesia akreditasi RS telah dimulai sejak 1995 oleh DepKes dengan membentuk Komisi Gabungan Akreditasi Rumah Sakit dan sekarang disebut Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS). Dari sekitar 1.200 rumah sakit, sudah lebih dari 500 rumah sakit yang telah diakreditasi.
Bidang-bidang yang disurvei total berjumlah 16 pelayanan: 1) Administrasi & manajemen, 2) Medis, 3) Gawat darurat, 4) Rekam medis, 5) Keperawatan, 6) Radiologi, 7) Laboratorium, 8) Kamar operasi, 9) Farmasi, 10) K3, 11) Pengendalian infeksi, 12) Perinatal Risiko Tinggi, 13) Rehabilitasi medis, 14) Gizi, 15) Intensif, 16) Darah.
Dalam melakukan survei, KARS akan menurunkan 1 Tim Surveior yang terdiri dari 1 Surveior Administrasi, 1 atau 2 Surveior Medis, dan 1 Surveior Keperawatan. Tim bekerja melakukan survei selama 3 atau 4 hari.

  • Apa manfaat Akreditasi RS

Dari berbagai literatur internasional dan pengamatan di dalam negeri tercatat beberapa manfaat nyata: a. peningkatan pelayanan (diukur dengan clinical indicator), b. peningkatan administrasi dan perencanaan, c. peningkatan koordinasi asuhan pasien dan peningkatan koordinasi pelayanan, d. peningkatan komunikasi antara staf, e. peningkatan sistem dan prosedur, f. lingkungan yang lebih aman, g. minimalisasi risiko, h. penggunaan sumber daya yang lebih efisien, i. Kerja sama yang lebih kuat dari semua bagian dari organisasi. J. penurunan keluhan pasien dan staf, k. meningkatnya kesadaran staf akan tanggung jawabnya, l. peningkatan moril dan motivasi, m. re-energized organization, n. kepuasan pemangku kepentingan (stakeholder).

Saran. Saran saya, untuk memilih RS yang bermutu, langkah pertama adalah memilih RS yang sudah diakreditasi. Serfikat Akreditasi berlaku tiga tahun, maka RS yang dipilih tentunya yang rutin tiap tiga tahun selalu menjalani penilaian akreditasi oleh KARS.
Memang ada RS yang melakukan standardisasi dan penilaian ISO. Rumah sakit tersebut dapat dipilih namun dengan catatan sebaiknya juga telah menjalani Akreditasi RS.
Demikian pandangan saya, semoga bermanfaat.

Dr. Nico A. Lumenta, K.Nefro
Konsultan Ginjal-Hipertensi
RS Mediros
Surveior Komisi Akreditasi RS, Depkes

 

 
Sumber : Sinar Harapan

Tags: , ,

Spread the word

del.icio.us Digg Furl Reddit Help

Permalink • Print • Comment

January 14, 2008

Perawatan Kaki Diabetes

Tanya:

Bulan lalu saya membaca di harian ini pada ruang Konsultasi Kesehatan tentang perawatan kaki diabetes. Saya juga mempunyai penyakit diabetes dan sudah berlangsung sekitar sembilan tahun. Saya berobat teratur dan minum obat diabetes, tekanan darah saya normal, hasil-hasil laboratorium menurut dokter sangat baik, a.l. gula darah, kolesterol, fungsi ginjal dsb juga baik.
Namun sudah beberapa bulan terakhir ini saya merasa agak kesemutan di kaki kanan saya. Setelah membaca tanya-jawab tersebut di atas, saya ingin menanyakan secara lebih rinci, bagaimana sebaiknya menjaga kaki saya, agar tidak terkena kaki diabetes, sehingga harus diamputasi.
Terima kasih atas penjelasan Dokter.

T. Sujana, Bandung

Jawab:

Yth. Sdr. Sujana, terima kasih atas pertanyaan Saudara. Untuk memenuhi permintaan Saudara, dibawah ini saya sampaikan kutipan sebagian tulisan dari Buku Penatalaksanaan Diabetes Melitus Terpadu, terbitan Balai Penerbit FKUI cetakan ke-4 tahun 2004, dengan judul ”Perawatan Kaki Diabetes” (penulis: M. Tambunan). Saya ambil bagian-bagian yang penting sebagai berikut:

Upaya pencegahan primer: 1. Penyuluhan kesehatan DM, komplikasi dan kesehatan kaki; 2. Status gizi yang baik dan pengendalian DM; 3. Pemeriksaan berkala DM dan komplikasinya; 4. Pemeriksaan berkala kaki penderita; 5. Pencegahan/perlindungan terhadap trauma – sepatu khusus; 6. Higiene personal termasuk kaki; 7. Menghilangkan faktor biomekanis yang mungkin menyebabkan ulkus.

