Amazon.com Widgets

November 15, 2007

Darah Transfusi Tidak Cocok

Masalah :

Assalamualaikum wr wb

Dokter Zubairi Yth,

Sekitar awal Oktober 2007, adik saya, wanita 27 tahun mengalami kelemahan mendadak, berjalan mudah capai, dan berdebar-debar, mukanya pucat sekali. Tengah malam kami bawa ke instalasi gawat darurat sebuah rumah sakit di Jakarta Pusat. Dokter menyatakan, adik saya sakit anemia berat, kadar hemoglobin cuma 4 (4 g%), dan harus segera transfusi, walaupun penyebabnya belum diketahui.

Namun jawaban lembaga transfusi darah sungguh mengagetkan. Kami diberitahu dokter jaga bahwa ada masalah dalam darah adik kami. Katanya, sukar menemukan darah yang cocok. Setelah dikonsultasikan lewat telepon dengan atasannya, dokter menjelaskan lagi, bahwa adik saya sakit anemia hemolitik autoimun. Untuk diketahui, golongan darah adik saya A.

Untuk menyelamatkan nyawa adik saya, walaupun tidak cocok 100 persen, darah ditransfusikan sambil adik saya disuntik obat untuk antisipasi efek samping, jelas dokter jaga. Alhamdulillah, kondisinya kian membaik, dan segera akan dipulangkan setelah rawat inap selama lima hari. Pertanyaan saya, apakah sebetulnya anemia hemolitik autoimun itu Dok? Apakah bisa disembuhkan? Obatnya apa?

Sunardi, Jakarta

 

Jawaban :

Waalaikumussalam wr wb

Mas Nardi yang baik,

Sebelum menjelaskan anemia hemolitik autoimun, saya terangkan dulu mengenai anemia. Anemia atau kurang darah merah, dapat dikelompokkan menjadi berbagai jenis, yang berbeda cara mendiagnosisnya dan berbeda pula pengobatannya. Anemia ada beberapa jenis. Pertama anemia hemolitik. Hemolitik berarti lisis darah, yaitu suatu kondisi di mana sel darah merah lebih cepat rusak dibanding normal.

Anemia jenis kedua adalah anemia aplastik, terjadi bila 'pabrik' pembuatan darah merahnya terganggu. Analoginya mirip kejadian pemogokan di pabrik tekstil. Yang disebut 'pabrik' pembuatan darah adalah sumsum tulang. Analogi dari tekstil yang dihasilkan pabrik adalah sel darah yang dihasilkan, baik sel darah merah (eritrosit), leukosit (sel darah putih), maupun trombosit. Pada anemia aplastik, terjadi penurunan ketiga produk sumsum tulang tersebut, kurang sel darah merah (anemia), kurang sel darah putih (leukopenia), dan kurang trombosit (trombositopenia).

Jenis anemia ketiga adalah anemia akibat kekurangan salah satu zat gizi sebagai komponen pembentuk seI darah merah, disebut sebagai anemia defisiensi. Ada beberapa subjenis anemia defisiensi, antara lain: kekurangan besi, kekurangan asam folat, dan vitamin B12. Jadi, tidak semua anemia akibat kekurangan besi. Anemia hemolitik dapat disebabkan antibodi yang merusak sel darah di tubuh sendiri (autoimun) atau non autoimun, misalnya anemia akibat malaria dan talasemia. Merujuk pada surat Anda, adik memang benar sakit anemia hemolitik yang jenis autoimun.

Ketidakcocokan sewaktu tes di PMI, terjadi karena darah adik Anda mengandung antibodi terhadap sel darah merahnya sendiri, sehingga saat dilakukan tes pencocokan silang (cross match) dengan darah donor yang sekalipun bergolongan sama, hasilnya tidak cocok. Pengobatan diberikan apabila perusakan sel darah merah makin memburuk, kadar hemoglobin rendah. Dokter biasanya akan memberikan obat kortikosteroid (prednison, prednisolon, deksametason), dimulai dengan dosis tinggi kemudian secara bertahap dosis obat diturunkan.

Pada keadaan di mana pengobatan dengan kortikosteroid tidak memberikan hasil atau timbul efek samping yang berat maka kadang-kadang perlu dilakukan operasi pengangkatan limpa atau pemberian obat immunosuppresan. Opsi lain adalah plasmapheresis, suatu tindakan untuk menyaring, mengeluarkan antibodi seringkali bermanfaat bila pengobatan yang lain tidak berhasil.

