Amazon.com Widgets

April 3, 2008

Diabetes

Masalah :

Dokter yang terhormat.

Dok, saya adalah penderita diabetes. Ibu saya juga begitu. Saya sekarang sedang hamil muda. Saya khawatir dengan anak saya nanti. Apakah anak saya akan terkena diabetes juga? Bagaimana cara mencegahnya? Saya mohon penjelasannya. Terima kasih.

Ny. Andi di Bandung

 

Jawaban :

PENYAKIT diabetes melitus adalah suatu penyakit kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar gula dalam darah sebagai akibat adanya gangguan sistem metabolisme dalam tubuh. Pankreas tidak mampu memproduksi hormon insulin sesuai kebutuhan tubuh. Insulin adalah salah satu hormon yang bertanggung jawab untuk mengontrol jumlah atau kadar gula dalam darah dan dibutuhkan untuk mengubah (memproses) karbohidrat, lemak, dan protein menjadi energi.

Keturunan memamg merupakan faktor penting pada kedua jenis diabetes, tipe 1 dimana tubuh penderita hanya menghasilkan sedikit atau sama sekali tidak menghasilkan insulin, umumnya terjadi sebelum usia 30 tahun. Tipe 2, tubuh penderita tetap menghasilkan insulin namun tubuh mengalami resisten insulin.

Pada anak kembar identik, bila satu menderita diabetes tipe 1, ada 50% kemungkinan satunya lagi juga menderita. Sedangkan untuk diabetes tipe 2, pada kembar identik bila salah seorang menderita sudah bisa dipastikan (100%) satunya lagi akan menjadi penderita.

Pada diabetes 1 kemungkinan anak untuk menderita diabetes di kemudian hari apabila lahir dari ibu penderita diabetes sebesar 2 - 3% dan 5 -6% apabila ayahnya menderita diabetes tipe 1. Risiko anak menderita diabetes akan meningkat sampai 30% apabila kedua orang tua adalah penderita diabetes. Faktor keturunan lebih berperan pada diabetes tipe 2. Pada penderita diabetes tipe 2 ini, 25% di antaranya memiliki riwayat keluarga yang positif. Meskipun begitu, kemungkinan ada faktor lain sebagai penyebabnya, terutama faktor lingkungan yang perlu diperhatikan lebih lanjut.

Prof. Dr. H. Azhali, M.S., Sp.A.K.

 

Sumber : Pikiran Rakyat Online

Tags: , ,

Spread the word

del.icio.us Digg Furl Reddit Help

Permalink • Print • Comment

Alergi Bisa Disembuhkan?

Masalah :

Anak saya berusia 10 tahun. Ia alergi terhadap logam. Jika diberi perhiasan logam bukan emas, di kulitnya akan timbul bintik-bintik merah dan terasa gatal. Kalau digaruk menimbulkan luka. Dok, apakah alergi bisa disembuhkan? Saya harus bawa anak ke dokter spesialis apa? Apakah alergi itu turunan, karena saya pun mengalami hal yang sama. Kulit sering berkeringat dan jika terkena perhiasan logam bukan emas akan terasa gatal. Terima kasih.

Ny. Dhina - Bandung

 

Jawaban :

Alergi merupakan hal yang sering dijumpai pada anak dan dapat mengenai berbagai organ tubuh. Bersin-bersin pada pagi hari, timbul kaligata pada saat dingin, mengi, atau asma, dll. Keluhan bintik-bintik merah yang terasa gatal di kulit yang bersentuhan dengan logam dalam jangka waktu tertentu, merupakan manifestasi dari alergi.

Alergi merupakan penyakit yang diturunkan. Kalau salah seorang dari orang tua mengalami alergi, kemungkinan anaknya mengalami alergi sekitar 10%, namun akan lebih besar persentasenya bila kedua orang tua memang memiliki alergi.