Apa yang harus dilakukan:
1. Periksa kaki setiap hari, apakah ada kulit retak, melepuh, luka, perdarahan. Gunakan cermin untuk melihat bagian bawah kaki, atau minta bantuan orang lain untuk memeriksa.
2. Bersihkan kaki setiap hari pada waktu mandi dengan air bersih dan sabun mandi. Bila perlu gosok kaki dengan sikat lunak atau batu apung. Keringkan kaki dengan handuk bersih, lembuh, sela-sela jari kaki harus kering, terutama sela jari kaki ke-3-4 dan ke-4-5.
3. Berikan pelembab/lotion pada daerah kaki yang kering, tetapi tidak pada sela jari, gunanya untuk menjaga agar kulit tidak retak
4. Gunting kuku kaki lurus mengikuti bentuk normal jari kaki, tidak terlalu pendek atau terlalu dekat dengan kulit, kemudian kikir agar kuku tidak tajam. Hindarkan terjadinya luka pada jaringan sekitar kuku. Bila kuku keras, sulit dipotong, rendam kaki dengan air hangat kuku selama + 5 menit. Bersihkan kuku setiap hari pada waktu mandi dan berikan cream pelembab kuku.
5. Pakai alas kaki sepatu atau sandal untuk melindungi kaki agar tidak terjadi luka, juga di dalam rumah
6. Gunakan sepatu atau sandal yang baik sesuai dengan ukuran dan enak dipakai, dengan ruang dalam sepatu yang cukup untuk jari-jari. Pakailah kaos /stocking yang pas dan bersih terbuat dari bahan yang mengandung katun.
7. Periksa sepatu sebelum dipakai, apakah ada kerikil / benda tajam lain. Lepas sepatu setiap 4-6 jam serta gerakkan pergelangan dan jari-jari kaki agar sirkulasi darah tetap baik
8. Bila ada luka kecil, obati luka dan tutup dengan pembalut bersih. Periksa apakah ada tanda-tanda radang.
9. Segera ke dokter bila kaki mengalami luka.
10. Periksakan kaki ke dokter secara rutin.

Apa yang tidak boleh dilakukan:
1. Jangan merendam kaki
2. Jangan gunakan botol panas atau peralatan listrik untuk memanaskan kaki
3. Jangan gunakan batu / silet untuk mengurangi kapalan (callus)
4. Jangan merokok
5. Jangan pakai sepatu / kaos kaki sempit
6. Jangan menggunakan obat-obat tanpa anjuran dokter untuk menghilangkan mata ikan
7. Jangan gunakan sikat atau pisau untuk kaki
8. Jangan membiarkan luka kecil di kaki, sekecil apa pun luka tersebut
Senam Kaki Diabetes. Latihan senam kaki dapat dilakukan dengan posisi berdiri, duduk dan tidur, dengan cara menggerakkan kaki dan sendi-sendi kaki misalnya berdiri dengan kedua tumit diangkat, mengangkat dan menurunkan kaki. Gerakan dapat berupa gerakan menekuk, meluruskan, mengangkat, memutar ke luar atau ke dalam dan mencengkeram pada jari-jari kaki. Latihan senam dapat dilakukan setiap hari secara teratur, sambil santai di rumah, juga waktu kaki terasa dingin.
Demikian beberapa informasi tentang perawatan kaki diabetes, semoga bermanfaat.

Dr. Nico A. Lumenta, K.Nefro-Konsultan Ginjal-Hipertensi RS Mediros

 

Sumber : Sinar Harapan

Tags: , ,

Spread the word

del.icio.us Digg Furl Reddit Help

Permalink • Print • Comment

January 9, 2008

Mengapa Kencing Mendadak Menjadi Sedikit?

Tanya:

Ayah saya berumur 66 tahun tinggal di Cimahi. Bulan Juli yang lalu dia dirawat di rumah sakit karena batu ginjal. Mulanya mengalami nyeri hebat di pinggang kanan. Dokter menyarankan foto ronsen ginjal, karena memang ayah 10 th yang lalu pernah kencing batu. Kemudian dilakukanlah pemeriksaan foto ginjal, namun keesokan harinya mendadak kencingnya menjadi sedikit dan timbul demam. Oleh Dokter dikatakan ayah mengalami kegagalan ginjal yang mendadak, kemudian dikonsul ke Dokter Spesialis Ginjal. Dalam penanganan selanjutnya, ayah setelah beberapa hari urinnya mulai meningkat lagi, kebetulan batunya juga keluar, besarnya seperti butir beras kecil. Sekarang keadaan ayah sudah baik. Mohon kiranya dijelaskan apa sebenarnya penyakit ginjal ayah, dan apa penyebabnya agar di kemudian hari dapat dihindari.