Sedangkan transfusi darah diberikan bila perusakan sel darah merah sangat parah, kadar hemoglobin amat rendah, tentu didahului dengan pemberian kortikosteroid injeksi sebelumnya. Apakah bisa disembuhkan? Sebagian pasien anemia hemolitik autoimun sembuh total, kondisi kesehatan pulih normal, dan tidak perlu mengonsumsi obat kortikosteroid lagi. Sebagian lagi obat kortikosteroid dosis rendah, perlu dilanjutkan untuk jangka panjang, guna mempertahankan kadar hemoglobin di atas 10g% dan agar dapat beraktivitas normal.

Dr Zubairi Djoerban

 

 

Sumber : Republika Online

 

Tags: , ,

Spread the word

del.icio.us Digg Furl Reddit Help

Permalink • Print • Comment

November 9, 2007

Darah Transfusi tidak Cocok

Masalah :

Assalamualaikum wr wb

Dokter Zubairi Yth,

Sekitar awal Oktober 2007, adik saya, wanita 27 tahun mengalami kelemahan mendadak, berjalan mudah capai, dan berdebar-debar, mukanya pucat sekali. Tengah malam kami bawa ke instalasi gawat darurat sebuah rumah sakit di Jakarta Pusat. Dokter menyatakan, adik saya sakit anemia berat, kadar hemoglobin cuma 4 (4 g%), dan harus segera transfusi, walaupun penyebabnya belum diketahui.

Namun jawaban lembaga transfusi darah sungguh mengagetkan. Kami diberitahu dokter jaga bahwa ada masalah dalam darah adik kami. Katanya, sukar menemukan darah yang cocok. Setelah dikonsultasikan lewat telepon dengan atasannya, dokter menjelaskan lagi, bahwa adik saya sakit anemia hemolitik autoimun. Untuk diketahui, golongan darah adik saya A.

Untuk menyelamatkan nyawa adik saya, walaupun tidak cocok 100 persen, darah ditransfusikan sambil adik saya disuntik obat untuk antisipasi efek samping, jelas dokter jaga. Alhamdulillah, kondisinya kian membaik, dan segera akan dipulangkan setelah rawat inap selama lima hari. Pertanyaan saya, apakah sebetulnya anemia hemolitik autoimun itu Dok? Apakah bisa disembuhkan? Obatnya apa?

Sunardi, Jakarta

 

Jawaban :

Waalaikumussalam wr wb

Mas Nardi yang baik,

Sebelum menjelaskan anemia hemolitik autoimun, saya terangkan dulu mengenai anemia. Anemia atau kurang darah merah, dapat dikelompokkan menjadi berbagai jenis, yang berbeda cara mendiagnosisnya dan berbeda pula pengobatannya. Anemia ada beberapa jenis. Pertama anemia hemolitik. Hemolitik berarti lisis darah, yaitu suatu kondisi di mana sel darah merah lebih cepat rusak dibanding normal.

Anemia jenis kedua adalah anemia aplastik, terjadi bila 'pabrik' pembuatan darah merahnya terganggu. Analoginya mirip kejadian pemogokan di pabrik tekstil. Yang disebut 'pabrik' pembuatan darah adalah sumsum tulang. Analogi dari tekstil yang dihasilkan pabrik adalah sel darah yang dihasilkan, baik sel darah merah (eritrosit), leukosit (sel darah putih), maupun trombosit. Pada anemia aplastik, terjadi penurunan ketiga produk sumsum tulang tersebut, kurang sel darah merah (anemia), kurang sel darah putih (leukopenia), dan kurang trombosit (trombositopenia).

Jenis anemia ketiga adalah anemia akibat kekurangan salah satu zat gizi sebagai komponen pembentuk seI darah merah, disebut sebagai anemia defisiensi. Ada beberapa subjenis anemia defisiensi, antara lain: kekurangan besi, kekurangan asam folat, dan vitamin B12. Jadi, tidak semua anemia akibat kekurangan besi. Anemia hemolitik dapat disebabkan antibodi yang merusak sel darah di tubuh sendiri (autoimun) atau non autoimun, misalnya anemia akibat malaria dan talasemia. Merujuk pada surat Anda, adik memang benar sakit anemia hemolitik yang jenis autoimun.

Ketidakcocokan sewaktu tes di PMI, terjadi karena darah adik Anda mengandung antibodi terhadap sel darah merahnya sendiri, sehingga saat dilakukan tes pencocokan silang (cross match) dengan darah donor yang sekalipun bergolongan sama, hasilnya tidak cocok. Pengobatan diberikan apabila perusakan sel darah merah makin memburuk, kadar hemoglobin rendah. Dokter biasanya akan memberikan obat kortikosteroid (prednison, prednisolon, deksametason), dimulai dengan dosis tinggi kemudian secara bertahap dosis obat diturunkan.