Kejadian alergi akan berbeda dari waktu ke waktu. Sebagai contoh, pada masa bayi, alergi mungkin dapat tampak seperti kemerahan di pipi, dan jika usia bayi bertambah akan menghilang, namun kemerahan akan tampak di lipatan-lipatan kulit. Demikian pula dengan anak Ibu, saat ini ia tampak tidak kuat bilamana bersentuhan dalam jangka waktu tertentu dengan logam bukan logam emas. Kulitnya akan kemerahan dan gatal. Untuk itu hindari pemakaian perhiasan imitasi, termasuk juga menghindari garukan terhadap daerah kulit yang gatal tersebut, karena dapat menimbulkan infeksi yang akan menimbulkan bekas kehitaman pada saat penyembuhan.

Penyembuhan alergi membutuhkan waktu, Bu. Cara yang termudah adalah menghindari penyebab alergi, yang untuk anak Ibu cukup mudah caranya karena sumbernya diketahui. Dapat juga memakai salep kulit yang mengandung kortikosteroid untuk mengurangi reaksi alergi yang timbul. Tentunya pemberian obat ini memerlukan pemeriksaan oleh dokter kulit terlebih dahulu, sehingga pemilihan obatnya benar dan dengan dosis serta lama pemakaian tertentu.

Prof. Dr. H. Azhali, M.S., Sp.A.(K)

 

 

Sumber : Pikiran Rakyat Online

Tags: , ,

Spread the word

del.icio.us Digg Furl Reddit Help

Permalink • Print • Comment

October 18, 2007

Kesehatan Anak

Bercak Putih di Pipi

Masalah :

Dokter Yth.

ANAK saya berumur 11 tahun. Sekarang ini di pipinya ada bercak putih yang dalam bahasa Sunda disebut balas bogo. Saya khawatir keadaan ini akan berlanjut hingga ia dewasa. Sebenarnya bercak putih itu akibat apa Dok? Apakah benar karena anak terlalu banyak terpapar sinar matahari? Bagaimana cara mengobatinya? Selain itu anak saya juga di beberapa bagian tangannya ada bintik-bintik kecil berwarna putih dan terasa gatal, kenapa ya Dok?

Ny. Dwi di Bandung

Jawaban :

BERCAK putih di kulit pada anak sering dikeluhkan oleh para ibu. Ada beberapa penyakit yang menunjukkan tanda tersebut, antara lain pityriasis alba, tinea versicolor, dan vitiligo.

Pityriasis alba (PA) sering terjadi pada anak usia sekolah (6-16 tahun) yang mempunyai riwayat alergi. Pada umumnya tampak di muka sebagai bercak putih berbentuk oval-bulat, berukuran 1-4 cm, tidak menonjol, terdiri dari 4-20 bercak, dan kadang-kadang gatal. PA yang luas sampai ke dada dan ekstremitas biasa terjadi pada orang dewasa.

Tinea versicolor atau lebih dikenal dengan panu. Merupakan penyakit kulit yang ringan dan sering dijumpai terutama di daerah tropis. Berupa bercak putih dengan permukaan agak bersisik di dada dan punggung, namun jarang di muka. Panu akan terasa gatal. Penyebabnya adalah jamur Malassezia furfur. Umumnya yang terkena berusia 10-24 tahun. Untuk memastikannya, diperlukan pemeriksaan di ruangan khusus dengan sinar wood atau melalui kerokan kulit. Dapat disembuhkan dengan obat antijamur, baik yang berupa obat yang dioleskan ke kulit atau obat yang diminumkan. Bercak putih tersebut akan memudar dalam 1-2 bulan setelah pengobatan.

Vitiligo merupakan penyakit akibat hilangnya pigmen pada kulit. Sekira 30% timbul pada kelompok keluarga. Umumnya timbul pada usia 10-30 tahun dan di sekitar muka, kulit kepala, serta leher. Penyakit ini akan berjalan dengan cepat, tampak makin melebar dan menyebar di satu daerah kulit atau di banyak tempat. Penyakit ini memerlukan pengobatan secara khusus dan rutin, baik dengan obat-obatan serta penyinaran khusus.