Ny. Prawira N.

Green Garden, Jakarta Barat

Jawab:

Terima kasih atas pertanyaannya. Walaupun data yang diberikan tidak cukup banyak, tetapi saya mencoba menggambarkan kemungkinan keadaan/penyakit Bapak sebagai berikut:
Gambaran penyakit. Bapak menderita batu ginjal kanan yang turun ke ureter (saluran penghubung ginjal dan kandung kencing) berhenti disitu sementara, dan kemudian setelah beberapa hari batu keluar (besarnya seperti butir beras kecil). Kemungkinan besar batu tersebut ketika berada di ureter kanan mengakibatkan sumbatan aliran urin, sehingga urin dari ginjal kanan tidak dapat mengalir ke kandung kencing, terhenti samasekali (lihat gambar contoh batu di Ureter).
Kemudian dilakukan foto ginjal, biasa disebut pemeriksaan foto BNO/IVP, pasien disuntikkan cairan / zat kontras. Ternyata zat kontras ini pada ginjal menimbulkan reaksi yang tidak diharapkan, yaitu zat kontras mengakibatkan kerusakan sel, menyebabkan gangguan pembuluh darah (vaskuler) maupun gangguan saluran tubulus, sehingga ginjal mendadak terganggu fungsinya. Ginjal yang sebelah kiri terganggu dan yang sebelah kanan memang sedang terganggu (tersumbat) dan bisa menjadi makin terganggu akibat zat kontras tadi. Hasil akhirnya adalah kedua ginjal mendadak fungsinya turun (ginjal kanan terbeban dua hal: sumbatan dan zat kontras) dan tidak dapat memproduksi urin secara normal, jumlah urin menjadi sedikit, disebut Oligouria (jumlah urin dibawah 500 cc/hari), kalau lebih berat urin menjadi sangat sedikit disebut Anuria. Keadaan ini disebut Gagal Ginjal Akut (GGA).

Penyebab Gagal Ginjal Akut.
GGA yang terjadi bisa disebabkan oleh gangguan yang terjadi ”sesudah ginjal” disebut GGA Postrenal, dalam hal ini adalah adanya batu di ureter kanan yang menyumbat sehingga mengganggu ginjal kanan. Hal lain misalnya, sumbatan oleh tumor yang bertumbuh dan menekan ureter atau menyumbat ureter.
Sedangkan bila penyebab atau gangguan berada di dalam ginjal disebut GGA Renal, Terjadinya reaksi di dalam ginjal karena paparan obat kontras foto ginjal terhadap jaringan ginjal,misalnya. Contoh lain bila diberikan obat yang toksik (racun) terhadap ginjal, misalnya antibiotika tertentu (Amninoglikosida), obat kanker tertentu (Cisplatin, Siklofosfamide dsb), obat-obat ”Rematik” yaitu golongan NSAID (Nonsteroidal antiinflammatory drug).
Penyebab lain yaitu gangguan ”sebelum ginjal” misalnya pasien muntaber sehingga terjadi dehidrasi (kekurangan cairan tubuh) mengakibatkan volume darah turun dan aliran darah ke ginjal juga menurun menyebabkan GGA, hal ini disebut GGA Prerenal, jumlahnya sekitar 35% dari keseluruhan GGA.
Kontrol. Sesudah berobat jalan sebaiknya Bapak disarankan kontrol dulu secara teratur pada Dr Spesialis Ginjal sampai keadaan betul aman, selain itu Bapak sebagai penderita ”Urinary Stone Former” perlu diperiksa beberapa hal untuk mengetahui faktor-faktor pembentuk batu ginjalnya, yang kadang-kadang juga membutuhkan pengobatan yang agak lama untuk mencegah kambuhnya batu ginjal
Demikian penjelasan kami, semoga bermanfaat.

Dr. Nico A. Lumenta, K.Nefro
Konsultan Ginjal-Hipertensi
RS. Mediros

Sumber : Sinar Harapan

Tags: , ,

Spread the word

del.icio.us Digg Furl Reddit Help

Permalink • Print • Comment