January 21, 2009

Nyaman Dengan KB IUD

Masalah :

Dokter Arju yang baik,
Saat ini usia saya 27 tahun dan baru melahirkan pada bulan Juni 2008 lalu. Kemudian pada September 2008 saya menggunakan KB spiral. Semenjak saya menggunakan alat KB spiral sampai saat ini saya mendapat haid. Katanya, sih, itu pengaruh karena saya masih menyusui.

Tetapi, yang saya khawatirkan adalah, selama itu juga saya selalu keputihan, dan terkadang ada bercak cokelat seperti jika haid mau datang. Selain itu, kadang-kadang juga perut bagian bawah saya rasanya tegang. Kenapa bisa begitu, ya Dok? Demikian pertanyaan saya, mohon tanggapannya. Terimakasih.

Wulan via e-mail

 

Jawaban :

Ny. Wulan,
KB spiral memang termasuk salah satu alat kontrasepsi yang dianjurkan, karena cukup berhasil untuk menunda Kehamilan. Ini adalah alat yang diletakkan di dalam rahim, terbuat dari bahan polyethylene, dengan ditambahkan tembaga berbentuk spiral yang mengitari daerah badannya, dan ada juga yang ditambahkan di daerah lengannya.

Oleh karena spiral ini diletakkan di dalam rahim, maka dinding dalam rahim yang biasanya tidak bersentuhan dengan sesuatu yang padat, pada saat dilakukan pemasangan spiral dinding bagian dalam rahim tadi bersentuhan dengan spiral, sehingga menyebabkan terjadinya pengeluaran darah.

Ada dua jenis darah yang keluar, dapat merupakan darah akibat pemakaian spiral, biasanya tidak lama, warna merah segar, terkadang disertai kontraksi rahim, yang akan dirasakan mules oleh wanita yang mengalaminya. Biasanya hanya berupa vlek yang tidak keluar secara teratur.

Dapat juga berupa darah haid, bila memang saat itu sudah memasuki saat menjelang haid, dengan darah biasanya merah kehitaman dan lamanya dapat sesuai dengan lamanya haid yang biasa terjadi, atau mungkin lebih banyak dan lebih lama dari haid biasanya.

Perdarahan (vlek) yang Anda alami memang merupakan efek pemakaian spiral, keluar bercak-bercak cokelat, apalagi Anda katakan ini disertai dengan rasa tegang di bagian bawah perut. Pada saat haid memang rahim kita akan sedikit berkontraksi, dinding rahim sedikit berdenyut, karena di dalam rongga rahim ada benda asing, yaitu spiral yang Anda pakai, sehingga bisa menimbulkan rasa nyeri seperti yang Anda katakan. Untuk mengatasi hal ini, dapat dibantu dengan obat penghilang rasa sakit yang ada di pasaran.

Masalah haid yang belum juga Anda alami, cenderung berkaitan dengan riwayat persalinan yang baru terjadi 7 bulan yang lalu. Pada saat sesudah persalinan, maka hormon menyusui akan meningkat. Cara kerja ini akan menekan hormon kesuburan, sehingga tidak terjadi pematangan sel telur, maka Anda belum juga haid. Jadi, jika pada saat ini Anda belum haid, tidak apa-apa.

Keputihan yang Anda rasakan merupakan produk dari vagina yang memproduksi cairan berlebih. Biasanyapemakaian spiral memang biasa merangsang terbentuknya lendir vagina yang berlebih. Kondisi vagina yang basah ini, bila ada bakteri atau jamur akan menyuburkan mereka tumbuh. Jadi, biasakan untuk selalu menjaga kebersihan vagina agar tidak mengganggu lingkungan vagina.

Dr.Arju

 

Sumber : Nova

Tags: , ,

Spread the word

del.icio.us Digg Furl Reddit Help

Permalink • Print • Comment

Seputar Hepatitis B

Masalah :

Dokter Waldi yang baik,
Saya seorang ibu dengan satu putra yang masih balita. Saya mau bertanya tentang penyakit Hepatitis B. Apa penyebab seseorang bisa terjangkit Hepatitis B. Apakah penyakit ini bisa menular melalui kongsi makanan atau minuman?

Jika sudah terkena Hepatitis B, obat apa yang harus diminum? Apakah anak-anak yang tidak pernah terkena Hepatitis B tetap harus diberikan vaksin? Lalu berapa lama jarak waktunya untuk memeriksakan diri lagi setelah divaksin? Terima kasih, Dok.

susanna.tamiharjo@…

 

Jawaban :

Ibu Susanna,
Penyebab hepatitis bisa virus atau bakteri. Untuk hepatitis B penyebabnya adalah virus yang dikenal dengan nama hepatitis B. Virus ini termasuk virus ganas karena pada mereka yang terserang virus ini tidak semuanya sembuh sempurna, bahkan ada yang melanjut menjadi Kanker hati. Makin muda usia terkena, makin berat penyakit di kemudian harinya. Oleh karena itu vaksinasi terhadap virus ini amat sangat dianjurkan.

Virus hepatitis B paling suka di darah, sehingga penularan terjadi bila tubuh seseorang kontak dengan darah pengidap penyakit ini. Kadangkala darah tersebut demikian sedikit sehingga seakan-akan tidak ada. Contoh yang paling sering adalah penggunaan alat-alat kecil yang dapat mengakibatkan seseorang berdarah, misalnya alat-alat kosmetik tajam yang dipakai bersama (gunting, penekan jerawat, peniti).