Membaca keluhan Ibu, tampaknya anak Ibu kemungkinan menderita PA. Kelainan kulit ini sering dikeluhkan oleh para ibu, sedangkan anaknya tidak merasakan adanya suatu kelainan. Jadi semata-mata bersifat kosmetik. Tampaknya Ibu tidak perlu terlalu khawatir, karena PA merupakan penyakit ringan, akan sembuh sendiri (rata-rata dalam 1 tahun), dan tidak bersifat menular. Yang penting, anak Ibu dapat menjaga kesehatan kulit. Dianjurkan pula untuk memakai krim tabir surya, agar kulit yang sehat tidak bertambah gelap, sehingga akan memperjelas PA.

Sedangkan bintik-bintik kecil yang terasa gatal di tangan, kemungkinan merupakan suatu dermatitis kontak. Peradangan di kulit akibat terkena bahan-bahan yang membuat alergi. Dengan demikian keluhan dapat timbul berulang-ulang selama masih kontak dengan bahan yang membuatnya alergi. Untuk memastikannya diperlukan beberapa tes. Bila tidak terlalu mengganggu, dapat diberikan obat oles.

Mudah-mudahan Ibu mendapat penjelasan yang cukup. Bila keluhannya meluas, sebaiknya Ibu membawa anaknya untuk konsultasi ke dokter kulit.

Prof. Dr. dr. H. Azhali, M.S., Sp. A.K.

Sumber : Pikiran Rakyat Online


Sudah Besar Ngompol

Masalah :

ANAK sepupu saya, laki-laki umurnya 12 tahun. Namun yang mengherankan, dia masih suka ngompol. Orang tuanya sudah melakukan berbagai macam cara, dari mengurangi minum saat menjelang tidur, hingga si anak tidak boleh terlalu aktif, atau menghangatkan bagian bawah perut dengan minyak kayu putih.

Bukankah seharusnya anak usia tersebut sudah tidak ngompol? Apakah yang harus dilakukan orang tuanya? Terima kasih atas perhatian Dokter. 

Aji di Bandung

Jawaban :

BAPAK benar sekali, memang anak usia 12 tahun diharapkan tidak mengompol lagi. Namun ditemukan 20% anak usia sekolah masih mengompol dan 2,4% di antaranya ngompol setiap malam. Kejadian ngompol pada usia 5 tahun sekira 20%, usia 10 tahun 10%, dan usia 15 tahun 3%.

Sebaiknya dipastikan terlebih dahulu bahwa anak sepupu Bapak berada dalam keadaan sehat. Tidak ada kelainan baik fisik maupun air kemihnya.

Bila tidak ada kelainan, usahakan paling banyak mengonsumsi cairan (minuman, makanan, dan buah-buahan) sekira 1,5 liter per hari. Jangka waktu untuk minum diusahakan teratur dan diperjarang pada malam hari. Anak diupayakan agar mampu berkemih sekurang-kurangnya 5-6 kali per hari dan tidak lupa untuk berkemih sebelum tidur. Pada saat tidur, tetap menggunakan lampu yang terang. Diharapkan perbaikan terjadi setelah 4-8 minggu. Bila ternyata anak sepupu Bapak masih ngompol, alangkah baiknya untuk diinvestigasi lebih lanjut, sehingga dapat diberikan cara penanggulangannya yang tepat. Mungkin diperlukan pemakaian suatu bed alarm dan obat-obatan. Semoga lekas sembuh.

Prof. Dr. dr. H. Azhali, M.S., Sp. A.K.

Sumber : Pikiran Rakyat Online

Tags: , ,

Spread the word

del.icio.us Digg Furl Reddit Help

Permalink • Print • Comment

September 27, 2007

Imunisasi

Imunisasi Tambahan

 

Masalah :

Ass.Wr.Wb.

Dokter Azhali yang terhormat.

SEJAK dulu, di SD sering diadakan imunisasi. Masalahnya sebelum masuk sekolah dasar anak telah diimunisasi, seperti halnya imunisasi campak yang menjadi salah satu program pemerintah.

