Amazon.com Widgets

December 9, 2007

Indonesia Bakal Menjadi "Macan" Asia?

Industri asuransi di Indonesia tumbuh dari waktu ke waktu meskipun belum berjalan sesuai potensi sebenarnya. Dari 220 juta jiwa penduduk, baru sekitar tiga persen di antaranya yang menjadi pemegang polis asuransi jiwa secara individu. Ini menunjukkan pasar asuransi jiwa belum tergarap maksimal dan ada peluang untuk memultiplikasi besaran premi serta kapitalisasi aset industri di dalamnya.

Dalam lima tahun terakhir, premi asuransi jiwa di Indonesia bertumbuh rata-rata 23 persen per tahun. Mengutip data Journal Swiss Re: Sigma edisi ke-4 2007, total premi industri asuransi nasional tahun 2006 sebesar 4,8 miliar dollar AS. Geliat industri asuransi di Indonesia baru berkontribusi 1,5 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Kebijakan inovatif perlu diimplementasikan untuk menggeliatkan industri asuransi jiwa sebagai salah satu motor pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Analogi sepak bola

Mari kita analogikan potensi industri asuransi di Indonesia dengan geliat persepakbolaan di Tanah Air. Pada perhelatan Piala Asia beberapa waktu lalu, tim nasional Indonesia menyuguhkan permainan sepak bola yang atraktif. Indonesia berhasil menunjukkan kualitas permainan yang tidak kalah kelas ketimbang tiga tim di penyisihan awal, yakni Bahrain, Korsel, dan Arab Saudi.

Seperti halnya raihan prestasi timnas, industri asuransi jiwa di Indonesia pun berpotensi untuk menyeruak ke atas. Penetrasi pasar asuransi jiwa saat ini ibaratnya seperti seorang pemain bola yang berada di arena pertandingan. Meskipun kelihatan kecil, dia punya potensi untuk bergerak dan menciptakan gol.

Dengan hamparan arena seluas itu, sang pemain membutuhkan pelatih, pola kerja sama yang efektif, determinasi untuk mencetak gol, dukungan suporter, dan tim lawan untuk menstimulasi efektivitas gerak pemain itu sendiri. Pada Piala Asia, timnas bisa menunjukkan prestasi yang cukup membanggakan analisisnya karena setiap komponen sepak bola nasional berkontribusi maksimal.

Analogi apa yang bisa dikedepankan perihal prospek asuransi jiwa di Indonesia dengan prestasi spektakuler timnas Indonesia? Peran pelatih dan wasit berbicara tentang peran pemerintah dan regulator yang adaptif, akomodatif, tetapi lugas dan tegas dalam menciptakan kondusivitas pertumbuhan industri asuransi. Pola kerja sama yang efektif berbicara seputar regulasi dan konsistensi penerapannya untuk menunjang pertumbuhan dan percepatan industri asuransi jiwa.

Determinasi untuk mencetak gol merepresentasikan kesigapan dan kegigihan kalangan industri asuransi untuk memaksimalkan penetrasi pasar melalui inovasi pelayanan dan pemasaran yang error free, serta kegesitan dalam menangkap peluang pasar.

Fungsi suporter dalam konteks ini adalah kesadaran masyarakat terhadap berbagai risiko dan minat untuk memproteksi diri dan sekaligus sebagai pendukung industri asuransi melalui pembelian polis.

Perlunya lawan tanding mewakili persaingan yang sehat di kalangan industri asuransi sehingga layanan yang diberikan semakin berkualitas, efisien, dan memberikan banyak pilihan bagi masyarakat.

Kebijakan progresif

Sehebat apa pun skill individu pemain, strategi yang diterapkan oleh pelatih amat menentukan hasil akhir dari sebuah pertandingan. Dalam konteks ini, sebagus apa pun paket produk asuransi dengan beragam manfaat di dalamnya, semua itu tidak akan berkontribusi maksimal jika tidak didukung dengan political will dari pemegang kebijakan negara ini secara berkelanjutan.

Pemerintah sebagai pengawas dan pembina lembaga asuransi, serta para wakil rakyat di DPR selaku penentu arah kebijakan perundang-undangan, perlu meletakkan landasan yang kokoh bagi percepatan gerak industri asuransi. Kalau pasar modal bisa menyediakan sumber pendanaan bagi emiten untuk ekspansi, perbankan bisa berperan dalam menyediakan sumber pendanaan jangka pendek dan asuransi justru berperan sebagai penyedia sumber pendanaan jangka panjang.

Akumulasi dana di bank bersifat jangka pendek dan diperuntukkan bagi sindikasi kredit jangka pendek. Pasar modal pun memiliki solvabilitas tinggi dan perputaran dana terjadi dari waktu ke waktu. Industri asuransi, khususnya asuransi jiwa, sebagai investor institusional menghimpun aset berjangka panjang guna ditempatkan pada instrumen berjangka panjang pula untuk membiayai pembangunan infrastruktur.

Berdasarkan positioning tersebut, perlu diberlakukan satu paket kebijakan yang bisa memaksimalkan peran industri asuransi sebagai salah satu pilar ekonomi nasional. Kemauan politik yang tercermin dari regulasi dan kebijakan yang jelas dan pro pada pengembangan industri asuransi nasional perlu diformulasikan. Sasarannya untuk mempercepat pertumbuhan industri asuransi demi pengalihan risiko ekonomi masyarakat, dunia usaha, dan negara. Juga demi pengumpulan dana domestik jangka panjang pembangunan berkelanjutan.

Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah harus menyedot dana besar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk menutup biaya pemulihan (recovery) pasca-terjadinya bencana.

Kalau potensi risiko akibat bencana sudah dialihkan melalui skema asuransi, alokasi dana bisa dimanfaatkan untuk mengakselerasi pertumbuhan di sektor lain. Pengalihan risiko ke industri asuransi akan menggantikan keterbatasan pemerintah dalam menyediakan kesejahteraan yang saat ini harus ditanggung sendiri oleh rakyat.

Jika demikian, kita bisa melihat geliat asuransi jiwa Indonesia seperti halnya pencapaian prestasi yang cukup membanggakan dari timnas kita di Piala Asia. Di lingkup regional, berangkat dari posisi saat ini, kita bisa mengejar ketertinggalan kapitalisasi premi dari Singapura (10,7 miliar dollar AS) dan Malaysia (7,5 miliar dollar). Di kawasan Asia, industri asuransi kita pun berpotensi untuk bersanding sejajar dengan Hongkong (19 miliar dollar AS), Korea Selatan (101 miliar dollar), dan Jepang (460 miliar dollar).

Optimisme bakal menyeruaknya industri asuransi di Indonesia di kawasan Asia cukup beralasan. Total populasi Indonesia lebih besar dari jumlah penduduk di negara-negara tersebut. Yang lebih penting, insan perasuransian Indonesia terus berinovasi dan berakselerasi dalam rangka menyambut kebijakan kondusif dari pemerintah dan DPR.

Eddy KA Berutu Sekretaris Jenderal Federasi Asosiasi Perasuransian Indonesia dan Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia

Sumber: Kompas

Tags: , , ,

Spread the word

del.icio.us Digg Furl Reddit Help

Permalink • Print

Trackback uri

http://jawabali.com/asuransi-kredit/indonesia-bakal-menjadi-macan-asia-89/trackback

Related Entries