Pada keadaan di mana pengobatan dengan kortikosteroid tidak memberikan hasil atau timbul efek samping yang berat maka kadang-kadang perlu dilakukan operasi pengangkatan limpa atau pemberian obat immunosuppresan. Opsi lain adalah plasmapheresis, suatu tindakan untuk menyaring, mengeluarkan antibodi seringkali bermanfaat bila pengobatan yang lain tidak berhasil.

Sedangkan transfusi darah diberikan bila perusakan sel darah merah sangat parah, kadar hemoglobin amat rendah, tentu didahului dengan pemberian kortikosteroid injeksi sebelumnya. Apakah bisa disembuhkan? Sebagian pasien anemia hemolitik autoimun sembuh total, kondisi kesehatan pulih normal, dan tidak perlu mengonsumsi obat kortikosteroid lagi. Sebagian lagi obat kortikosteroid dosis rendah, perlu dilanjutkan untuk jangka panjang, guna mempertahankan kadar hemoglobin di atas 10g% dan agar dapat beraktivitas normal.

Dr Zubairi Djoerban

 

Sumber : Republika Online

Tags: , ,

Spread the word

del.icio.us Digg Furl Reddit Help

Permalink • Print • Comment

October 23, 2007

Kok Saya Suka Pusing dan Gelap Sesaat, ya Dok ?!

Masalah :

dok,saya mau tanyakan masalah kesehatan saya,umur saya 37th,berat badan 45 Kg,tinggi saya 167 cm ,saya yakin berat badan saya dibawah normal (kurus) ,bagaimana cara menaikan berat badan yang ideal ,dan juga sewaktu saya jongkok ,sewaktu berdiri kepala pusing dan gelap sesaat ,juga kadang kadang dari batas lengan sampai telapak tangan kebas dan panas,juga seperti ditusuk jarum,apa ini termasuk kurang darah?

terima kasih

SOHOR KUSUMA, 37 tahun

Jawaban :

Dear ananda Sohor, Pertama-tama saya bersama tim konsultasi kesehatan mediasehat.com, meminta maaf atas keterlambatan menjawab pertanyaan ananda. Ini dikarenakan masa menjelang lebaran sampai pasca-lebaran dan ada beberapa aspek kendala yang tidak dapat dihindari dan diatasi dengan cepat. Benar untuk pria seumur anada ini memang secara proporsional BB (berat badan) dan TB (tinggi badan), termasuk kurus. Pusing - gelap - tangan panas dan seperti ditusuk jarum, dapat merupakan pertanda kurang darah / anemia (termasuk juga kurang oksigen) atau hipotensi (tekanan darah rendah). Ini harus segera ditanggulangi. Ananda perlu telaah keadaan tubuh lebih seksama - akurat. Penyakit menyangkut sistem yang berkaitan dengan sirkulasi darah dan pembuatan butiran darah dan yang terkait sistem saraf, jangan dianggap remeh. Jangan tunda-tunda lagi, konsultasikan ke dokter dan mintakan rekomendasi dilakukannya pemeriksaan menyeluruh, termasuk tekanan darah, komposisi darah dan refleksi saraf. Coba juga perbaiki gizi ananda. Perbaiki pola hidup ananda, lakukan pola hidup sehat. Pastikan pola dan menu makan ananda sehat dan bergizi, pastikan ananda makan 4 sehat 5 sempurna (daging, sayuran plus buah-buahan, juga minum susu). Lakukan juga olah raga secara teratur. Ananda ingin menaikkan berat badan ? wah itu bagus sekali, tapi seperti ananda juga tahu bahwa semuanya perlu proses. Untuk awalnya, lakukan yang kami anjurkan di atas, lalu perhatikan apakah dalam waktu 2 minggu sudah ada peningkatan berat badan. Kalaupun mau, sekalian juga untuk membiasakan diri untuk ngemil. Ngemil itu bisa bikin gemuk lho, tapi yang kami anjurkan di sini tentunya adalah ngemil yang sehat, seperti makan apel atau pisang (mengandung kalium dan baik untuk kekuatan jantung) atau mangga. Oke demikian penjelasan dari kami, semoga bermanfaat dan bisa membantu ananda.

Sumber : Mediasehat.com

 

Tags: , ,

Spread the word

del.icio.us Digg Furl Reddit Help

Permalink • Print • Comment