Apakah pemberian imunisasi seperti itu tidak akan berakibat negatif terhadap anak yang memang sebelumnya sudah diberi imunisasi lengkap sejak bayi hingga waktu yang ditentukan? Apakah imunisasi tambahan itu akan efektif? Terima kasih atas penjelasan dokter.

Ny. Dina - Bandung

 

Jawaban :

Ibu Dina yang terhormat.

Campak merupakan penyakit sangat menular yang disebabkan oleh virus dengan karakteristik adanya demam, pilek, mata merah, batuk, dan timbul ruam kulit. Komplikasi yang timbul akibat campak seperti infeksi telinga, infeksi paru, diare yang bisa menjadi kronik sehingga anak menjadi kurang gizi, serta radang otak. Suatu hal yang harus dihindari pada anak kita.

Dalam pelayanan kesehatan anak, diprioritaskan agar anak tetap sehat melalui pencegahan terhadap tiap penyakit. Imunisasi merupakan salah satu upaya preventif yang mampu menekan angka kesakitan anak. Berbagai penyakit menular kejadiannya sangat menurun dengan imunisasi yang teratur dan cakupan pemberiannya luas. Jadi, imunisasi terhadap seorang anak tidak hanya melindungi anak tersebut, tetapi juga berdampak terhadap anak yang lain dengan menurunkan penyebaran penyakit infeksi. Untuk itu, saya sangat menghargai kesadaran dan kesediaan Ibu untuk terus memberikan imunisasi ulangan terhadap anaknya sebagai upaya mencegah penyakit infeksi yang berat.

Setiap anak yang dilakukan imunisasi, tidak memberikan jaminan ia akan kebal 100% terhadap penyakit tersebut. Ada beberapa anak kekebalannya belum timbul pada saat pertama kali dilakukan imunisasi campak, sehingga memiliki potensi untuk menjadi sakit dan menularkannya kepada anak lain yang daya tahan tubuhnya terhadap campak tidak optimal. Mudah-mudahan penjelasan saya cukup jelas dan saya harap Ibu dapat menularkan keyakinan Ibu kepada orang tua murid lain agar memberikan kesempatan pada anak untuk dilakukan imunisasi campak ulangan.

 

Prof. Dr. dr. H. Azhali, M.S., Sp. A.K.

Sumber : Pikiran Rakyat Online

 

 


Setelah Hepatitis Boleh Diimunisasi?

 


Masalah :

Dokter, anak saya 10 tahun, pernah menderita hepatitis A dan dirawat kurang lebih 3 minggu di RS. Sekarang ia sudah sehat seperti sedia kala.

Dok, apakah mereka yang sudah menderita hepatitis boleh diimunisasi hepatitis?

Terima kasih atas perhatian dokter.

Ny. Indah - Cianjur

 

Jawaban :

Mudah-mudahan anak Ibu selalu dalam keadaan sehat setelah mendapat perawatan di RS.

Hepatitis A adalah penyakit infeksi akut akibat virus hepatitis A (HAV) yang menyerang hati dengan klinis lemah, lesu, nafsu makan menurun, mual, muntah, tampak kuning, serta urin tampak berwarna seperti teh.

Pada umumnya penyakit ini akan sembuh dengan sempurna, tidak meninggalkan sisa. Penularannya melalui rute fekal-oral atau dengan kata lain berasal dari higiene pribadi dan lingkungan yang kurang.

Imunisasi hepatitis A sampai saat ini harganya relatif mahal sehingga belum masuk dalam program pemerintah untuk imunisasi. Adapun pemberiannya adalah anak berusia 1 tahun ke atas, dengan 2 kali pemberian selang 6 bulan. Oleh karena itu, saat ini di negara berkembang, upaya pencegahan infeksi akibat HAV lebih ditekankan pada usaha perbaikan lingkungan permukiman, tersedianya fasilitas air bersih, serta kebersihan lingkungan dan pribadi.