Penggunaan alat suntik bersama besar peranannya dalam rantai penularan, ini sering terjadi pada mereka yang terlibat dengan penggunaan narkoba suntik. Penggunaan alat makan bersama tidak menularkan penyakit hepatitis B, kecuali bilamana terjadi perdarahan pada yang menggunakan alat itu (gusi berdarah tertusuk garpu, misalnya) yang kemudian alat makan tersebut dipakai orang lain dan juga melukainya.

Rasanya penggunaan alat makan bersama (piring, gelas, sendok, garpu, pisau) bukan etiket yang dianjurkan. (Ini yang ibu maksud dengan kongsi makanan/ minuman? Istilah baru buat saya. Unik juga kalau kita ganti kata kongsi dengan koperasi). Pengobatan hepatitis B termasuk sulit. Sekarang sudah ada beberapa obat yang dapat melawan virus ini, tetapi harganya amat mahal dan diberikan dalam bentuk suntikan, efek sampingnya pun juga hebat. Biasanya disuntikkan di rumah sakit.

Kalau penyakit sudah melanjut menjadi kronik atau kanker (misalnya pada anak remaja atau dewasa) lebih sulit lagi pengobatannya. Jadi, sebelum anak kena hepatitis B lebih baik ditangkal dengan imunisasi saja. Biasanya imunisasi diberikan mulai bayi, bahkan segera setelah lahir. Pemberian tiga kali berturut-turut dianggap telah menimbulkan kekebalan yang cukup. Kalau masih ragu apakah kadar kekebalan telah tercapai, maka dengan memeriksa titer anti HBs dapat diketahui apakah seseorang cukup kebal ataukah tidak terhadap hepatitis B.

Asuhan: Dr.Waldi Nurhamzah

Sumber : Nova

Tags: , ,

Spread the word

del.icio.us Digg Furl Reddit Help

Permalink • Print • Comment

December 25, 2008

Mencret karena Bakteri atau Virus

Masalah :

Dokter Waldi yang baik,
Saya baru memiliki putra yang kini berusia 5 bulan, dengan berat badan 7,8 Kg. Dua bulan yang lalu anak saya mencret. Buang air besarnya sampai 4 kali dalam sehari, berbentuk cair dan ada sedikit ampas.

Setelah itu sembuh, tetapi selang 3 minggu kemudian anak saya mencret lagi. Sama seperti yang terdahulu, dalam sehari buang airnya bisa sampai sekitar 4 kali dalam sehari.

Setelah mengalami dua kali mencret itu badan putra saya menyusut dan berat badannya turun jadi 7,4 Kg. Apakah berat badan anak saya masih tergolong normal, Dok?

Menurut dokter yang memeriksanya, anak saya terkena infeksi bakteri. Salah satu penyebabnya, anak saya sering memasukkan jari-jarinya ke dalam mulut. Saya diminta dokter untuk mengencerkan susu formulanya, ½ kali lebih encer dari seduhan biasanya. Sejak awal lahir putra saya memang sudah mendapatkan campuran ASI dan susu formula, karena ASI saya berhenti keluar.

Saya ingin tahu, apakah bayi usia 5 bulan yang tidak diberi ASI sudah boleh mendapatkan makanan padat? Makanan apa saja kira-kira yang sudah dapat diberikan untuk putra saya?

Selanjutnya, mengapa dokter yang memeriksanya menyarankan agar saya untuk ½ kali lebih mengencerkan susu formulanya? Apakah bedanya antara mencret karena infeksi bakteri dan mencret karena infeksi virus? Apakah saya perlu mengganti susu formulanya dengan susu kedelai, Dok? Terima kasih.

Ny. Srigita, Bogor

 

Jawaban :

Ibu Srigita, di Bogor
Mencret tentu menurunkan berat badan sedikit, dan berat badan anak Ibu masih normal saja. Sejauh yang saya tahu bayi baru diperkenankan makan makanan (setengah) padat setelah berusia 6 bulan (Makanan Pendamping ASI), jadi tentu saja saya tidak merekomendasikan makan apa pun dalam usianya yang sekarang ini.

Untuk beberapa kasus tertentu, kadang walau bayi belum berusia 6 bulan sudah bisa diperkenalkan makanan setengah padat, misalnya pada bayi yang tidak mendapat susu formula dan ASI ibunya berkurang, serta beratnya tak kunjung baik.

Dalam manajemen diare akut (diare yang berlangsung kurang dari 1 minggu) tidak lagi direkomendasikan untuk mengencerkan susu formula menjadi setengahnya. Juga tidak perlu mengganti susu formulanya dengan susu kedelai. Mencret karena bakteri umumnya lebih serius daripada yang karena virus. Pada bayi dan anak kecil penyebab tersering mencret adalah virus.

Saya tidak tahu mengapa dokter Ibu menganggap mencret yang diderita anak Ibu disebabkan oleh bakteri. Jari-jari yang sering dimasukkan ke dalam mulut (mulut sendiri tentu saja) tidak selalu merupakan penyebab mengapa ia mencret, kecuali jika jari-jari tersebut kotor. Tentu ganjil saja kalau menganggap jari-jari tangan bayi usia 5 bulan kotor, bukankah ia belum bermain di lantai atau halaman rumah?

Mencret karena bakteri sebagian menampakkan darah pada tinjanya, dan anak bisa tampak sakit berat. Pemeriksaan tinja di laboratorium biasanya dianjurkan untuk mengetahui apakah benar mencret yang dideritanya disebabkan oleh bakteri. Untuk mencret yang serius karena bakteri, terlebih bila berdarah, umumnya perlu diberikan antibiotik.

Asuhan: dr. Waldi Nurhamzah, Sp.A

 

Sumber : Nova
 

Tags: , ,

Spread the word

del.icio.us Digg Furl Reddit Help

Permalink • Print • Comment
Custom Search