Sampai saat ini daya tahan tubuh setelah terinfeksi HAV dianggap cukup memberikan kekebalan dalam jangka panjang dengan kadar antibodi di atas 10-20 mIU. Namun pemeriksaannya tidak mudah. Dengan demikian, saya lebih menekankan kepada anjuran yang berlaku secara umum bagi pasien yang terinfeksi. Anjuran itu, "Setiap orang yang telah terinfeksi penyakit, belum tentu tubuhnya dapat menghasilkan kekebalan sempurna sepanjang hayat, sehingga tidak dilarang untuk diberi imunisasi kembali, sebagai upaya meningkatkan kekebalan terhadap penyakit infeksi tersebut."

Imunisasi ulangan atau imunisasi setelah terinfeksi penyakit tidak merugikan pasien. Bila ada efek samping yang terjadi, keadaan tersebut akan sama dengan efek yang terjadi saat imunisasi awal. Sebagai contoh imunisasi campak, pada saat imunisasi ulangan dapat terjadi kemerahan dan bengkak pada tempat penyuntikan atau panas badan pada hari ke-4 sampai 7 setelah imunisasi. Demikian jawaban saya, semoga cukup jelas.

 

Prof. Dr. dr. H. Azhali, M.S., Sp. A.K.

Sumber : Pikiran Rakyat Online

Tags: , ,

Spread the word

del.icio.us Digg Furl Reddit Help

Permalink • Print • Comment

Kesehatan Bayi

Pipi Bayi Berbintik-bintik Merah

Masalah :

Ass. Wr. Wb.

Dokter Azhali yang terhormat.

Dokter, bayi saya baru berumur 3 bulan, secara umum dia sehat dan tubuhnya tumbuh sesuai dengan usianya.

Namun, akhir-akhir ini ada yang membuat saya khawatir. Di sekitar mulut dan pipi bayi saya, ada bintik-bintik kemerahan. Beberapa di antara bintik-bintik itu terlihat seperti ada "isinya".

Tampaknya dia merasa gatal karena tangannya seperti ingin menggaruk pipinya yang tembem.

Dok, kenapa ya anak saya itu? Selama ini saya hanya memberi bedak tabur bayi. Saya pikir itu bisa mengurangi rasa gatalnya. Akan tetapi, bintik-bintik itu kini masih tampak.

Bagaimana solusinya? Berbahayakah penyakit ini?
Terima kasih atas perhatian Dokter.

Ny. Mira-Bandung

 

Jawaban :

Ass. Wr. Wb.

Ibu Mira yang terhormat.

Tampaknya bayi Ibu mengalami dermatitis atopik (DA) yang diketahui muncul (50%) pada masa bayi di bagian wajah, kepala, telinga, leher, dan pipi.

Bila anak makin bertambah usia, biasanya bintik-bintik itu dapat ditemukan pada lipatan lengan dan tungkai. Tentu saja bayi akan merasa gatal dan biasanya bertambah gatal pada malam hari. Rasa gatal itu juga muncul bila ada rangsangan dari garukan, rangsangan keringat, udara kering, bahan iritan (sabun, detergen), atau bila terinfeksi oleh bakteri.

Timbulnya DA dapat dipicu oleh alergi makanan atau alergi terhadap inhalan (bahan yang terhirup oleh hidung). Perlu diketahui bahwa DA terjadi pada bayi yang ibunya memiliki riwayat alergi pula, seperti asma.

Beberapa cara dapat mengurangi rasa gatal akibat DA, namun diharapkan Ibu menghindari pemberian bedak (talk) karena mungkin dapat mengiritasi kulit bayi.

Kejadian DA juga dapat dikurangi dengan menambah kelembapan pada kulit bayi. Hal ini bisa dilakukan melalui penggunaan krim bayi, memberinya sabun tanpa detergen, memberikan pakaian yang menyerap keringat dan halus, serta menjaga ventilasi yang baik.

Beberapa penelitian menunjukkan adanya hubungan DA dengan alergi makanan, seperti telur, susu sapi, serta kacang, khusus mengenai hal ini alangkah baiknya Ibu menghubungi dokter spesialis anak untuk mendapatkan keterangan lebih lanjut. Saya juga sangat menganjurkan pemakaian ASI untuk bayi Ibu.

Untuk pengobatan selanjutnya adalah pemberian salep kulit yang mengandung bahan glukokortikoid. Akan tetapi, untuk pemakaian salep ini, saya mohon agar Ibu datang ke dokter yang biasa menangani bayi Ibu. Dengan demikian, kesehatan bayi Ibu terpantau dengan baik. 

 

Prof.Dr. H. Azhali, M.S., Sp.A(K)

Sumber : Pikiran Rakyat Online


Bayi Hanya Minum ASI

Masalah :

Prof. Azhali yang terhormat.

SAYA memiliki anak berumur 4 bulan. Hingga kini anak saya itu minum ASI dan belum diberi makanan tambahan. Bayi saya juga bahkan tidak minum susu formula.

Saya ingin menanyakan berapa lama sebaiknya bayi diberi ASI eksklusif?

Saya sering berpikir apakah bayi saya itu tidak kekurangan makanan jika hanya minum susu? Selama ini sih, jika diperhatikan berat badannya terus naik kok, dan pipinya pun terlihat segar.

Ada satu lagi masalah saya, kenapa bayi saya itu ngiler terus, Dok?

Terima kasih atas perhatian Dokter.

Ny. Puji di Bandung

 

Jawaban :

Ibu Puji yang terhormat.

AIR susu ibu atau ASI eksklusif merupakan pemberian ASI saja sampai bayi berumur 4 sampai dengan 6 bulan. Pemberian ASI selama 4 bulan atau 6 bulan tergantung keadaan ibu dan bayinya. Bila ASI banyak dan bayi tumbuh serta berkembang dengan baik, pemberian ASI saja boleh sampai enam bulan. Akan tetapi, kalau setelah 4 bulan produksi ASI berkurang atau tumbuh kembang bayi kurang baik, bayi perlu diberi makanan tambahan.

Sementara, bayi yang ngiler berarti produksi kelenjar air liurnya berlebihan. Kondisi ini bisa terjadi sementara maupun berkelanjutan, tergantung faktor penyebabnya. Bisa jadi, ngiler adalah sesuatu yang normal. Namun bisa juga bayi terkena infeksi tertentu, misalnya infeksi yang disebabkan oleh jamur, virus, maupun bakteri. Jika memang infeksi biasanya mulut bayi terlihat merah atau ada bercak-bercak putih dan berbau.

Jika keadaan tersebut berlanjut, sebaiknya Ibu membawa bayi Ibu ke dokter untuk diperiksa lebih lanjut.

 

Prof.Dr. H. Azhali, M.S., Sp.A(K)

Sumber : Pikiran Rakyat Online

Tags: , ,

Spread the word

del.icio.us Digg Furl Reddit Help

Permalink • Print • Comment

September 26, 2007

Anemia Bisa Menimpa Anak

Masalah :

Dokter yang terhormat.

DOK, saya seorang ibu sedang hamil 7 bulan. Saya dari gadis menderita anemia. Dokter memberi saya obat. Namun, saya khawatir anak saya juga nanti akan terkena akibatnya.

Apakah mungkin ada bayi dan anak menderita anemia juga? Bisakah hal itu dicegah? Caranya bagaimana? Jika misalnya anak sudah terkena anemia, apakah bisa disembuhkan? Caranya bagaimana? Apakah penyebab anak menderita anemia? Terima kasih.

Ny. Dina di Bandung

 
Jawaban :

Ibu Dina yang terhormat.

SEBELUMNYA saya mengucapkan selamat atas kehamilan Ibu.

Anemia menggambarkan kurangnya sel darah merah dan terkaita dengan kadar hemoglobin. Dengan kata lain, akan terjadi penurunan kemampuan transportasi oksigen.

Penyebab anemia dapat bermacam-macam, secara garis besar terbagi atas 3 mekanisme:

- Destruksi/kerusakan sel darah yang berlebihan.
- Perdarahan
- Produksi sel darah merah yang tidak

ade kuat.

Sebaiknya Ibu mengetahui, apakah sel darah merah itu. Sel darah merah merupakan sel yang bersirkulasi dalam cairan darah dan memberikan warna merah pada darah.

Jantung bertugas memompakan darah ke seluruh tubuh, termasuk sel darah merah yang berisi oksigen dari paru-paru . Organ dan sel-sel tubuh menerima oksigen tersebut untuk mengolah gula dan lemak menjadi energi.

Pada ibu hamil, sering kali terjadi anemia. Mengapa? Hal itu karena kebutuhan akan zat besi dan vitamin yang meningkat, ditambah lagi janin dan plasenta (ari-ari) juga memerlukan masukan zat besi yang hanya dapat diperoleh dari ibunya.

Tubuh manusia memiliki kemampuan yang luar biasa. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, tubuh ibu akan meningkatkan produksi sel darah merah dan plasma lebih tinggi lagi, sehingga kebutuhan untuk janin terpenuhi. Ternyata hal ini setelah dihitung akan terjadi peningkatan volume darah sekira 50% dengan proporsi lebih tinggi pada cairan plasma. Dengan kata lain, pada ibu hamil terjadi peningkatan cairan yang turut berkontribusi untuk menjadi anemia. Namun, Ibu tidak usah khawatir, karena anemia yang sudah terjadisejak Ibu gadis tampaknya sudah diantisipasi oleh dokter kandungan dengan memberikan obat.

Seorang bayi dan anak dapat mengalami anemia. Gejala pada anak umumnya lebih jelas, berupa badan pucat, bibir dan kuku pucat, rewel, cepat lelah, sering pusing, serta detak jantungnya lebih cepat dibandingkan dengan teman sebayanya.

Tergantung dari apa yang menyebabkan anemianya, anak juga dapat tampak kuning, air seninya berwarna seperti teh kental. Pada bayi atau anak prasekolah yang mengalami anemia akibat kurang besi, menurut penelitian ternyata dapat mengakibatkan gangguan perkembangan serta tingkah laku, seperti menurunnya aktivitas fisik, bermasalah dengan interaksi sosial, serta kurang mampu berkonsentrasi. Namun, hal ini jangan membuat Ibu menjadi khawatir, karena bila penyebab anemianya kekurangan besi dapat segera diatasi, anak akan kembali normal.

Pengobatan anemia sangat bergantung pada penyebabnya. Oleh karena itu, saya menyarankan segeralah datang untuk berkonsultasi ke dokter untuk mengetahui apa penyebab anemia tersebut, agar terapi yang diberikan sesuai dengan kebutuhannya.

Tentu mencegah lebih baik daripada mengobati. Sekali lagi, pencegahan anemia juga tergantung dari penyebabnya (saat ini bila anemia terjadi karena kelainan genetik, masih sulit untuk dihindari).

Agar anak terlindung dari anemia, secara khusus lebih baik berkonsultasi dengan dokter. Secara umum, berilah ASI eksklusif, memberikan sereal, dan susu formula (bila ASI tidak dapat diberikan) yang diperkaya dengan zat besi, serta diet seimbang. Kopi dan teh dapat menurunkan penyerapan zat besi. Oleh karena itu, harus diperhatikan pemberiannya pada anak yang sedang tumbuh. Sebaliknya vitamin C membantu penyerapan zat besi.

Demikian penjelasan saya tentang anemia, mudah-mudahan ibu cukup jelas dan semoga kehamilan maupun persalinannya berjalan lancar.

Prof.Dr. H. Azhali, M.S., Sp.A(K).

Sumber : Pikiran Rakyat Online

Tags: , ,

Spread the word

del.icio.us Digg Furl Reddit Help

Permalink • Print • Comment